Susunan Tata Surya Yang Paling Tepat Terdiri Atas?

Susunan Tata Surya Yang Paling Tepat Terdiri Atas
Susunan Tata Surya Susunan Tata Surya Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilingi matahari. Susunan tata surya terdiri atas matahari, delapan planet, satelit-satelit pengiring planet, komet, asteroid, dan meteorid.

Benda langit yang berupa planet dan benda langit lainnya dalam mengelilingi matahari disebut revolusi. Sebagian besar garis edarnya (orbit) berbentuk elips. Bidang edar planet-planet mengelilingi matahari disebut bidang edar, sedangkan bidang edar planet bumi disebut bidang ekliptika. Selain berevolusi benda-benda langit juga berputar pada porosnya yang disebut rotasi, sedangkan waktu untuk sekali berotasi disebut kala rotasi.

Matahari Matahari merupakan pusat tata surya yang berupa bola gas yang bercahaya. Matahari merupakan salah satu bintang yang menghiasi galaksi Bima Sakti. Suhu permukaan matahari 6.000 derajat celsius yang dipancarkan ke luar angkasa hingga sampai ke permukaan bumi, sedangkan suhu inti sebesar 15-20 juta derajat celsius.

Planet Planet Merkurius Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Garis tengahnya 4500 km, lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3160 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius.

Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya 28 hari lebih, demikian juga malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. Planet Venus Planet ini lebih kecil dari bumi. Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari.

Planet ini terkenal dengan bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Rotasi Venus $latex \pm$ 247 hari, dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun Venus adalah 225 hari. Planet Bumi Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan Venus dan bergaris tengah 12.640 km.

Jarak antara bumi dengan matahari adalah 149 juga km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi = 24 jam. Gerak rotasi bumi Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur.

Adanya gerak semu harian dari matahari Pergantian siang dan malam Penyimpangan arah angin, arus laut Penggelembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi Timbulnya gaya sentrifugal Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya

Gerak revolusi dari bumi Selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya 23 ½ derajat terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi adalah :

Pergantian empat musim Perubahan lamanya siang dan malam Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan

Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Gaya gravitasi terrestrial dari bumi Bumi kita ini mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gaya gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi ini memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi tersebut.

Gaya gravitasi terrestrial inilah yang menahan semua materi yang ada di bumi serta atmosfernya hingga tidak hilang melayang ke alam semesta. Waktu Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24 jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap.

Planet Mars Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen, hingga kalau oksigen masih ada jumlahnya sangat sedikit. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang masa tahun.

Mars mempunyai dua satelit atau bulan yaitu phobus dan daimus. Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48 juga km. Garis tengahnya adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun. Rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirim oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.

Planet Yupiter Yupiter merupakan planet terbesar. Berdasarkan analisis spektroskopis planet ini mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen. Yupiter mempunyai kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet Yupiter bergaris tengah 138.560 km, rotasinya cepat yaitu 10 jam.

  1. Oleh karena gaya gravitasinya yang sangat kuat, Yupiter mempunyai 12 satelit (bulan) dan 3 darinya beredar berlawanan arah dengan 9 lainnya.
  2. Planet Saturnus Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari pada air yaitu 0,75 g/cm 3, sehingga akan terapung di air.
  3. Ternyata planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 0 C.

Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan, yang lain disebut Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya. Planet Uranus Uranus memiliki 5 satelit. Berbeda dengan planet yang lain, Uranus arah gerak rotasinya dari timur ke barat.

  1. Jarak ke matahari adalah 2860 juta km dan mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun.
  2. Rotasinya 10 jam 47 detik.
  3. Besar Uranus kurang dari setengah Saturnus, bergaris tengah 50.560 km.
  4. Berdasarkan pengamatan pesawat VOYAGER pada bulan Januari 1986 Uranus memiliki 14 buah satelit.
  5. Planet Neptunus Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.

Satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari 44790 km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali seputar. Komet Komet berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kometes yang artinya berambut panjang. Komet menurut istilah bahasa adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong.

inti komet, yaitu bagian komet yang kecil tapi padat tersusun dari debu dan gas. koma, yaitu daerah kabut di sekeliling inti. ekor komet, yaitu bagian yang memanjang dan panjangnya mampu mencapai satu satuan astronomi(1SA=jarak antara bumi dan matahari).

Arah ekor komet menjauhi matahari. Kebanyakan komet tidak dapat di lihat dengan mata telanjang,tapi harus dengan menggunakan Teleskop. Komet yang terkenal adalah komet Halley yang ditemukan oleh Edmunt Halley. Komet itu muncul setiap 76 tahun sekali. Komet sering disebut Bintang berekor.

Asteroid Asteroid adalah benda langit yang mirip dengan planet-planet, yang terletak di antara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid disebut juga planetoid atau planet kerdil. Asteroid yang terbesar dan yang pertama adalah Ceres yang ditemukan oleh Giussepe Piazzi (astronom Italia). Icarus adalah salah satu asteroid yang pernah mendekati bumi dengan orbit yang berbentuk lonjong.

Meteoroid Meteoroid adalah batuan-batuan kecil yang sangat banyak dan melayang-layang di angkasa luar. Batuan-batuan ini banyak mengandung unsur besi dan nikel yang masuk ke Atmosfer karena pengaruh gravitasi bumi. Batuan-batuan atau benda langit yang bergesekan dengan atmosfer bumi dan habis terbakar sebelum sampai di permukaan bumi disebut meteor.

Sedangkan batuan yang tidak habis terbakar dan sampai ke bumi disebut Meteorid. Bulan Bulan merupakan benda langit yang mengitari bumi. Karena bumi mengitari matahari, maka bulan juga mengitari matahari bersamaan dengan bumi. Selain itu, bulan juga berputar pada porosnya sendiri. Dengan demikian bulan mempunyai tiga gerakan sekaligus.

Benda-benda langit yang berada di dalam tata surya tersusun secara rapi Selama bergerak benda-benda itu tidak saling bertabrakan. Hal itu terjadi karena adanya gaya gravitasi pada masing-masing benda langit. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan gerakan benda-benda langit teratur adalah gaya gravitasi.

Contents

You might be interested:  Why Parker Solar Probe Won'T Melt?

Susunan tata surya apa saja?

Susunan Tata Surya, Lengkap dengan Teori Geosentris dan Heliosentris Jakarta – adalah susunan benda-benda di langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, meteoroid, komet, dan asteroid yang mengelilingi matahari. Susunan tata surya terdiri atas matahari, delapan planet, satelit-satelit pengiring planet, komet, asteroid dan meteoroid.

Saat benda-benda langit seperti planet dan lainnya mengelilingi matahari, fenomena tersebut dikenal dengan revolusi. Lain halnya dengan rotasi yang memiliki arti benda-benda langit berputar pada porosnya masing-masing. Dikutip dari buku IPA Terpadu Jilid 3B yang disusun oleh Mikrajuddi dkk, para ahli masih memperdebatkan terkait benda-benda langit yang menjadi sistem tata surya.

Lantas, benda manakah yang menjadi pusat tata surya? Bumi atau matahari? Terdapat dua teori mengenai pusat tata surya, yaitu teori geosentris dan heliosentris. Berikut penjelasannya. Teori Geosentris Teori geosentris menempatkan bumi sebagai pusat tata surya.

Geo artinya bumi dan sentris berarti pusat. Klaudius Ptolemaeus, seorang ahli geografi asal Yunani telah menetapkan dasar perhitungan matematika untuk perhitungan benda langit, sehingga sistem geosentris ini cukup lama bertahan. Namun, saat teleskop ditemukan dan pengamatan jadi lebih mendalam tentang gerak planet terdekat, maka ditemukan ketidakmampuan sistem geosentris dalam menerangkan beberapa sifat gerak planet.

Teori Heliosentris Niclaus Copernicus, seorang astronom sekaligus matematikawan yang berasal dari Polandia merombak sistem geosentris yang digagas oleh Klaudius. Ia menggagas teori heliosentris, helio artinya matahari dan sentris berarti pusat. Dalam bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, Copernicus menyebutkan bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan semua planet, termasuk bumi.

  • Menurut Copernicus, bumi bergerak mengelilingi matahari.
  • Jadi, dari kedua teori tersebut sekarang kita menggunakan teori heliosentris.
  • Tata surya merupakan sistem matahari dan kumpulan benda-benda angkasa yang terikat dengan hukum gravitasi pada matahari.
  • Planet Suatu benda angkasa dapat digolongkan sebagai planet apabila ia memiliki syarat-syarat sebagai berikut: 1.

Mengorbit pada bintang atau sisa bintang2. Memiliki massa yang cukup untuk membentuk gravitasi mandiri demi mempertahankan bentuknya pada keadaan setimbang3. Tidak cukup kuat untuk memulai reaksi fusi pada intinya 4. Orbitnya tidak bertumpang tindih dengan orbit benda angkasa lain Ukuran planet terbilang lebih besar jika dibandingkan dengan anggota lainnya.

Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri. Terdapat delapan planet dalam sistem tata surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Uranus ditemukan oleh astronom Jerman-Inggris yaitu Sir William Herschel pada tahun 1781. Planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang dan dikenal sejak lama.

Sedangkan planet Uranus dan Neptunus ditemukan setelah manusia dapat membuat teleskop. Dahulu, planet berjumlah sembilan termasuk Pluto. Namun, International Astronomical Union (IAU) pada tahun 2006 meninggalkan anggapan bahwa Pluto termasuk planet. Hal tersebut dikarenakan orbit Pluto bertumpang tindih dengan benda angkasa lainnya, yaitu planet Neptunus.

  • Satelit Satelit adalah benda angkasa yang mengelilingi planet.
  • Bersamaan dengan planet yang dikelilinginya, satelit juga mengelilingi matahari.
  • Sama halnya dengan planet, satelit tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.
  • Cahaya yang ada pada satelit berasal dari pantulan cahaya matahari yang jatuh ke permukaannya.

Hampir semua planet dalam tata surya memiliki satelit, kecuali Merkurius dan Venus. Asteroid Susunan tata surya selanjutnya yaitu asteroid. Asteroid merupakan benda-benda kecil di angkasa yang mengelilingi matahari. Letak asteroid ada di antara garis edar planet Mars dan Jupiter, sedangkan arah revolusinya sama dengan revolusi planet.

Hal yang membedakan asteroid dengan planet adalah ukurannya. Asteroid berukuran lebih kecil, berbeda dengan planet yang memiliki ukuran besar. Biasanya, asteroid disebut planet minor. Komet Komet biasa disebut sebagai bintang berekor. Komet memang memiliki ekor yang sangat panjang dan merupakan benda angkasa kecil yang mengelilingi mathari pada orbit yang lonjong.

Sudut kemiringan orbit komet terhadap ekliptika cukup bervariasi. Komet terbentuk dari es dan debu. Biasanya ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Ekor komet terarah menjauh matahari karena adanya hembusan angin matahari.

Meteoroid Ruang antar planet banyak mengandung partikel. Partikel tersebut dinamakan meteoroid. Apabila meteoroid memasuki bumi dan menyala karena bergesekan dengan atmosfer, maka dinamakan meteor. Meteor sering disebut sebagai bintang jatuh walaupun sebetulnya bukan bintang. Saat malam hari tanpa mendung dan cahaya bulan, meteori dapat diamati hingga setengah lusin tiap jamnya.

Nah, itulah pengertian susunan beserta teori geosentris dan heliosentris. Semoga mudah dipahami ya, detikers! Simak Video ” Astrobiolog Sebut Gas Tertawa Bisa Jadi Tanda Kehidupan di Exoplanet ” (nwy/nwy) : Susunan Tata Surya, Lengkap dengan Teori Geosentris dan Heliosentris

Berapa jumlah planet pada tata surya?

Pertanyaan dan Jawaban – Q: Dari mana asal usul dari kata “planet”? A: Kata “planet” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pengembara”, menyiratkan bahwa planet dulunya didefinisikan sebagai objek yang beregerak di langit malam relatif bintang latar belakang.

Q: Mengapa dibutuhkan definisi baru untuk kata “planet”? A: Sains modern memberikan informasi yang jauh lebih banyak dari pada sekadar fakta sederhana bahwa objek-objek yang mengorbit matahari terlihat bergerak relatif terhadap bintang latar belakang. Sebagai contoh, baru-baru ini telah ditemukan beberapa objek di daerah tepian Tata Surya yang ternyata memiliki ukuran yang sebanding atau bahkan lebih besar dari Pluto.

Urutan Planet di Dalam Sistem Tata Surya – Jagad.ID

Pluto telah dikenal sebagai planet kesembilan dalam sejarah. Oleh karena itu, penemuan-penemuan tersebut tentunya memunculkan pertanyaan mengenai apakah objek-objek Trans-Neptunian yang baru ini dapat dianggap sebagai planet baru atau tidak. Q: Bagaimana para astronom mencapai kesepakatan mengenai definisi planet yang baru? A: Para astronom dunia, di bawah naungan IAU, membahas definisi baru untuk kata “planet” selama hampir dua tahun.

Hasil dari pembahasan tersebut diajukan kepada Planet Definiton Committee sebelum akhirnya diusulkan kepada IAU General Assembly. Melalui perdebatan dan diskusi berkelanjutan, definisi planet terus berubah hingga akhirnya tercapai kesepakatan umum mengenai definisi tersebut yang kemudian dapat dilanjutkan dengan pemungutan suara.

Q: Apa saja istilah baru yang digunakan dalam definisi resmi oleh IAU tesebut? A: Terdapat tiga istilah baru yang diadopsi sebagai definisi resmi oleh IAU. Istilah-istilah tersebut adalah planet, planet katai dan benda-kecil Tata Surya. Q: Dalam bahasa sederhana, apakah definisi baru planet? A: Planet adalah sebuah benda luar angkasa yang mengorbit mengelilingi Matahari dan cukup besar (mempunyai massa yang cukup) sehingga gaya gravitasi benda tersebut dapat membentuk ulang wujudnya menjadi berbentuk hampir bulat.

Selain itu, sebuah planet mengorbit Matahari pada orbit yang bersih. Jika terdapat objek lain yang mendekati orbit suatu planet, objek tersebut akan akan bertabrakan dengan planet, sehingga bergabung dengan planet, atau dilontarkan ke jalur orbit lain. Q: Seperti apakah tepatnya definisi resmi planet yang diusulkan oleh IAU? A: Sebuah objek luar angkasa yang (a) mengorbit mengelilingi Matahari, (b) mempunyai massa yang cukup besar sehingga gravitasi objek tersebut dapat mengatasi tekanan benda tegar, menghasilkan bentuk yang seimbang secara hidrostatik (mendekati bulat), dan (c) telah “membersihkan” orbitnya dari objek-objek lain.

Q: Apakah sebuah objek harus berbentuk bulat sempurna supaya dapat disebut planet? A: Tidak. Sebagai contoh, rotasi sebuah objek dapat sedikit mengubah bentuknya sehingga objek tersebut tidak sepenuhnya bulat. Misalnya, Bumi mempunyai diameter yang sedikit lebih besar di ekuator daripada yang terukur di antara kedua kutubnya.

Q: Berdasarkan definisi baru tersebut, berapa jumlah planet yang terdapat di Tata Surya kita? A: Terdapat delapan planet di dalam Tata Surya, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, yang dapat dihafal dengan jembatan keledai berikut ini: *Monyet Vokalis Band Menyulap Yoyo Saya Untuk Ninja (Avivah Yamani) (Phyllis Lugger, *http://www.aas.org/cswa/bulletin.board/2006/08.25.06.html).

Q: Apakah itu sudah semuanya, hanya delapan planet? A: Tidak. Selain delapan planet tersebut, ada juga lima planet katai. Lebih banyak planet katai mungkin akan ditemukan dalam waktu dekat. Q: Apakah planet katai itu? A: Planet katai merupakan objek yang mengelilingi Matahari yang berukuran cukup besar (dan cukup masif) sehingga gravitasi objek tersebut dapat membentuk objek menjadi berbentuk bulat (atau mendekati bulat).

Pada umumnya, planet katai berukuran lebih kecil dari Merkurius. Sebuah planet katai dapat juga mengorbit di suatu wilayah bersama banyak objek lain. Misalnya, sebuah orbit di sabuk asteroid berada dalam wilayah yang memuat banyak objek lain. Q: Berapa jumlah planet katai di Tata Surya? A: Terdapat lima planet katai yang diakui saat ini, yaitu Ceres, Pluto, Eris, Makemake, dan Haumea.

Q: Apa itu Ceres? A: Ceres merupakan (atau dulunya merupakan) asteroid terbesar dengan diameter sekitar 1000 km, yang mengorbit pada sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter. Ceres memenuhi syarat sebagai planet katai karena Ceres diketahui mempunyai massa yang cukup besar sehingga gravitasi Ceres dapat membentuknya mendekati bentuk bulat.

  1. Thomas, 2005) Ceres mengorbit di sabuk asteroid dan merupakan contoh objek yang tidak mengorbit pada orbit yang “bersih”.
  2. Terdapat banyak asteroid yang melintas di dekat lintasan orbit Ceres.
  3. Q: Bukankah Ceres dulunya disebut sebagai sebuah asteroid atau planet minor? A: Ceres dalam sejarahnya disebut sebagai planet ketika ia pertama kali ditemukan mengorbit pada daerah yang dikenal sebagai sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter pada tahun 1801.
You might be interested:  How To Made Home Solar System?

Pada saat itu di abad ke-19, para astronom tidak dapat mengamati dengan jelas ukuran dan bentuk Ceres, dan karena kemudian ditemukan banyak objek lain di daerah yang sama, Ceres kehilangan status planetnya. Ceres telah lebih dari satu abad dikenal sebagai asteroid atau planet minor.

Q: Mengapa Pluto kini disebut sebagai planet katai? A: Kini Pluto dikategorikan sebagai planet katai karena ukurannya, dan fakta bahwa Pluto mengorbit melalui daerah yang juga dihuni oleh objek dengan ukuran mirip Pluto, yang dikenal sebagai daerah trans-Neptunian. Q: Apakah Charon, satelit Pluto, juga tergolong planet katai? A: Untuk saat ini, Charon hanya dianggap sebagai satelit Pluto.

Tetapi pemikiran bahwa Charon dapat digolongkan sebagai planet katai tersendiri dapat dipertimbangkan kemudian. Charon dapat dipertimbangkan sebagai planet kerdil karena Pluto dan Charon memiliki ukuran yang sebanding dan saling mengorbit antar satu sama lain, alih-alih satelit yang mengorbiti suatu planet.

  1. Pertimbangan terpenting mengenai pertimbangan Charon sebagai planet katai adalah bahwa titik pusat massa sistem yang diorbiti Charon tidak berada dalam objek primer sistem tersebut, Pluto.
  2. Titik pusat massa sistem justru terletak di antara Pluto dan Charon.
  3. Q: Jupiter dan Saturnus mempunyai banyak satelit besar berbentuk bulat yang mengorbit mereka.

Apakah satelit-satelit tersebut sekarang akan disebut planet katai? A: Tidak, seluruh satelit besar Jupiter (contohnya, Europa) dan Saturnus (contohnya, Titan) mengorbit mengelilingi titik pusat massa yang berada di dalam planet mereka yang besar. Terlepas dari ukuran objek tersebut yang besar dan bentuknya yang bulat, hal yang menentukan status objek berukuran besar seperti Europa, Titan, dll.

  1. Sebagai satelit adalah lokasi titik pusat massa yang berada jauh di dalam planet.
  2. Q: Apa itu 2003 UB313 ? A: 2003 UB313 merupakan nama sementara yang diberikan kepada sebuah objek yang ditemukan pada tahun 2003 yang mengelilingi Matahari di luar orbit Neptunus.
  3. Objek tersebut kini disebut Eris dan digolongkan sebagai planet katai.

Q: Mengapa Eris digolongkan sebagai planet katai? A: Citra jepretan Hubble Space Telescope telah menampakkan bahwa Eris memiliki ukuran yang setara atau lebih besar daripada Pluto (Brown, 2006). Selain itu, Eris didapati memiliki sebuah satelit yang kemudian diberi nama Dysnomia, yang adalah nama dewi ketidakteraturan atau anarki yang merupakan anak perempuan Eris.

Pada tahun 2007, massa Eris ditetapkan sebesar (1,66 ± 0,02)×1022 kg, 27% lebih besar dari Pluto, berdasarkan pengamatan atas orbit Dysnomia. Eris juga mengorbit pada daerah transneptunian – daerah yang masih belum “dibersihkan” oleh gravitasi Eris. Oleh karena itu Eris digolongkan sebagai planet katai.

Q: Apakah sebutan untuk objek yang terlalu kecil untuk disebut planet maupun planet katai? A: Seluruh objek yang mengorbit Matahari yang berukuran terlalu kecil (tidak cukup masif) sehingga tidak mampu membentuk dirinya mendekati bentuk bulat didefinisikan sebagai benda kecil Tata Surya atau small Solar System bodies.

  1. Elas ini mencakup sebagian besar asteroid di Tata Surya, objek dekat-Bumi (NEO, near-Earth object), asteroid Troya pada orbit Mars dan Jupiter, objek Centaur, objek Trans-Neptunian (TNO) dan komet.
  2. Q: Apakah yang dimaksud dengan benda kecil Tata Surya? A: Istilah “benda kecil Tata Surya” merupakan definisi baru oleh IAU untuk mencakup seluruh objek yang berukuran terlalu kecil (tidak bermassa cukup besar) dan mengorbit matahari untuk memenuhi syarat definisi planet atau planet katai.

Q: Apakah istilah planet minor masih digunakan? A: Istilah “planet minor” mungkin masih digunakan. Tetapi, istilah “benda kecil Tata Surya” umumnya lebih jamak digunakan. Q: Bagaimana sebuah keputusan resmi dihasilkan dalam memutuskan status sebuah objek penemuan baru sebagai planet, planet katai, atau sebuah benda Tata Surya? A: Keputusan mengenai metode klasifikasi objek yang baru ditemukan akan dibuat oleh komite pemeriksa IAU.

Proses pemeriksaan akan meliputi evaluasi, berdasarkan data terbaik yang tersedia, mengenai apakah sifat fisis objek tersebut memenuhi syarat definisi tertentu. Untuk banyak objek, umumnya diperlukan beberapa tahun untuk mengumpulkan data yang memadai. Q: Apakah terdapat kandidat lain yang kini sedang dipertimbangkan untuk status planet? A: Tidak.

Agaknya tidak ada objek lain yang dapat digolongkan sebagai planet di Tata Surya kita. Tetapi, planet lain banyak ditemukan mengedari bintang selain Matahari. Q: Apakah terdapat kandidat lain yang kini sedang dipertimbangkan untuk status planet katai? A: Ya.

  1. Beberapa asteroid besar dapat menjadi kandidat planet katai dan beberapa kandidat tambahan planet katai di luar orbit Neptunus sedang dipertimbangkan.
  2. Q: Kapankah pengumuman planet katai baru akan dilangsungkan? A: Kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan.
  3. Q: Berapa banyak jumlah planet katai yang mungkin ditemukan? A: Mungkin terdapat puluhan atau lebih dari seratus yang sedang menunggu untuk ditemukan.

Q: Apakah yang dimaksud dengan plutoid? A: Plutoid merupakan objek luar angkasa yang merngorbit mengelilingi Matahari dengan panjang sumbu semimayor yang lebih panjang dari orbit Neptunus dan mempunyai massa yang cukup sehingga gravitasi objek tersebut dapat mengatasi tekanan benda tegar, menghasilkan bentuk yang seimbang secara hidrostatik (mendekati bulat), dan yang belum dapat “membersihkan” objek lain di sekitar orbitnya.

  1. Satelit-satelit plutoid tidak termasuk plutoid, bahkan meskipun objek tersebut cukup masif sehingga bentuknya mendekati bulat berkat gravitasi-diri.
  2. Dua plutoid yang telah diketahui adalah Pluto dan Eris.
  3. Diperkirakan lebih banyak plutoid akan ditemukan seiring berkembangnya sains dan dihasilkannya penemuan demi penemuan baru.

(Baca lebih lanjut) Q: Apakah sebuah satelit yang mengorbit plutoid dapat juga disebut plutoid? A: Tidak. Berdasarkan Resolusi IAU B5, sebuah planet katai tidak dapat sekaligus menjadi satelit, bahkan meskipun objek tersebut cukup masif sehingga bentuknya ditentukan oleh gravitasi-diri (mendekati bulat).

Planet cincin urutan ke berapa?

6. Planet Saturnus – Planet saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Planet ini juga disebut dengan Planet Cincin. Cincin yang mengitarinya terbentuk dari partikel es dan batuan. Saturnus terbentuk dari hidrogen dan helium. Planet ini memiliki 18 satelit dan satelit yang paling besar bernama Titan. Berikut sejumlah fakta menarik tentang planet Saturnus antara lain:

Jarak ke Matahari: 1.426.666.422 km Massa: 5,6832 x 1026 kg Radius: 58.232 km (Diameter = 116.464 km) Volume: 827.129.915.150.897 km3 Jumlah satelit: 18

Berapa Pelanet?

Tata Surya – Planet dan planet katai di Tata Surya (ukuran bisa dibandingkan, jaraknya tidak) Planet terdalam. Kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dengan warna asli. (ukuran bisa dibandingkan, jaraknya tidak) Empat raksasa gas; Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus (ukuran bisa dibandingkan, jaraknya tidak) Menurut IAU, terdapat delapan planet dan lima planet katai yang diakui di Tata Surya, Menurut jaraknya dari Matahari (dekat ke jauh), planet-planet tersebut adalah:

  1. Merkurius
  2. Venus
  3. Bumi
  4. Mars
  5. Jupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus

Jupiter adalah planet terbesar dengan massa 318 kali Bumi, sementara Merkurius adalah planet terkecil dengan massa 0,055 kali Bumi. Planet di Tata Surya dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan komposisinya:

  • Daratan : Planet-planet mirip Bumi yang permukaannya tertutup batuan : Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Dengan massa 0,055 kali Bumi, Merkurius adalah planet daratan terkecil (sekaligus planet terkecil) di Tata Surya, sementara Bumi adalah planet daratan terbesar.
  • Raksasa gas (Jovian) : Planet-planet yang terbentuk dari material gas dan lebih besar daripada planet kebumian: Jupiter, Saturnus, Uranus, Neputunus. Jupiter, dengan massa 318 kali Bumi, adalah planet terbesar di Tata Surya, sementara Saturnus hanya sepertiganya dengan ukuran 95 kali massa Bumi.
    • Raksasa es, terdiri dari Uranus dan Neptunus, adalah subkelas raksasa es yang berbeda dari raksasa gas karena massanya jauh lebih kecil (hanya 14 dan 17 kali massa Bumi) dan sedikitnya hidrogen dan helium di atmosfer sekaligus proporsi batu dan es yang justru lebih tinggi.
  • Planet katai : Sebelum keputusan Agustus 2006, sejumlah objek diusulkan sebagai planet oleh para astronom. Tetapi pada tahun 2006, beberapa objek dikelompokkan ulang menjadi planet katai, berbeda dengan planet. Saat ini ada lima planet katai di Tata Surya yang diakui keberadaannya oleh IAU: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris. Beberapa objek lain di sabuk asteroid dan sabuk Kuiper sedang dipertimbangkan; 50 di antaranya berkemungkinan besar diakui. Ada 200 objek yang dapat ditemukan setelah seluruh sabuk Kuiper selesai dijelajahi. Planet katai memiliki ciri-ciri yang sama dengan planet, namun juga terdapat beberapa perbedaan, salah satunya adalah planet katai tidak dominan di orbitnya, Sesuai definisinya, semua planet katai adalah anggota dari populasi yang lebih besar. Ceres adalah benda terbesar di sabuk asteroid, sementara Pluto, Haumea, dan makemake adalah anggota sbauk Kuiper dan Eris adalah anggota cakram tersebar, Beberapa peneliti seperti Mike Brown percaya bahwa mungkin ada lebih dari seratus objek trans-Neptunus yang dapat digolongkan sebagai planet katai per definisi IAU.
You might be interested:  Bagaimana Prinsip Dasar Penggunaan Kompor Tenaga Surya?

Apakah ada 9 planet?

Pada 2016, para peneliti mengusulkan kemungkinan keberadaan planet kesembilan. Saat ini dijuluki ‘ Planet Sembilan’ atau Planet X. Planet ini diperkirakan sekitar 10 kali massa Bumi dan mengorbit matahari antara 300 dan 1.000 kali lebih jauh dari orbit Bumi. Para ilmuwan belum benar-benar melihat Planet Sembilan.

Apa nama planet pertama?

1. Merkurius – Merkurius merupakan planet pertama dan paling dekat dengan matahari. Jarak planet ke matahari sekitar ⅓ dari diameter bumi. Sehingga revolusi yang dibutuhkan oleh planet untuk mengelilingi matahari hanya membutuhkan waktu 88 hari saja. Sementara untuk rotasi atau perputaran planet pada lingkaran membutuhkan waktu 59 hari.

Sebutkan yang dimaksud dengan tata surya dan terdiri dari apa saja?

Pengertian Tata Surya – Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas Matahari dan semua objek yang berputar mengelilinginya, termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Semua objek ini berputar di sekitar matahari karena adanya gaya tarik gravitasi. Tata surya sebagai sistem antariksa yang saling terikat gravitasi dimana terdapat matahari dan benda-benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak benda langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda langit yang paling besar yang dinamakan dengan planet.

Bulan merupakan benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan merupakan satelit alami planet yang mengitari planet. Terdapat delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih dari 160 buah bulan yang sudah diketahui, 5 atau lebih planet katai (dwarf planet), serta jutaan asteroid dan komet.

Secara bersama-sama, semua benda langit tersebut membentuk tata surya yang menempati ruang angkasa dengan diameter 15 triliun kilometer. Bagian yang terdekat dengan matahari adalah bagian sistem yang berbentuk piringan dimana seluruh planet berada pada bagian ini. Pada daerah yang lainnya yang jauh dari matahari, terdapat awan Oort, yakni daerah berbentuk bola yang menjadi tempat kedudukan komet.

Tahukah kamu antara Bumi dan Matahari terdapat jarak dengan rata-rata 149.600.000 km? Jarak tersebut sendiri membuat cahay Matahari membutuhkan waktu 8,3 menit untuk sampai ke permukaan Bumi. Pelajari berbagai fakta menarik lainnya pada Komik Sains Bocah Pintar: Tata Surya.

Mengapa susunan bintang dan planet disebut tata surya?

Pengertian Tata Surya – Tata surya (sumber: pixabay) Pengertian tata surya adalah kumpulan benda langit dengan matahari sebagai pusatnya. Sistem planet yang dihuni manusia saat ini dinamakan “tata surya” atau dalam bahasa Inggris disebut “Solar System”.

  1. Dinamakan solar atau surya karena sistem ini mengorbit bintang induk, yaitu matahari.
  2. Ata solar berasal dari bahasa Latin sol yang berarti matahari.
  3. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan matahari disebut dengan solar.
  4. Secara istilah, pengertian tata surya adalah sistem yang terdiri dari matahari dan segala sesuatu yang terikat padanya oleh gravitasi.

Ini meliputi delapan planet, puluhan satelit, jutaan asteroid, komet dan meteoroid. Tata surya mengorbit pusat Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 515.000 mph (828.000 kph). Tata surya membutuhkan sekitar 230 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit di sekitar pusat galaksi.

Dalam sistem tata surya planet apakah yang paling besar?

Jupiter, Planet Terbesar dalam Tata Surya yang Mirip Matahari Jakarta – adalah planet terbesar di tata surya kita. Memiliki diameter 142.984 km, planet ini juga disebut dengan ‘bintang gagal’. Mengapa demikian? Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang mengatakan, ada asumsi dasar yang membuat sebagian kelompok meyakini Jupiter sebagai bintang yang gagal.

Planet apa yang paling kecil dan paling besar?

Pembahasan Urutan planet dalam Tata Surya dari yang terkecil hingga yang paling besar, yaitu: Merkurius Mars Venus Bumi Neptunus Uranus Saturnus Jupiter. Urutan planet dalam Tata Surya dari yang terkecil hingga yang paling besar, yaitu: Merkurius. Mars.

Planet manakah yang paling kecil?

7. Saturnus – Freepik/freepik Saturnus menjadi planet terbesar kedua setelah Jupiter dengan diameter ukuran 116.464 kilometer atau 945% dari ukuran Bumi. Sebagian besar susunan pada planet Saturnuns ini berupa cairan dan gas yang memiliki kerapatan sangat rendah. Planet dengan urutan keenam dalam sistem tata surya ini dikenal sebagai planet terindah karena memiliki cincin.

Sejak kapan Pluto diputuskan bukan lagi sebagai planet apa alasannya?

Benda langit dapat disebut planet apabila memenuhi syarat antara lain sebagai berikut. Planet harus mengorbit matahari; Planet harus membersihkan lingkungan dari orbit, gravitasinya menyapu, dan membersihkan ruang disekitarnya dari benda-benda langit lainnya; dan Planet memiliki massa yang besar agar dapat gravitasinya dapat mempertahankan bentuk bolanya Planet Pluto pada Agustus2006, ilmuwan astronomi yang tergabung dalam International Astronomical Union (IAU) memutuskan untuk mengeliminasi Pluto dari sistem tata surya.

Hal ini karena Pluto tidak memenuhi syarat sebagai planet, yaitu Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan orbitnya, lintasan orbit yang cenderung lebih besar dan tidak tetap,jarak yang terlalu jauh dari Matahari, ukuran Pluto yang terlalu kecil untuk disebut sebagai planet, kekuatan gravitasi Pluto tidak cukup untuk disamakan dengan gravitasi minimal sebuah planet.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pluto tidak termasuk planet karena tidak mempunyai orbit tetap. Jadi, jawaban yang tepat adalah E. – Benda langit dapat disebut planet apabila memenuhi syarat antara lain sebagai berikut.

Planet harus mengorbit matahari; Planet harus membersihkan lingkungan dari orbit, gravitasinya menyapu, dan membersihkan ruang disekitarnya dari benda-benda langit lainnya; dan Planet memiliki massa yang besar agar dapat gravitasinya dapat mempertahankan bentuk bolanya

Planet Pluto pada Agustus 2006, ilmuwan astronomi yang tergabung dalam International Astronomical Union (IAU) memutuskan untuk mengeliminasi Pluto dari sistem tata surya. Hal ini karena Pluto tidak memenuhi syarat sebagai planet, yaitu Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan orbitnya, lintasan orbit yang cenderung lebih besar dan tidak tetap, jarak yang terlalu jauh dari Matahari, ukuran Pluto yang terlalu kecil untuk disebut sebagai planet, kekuatan gravitasi Pluto tidak cukup untuk disamakan dengan gravitasi minimal sebuah planet.