Asal Anda tahu, Tata Surya juga merupakan sekumpulan benda langit yang terdiri dari bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Termasuk Matahari, planet-planet, meteor, asteroid, dan masih banyak lagi.
- Matahari.
- Planet.
- Komet.
- 4. Asteroid.
- Meteoroid.
- 6. Bintang.
- 7. Meteor.
Contents
Benda benda apakah yang menjadi induk atau yang menjadi pusat sistem tata surya kita?
Matahari terletak di jantung tata surya dan menjadi objek terbesar. (Foto: (NASA)) Jakarta, CNN Indonesia – Matahari merupakan bintang yang menjadi pusat dari tata surya. Seperti bintang yang lain, Matahari merupakan bola gas pijar namun bersuhu tinggi.
Suhunya bahkan bisa mencapai 6.000 derajat Celsius. Permukaannya berupa lautan gas yang sangat panas. Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang di Bima Sakti, Matahari mengorbit sekitar 25.000 tahun cahaya dari inti galaksi, menyelesaikan satu kali revolusi setiap 250 juta tahun bahkan lebih.
Matahari terletak di jantung tata surya dan menjadi objek terbesar. Jika dilihat dari Bumi, Matahari akan tampak sangat kecil, padahal sesungguhnya ukuran Matahari sangat besar. Matahari memegang 99,8 persen dari massa tata surya dan kira-kira 109 kali diameter Bumi atau sekitar satu juta Bumi menyamai satu Matahari.
- Jarak Bumi ke Matahari adalah 93 juta mil.
- Diperlukan 8 menit 19 detik untuk sinar Matahari sampai melalui ruang dan menyinari planet yang kita huni.
- Menurut NASA, jika mungkin untuk melakukan penerbangan dengan pesawat sampai menuju Matahari, perjalanan itu akan memakan waktu 26 tahun.
- Sejak dulu selalu kita selalu diajarkan bahwa pusat tata surya adalah Matahari.
Lantas mengapa Matahari yang dipilih menjadi pusat tata surya kita? Mengapa bukan planet atau benda langit lain yang menjadi pusatnya? Orang yang pertama kali mengatakan bahwa Matahari adalah pusat tata surya adalah Aristarchus of Samos. Ia berargumen klaim Matahari sebagai pusat tata surya bukanlah tanpa alasan.
- Tata surya kita terdiri atas banyak bintang, salah satunya Matahari.
- Matahari adalah bintang yang memiliki massa dan gravitasi terbesar dibandingkan bintang-bintang lainnya.
- Sehingga Matahari bisa membuat planet-planet dan benda langit lainnya bergerak mengitari orbitnya.
- Dengan kata lain, gravitasi yang dimiliki Matahari membuat seluruh planet tetap dalam orbit masing-masing.
Alasan mendasar inilah yang membuat Matahari menjadi pusat tata surya. Matahari menarik planet-planet dengan gaya gravitasinya yang besar sehingga mereka mengitari Matahari sesuai dengan orbitnya. Di sisi lain planet-planet ini juga memiliki gaya gravitasi yang sama sehingga terjadi gaya tarik-menarik antara Matahari dan planet-planet yang disebut gaya sentripetal dan gaya sentrifugal.
- Peran Matahari sebagai pusat tata surya begitu berpengaruh besar dalam keseimbangan tata surya.
- Jika tak ada Matahari, planet-planet serta berbagai benda langit lainnya akan bergerak lurus tanpa arah.
- Selain itu, panas yang dihasilkan Matahari menghadirkan suhu yang ideal bagi planet-planet yang ada dalam dalam tata surya.
Sejarah dan pengamatan Matahari Dikutip dari Space, pada zaman dulu budaya kuno sering memodifikasi formasi batu alam atau membangun monumen batu untuk menandai gerakan Matahari dan bulan, memetakan musim, membuat kalender, dan memantau gerhana. Banyak yang percaya bahwa Matahari yang sebenarnya merupakan pusat tata surya ini berputar mengelilingi B umi.
Teori tersebut sebagai model geosentris yang dipopulerkan oleh seorang astronom Yunani kuno Ptolema eus ( Claudius Ptolemy ) pada 150 SM. Kemudian, pada 1543, astronom Polandia Nicolaus Copernicus mematahkan teori geosentris yang menyatakan bahwa Bumi sebagai pusat alam semesta. Ia menggambarkan model tata surya heliosentris yang berpusat pada Matahari.
Kemudian pada 1610, penemuan bulan-bulan Jupiter di Galileo oleh Galileo mengungkapkan bahwa tidak semua benda langit mengelilingi Bumi. Meskipun begitu, teori heliosentris ini juga tak sepenuhnya benar karena Matahari hanyalah pusat tata surya. Dengan demikian, matahari menjadi pusat orbit planet-planet, asteroid, komet, dan batuan serta debu yang menjadi anggota tata surya lainnya.
Selain Matahari, masih banyak bintang lain yang memiliki orbitnya sendiri sehingga tak mengelilingi Matahari. Pada akhirnya Matahari dan ratusan miliar bintang lainnya tak akan diam, tetapi mengorbit pada pusat galaksi. Formasi dan evolusi Matahari diperkirakan ada sejak sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Banyak ilmuwan memprediksi Matahari terbentuk dari awan gas dan debu yang berputar raksasa yang dikenal sebagai nebula Matahari. Ketika nebula runtuh karena gravitasinya, nebula itu berputar lebih cepat dan menjadi cakram. Sebagian besar elemennya ditarik ke tengah sehingga membentuk Matahari.
Yang membuat Matahari dapat bertahan seperti sekarang hingga berusia 5 miliar tahun karena memiliki cukup bahan bakar nuklir di dalamnya. Struktur Matahari terbagi menjadi 3 zona yakni inti, zona radiasi, dan zona konvektif. Sementara atmosfer Matahari antara lain fotosfer, kromosfer, daerah transisi, dan korona sebagai lapisan terluar.
Inti Matahari terletak dari pusat hingga seperempat bagian menuju permukaannya. Meskipun hanya membentuk sekitar 2 persen dari volume Matahari, namun kepadatannya hampir 15 kali timbal. Kemudian zona radiasi, yang membentang dari inti hingga 70 persen dari jalan menuju permukaan Matahari dan membutuhkan jutaan tahun untuk menembus ke kedalaman intinya. Matahari dipotret dengan tiga gelombang ( Foto: Dok. NASA) Sama seperti kebanyakan bintang lainnya, Matahari sebagian besar terdiri atas hidrogen dan helium. Kemudian unsur kecil lainnya terdiri atas oksigen, karbon, neon, nitrogen, magnesium, besi, dan silikon.
- Massa Matahari yang sangat besar itu disatukan oleh gaya tarik gravitasi, menghasilkan tekanan yang luar biasa pada intinya yang mencapai 3.000 kali lebih kuat dari medan Bumi.
- Merujuk The Planets, ternyata Matahari bukanlah benda langit yang unik dan satu-satunya.
- Faktanya, Matahari merupakan salah satu dari triliunan bintang di alam semesta.
Matahari diklasifikasikan sebagai bintang katai kuning ( yellow dwarf ) yang merupakan bintang urutan utama. Bintang katai kuning memiliki ciri suhu permukaan antara 5.000 dan 5.700 derajat Celsius (setara 9.000 dan 10.300 derajat Fahrenheit). Nah, suhu pada permukaan Matahari atau fotosfer berkisar 10.000 derajat Fahrenheit, sedangkan suhu inti sekitar 27 juta derajat Fahrenheit (15 juta derajat Celsius)-40.000 kali lebih panas dari air mendidih.
- Energi yang dihasilkan dalam inti menghasilkan semua panas dan cahaya yang kita terima di Bumi.
- Menurut NASA, untuk menyamai energi yang dihasilkan oleh Matahari, kita perlu meledakkan 100 miliar ton dinamit per detik.
- Nasib Matahari di masa depan Melansir Huffington Post, Matahari yang kini berusia sekitar 4,6 miliar tahun sudah hampir separuh jalan hidupnya.
Bintang seperti Matahari diperkirakan bersinar selama 10 hingga 20 miliar tahun. Matahari yang masuk dalam fase tua kemudian akan menjadi bintang raksasa merah. Lapisan luarnya mengembang dan tumpah. Diameter Matahari akan membesar dan diperkirakan mencapai jarak orbit Bumi.
Ini alasannya ketika Matahari menjadi raksasa merah disebut akan menelan Bumi. Sebab saat Matahari membengkak ke diameter maksimum, ia dapat menelan planet-planet terestrial seperti Merkurius, Venus, dan Bumi, atau setidaknya mendorong sisa-sisa dari planet-planet ini ke arah luar orbit. Pada titik itu Matahari bakal membentang 150 kali dari ukurannya saat ini.
Itulah fakta mengenai Matahari yang menjadi pusat tata surya sekaligus pusat keseimbangan dalam kehidupan. Matahari memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Tumbuhan tak akan bisa melakukan fotosintesis, manusia kehilangan sumber daya utama, dunia menjadi gelap gulita, planet-planet tak akan berjalan sesuai orbitnya, alam semesta ini bisa jadi tak beraturan tanpanya.
Jadi tak perlu lagi mengeluh dan mengaduh karena kepanasan terkena terik Matahari. Kita harus tetap bersyukur masih bisa melihat Matahari bersinar seperti biasa. Terik dan panasnya justru memberi kehidupan di Bumi, menyejahterakan berbagai makhluk hidup, memberikan kehangatan serta energi yang digunakan tanaman untuk membentuk banyak rantai makanan, dan mengalirkan sumber daya.
(dib/fef)
Apa benda Terbesar di tata surya?
Jupiter, Planet Terbesar dalam Tata Surya yang Mirip Matahari Jakarta – adalah planet terbesar di tata surya kita. Memiliki diameter 142.984 km, planet ini juga disebut dengan ‘bintang gagal’. Mengapa demikian? Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang mengatakan, ada asumsi dasar yang membuat sebagian kelompok meyakini Jupiter sebagai bintang yang gagal.
Berapa benda langit yang menyusun tata surya yaitu?
TRIBUNNEWS.COM – Tata surya merupakan kumpulan dari matahari, planet, serta benda langit lainnya. Matahari merupakan pusatnya sedangkan anggota lainnya beredar mengelilinginya. Jarak matahari ke bumi sendiri yaitu 500 detik cahaya atau sekitar 150 juta kilometer.
- Matahari sering memancarkan cahaya yang bening tetapi sebenarnya terdiri dari beberapa warna.
- Warna tersebut meliputi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
- Baca juga: Mengenal Gerhana Bulan: Pengertian, Jenis-jenis Gerhana Bulan dan Fakta Fenomena Gerhana Bulan Baca juga: Mengenal Organ Hati: Pengertian, Bagian-bagian Hati, dan Fungsi Hati sebagai Organ Sekresi Manusia Macam-macam warna tersebut merupakan uraian dan dinamakan spektrum warna.
Sedangkan asal dari cahaya matahari adalah energi yang dihasilkan oleh reaksi nuklir. Dikutip dari Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 Sekolah Dasa r, reaksi ini menggabungkan atom hidrogen sehingga menjadi atom helium. Matahari pun memiliki susunan lapisan yang membentuknya.
Berikut adalah susunannya yang meliputi: – Fotosfer: lapisan cahaya putih merah yang menyelubungi permukaan matahari. – Kromosfer: selubung gas berwarna kemerah-merahan. – Korona: lapisan terluar matahari yang berwarna putih dan dapat dilihat saat gerhana matahari. Penyusun Tata Surya Setelah mengetahui bahwa matahari adalah pusat tata surya, kamu akan mempelajari penyusun-penyusunnya.
Penyusun tata surya terdiri dari matahari sebagai pusatnya, planet -planet, bintang, dan satelit. Planet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan serta kecepatan tertentu. Saat ini, kita mengenal delapan planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
- Namun sebelumnya terdapat planet Pluto tetapi akhirnya tidak dianggap kembali karena memiliki perilaku yang lebih mirip objek Sabuk Kuiper.
- Sabuk Kuiper merupakan bagian dari objek Trans-Neptunus.
- Planet-planet yang menjadi penyusun tata surya memiliki garis edar.
- Planet yang berada di dalam garis edar bumi disebut planet dalam yaitu Merkurius dan Venus.
Sedangkan yang diluar garis edar bumi disebut planet luar yang meliputi Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Selain planet, terdapat benda-benda langit yang lain sebagai penyusun tata surya.a. Satelit Satelit merupakan benda-benda langit yang bergerak mengelilingi planet,
Contohnya adalah bulan, satelit buatan, dan lain-lain.b. Asteroid Asteroid merupakan planet -planet kecilbergaris tengah antara 5-400 km. Asteroid sering beredar antara lintasan Mars dan Jupiter. Contohnya adalah Ceres, Pallas, Juno, dan Vesta.c. Meteoroid Meteoroid merupakan benda langit yang mengembara karena tidak memiliki lintasan yang tetap.
Sedangkan meteoroid yang terbakar di lapisan udara bumi disebut meteor. Selain itu terdapat juga meteorit yang merupakan meteor yang jatuh dan sampai di permukaan bumi.d. Komet Komet sering disebut bintang berekor. Selain itu, benda langit ini juga mengelilingi matahari dengan lintasan yang sangat panjang.
- Ciri-ciri dari komet adalah dapat menyala dan memiliki cahaya memanjang seperti ekor.
- Baca juga: Efek Rumah Kaca: Pengertian, Proses Terjadinya Peningkatan Suhu, Dampak Negatif, dan Penyebabnya Baca juga: Pengertian Ekosistem Lengkap Beserta Upaya Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekitar Kita Contoh komet yang pernah jatuh ke bumi adalah komet Halley.
Komet jenis ini terlihat dari bumi setiap 76 tahun sekali. Komet Halley pertama kali dicatat dan diamati oleh Edmund Halley pada tahun 1682. (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto) Artikel lain terkait Materi Sekolah
Kapan black hole terjadi?
Lubang hitam bintang dibuat ketika pusat bintang yang sangat besar jatuh ke dirinya sendiri, atau runtuh. Ketika itu terjadi, maka akan menyebabkan supernova. Supernova adalah ledakan bintang yang meledakkan sebagian bintang ke luar angkasa.
Apa nama nebula terbesar?
Nebula Tarantula – Para ahli sepakat bahwa nebula tarantula adalah pemegang julukan nebula terbesar di alam semesta yang bisa diamati oleh teknologi manusia. Nebula ini terletak masih di satu galaksi dengan kita, yaitu Milky Way. Bentangan dari nebula tarantula mencapai 1.800 tahun cahaya.
Ukuran tersebut sangatlah besar untuk ukuran nebula. Jarak nebula tarantula dengan Bumi berdasarkan perhitungan astronomi adalah 170 ribu tahun cahaya. Zona dari nebula ini terletak sangat jauh dari Planet Bumi. Sama seperti nebula lainnya, nebula tarantula juga menjadi tempat pembibitan bintang. Ada begitu banyak bintang yang mati dan lahir di area ini.
Baca Juga: Gunung Tertinggi di Tata Surya, Tiga Kali Lebih Besar dari Everest! Perlu kalian ketahui bahwa nebula memegang peran sangat penting untuk pembentukan bintang. Nebula-nebula raksasa tersebut tentunya sudah berumur sangat tua, bahkan bisa jadi ada sejak Tata Surya terbentuk.
- Beberapa nebula di atas hanyalah sebagian kecil yang teridentifikasi.
- Tidak menutup kemungkinan adanya nebula-nebula lain di galaksi lainnya.
- Nebula terbesar di alam semesta yang teridentifikasi saat ini tertangkap oleh teknologi buatan manusia.
- Seiring berkembangnya teknologi, mungkin nantinya akan ada alat yang bisa menjelajahi galaksi lain dan mendapatkan nebula-nebula lainnya.
(R10/HR-Online/Editor-Ndu)
Apakah Galaxy termasuk ke dalam anggota tata surya?
Ilustrasi planet anggota Galaksi Bima Sakti, sumber foto: https://unsplash.com/ Apa yang membuat manusia tertarik mempelajari apa yang ada di luar angkasa ? Perbintangan hingga mengamati matahari dan peredaran bulan. Semua yang ada di angkasa disebut dengan tata surya.
- Tujuan dari mempelajari tata surya adalah untuk mengetahui tempat di mana manusia hidup.
- Selain itu tata surya juga berhubungan dengan segala sesuatu sistem benda langit dengan matahari sebagai pusatnya.
- Salah satu sistem tata surya yang kita kenal adalah galaksi Bima Sakti.
- Tata surya adalah kumpulan benda langit dengan pusat utamanya adalah matahari.
Tata surya terdiri dari planet, bulan, asteroid, meteorid, komet, dan medium antarplanet. Tata surya galaksi Bima Sakti mengorbit dengan kecepatan sekitar 515.000 mph. tata surya membutuhkan 230 juta untuk menyelesaikan satu orbit di sekitar pusat galaksi.
Apa yang tidak termasuk dalam tata surya?
Tata surya adalah sebuah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari, matahari, planet, asteroid, komet dan satelit. Dimana saling beredar dalam sebuah jalur masing-masing. Jadi yang bukan termasuk dalam sistem tata surya adalah nebula. Jadi, jawaban yang benar adalah E – Tata surya adalah sebuah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari, matahari, planet, asteroid, komet dan satelit.