Upah Atau Kompensasi Yang Dibayarkan Kepada Tenaga Kerja?

Upah Atau Kompensasi Yang Dibayarkan Kepada Tenaga Kerja
4 Jenis Kompensasi Kerja – Berdasarkan cara perhitungannya, kompensasi kerja terdiri dari:

  • Kompensasi Prestasi Kerja. Kompensasi prestasi kerja adalah gaji atau upah yang diberikan berdasarkan prestasi kerja yang dihasilkan karyawan terhadap perusahaan, dengan catatan hasil kerja tersebut dapat diukur secara kuantitatif.
  • Kompensasi Berdasarkan Lama Bekerja, Kompensasi berdasarkan lama bekerja adalah gaji atau upah yang diberikan berdasarkan lamanya karyawan menyelesaikan suatu pekerjaan.
  • Kompensasi Berdasarkan Senioritas, Kompensasi berdasarkan senioritas adalah gaji atau upah yang dibayarkan berdasarkan masa kerja dan loyalitas karyawan terhadap organisasi atau perusahaan.
  • Kompensasi Berdasarkan Kebutuhan, Kompensasi berdasarkan kebutuhan adalah gaji atau upah yang diberikan sesuai dengan kebutuhan hidup layak dari karyawan.

Upah dan gaji disini mempunyai pengertian yang berbeda. Upah adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayarkan berdasarkan jumlah waktu yang digunakan untuk bekerja, sedangkan gaji adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayar karena melaksanakan tanggung jawab pekerjaan. Upah = Jumlah waktu kerja. Gaji = Tanggung jawab kerja Click to Tweet

Apa itu kompensasi gaji?

Pengertian kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja. Dalam penjelasan lain, kopensasi adalah seluruh extrinsic reward yang di terima oleh karyawan dalam bentuk upah atau gaji, intensif atau bonus, dan berupa tunjangan (benefit).

Apakah sama kompensasi dengan gaji atau upah?

1. Gaji atau Upah – Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk memberikan kompensasi berupa gaji atau upah kepada karyawannya. Kinerja karyawan dibayar langsung secara berkala dalam bentuk uang. Perlu diingat bahwa gaji dan upah memiliki pengertian yang berbeda.

Kompensasi diberikan kapan?

Uang Kompensasi untuk Karyawan Kontrak – Selanjutnya Pasal 81 angka 17 UU Cipta Kerja yang memuat baru Pasal 61A ayat (1) dan (2) UU Ketenagakerjaan berbunyi:

Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/ buruh. Uang kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada pekerja/buruh sesuai dengan masa kerja pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan.

Dari bunyi ketentuan pasal tersebut di atas berlaku bagi pekerja PKWT atau karyawan kontrak, di mana pada saat jangka waktu berakhirnya perjanjian kerja atau telah berakhirnya suatu pekerjaan tertentu, pekerja PKWT atau karyawan kontrak berhak mendapatkan uang kompensasi.

Pemberian uang kompensasi dilaksanakan pada saat berakhirnya PKWT, Uang kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja paling sedikit 1 (satu) bulan secara terus menerus, Apabila PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan saat selesainya jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan dan terhadap jangka waktu perpanjangan PKWT, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan jangka waktu PKWT berakhir atau selesai.

Maka berdasarkan ketentuan di atas, bagi setiap pekerja PKWT, yang sudah bekerja paling sedikit selama 1 bulan secara terus menerus, yang jangka waktu PKWT-nya sudah berakhir, berhak untuk mendapatkan uang kompensasi dari perusahaan. Uang kompensasi diberikan pada setiap kali jangka waktu PKWT berakhir, termasuk juga apabila terjadi perpanjangan PKWT, uang kompensasi wajib dibayar oleh perusahaan sebelum dilakukan perpanjangan.

Kompensasi diberikan atas dasar apa?

Upah Atau Kompensasi Yang Dibayarkan Kepada Tenaga Kerja Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kompensasi ? Kompensasi merupakan semua imbalan yang diterima oleh karyawan atas jasa atau hasil kerjanya di perusahaan. Dimana imbalan tersebut dapat berupa uang atau barang, baik secara langsung atau tidak langsung.

  1. Ompensasi dalam bentuk uang, artinya karyawan akan diberikan sejumlah uang kartal atas pekerjaannya.
  2. Sedangkan kompensasi dalam bentuk barang, artinya karyawan akan diberikan barang tertentu atas jasa atau pekerjaannya.
  3. Istilah kompensasi juga sangat berhubungan dengan imbalan-imbalan finansial atau biasa disebut financial reward yang diberikan kepada seseorang atas dasar hubungan kerja.

Biasanya kompensasi akan diberikan dalam bentuk finansial atau uang karena pengeluaran moneter yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Apa saja tujuan pemberian kompensasi karyawan? Dan apa saja manfaat dari pemberian kompensasi tersebut? Simak penjelasan lengkap tentang kompensasi di bawah ini.

You might be interested:  Jelaskan Bagaimana Cara Memeriksa Baterai Secara Visual?

Ada 3 jenis kompensasi karyawan yang dapat diberikan oleh perusahaan. Ketiga jenis kompensasi tersebut adalah: 1. Kompensasi finansial secara langsung, yang berupa bayaran gaji atau upah pokok, bayaran prestasi, bayaran insentif (meliputi bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (seperti program tabungan dan anuitas pembelian saham).2. Kompensasi finansial tidak langsung, yang berupa program-program proteksi (meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran di luar jam kerja (seperti liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran, ruang kantor dan tempat parkir.3. Kompensasi non finansial, yaitu berupa pekerjaan (seperti tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan rasa pencapaian). Lingkungan kerja (seperti kebijakan-kebijakan yang sehat, supervisor yang kompeten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman). Pemberian kompensasi karyawan oleh perusahaan memiliki tujuan tertentu. Diantaranya adalah untuk menghargai prestasi karyawan, menjamin keadilan gaji karyawan, mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover karyawan, memperoleh karyawan yang bermutu, pengendalian biaya, dan memenuhi peraturan-peraturan. Kompensasi memiliki fungsi yang cukup penting dalam memperlancar jalannya roda perusahaan. Fungsi-fungsi kompensasi diantaranya adalah: 1. Penggunaan SDM secara lebih efisien dan lebih efektif. Semakin banyak karyawan yang diberikan kompensasi yang tinggi, berarti semakin banyak karyawannya yang berprestasi tinggi. Banyaknya karyawan yang berprestasi tinggi, maka akan mengurangi pengeluaran biaya untuk pekerjaan yang tidak perlu.2. Mendorong stabilitas perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Sistem pemberian kompensasi yang baik dapat membantu stabilitas perusahaan dan secara tidak langsung juga dapat mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.3. Sebagai bagian dari manajemen SDM, pemberian kompensasi berfungsi untuk memperoleh karyawan yang memenuhi persyaratan. Kompensasi yang cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk memberi daya tarik kepada para pelamar kerja. Selain itu juga dapat mempertahankan karyawan yang sudah ada. Untuk memenuhi tujuan dan fungsi di atas, pemberian kompensasi perlu diikuti tahapan-tahapan manajemen kompensasi, yaitu: 1. Mengevaluasi setiap pekerjaan dengan menggunakan informasi analisis pekerjaan.2. Melakukan survei untuk menentukan keadilan eksternal yang didasarkan pada pembayaran gaji di pasar kerja.3. Menilai harga setiap pekerjaan untuk menentukan pembayaran gaji yang didasarkan pada keadilan internal dan eksternal. Pemberian kompensasi yang baik kepada karyawan akan memberikan dampak positif pada sebuah perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut ini: 1. Dapat memacu karyawan untuk berprestasi dan bekerja lebih giat lagi.2. Perusahaan mendapat karyawan yang berkualitas baik.3. Memudahkan proses administrasi dan aspek hukum dalam perusahaan.4. Kompensasi dapat menjadi daya pikat bagi para pencari kerja yang berkualitas.5. Perusahaan memiliki kelebihan tersendiri dibanding perusahaan lain atau kompetitor. Dalam mengukur keberhasilan implementasi sistem kompensasi, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan.1. Mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.2. Mendukung strategi dan struktur perusahaan.3. Menarik dan dapat mempertahankan karyawan yang berkompeten sesuai dengan standar keahlian yang ditetapkan oleh perusahaan.4. Menetapkan spektrum yang lebih luas atas perilaku tugas ( task behavior ) yang diinginkan dari seluruh anggota perusahaan.5. Merefleksikan ekuitas (persamaan dan keadilan) bagi seluruh anggota perusahaan.6. Sejalan dengan hukum atau perundang-undangan yang berlaku.7. Dapat mencapai ke enam kriteria sebelumnya dengan biaya yang proporsional sesuai dengan kondisi keuangan internal.8. Dapat mencapai ketujuh kriteria diatas dengan penggunaan biaya yang paling efektif.

Sistem kompensasi yang diterapkan oleh satu perusahaan biasanya tidak sama dengan perusahaan lainnya. Misalnya, dalam paket kompensasi finansial langsung, ada perusahaan yang memberikan upah saja tanpa tunjangan. Tetapi ada pula perusahaan yang menambahkan insentif sebagai perangsang kinerja karyawan.

Kompensasi jenis ini tentu saja membutuhkan perhitungan yang cermat, terutama jika kompensasi finansial terdiri atas beberapa komponen. Namun Anda tidak perlu khawatir, Anda dapat menghitungnya dengan mudah hanya dengan mengandalkan aplikasi payroll, Salah satu yang terbaik adalah Sleekr, software HR berbasis web dengan teknologi cloud yang dapat diandalkan dalam berbagai tugas administrasi penggajian.

Dengan menggunakan Sleekr, pekerjaan rutin tim HR yang rumit dan menghabiskan waktu mampu diselesaikan dengan cepat dan akurat. Anda tidak perlu lagi menggunakan cara-cara manual seperti menggunakan spreadsheet, Perhitungan kompensasi karyawan berupa gaji, tunjangan, bonus, komisi, THR, dan lainnya dapat dilakukan secara otomatis. Upah Atau Kompensasi Yang Dibayarkan Kepada Tenaga Kerja

You might be interested:  Berikut Ini Yang Termasuk Pasar Tenaga Kerja Adalah?

Apa perbedaan antara kompensasi dan tunjangan?

Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap – © Freepik.com

  • Berdasarkan tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, terdapat tiga komponen upah yang menjadi hak pekerja.
  • Ketiga komponen itu adalah upah pokok, serta tunjangan tetap dan tidak tetap.
  • Tunjangan tetap adalah sebuah kompensasi yang akan secara rutin dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok.
  • Sebagai contoh, biaya untuk keperluan keluarga, perumahan, dan daerah tempat tinggal karyawan.
  • Sementara itu, tunjangan tidak tetap dapat diberikan secara langsung maupun tidak dan sifatnya tidak mutlak.
  • Contohnya adalah kompensasi untuk akomodasi seperti biaya makan dan transportasi yang dibayarkan berdasarkan jumlah kehadiran.

Apa yang dimaksud dengan kompensasi dan berikan contohnya?

1. Contoh Kompensasi Finansial Langsung Karyawan – Kompensasi finansial langsung adalah imbalan yang diberikan kepada karyawan berupa uang, bukan berbentuk benda atau fasilitas. Beberapa contoh kompensasi finansial langsung adalah gaji, tunjangan anak dan istri, THR, tunjangan insentif, opsi saham, dan sebagainya.

  • Dengan kata lain, kompensasi jenis ini adalah segala jenis pendapatan yang menambah penghasilan bruto karyawan dan terkena pajak penghasilan Pasal 21 setiap bulannya.
  • Sehingga apapun tujuan pemberian uang tersebut, menurut aturan pemerintah, harus dihitung pajaknya bersamaan dengan ketika menghitung pajak dari total gaji karyawan.

Nantinya, setiap karyawan yang mendapatkannya akan diberikan bukti pengiriman yang biasa disebut dengan slip gaji. Dari slip gaji itulah karyawan dapat melihat kompensasi apa saja yang mereka dapat. Kompensasi jenis ini tidak harus sama antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak,

Berapa dapat uang kompensasi?

Besaran uang kompensasi – Ikrar menjelaskan, jika pekerja/buruh bekerja selama 12 bulan berturut-turut maka pekerja/buruh akan mendapatkan kompensasi sebesar satu bulan upah. Lalu, jika pekerja/buruh tersebut masa kerjanya tidak mencapai 12 bulan atau lebih dari 12 bulan, maka dihitung secara proporsional dengan perhitungan: masa kerja dibagi 12 dikali satu bulan upah.

Misalnya, bekerja selama 5 bulan, maka perhitungannya 5:12 x 1 bulan upah. Contoh lain, misalnya bekerja 1,5 tahun, artinya 18:12 x 1 bulan upah. “Ketentuan tersebut diatur di pasal 16. Standar upah yang digunakan juga sudah diatur di sana,” kata Ikrar. Dia mengatakan, ketentuan terkait kompensasi mulai berlaku sejak diundangkannya UU Cipta Kerja, yakni 2 November.

Sehingga, seseorang yang mulai bekerja sebelum tanggal tersebut maka masa kerjanya tidak dihitung. Misalnya seseorang mulai bekerja pada bulan Januari 2020 dan berakhir pada Desember 2020. Maka pekerja/buruh tersebut mendapatkan kompensasi pada saat PKWT berakhir dan perhitungannya dimulai November 2020, bukan Januari 2020.

  1. Walaupun dia sudah bekerja mulai dari Januari 2020, tapi kompensasi yang dihitung baru pada bulan November karena ketentuannya demikian,” ujar Ikrar.
  2. Baca juga: Simak Aturan Perhitungan Pesangon untuk Karyawan PKWT Dijelaskan juga bahwa PKWT harus dibayarkan sebelum perpanjangan PKWT berikutnya, seperti diatur dalam Pasal 15 ayat (4) PP 35/2021.

“Apabila PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan saat selesainya jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan dan terhadap jangka waktu perpanjangan PKWT, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan jangka waktu PKWT berakhir atau selesai.” Ikrar menambahkan, bagi perusahaan yang tidak membayar maka bisa dikenakan sanksi administratif, karena pemberian kompensasi ini bersifat wajib.

Adapun sanksinya mulai dari teguran tertulis, kemudian meningkat ke pembatasan kegiatan usaha, kemudian meningkat lagi ke penghentian sementara sebagian alat produksi. “Yang paling parah yakni bisa dilakukan pembekuan kegiatan,” imbuh Ikrar. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.

Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apakah perusahaan wajib memberikan uang kompensasi?

Mengelola Uang Kompensasi bagi Karyawan Kontrak dengan Software Payroll Ada beberapa perubahan terkait dalam UU Cipta Kerja. Salah satunya, perusahaan yang mempekerjakan karyawan kontrak atau PKWT wajib mempersiapkan uang kompensasi. Uang kompensasi ini diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja minimal 1 bulan secara terus menerus, di akhir masa kerja atau kontraknya.

Aturan ini berlaku bagi 2 kondisi berikut ini: ‍ 1. Masa kontrak karyawan PKWT telah habis dan tidak ada perpanjangan kontrak.2. Masa kontrak karyawan PKWT telah habis dan dilakukan perpanjangan kontrak. ‍ Jika masa PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan saat selesainya jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan.

You might be interested:  How Long Does A Solar Battery Last?

Setelah perpanjangan PKWT dilakukan, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan jangka waktu PKWT berakhir atau selesai. ‍ Kementerian Ketenagakerjaan juga menjelaskan bahwa jika karyawan mengalami PHK di tengah masa kontrak, maka karyawan tersebut tetap berhak atas uang kompensasi.

  • Hal tersebut sesuai ketetapan yang ada, yaitu pengusaha wajib memberikan uang kompensasi yang besarannya dihitung berdasarkan jangka waktu PKWT.
  • ‍ Jadi, dapat disimpulkan bahwa uang kompensasi merupakan tanggungan yang sifatnya wajib bagi perusahaan.
  • Ecuali jika karyawan yang berstatus PKWT adalah tenaga kerja asing (TKA), maka aturan tersebut tidak berlaku.

‍ Baca juga: ‍ ‍

Bagaimana cara menghitung kompensasi?

Rumus Menghitung Kompensasi – Mudahnya, rumus menghitung kompensasi ini mirip banget dengan metode menghitung Tunjangan Hari Raya/ THR. Ketentuannya selaku berikut:

Untuk masa kerja 12 bulan berturut turut, diberikan 1 x upah sebulanUntuk masa kerja lebih dari 1 bulan tetapi kurang dari 12 bulan, dihitung proporsional, ialah:( masa kerja/ 12) x 1 bulan upahUntuk masa kerja lebih dari 12 bulan, dihitung pula dengan proporsional ialah:( masa kerja/ 12) x 1 bulan upah

Baca juga: Ini Cara Menghitung Gaji Prorata ! Dari syarat di atas, terdapat 3 komponen yang butuh disiapkan, yaitu

Masa Kerja yang telah dijalaniBesaran Upah karyawanKomponen fix, 12 bulan

Jadi rumusnya merupakan: ( Jumlah Masa Kerja dalam bulan/ 12 bulan) x 1 bulan Upah

Apakah perusahaan wajib memberikan kompensasi?

1. Aturan Mengenai Uang Kompensasi – Aturan ini tertulis dalam Pasal 61A UU Ketenagakerjaan, yaitu:

  1. Pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/buruh.
  2. Uang kompensasi yang diberikan sesuai masa kerja pekerja/buruh di perusahaan tersebut.
  3. Ketentuan lanjutan mengenai uang kompensasi diatur dalam Peraturan Pemerintah.

PP No.35 Tahun 2021 adalah aturan turunan dari UU Cipta Kerja yang memberikan penegasan tertulis dalam Pasal 15 yaitu:

  1. Pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
  2. Pemberian uang kompensasi dilakukan ketika PKWT berakhir.
  3. Uang kompensasi diberikan bagi karyawan dengan masa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus.
  4. Jika PKWT diperpanjang, uang kompensasi diberikan ketika selesainya jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan, dan terhadap jangka waktu perpanjangan PKWT, uang kompensasi berikutnya diberikan setelah perpanjangan waktu PKWT berakhir.
  5. Pemberian uang kompensasi tidak berlaku bagi TKA (Tenaga Kerja Asing) yang dipekerjakan berdasarkan PKWT.

Apa yang dimaksud dengan kompensasi dan sebutkan jenis jenis kompensasi?

Pengertian Kompensasi – Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima baik berupa fisik maupun non fisik. Kompensasi juga berarti seluruh imbalan yang diterima oleh seorang pekerja/karyawan atas jasa atau hasil dari pekerjaannya dalam sebuah perusahaan dalam bentuk uang atau barang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Apa saja yang termasuk kompensasi non finansial?

Kompensasi Non-Finansial – Kompensasi ini tidak berwujud atau terkait dengan uang, namun bernilai positif atau berharga bagi karyawan. Contohnya adalah pelatihan kecakapan karyawan, lingkungan kerja yang nyaman, supervisi yang kompeten dan profesional, tim kerja yang suportif, jenjang karir yang pasti, penghargaan terhadap prestasi, cuti lebih banyak, atau jam kerja fleksibel,

  • Bahkan, nama besar perusahaan dalam beberapa kasus juga bisa menjadi kompensasi non-finansial bagi karyawan.
  • Sebab, reputasi organisasi bisnis dapat meningkatkan kredibilitas individual.
  • Baca Juga: 5 Tujuan Perusahaan dalam Menentukan Kompensasi Karyawan Sistem kompensasi yang diterapkan sebuah perusahaan tentu tidak sama dengan yang lainnya.

Misalnya, dalam paket kompensasi finansial langsung, ada yang memberikan upah saja tanpa tunjangan, tetapi ada pula yang menambahkan insentif sebagai perangsang kinerja karyawan, Kompensasi jenis ini membutuhkan perhitungan yang cermat, terutama jika kompensasi finansial terdiri atas banyak komponen.

Kamu dapat menghitungnya dengan mudah dengan menggunakan aplikasi penggajian online, Salah satu yang terbaik adalah Gadjian, aplikasi HRIS berbasis web dengan teknologi penyimpanan komputasi awan yang bisa kamu andalkan dalam berbagai tugas administrasi penggajian. Pekerjaan rutin HR yang rumit dan menghabiskan waktu bisa diselesaikan cepat dan akurat dengan HR software ini.

Kamu tak perlu lagi cara-cara manual seperti menggunakan Excel. Menghitung kompensasi berupa gaji, tunjangan, THR, bonus, komisi, dan premi BPJS, bisa dilakukan secara otomatis melalui fitur hitung gaji online, Hasil perhitungannya dapat kamu cek di slip gaji online karyawan, Profil Author