Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Matahari Sebagai Pusat Tata Surya?

2 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Matahari sebagai Pusat Tata Surya Kita – Melansir dari Buku Tematik Kelas 6 Kurikulum 2013 Tema 6 Subtema 2, mengenai Benda Angkasa Luar dan Rahasianya, matahasi sebenarnya adalah sebuah bintang. Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri.

  • Cahaya itu tersusun dari gas-gas, antara lain hidrogen dan helium.
  • Setiap tata surya memiliki bintang yang berperan sebagai pusat tata surya.
  • Pusat tata surya kita adalah matahari.
  • Matahari adalah salah satu bintang berukuran besar yang ada di ruang angkasa.
  • Matahari merupakan bola gas pijar namun bersuhu tinggi.

Suhunya bahkan bisa mencapai 6.000 derajat Celsius. Permukaannya berupa lautan gas yang sangat panas. Matahari merupakan salah satu dari 100 miliar lebih bintang di Bima Sakti. Matahari mengorbit sekitar 25.000 tahun cahaya dari inti galaksi, menyelesaikan satu kali revolusi setiap 250 juta tahun bahkan lebih.1.

Fungsi Matahari sebagai Pusat Tata Surya Orang yang pertama kali mengatakan bahwa Matahari adalah pusat tata surya adalah Aristarchus of Samos. Pendapatnya mengenau matahari sebagai pusat tata surya bukanlah tanpa alasan. Tata surya kita terdiri atas banyak bintang, salah satunya matahari. Matahari adalah bintang yang memiliki massa dan gravitasi terbesar dibandingkan bintang-bintang lainnya.

Sehingga Matahari bisa membuat planet-planet dan benda langit lainnya bergerak mengitari orbitnya. Gravitasi yang dimiliki Matahari membuat seluruh planet tetap dalam orbit masing-masing. Alasan mendasar inilah yang membuat Matahari menjadi pusat tata surya.

Matahari adalah bintang yang memiliki cahaya sendiri dan perannya sangat penting dalam kehidupan kita. Panas yang dihasilkan matahari menghadirkan suhu yang ideal bagi planet-planet yang ada di tata surya kita. Selain itu, cahaya matahari juga membantu kelangsungan semua makhluk hidup yang ada di Bumi.

Contohnya, tanaman yang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Matahari juga memiliki peran penting sebagai pemersatu planet-planet yang ada di tata surya. Planet-planet bisa mengitari orbitnya dengan baik karena adanya pengaruh gravitasi dari matahari.

Matahari menarik planet-planet dengan gaya gravitasinya yang besar sehingga mereka mengitari matahari sesuai dengan orbitnya. Di sisi lain planet-planet ini juga memiliki gaya gravitasi yang sama sehingga terjadi gaya tarik-menarik antara matahari dan planet-planet yang disebut gaya sentripetal dan gaya sentrifugal.

Salah satu hal yang juga dipengaruhi oleh matahari yakni iklim dan cuaca yang ada di Bumi. Sumber foto : unsplash.com 2. Sumber Energi Matahari Menurut buku Mengenal Tata Surya, 2015, matahari adalah wujud dari bola gas berpijar yang berukuran sangat besar.

Energi matahari berasal dari reaksi fusi pada bagian inti matahari. Reaksi fusi ini terjadi karena adanya muatan- muatan yaitu atom proton (muatan positif), atom elektron (bermuatan negatif), dan atom neutron (sifat netral). Energi yang tercipta dari reaksi fusi ini merambat ke luar secara radiasi hingga ke bagian matahari terluar yakni fotosfer dan dirasakan hingga ke permukaan bumi.

Dan reaksi difusi ini juga yang menyebabkan matahari terus berpijar hingga saat ini. Demikian tadi jawaban dari soal ‘Tuliskan 2 hal yang kamu ketahui tentang matahari sebagai pusat tata surya kita!’. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu semua.

Apa yang anda ketahui tentang matahari?

Halaman ini berisi artikel tentang bintang. Untuk kegunaan lain, lihat Matahari (disambiguasi),

Matahari

Diproyeksikan dalam cahaya tampak dengan filter surya pada tahun 2019 dengan bintik matahari dan penggelapan tepi
Gambar berwarna semu yang diambil pada tahun 2010 yang diproyeksikan oleh sinar ultraungu (panjang gelombang 30,4 nm)
Nama Matahari, Surya, Mentari, Syamsu, Syamsi, Rawi, Sun, Sol, Helios
Kata sifat Solar, Surya
Data pengamatan
Jarak rata-rata dari Bumi 1 AU ≈ 1,496 × 10 8 km 8 min 19 s ( laju cahaya )
Kecerahan visual ( V ) −26,74
Magnitudo mutlak 4,83
Klasifikasi spektrum G2V
Kelogaman Z = 0,0122
Diameter sudut 31,6–32,7 menit busur
Ciri-ciri orbit
Jarak rata-rata dari pusat Bima Sakti ≈  2,7 × 10 17 km 27.200 tahun cahaya
Periode galaksi (2,25–2,50) × 10 8 a
Kecepatan ≈  220 km/s (orbit mengitari pusat Bima Sakti) ≈  20 km/s (relatif terhadap kecepatan rata-rata bintang lain dalam kelompok bintang) ≈  370 km/s (relatif terhadap latar belakang gelombang mikrokosmis )
Ciri-ciri fisik
Jari-jari khatulistiwa 695.700 km 696.342 km 109 × Bumi
Keliling khatulistiwa 4,379 × 10 6 km 109 × Bumi
Kepepatan 9 × 10 −6
Luas permukaan 6,09 × 10 12 km 2 12.000 × Bumi
Volume 1,41 × 10 18 km 3 1.300,000 × Bumi
Massa 1,9891 × 10 30 kg 333.000 × Bumi
Kepadatan rata-rata 1,408 × 10 3 kg/m 3 1,408 g/cm 3 0,255 × Bumi
Kepadatan pusat (permodelan) 1,622 × 10 5 kg/m 3 162,2 g/cm 3 12,4 × Bumi fotosfer 2 × 10 −4 kg/m 3 kromosfer 5 × 10 −6 kg/m 3 korona (rata-rata) 1 × 10 −12 kg/m 3
Gravitasi permukaan khatulistiwa 274 m/s 2 28 × Bumi
Faktor momen inersia 0,070 (perkiraan)
Kecepatan lepas (dari permukaan) 617,7 km/s 55 × Bumi
Suhu pusat (permodelan) 1,57 × 10 7 K fotosfer (efektif) 5772 K korona ≈  5 × 10 6 K
Luminositas (L sol ) 3,828 × 10 26 W ≈  3,75 × 10 28 lm ≈  98 lm/W efikasi
Warna (B-V) 0,63
Radians rata-rata (I sol ) 2,009 × 10 7 W·m −2 ·sr −1
Umur ≈ 4,6 miliar tahun
Ciri-ciri rotasi
Kemiringan sumbu 7,25° (terhadap ekliptika ) 67,23° (terhadap bidang galaksi )
Asensio rekta pada kutub utara 286,13° 19 jam 4 menit 30 detik
Deklinasi pada kutub utara +63,87° 63° 52′ LU
Periode rotasi sideris terhadap khatulistiwa 25,05 hari terhadap lintang 16° 25,38 hari 25 hari 9 jam 7 menit 12 detik terhadap kutub 34,4 hari
Kecepatan rotasi (terhadap khatulistiwa) 7,189 × 10 3 km/h
Komposisi fotosfer (menurut massa)
Hidrogen 73,46%
Helium 24,85%
Oksigen 0,77%
Karbon 0,29%
Besi 0,16%
Neon 0,12%
Nitrogen 0,09%
Silikon 0,07%
Magnesium 0,05%
Belerang 0,04%
  • l
  • b
  • s
You might be interested:  Benda Langit Yang Membatasi Tata Surya Dengan Ruang Antar Bintang?

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat tata surya, Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet, Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2 × 10 30 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total tata surya.

  1. Matahari merupakan benda langit terbesar di galaksi Bima Sakti yang besarnya bahkan 10 kali planet terbesar tata surya, Jupiter,
  2. Secara kimiawi, sekitar tiga perempat massa matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium,
  3. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, dan besi,

Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memipih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi tata surya,

  • Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya.
  • Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa,
  • Lasifikasi bintang matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah.

Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi, matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer. Menurut label kelas spektrum, G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menandakan bahwa matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium.

  • Dalam intinya, matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.
  • Berdasarkan perkiraan seluruh hidrogen yang ada di dalam matahari akan habis dalam sekitar 4,5 miliar tahun ke depan, dan matahari akan mati menjadi katai putih,
  • Dahulu, matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting.

Sekarang, matahari dianggap lebih terang daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah, Magnitudo absolut matahari adalah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, matahari adalah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak −26,74.

Korona matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 au, Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin matahari, heliosfer, adalah struktur bersambung terbesar di tata surya. Matahari saat ini bergerak melalui Awan Antarbintang Lokal (dekat Awan G ) di zona Gelembung Lokal, tepatnya di dalam lingkaran terdalam Lengan Orion di galaksi Bima Sakti.

Dari 50 sistem bintang terdekat dalam jarak 17 tahun cahaya dari Bumi (bintang terdekat adalah katai merah bernama Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya), matahari memiliki massa terbesar keempat. Matahari mengorbit pusat Bima Sakti pada jarak kurang lebih 24.000 – 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi,

  1. Jika dilihat dari kutub utara galaksi, matahari merampungkan satu orbit searah jarum jam dalam kurun sekitar 225–250 juta tahun.
  2. Arena Bima Sakti bergerak relatif terhadap radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis (CMB) ke arah konstelasi Hydra dengan kecepatan 550 km/detik, kecepatan matahari relatif terhadap CMB sekitar 370 km/detik ke arah Crater atau Leo,

Jarak rata-rata matahari dari Bumi sekitar 149,6 juta kilometer (1 au ), meski jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli. Pada jarak rata-rata ini, cahaya bergerak dari matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik.

Sehingga penampakan matahari yang kita lihat di bumi sekarang adalah penampakan aslinya 8 menit 19 detik yang lalu. Energi sinar matahari ini membantu perkembangan Celah hidrotermal (omunitas biologi) nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah,

Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa, Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai matahari berkembang perlahan. Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang.

Apa yang kamu ketahui tentang matahari brainly?

Apakah yg kamu ketahui tentang matahari Jawaban: Matahari merupakan wujud dari bola gas berpijar yang mempunyai ukuran sangat besar. Energi matahari berasal dari reaksi fusi pada bagian inti matahari. Reaksi fusi ini terjadi karena adanya muatan- muatan yaitu atom proton (muatan positif), atom elektron (bermuatan negatif), dan atom neutron (sifat netral).

You might be interested:  Gas Yang Mudah Meledak Saat Mengisi Baterai Adalah?

Jelaskan apa yang dimaksud dengan matahari brainly?

Matahari adalah sebuah bintang yang menjadi pusat Tata Surya kita. Matahari termasuk bintang berukuran sedang, dengan radius sekitar 696.000 km. Matahari kebanyakan tersusun dari gas-gas hidrogen dan helium yang sangat panas. Sebagai sebuah bintang, matahari menghasilkan sendiri cahaya yang dipancarkannya, yang dihasilkan dari reaksi fusi (penggabungan inti atom).

Pembahasan : Matahari sebagai pusat Tata Surya memiliki massa terbesar, yaitu 1.989 x 10³⁰ kilogram, sekitar 333 ribu kali massa Bumi. Matahari mengandung 99,8 persen massa seluruh Tata Surya. Matahari juga memiliki ukuran terbesar di Tata Surya. Massa jenis Matahari rata-ratanya adalah 1,41 g/cm³, relatif kecil karena ukuran Matahari yang juga besar.

Setiap planet di Tata Surya, termasuk Bumi, bergerak atau beredar mengelingi Matahari dalam gerak Revolusi. Di Sistem Tata Surya kita terdapat 8 planet yang mengelilingi Matahari. Planet-planet ini yaitu (dari yang paling dekat dengan Matahari): Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus,

Inti Matahari (Core), merupakan tempat reaksi nuklir secara fusi (penggabungan inti atom hidrogen menjadi atom helium) yang menghasilkan energi. Fotosfer, adalah permukaan Matahari yang terlihat oleh mata kita sehari-hari. Lapisan ini adalah yang paling dingin — dengan suhu hanya sekitar 6700 ° C. Kromosfer, adalah lapisan tipis dengan ketebalan 2.000 kilometer di atas fotosfer. Temperatur dalam kisaran kromosfer dari sekitar 4000 ° C hingga sekitar 10.000 ° C. Korona, adalah lapisan terluar Matahari yang terdiri dari gas sangat panas dan memiliki suhu 2 hingga 5 juta ° Celcius

Pelajari lebih lanjut lapisan penyusun matahari di: brainly.co.id/tugas/22781799 Pelajari lebih lanjut ciri-ciri bintang di: brainly.co.id/tugas/21501790 Pelajari lebih lanjut planet-planet yang tergolong planet dalam dan planet luar di: brainly.co.id/tugas/19949878 – Detail Jawaban: Kode: 10.8.3 Kelas: X Mata pelajaran: IPS/Geografi Materi: Bab 3 – Dinamika Planet Bumi dan Tata Surya

Mengapa matahari disebut juga dengan?

2. Mengapa matahari disebut sebagai bintang? – Pexels/bradleyhook Matahari sering kali disebut sebagai bintang. Hal tersebut dikarenakan matahari bisa menghasilkan cahayanya sendiri. Selain itu, matahari juga dapat menghasilkan energinya sendiri, yakni energi cahaya dan energi panas.

Teori apa yang mengatakan bahwa dalam sistem tata surya matahari sebagai pusat peredaran planet-planet termasuk bumi?

Matahari terletak di jantung tata surya dan menjadi objek terbesar. (Foto: (NASA)) Jakarta, CNN Indonesia – Matahari merupakan bintang yang menjadi pusat dari tata surya. Seperti bintang yang lain, Matahari merupakan bola gas pijar namun bersuhu tinggi.

Suhunya bahkan bisa mencapai 6.000 derajat Celsius. Permukaannya berupa lautan gas yang sangat panas. Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang di Bima Sakti, Matahari mengorbit sekitar 25.000 tahun cahaya dari inti galaksi, menyelesaikan satu kali revolusi setiap 250 juta tahun bahkan lebih.

Matahari terletak di jantung tata surya dan menjadi objek terbesar. Jika dilihat dari Bumi, Matahari akan tampak sangat kecil, padahal sesungguhnya ukuran Matahari sangat besar. Matahari memegang 99,8 persen dari massa tata surya dan kira-kira 109 kali diameter Bumi atau sekitar satu juta Bumi menyamai satu Matahari.

Jarak Bumi ke Matahari adalah 93 juta mil. Diperlukan 8 menit 19 detik untuk sinar Matahari sampai melalui ruang dan menyinari planet yang kita huni. Menurut NASA, jika mungkin untuk melakukan penerbangan dengan pesawat sampai menuju Matahari, perjalanan itu akan memakan waktu 26 tahun. Sejak dulu selalu kita selalu diajarkan bahwa pusat tata surya adalah Matahari.

Lantas mengapa Matahari yang dipilih menjadi pusat tata surya kita? Mengapa bukan planet atau benda langit lain yang menjadi pusatnya? Orang yang pertama kali mengatakan bahwa Matahari adalah pusat tata surya adalah Aristarchus of Samos. Ia berargumen klaim Matahari sebagai pusat tata surya bukanlah tanpa alasan.

Tata surya kita terdiri atas banyak bintang, salah satunya Matahari. Matahari adalah bintang yang memiliki massa dan gravitasi terbesar dibandingkan bintang-bintang lainnya. Sehingga Matahari bisa membuat planet-planet dan benda langit lainnya bergerak mengitari orbitnya. Dengan kata lain, gravitasi yang dimiliki Matahari membuat seluruh planet tetap dalam orbit masing-masing.

Alasan mendasar inilah yang membuat Matahari menjadi pusat tata surya. Matahari menarik planet-planet dengan gaya gravitasinya yang besar sehingga mereka mengitari Matahari sesuai dengan orbitnya. Di sisi lain planet-planet ini juga memiliki gaya gravitasi yang sama sehingga terjadi gaya tarik-menarik antara Matahari dan planet-planet yang disebut gaya sentripetal dan gaya sentrifugal.

Peran Matahari sebagai pusat tata surya begitu berpengaruh besar dalam keseimbangan tata surya. Jika tak ada Matahari, planet-planet serta berbagai benda langit lainnya akan bergerak lurus tanpa arah. Selain itu, panas yang dihasilkan Matahari menghadirkan suhu yang ideal bagi planet-planet yang ada dalam dalam tata surya.

Sejarah dan pengamatan Matahari Dikutip dari Space, pada zaman dulu budaya kuno sering memodifikasi formasi batu alam atau membangun monumen batu untuk menandai gerakan Matahari dan bulan, memetakan musim, membuat kalender, dan memantau gerhana. Banyak yang percaya bahwa Matahari yang sebenarnya merupakan pusat tata surya ini berputar mengelilingi B umi.

  • Teori tersebut sebagai model geosentris yang dipopulerkan oleh seorang astronom Yunani kuno Ptolema eus ( Claudius Ptolemy ) pada 150 SM.
  • Emudian, pada 1543, astronom Polandia Nicolaus Copernicus mematahkan teori geosentris yang menyatakan bahwa Bumi sebagai pusat alam semesta.
  • Ia menggambarkan model tata surya heliosentris yang berpusat pada Matahari.
You might be interested:  What Are The Advantages Of Solar Energy?

Kemudian pada 1610, penemuan bulan-bulan Jupiter di Galileo oleh Galileo mengungkapkan bahwa tidak semua benda langit mengelilingi Bumi. Meskipun begitu, teori heliosentris ini juga tak sepenuhnya benar karena Matahari hanyalah pusat tata surya. Dengan demikian, matahari menjadi pusat orbit planet-planet, asteroid, komet, dan batuan serta debu yang menjadi anggota tata surya lainnya.

Selain Matahari, masih banyak bintang lain yang memiliki orbitnya sendiri sehingga tak mengelilingi Matahari. Pada akhirnya Matahari dan ratusan miliar bintang lainnya tak akan diam, tetapi mengorbit pada pusat galaksi. Formasi dan evolusi Matahari diperkirakan ada sejak sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Banyak ilmuwan memprediksi Matahari terbentuk dari awan gas dan debu yang berputar raksasa yang dikenal sebagai nebula Matahari. Ketika nebula runtuh karena gravitasinya, nebula itu berputar lebih cepat dan menjadi cakram. Sebagian besar elemennya ditarik ke tengah sehingga membentuk Matahari.

Yang membuat Matahari dapat bertahan seperti sekarang hingga berusia 5 miliar tahun karena memiliki cukup bahan bakar nuklir di dalamnya. Struktur Matahari terbagi menjadi 3 zona yakni inti, zona radiasi, dan zona konvektif. Sementara atmosfer Matahari antara lain fotosfer, kromosfer, daerah transisi, dan korona sebagai lapisan terluar.

Inti Matahari terletak dari pusat hingga seperempat bagian menuju permukaannya. Meskipun hanya membentuk sekitar 2 persen dari volume Matahari, namun kepadatannya hampir 15 kali timbal. Kemudian zona radiasi, yang membentang dari inti hingga 70 persen dari jalan menuju permukaan Matahari dan membutuhkan jutaan tahun untuk menembus ke kedalaman intinya. Matahari dipotret dengan tiga gelombang ( Foto: Dok. NASA) Sama seperti kebanyakan bintang lainnya, Matahari sebagian besar terdiri atas hidrogen dan helium. Kemudian unsur kecil lainnya terdiri atas oksigen, karbon, neon, nitrogen, magnesium, besi, dan silikon.

Massa Matahari yang sangat besar itu disatukan oleh gaya tarik gravitasi, menghasilkan tekanan yang luar biasa pada intinya yang mencapai 3.000 kali lebih kuat dari medan Bumi. Merujuk The Planets, ternyata Matahari bukanlah benda langit yang unik dan satu-satunya. Faktanya, Matahari merupakan salah satu dari triliunan bintang di alam semesta.

Matahari diklasifikasikan sebagai bintang katai kuning ( yellow dwarf ) yang merupakan bintang urutan utama. Bintang katai kuning memiliki ciri suhu permukaan antara 5.000 dan 5.700 derajat Celsius (setara 9.000 dan 10.300 derajat Fahrenheit). Nah, suhu pada permukaan Matahari atau fotosfer berkisar 10.000 derajat Fahrenheit, sedangkan suhu inti sekitar 27 juta derajat Fahrenheit (15 juta derajat Celsius)-40.000 kali lebih panas dari air mendidih.

  1. Energi yang dihasilkan dalam inti menghasilkan semua panas dan cahaya yang kita terima di Bumi.
  2. Menurut NASA, untuk menyamai energi yang dihasilkan oleh Matahari, kita perlu meledakkan 100 miliar ton dinamit per detik.
  3. Nasib Matahari di masa depan Melansir Huffington Post, Matahari yang kini berusia sekitar 4,6 miliar tahun sudah hampir separuh jalan hidupnya.

Bintang seperti Matahari diperkirakan bersinar selama 10 hingga 20 miliar tahun. Matahari yang masuk dalam fase tua kemudian akan menjadi bintang raksasa merah. Lapisan luarnya mengembang dan tumpah. Diameter Matahari akan membesar dan diperkirakan mencapai jarak orbit Bumi.

Ini alasannya ketika Matahari menjadi raksasa merah disebut akan menelan Bumi. Sebab saat Matahari membengkak ke diameter maksimum, ia dapat menelan planet-planet terestrial seperti Merkurius, Venus, dan Bumi, atau setidaknya mendorong sisa-sisa dari planet-planet ini ke arah luar orbit. Pada titik itu Matahari bakal membentang 150 kali dari ukurannya saat ini.

Itulah fakta mengenai Matahari yang menjadi pusat tata surya sekaligus pusat keseimbangan dalam kehidupan. Matahari memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Tumbuhan tak akan bisa melakukan fotosintesis, manusia kehilangan sumber daya utama, dunia menjadi gelap gulita, planet-planet tak akan berjalan sesuai orbitnya, alam semesta ini bisa jadi tak beraturan tanpanya.

  • Jadi tak perlu lagi mengeluh dan mengaduh karena kepanasan terkena terik Matahari.
  • Ita harus tetap bersyukur masih bisa melihat Matahari bersinar seperti biasa.
  • Terik dan panasnya justru memberi kehidupan di Bumi, menyejahterakan berbagai makhluk hidup, memberikan kehangatan serta energi yang digunakan tanaman untuk membentuk banyak rantai makanan, dan mengalirkan sumber daya.

(dib/fef)

Siapakah yang menyatakan teori geosentris apa yang menjadi alasannya?

Teori Geosentris dikemukakan oleh Claudius Ptolemaeus (100 – 170 Masehi), seorang astronom Mesir-Yunani. Menurut pendapatnya, Bumi adalah pusat alam semesta sedangkan Matahari dan planet-planet lain beredar mengelilingi Bumi.

Teori Heliosentris dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus (1473 – 1543), seorang ilmuwan di bidang astronomi, matematika, dan ekonomi berkebangsaan Polandia. Copernicus mengusulkan model alam semesta di mana Bumi, planet-planet dan bintang-bintang semuanya berputar mengelilingi Matahari.