Biaya Sistem Panel Surya Atap Untuk Rumah 1300 VA

Berapa biaya sistem panel surya atap untuk rumah 1300 VA jika ingin melakukan pemasangan? Komponen apa saja yang dibutuhkan? Dan bagaimana menentukan sistem yang tepat?

Berapa Konsumsi pengguna 1300 VA?

Jika biaya rata-rata pemakaian listrik pelanggan 1300 VA adalah Rp. 300.000,- setiap bulannya, maka rata-rata penggunaan listrik adalah 204,5 kWh/bulan. Tarif listrik yang digunakan adalah tarif bulan Juli-September 2017 sebesar Rp. 1.467,28/kWh.

Penggunaan sebesar 204,5 kWh perbulan tersebut menunjukkan bahwa setiap harinya pengguna memakai kurang lebih 6,8 kWh. Namun nilai ini dapat berbeda untuk masing-masing pengguna.

Biaya Sistem Panel Surya Atap Untuk Rumah 1300 VA

Berapa biaya Sistem Panel Surya Atap Untuk Rumah 1300 VA?

Untuk memenuhi kekurangan kebutuhan listrik sebesar 1300 VA tersebut, maka dapat mengaplikasikan sistem panel surya atap sebagai solusi. Ada beberapa tipe sistem yang dapat digunakan, yaitu:

Sistem Grid Tie dengan EXIM tanpa baterai

Pada sistem grid tie, sistem panel surya harus berada di area yang memiliki jaringan koneksi dengan PLN untuk dapat bekerja. Minimal pada area tersebut PLN dapat bekerja 24 jam dan hanya terjadi pemadaman listrik sekali dalam sebulan dengan total lama waktu pemadaman tidak lebih dari satu jam. Hal ini karena sistem panel surya membutuhkan sinkronasi daya listrik PLN sebagai pemicu sistem bekerja. Sistem hanya berfungsi jika listrik PLN ada.

Yang perlu dicatat adalah pengguna yang ingin memasang sistem Grid tie dengan EXIM hanya dapat memasang listrik energi surya kurang dari daya meter terpasang. Sehingga untuk meter 1300 VA, maka sistem listrik energi surya yang dapat diinstal adalah maksimal sebesar 1200 Wp atau lebih kecil.

Biaya pembelian sistem produk, mulai dari Rp. 15.000.000,- Untuk per 1 kWp (1000 Wp), dengan biaya komponen pelengkap dan biaya pasang mulai dari Rp. 10.000.000,-. Perbedaan biaya dapat terjadi tergantung dengan jenis pilihan produk yang digunakan, lokasi pemasangan, sistem pembiayaan dan tambahan layanan lainnya, seperti sertifikat laik operasi, bantuan pengurusan izin dan lain sebagainya.

Dengan kebutuhan listrik yang mencapai 6,8 kWh per harinya, maka listrik surya dapat memenuhi maksimal hingga 4,8 kWh atau setara 70% kebutuhan harian listrik rumah tangga.

Sistem Grid Tie dengan EXIM dan baterai

Pada sistem grid tie ini, sistem kerjanya sama dengan sistem grid tie diatas, namun ada penambahan baterai sebagai cadangan daya jika listrik mati. Sehingga sistem dapat mendukung kebutuhan listrik rumah, baik saat ada listrik PLN ataupun tidak ada.

Harga komponen grid tie tidak berbeda jauh dengan seperti yang dijelaskan diatas, namun ada penambahan komponen inverter charger dan baterai, sesuai dengan kebutuhan penggunaan.

Dapat diasumsikan untuk setiap kebutuhan cadangan daya 1000 watt per jamnya, dibutuhkan penambahan biaya mulai dari Rp. 5.000.000,- (sesuai dengan tipe kualitas inverter charger dan tipe baterai) untuk lama penggunaan bervariasi sesuai umur pakai produk baterai.

Sistem hybrid pararel PLN

Pada sistem panel surya hybrid, sistem mampu bekerja dengan terhubung, tanpa terhubung ataupun bersamaan dengan PLN. Sistem ini cocok untuk lokasi yang memiliki PLN, namun sering terjadi pemadaman listrik.

Biaya yang dibutuhkan untuk mendukung kapasitas 1300 Wh adalah mulai dari Rp. 50.000.000,- untuk setiap dukungan daya per jamnya. Untuk memudahkan perhitungan, setiap kelipatan jam yang dibutuhkan dapat dikalikan dengan nilai biaya tersebut.

Akan tetapi sebagai catatan, nilai tersebut tidak bersifat mengikat dan dapat berubah sesuai penawaran kualitas produk yang diberikan. Juga nilai kelipatan yang ditampilkan hanya sebagai acuan, dan dapat berubah sesuai perhitungan detail di rumah pengguna.

Jadi, apakah sudah mulai tertarik menggunakan listrik surya sebagai sumber listrik alternatif?

Artikel yang mungkin Anda cari:

Tinggalkan Balasan