Mengapa Seorang Penari Harus Mampu Mengolah Ruang Waktu Dan Tenaga?

Mengapa Seorang Penari Harus Mampu Mengolah Ruang Waktu Dan Tenaga
Berlatih Peragakan Gerak Tari – Ruang, waktu, dan tenaga pada gerak tari merupakan satu kesatuan utuh. Ketika seseorang melakukan gerak berarti telah membentuk ruang, memerlukan waktu serta memerlukan tenaga. Seorang penari harus mampu mengolah ruang, waktu dan tenaga sehingga gerak yang dilakukan tampak dinamis.

  1. Pengolahan unsur gerak ini pada tari tunggal berbeda dengan tari berpasangan demikian juga pada tari berkelompok.
  2. Pada tari tunggal kemampuan individu lebih menonjol, sedangkan pada tari berpasangan dibutuhkan kemampuan saling mengisi gerak dan pada tari kelompok dibutuhkan kerjasama yang baik.
  3. Pengolahan ruang, waktu , dan tenaga di dalam gerak tari berkaitan dengan beberapa karakteristik.

Karakteristik gerak di dalam ruang, waktu, dan tenaga antara lain; (1) Menggunakan tubuh manusia sebagai instrumen dan gerak sebagai mediumnya, (2) Terkait dengan ruang, tenaga, waktu, dan aliran, (3) Terkait dengan ritme, (4) Mempunyai bentuk dan gaya, (5) Alat komunikasi non verbal, (6) Mengungkapkan emosi atau perasaan dan pikiran manusia, (7) Terkait dengan budaya.
Berlatih Meragakan Gerak Tari – Ruang, waktu, dan tenaga pada gerak tari merupakan suatu kesatuan utuh. Sehingga ketika seseorang melakukan gerak tari, berarti ia telah membentuk ruang, memerlukan waktu serta memerlukan tenaga. Seorang penari harus mampu mengolah ruang, waktu dan tenaga sehingga gerak yang dilakukan tampak dinamis.

Apa yang terjadi jika kedua penari yang menyangga rekannya berjalan berpindah dari satu ruang ke ruang lain?

Bab 5 Ruang Waktu dan Tenaga Pada Gerak Tari. Bab 6 Pengolahan Ruang waktu dan tenaga sesuai iringan

Tenaga – Saat kita sebagai makhluk hidup melakukan gerak, tentu memerlukan tenaga. Penggunaan tenaga dalam gerak tari meliputi;

    intensitas , yang berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak; aksen/tekanan , muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras; kualitas , berkaitan dengan cara penggunaan atau penyaluran tenaga.
You might be interested:  Tembung Liyane Utawa Dasanamane Surya Iku Apa?

Jika gerak yang dilakukan memiliki intensitas tinggi tentu saja memerlukan tenaga yang kuat dan disebut gerak tari bertenaga kuat . Sebaliknya, gerak dengan intensitas rendah memerlukan tenaga yang lemah atau sedikit, dan disebut gerak tari bertenaga lemah. Terdapat beberapa jenis tari yang akan mengangkat dan menahan beban tubuh rekannya seperti pada gambar di bawah ini. Saat gerakan tersebut dilakukan, tentunya tenaga yang digunakan oleh penari untuk menahan rekannya akan lebih besar dibandingkan dengan gerakan biasa. Kekuatan tenaga menahan rekan tarinya tertumpu pada kedua kaki. Tenaga yang dikeluarkan oleh kedua penari yang menyangga rekannya akan semakin besar jika berjalan berpindah dari satu ruang ke ruang yang lain. Sementara itu gerak tari tradisi Papua memiliki ciri gerakan kaki yang cepat dan ritmis, sehingga kekuatan tenaga banyak pada kaki. Gerak tari yang tertumpu pada kaki tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis yang didominasi pegunungan. Kehidupan masyarakat di daerah pegunungan memerlukan kaki kuat untuk dapat mendaki dan menuruni bukit. Dapat disimpulkan bahwa tenaga sangat berperan penting pada tari. Mengontrol tenaga sedemikian rupa dapat menghasilkan berbagai gerakan tari yang dinamis. Kesalahan dalam mengeluarkan tenaga berpotensi membuat gerakan terlalu kaku atau terlalu lemah. Konservasi tenaga yang baik juga dibutuhkan agar penari tidak lemas dan kehabisan tenaga ketika menari.