Energi Panas Matahari Yang Digunakan Pada Panel Surya Disimpan Pada?

Energi Panas Matahari Yang Digunakan Pada Panel Surya Disimpan Pada
Masalah Tarif Dasar Listrik – Setiap tahun tarif dasar listrik akan mengalami peningkatan akibat konsumsi listrik yang terus meningkat. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 143K/20/MEM/2019 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2038, ESDM memproyeksikan rata-rata pertumbuhan kebutuhan energi listrik nasional mencapai 6,9 persen per tahun.

Seiring dengan meningkatnya populasi manusia, krisis listrik sangat mungkin terjadi. Ditambah lagi dengan peningkatan harga bahan bakar dan penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik konvensional dalam jangka waktu yang panjang sehingga cadangannya juga semakin menipis. Krisis listrik ini harus menjadi perhatian semua masyarakat karena jika tidak diantisipasi krisis ini akan semakin cepat terjadi.

Selain lebih bijak dalam pemakaian listrik, beralih menggunakan energi baru dan terbarukan dengan pemasangan panel surya dapat menjadi solusi untuk penghematan listrik. Panel surya adalah alat yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Apakah panel surya menggunakan baterai?

Abstract – Pada sistem pembangkit tenaga surya dengan sistem Off-Grid diperlukan sebuah baterai sebagai sistem penyimpanan energi yang dihasilkan dari Solar panel. Massa pakai dan usia layak pakaisebuah baterai dipengaruhi beberapa faktor, oleh karenanya perlu diketahui seberapa besar tingkat persentase rata-rata Depth of Discharge (DoD) sebuah baterai, serta banyaknya siklus harian yang dipakai oleh baterai selama digunakan.

Pada penelitian ini jenis baterai yang di pakai adalah Lithium Iron Phosphate (LiFePo4) dengan kapasitas nominalnya sebesar 45.875 Watt berjumlah 8 buah, masing-masing baterai mempunyai kapasitas 51.2V 112Ah yang disusun secara seri. Dari hasil penelitian diidapatkan hasil tingkat persentase Depth of Discharge (DoD) sebesar 54.11%, jumlah siklus yang sudah terpakai sebanyak 15 kali siklus dan rata-rata siklus harian adalah 0.5 siklus, dengan rata-rata Discharging harian sebesar 24.281 kWh dan Charging 57.223 kWh.

You might be interested:  What Time Is The Solar Eclipse 2017 In Florida?

Sehingga perkiraan sisa umur baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePo4) 48 Tahun 2 Bulan 9 Hari atau setara dengan siklus baterai sebanyak 8.813 kali siklus. In a solar power generation system with an Off-Grid system, a battery is needed as an energy storage system produced from Solar panels.

  • The service life and useful life of a battery are influenced by several factors, therefore it is necessary to know how big the percentage level of the average Depth of Discharge (DoD) of a battery, as well as the number of daily cycles used by the battery during use.
  • In this study, the type of battery used is Lithium Iron Phosphate (LiFePo4) with a nominal capacity of 45,875 Watts totaling 8 pieces, each battery has a capacity of 51.2V 112Ah which is arranged in series.

From the results of the study, it was found that the percentage level of Depth of Discharge (DoD) was 54.11%, the number of cycles that had been used was 15 cycles and the average daily cycle was 0.5 cycles, with an average daily Discharging of 24,281 kWh and Charging 57,223 kWh.

Apa fungsi baterai yang dipasang pada panel surya?

Baterai merupakan komponen penting pada pembangkit listrik tenaga surya, yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Sehingga listrik tetap dapat digunakan pada malam hari.