Alat Yang Digunakan Untuk Mengukur Tenaga Listrik Adalah?

Alat Ukur & Pengukuran Listrik – 07 Maret 2022 Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus, resistansi, daya, faktor kerja, frekuensi kita perlu menggunakan alat ukur listrik. Awalnya dipakai alat-alat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum dan membaca dari skala. Untuk kedepannya alat ukur analog masih tetap digunakan karena handal, ekonomis dan praktis (lihat Gambar 2.). Namun alat ukur digital makin luas dipakai, karena harganya makin terjangkau, praktis dalam pemakaian, penunjukannya makin akurat dan presisi. Ada beberapa istilah dan definisi pengukuran listrik yang harus dipahami, antara lain :

  1. Alat ukur, adalah perangkat untuk menentukan nilai atau besaran dari kuantitas atau variabel.
  2. Akurasi, kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variabel yang diukur.
  3. Presisi, hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran, atau derajat untuk membedakan satu pengukuran dengan lainnya.
  4. Kepekaan, ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variabel yang diukur
  5. Resolusi, perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang mampu ditanggapi oleh alat ukur.
  6. Kesalahan, angka penyimpangan dari nilai sebenarnya variabel yang diukur.

A. Ukuran Standar Kelistrikan. Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting, karena sebagai acuan dalam peneraan alat ukur yang diakui oleh komunitas internasional. Ada enam besaran yang berhubungan dengan kelistrikan yang dibuat sebagai standar, yaitu standar amper, resistansi, tegangan, kapasitansi, induktansi, kemagnetan dan temperatur. Standar Amper Menurut ketentuan Standar Internasional (SI} adalah arus konstan yang dialirkan pada dua konduktor didalam ruang hampa udara dengan jarak meter, diantara kedua penghantar menimbulkan gaya 2 x 10-7 newton/m panjang. Standar Resistansi Menurut ketentuan SI adalah kawat alloy mangan resistansi 1 Ohm yang memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperatur rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari perubahan temperatur atmospher.

  • Standar tegangan Ketentuan SI adalah tabung gelas Weston mirip huruf H memiliki dua elektrode, tabung elektrode positip berisi elektrolit mercury dan tabung elektrode negatif diisi elektrolit cadmium, ditempatkan dalam suhu ruang.
  • Tegangan elektrode Weston pada suhu 200°C sebesar 1.01858 V.
  • Standar Kapasitansi Menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi SI dan standar tegangan SI, dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell, diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti akan diperoleh kapasitansi (Farad).

Standar Induktansi Menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi, dengan metode geometris, standar induktor akan diperoleh. Standar temperatur Menurut ketentuan SI, diukur dengan derajat Keivin besaran derajat Kelvin didasarkan pada tiga titik acuan air saat kondisi menjadi es, menjadi air dan saat air mendidih.

  • Air menjadi es sama dengan 0°Celsius = 273,160°Kelvin, air mendidih 100°C.B.
  • Alat Ukur Listrik Analog Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal dan sampai saat ini masih digunakan.
  • Di dalamnya banyak komponen listrik dan mekanik yang saling berhubungan.
  • Bagian listrik yang penting adalah magnet permanen, tahanan meter dan kumparan putar.

Bagian mekanik meliputi jarum penunjuk, skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk (Gambar 3.). Mekanik pengatur jarum penunjuk merupakan dudukan poros kumparan putar yang diatur kekencangannya (Gambar 4.). Jika terlalu kencang jarum akan terhambat, jika terlalu kendor jarum akan mudah goncang. Alat ukur analog memiliki komponen putar yang akan bereaksi begitu mendapat sinyal listrik. Cara bereaksi jarum penunjuk ada yang menyimpang dulu baru menunjukkan angka pengukuran. Atau jarum penunjuk bergerak ke angka penunjukan perlahan-lahan tanpa ada penyimpangan. Pada meter dengan kelas industri baik dari jenis kumparan putar maupun jenis besi putar seperti meter yang dipasang pada panel meter banyak dipakai peredam jenis pegas. Bentuk skala memanjang saat kini jarang ditemukan. Bentuk skala melingkar dan skala kuadran banyak dipakai untuk alat ukur Voltmeter dan Ampermeter pada panel meter (gambar 5.). C. Multimeter Analog Multimeter salah satu meter analog yang banyak dipakai untuk pekerjaan kelistrikan dan bidang elektronika (Gambar 2.). Multimeter memiliki tiga fungsi pengukuran, yaitu :

  • Voltmeter untuk tegangan AC dengan batas ukur 0-500 V, pengukuran tegangan DC dengan batas ukur 0 – 0,5V dan 0 – 500V.
  • Ampermeter untuk arus listrik DC dengan batas ukur 0-50µA dan 0-15A, pengukuran arus listrik AC 0-15A.
  • Ohmmeter dengan batas ukur dari 1 ohm -1M ohm
You might be interested:  Mengapa Analisis Aspek Teknologi Memerlukan Tenaga Ahli Untuk Penerapannya?

D. Alat Ukur Digital Alat ukur digital saat sekarang banyak dipakai dengan berbagai kelebihannya, murah, mudah dioperasikan dan praktis. Multimeter digital mampu menampilkan beberapa pengukuran untuk arus miliAmper, temperature °C, tegangan miliVolt, resistansi Ohm, frekuensi Hz, daya listrik mW sampai kapasitansi nF gambar-6. Sensor mengubah besaran listrik dan non elektrik menjadi tegangan, karena tegangan masih dalam orde mV perlu diperkuat oleh penguat input. Sinyal input analog yang sudah diperkuat, dari sinyal analog diubah menjadi sinyal digital dengan (ADC) Analog to Digital akan diolah oleh perangkat PC atau mikroprosessor dengan program tertentu dan hasil pengolahan disimpan dalam sistem memori digital. Sebuah multimeter digital, terdiri dari tiga jenis alat ukur sekaligus, yaitu mengukur tegangan, arus dan tahanan. Mampu untuk mengukur besaran listrik DC maupun AC gambar 9. Saklar pemilih mode digunakan untuk pemilihan jenis pengukuran, mencakup tegangan AC/DC, pengukuran saklar pemilih arus AC/DC, pengukuran pengukuran tahanan, pengukuran diode dan pengukuran kapasitor. Terminal kabel untuk tegangan dengan arus berbeda. Terminal untuk pengukuran arus kecil 300mA dengan arus sampai 10A dibedakan.E. Alat Ukur Analog Kumparan Putar. Konstruksi alat ukur kumparan putar terdiri dari permanen magnet, kumparan putar dengan inti besi bulat, jarum penunjuk terikat dengan poros dan inti besi putar, skala linear, dan pegas spiral rambut, serta pengatur posisi nol gambar-10. Dari persamaan diatas, komponen B, A dan N adalah konstan, sehingga torsi berbanding lurus dengan arus mengalir ke kumparan putar. Data alat ukur kumparan putar dengan dimensi 3 1/2 in, arus 1mA, simpangan skala penuh 100 derajat memiliki : A : 1,72 cm 2, B : 2.000 G(0,2 Wb/m 2, N : 84 lilit, T : 2,92 x 10 -6 Nm, R kumparan putar : 88?, disipasi daya : 88 µW. Tahanan seri RV untuk mendrop tegangan sehingga batas ukur dan skala pengukuran sesuai. Sehingga tahanan total RT = RV + R. Multimeter menggunakan kumparan putar sebagai penggerak jarum penunjuknya.F. Alat Ukur Besi Putar. Alat ukur besi putar memiliki anatomi yang berbeda dengan kumparan putar.

  1. Sebuah belitan kawat dengan rongga tabung untuk menghasilkan medan elektromagnetik.
  2. Gambar-12.
  3. Di dalam rongga tabung dipasang sirip besi yang dihubungkan dengan poros dan jarum penunjuk skala meter.
  4. Jika arus melalui belitan kawat, timbul elektromagnetik dan sirip besi akan bergerak mengikuti hukum tarik menarik medan magnet.

Besarnya simpangan jarum sebanding dengan kuadrat arus yang melevvati belitan. Skala meter bukan linear tetapi jaraknya angka non-linier. Alat ukur besi putar sederhana bentuknya dan cukup handal G. Alat Ukur Elektrodinamik. Alat ukur elektrodinamik memiliki dua jenis belitan kawat, yaitu belitan kawat arus yang dipasang diam dua buah pada magnet permanen, dan belitan kawat tegangan sebagai kumparan putar terhubung dengan poros dan jarum penunjuk gambar-13. Pemasangan Wattmeter dengan notasi terminal 1,2,3 dan 5. Terminal 1-3 terhubung ke belitan arus Wattmeter, terhubung seri dengan beban. Terminal 2 dan 5 terhubung ke belitan tegangan Wattmeter. Terminal 1- 2 dikopel untuk mendapatkan catu tegangan suply tegangan gambar-14.

  1. Pemasangan terminal meter tidak boleh tertukar, karena akibatnya meter tidak berfungsi.
  2. Untuk pengukuran daya besar, dimana arus beban besar dapat digunakan trafo CTuntuk menurunkan arus yang mengalir belitan arus Wattmeter.
  3. Misalkan daya motor 3 phasa 55 kW dengan tegangan 400V akan menarik arus jala-jala 100A.

Kemampuan kWH meter maksimal dilalui arus hanya 10 A, maka digunakan trafo arus CT dengan rating 100/5A agar pengukuran daya motor dapat dilaksanakan. Wattmeter portabel pengawatan dengan beban gambar-15. Ada tiga buah selektor switch, untuk pengaturan amper, pengaturan tegangan dan pemilihan skala batas ukur. Pemasangan Wattmeter dengan notasi terminal 1,2,3 dan 5. Terminal 1-3 terhubung ke belitan arus Wattmeter, terhubung seri dengan beban. Terminal 2-5 terhubung ke belitan tegangan Wattmeter. Terminal 1-2 dikopel untuk mendapatkan catu tegangan suply tegangan gambar-14.

  1. Pemasangan terminal meter tidak boleh tertukar, karena akibatnya meter tidak berfungsi.
  2. Untuk pengukuran daya besar, dimana arus beban besar dapat digunakan trafo CT untuk menurunkan arus yang mengalir belitan arus Wattmeter.
  3. Misalkan daya motor 3 phasa 55 kW dengan tegangan 400V akan menarik arus jala-jala 100A.
You might be interested:  How Long Do Solar Panels Hold Energy?

Kemampuan kWH meter maksimal dilalui arus hanya 10 A, maka digunakan trafo arus CT dengan rating 100/5A agar pengukuran daya motor dapat dilaksanakan. Wattmeter portabel pengawatan dengan beban gambar-15. Ada tiga buah selektor switch, untuk pengaturan amper, pengaturan tegangan dan pemilihan skala batas ukur. Untuk keamanan tempatkan selektor amper dan selector tegangan pada batas ukur tertinggi. Jika jarum penunjuk sudut simpangannya masih kecil baru selektor switch arus atau tegangan diturunkan satu tahap. Sumber : Teknik Listrik Industri, Siswoyo Baca juga : Cara Menentukan Ukuran Tools Atau Die Untuk Proses Ekstrusi, Metode Penyambungan Kabel Fiber Optik, Istilah Kelistrikan Yang Sobat Perlu Tahu

Apa itu alat untuk mengukur listrik?

7. Osciloscope – Osciloscope atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama osiloskop merupakan alat ukur listrik yang bisa digunakan untuk memproyeksikan sinyal listrik ke dalam bentuk grafik. Grafik ini dibuat berdasarkan tegangan listrik terhadap waktu, sehingga terbentuklah gelombang sinyal yang didapat dari suatu rangkaian.

Sangat menarik, bukan? Namun osiloskop termasuk ke dalam alat untuk mengukur listrik mewah dan istimewa, sebab harganya cukup mahal. Selain itu, tidak semua teknisi membutuhkan alat ini. Osiloskop sendiri, umumnya digunakan dalam bidang telekomunikasi. Selain itu, alat ini juga cukup sering ditemukan di laboratorium, serta beberapa tempat lainnya.

Sebab, alat ini cocok digunakan untuk mengukur dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Apa Itu Listrik?

Ilustrasi AVOmeter (Foto: Pixabay) Dalam kehidupan kita, listrik merupakan hal yang paling penting. Listrik digunakan dalam berbagai macam hal mulai dari penerangan alat rumah tangga, otomotif, hingga alat-alat elektronik, Saat ini, listrik bisa dikatakan sebagai kebutuhan utama yang harus ada.

  1. Tanpa adanya listrik, aktivitas manusia zaman sekarang akan terhambat.
  2. Setiap barang yang membutuhkan aliran listrik memiliki tegangan yang berbeda-beda.
  3. Misalnya kebutuhan listrik pada kendaraan dan peralatan rumah tangga memiliki tegangan yang tidak sama.
  4. Ini mempengaruhi dari daya yang dibutuhkan di setiap alatnya.

Apabila Anda ingin mengetahui tegangan listrik di setiap benda, Anda membutuhkan alat pengukur. Alat ukur listrik pun juga terdiri atas berbagai macam tergantung penggunaannya. Jika Anda ingin tahu macam-macam alat untuk mengukur tegangan listrik, berikut daftarnya.

Dilansir dari laman ABC power, ampere meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Biasanya saat memasang amperemeter harus diserikan dengan rangkaian yang sedang diukur arus listriknya. Jika Anda ingin mengukur arus yang lebih kecil, maka alat yang digunakan adalah miliamperemeter, mikroamperemeter, atau galvanometer.

Voltmeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur beda potensial pada tegangan listrik. Cara menggunakan voltmeter adalah memasang secara paralel dengan alat yang beda potensialnya. Voltmeter adalah kebalikan dari amperemeter. Sedangkan untuk nilai tegangan yang lebih kecil, Anda bisa menggunakan milivoltmeter, mikrovoltmeter, nanovoltmeter, sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan.

Jika Anda ingin mengukur hambatan listrik pada rangkaian tertutup, maka alat yang digunakan adalah Ohm meter. Alat ini juga berfungsi mengukur daya untuk menahan mengalirnya arus listrik pada sebuah konduktor. Maka dari itu, alat ini diperlukan untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sebuah hambatan listrik (R), sehingga besaran hambatan listrik dinyatakan dalam Ohm.

You might be interested:  Mengapa Planet-Planet Dalam Tata Surya Bergerak Mengitari Matahari?

Wattmeter merupakan alat untuk mengukur daya listrik (P) yang dinyatakan dalam satuan watt. Alat ini digunakan untuk mengukur daya listrik pada satu sistem arus listrik dengan beberapa kondisi beban seperti: beban DC, beban AC satu phase serta beban AC tiga phase.

  1. Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik (Ohm meter), tegangan (Voltmeter), dan arus listrik (Ampere).
  2. Alat ini terdiri dari dua jenis, yaitu multimeter digital dan multimeter analog.
  3. Dibandingkan multimeter analog, multimeter digital memiliki kelebihan pada tingkat ketelitian yang lebih tinggi dalam pengukuran.

Persamaan dari multimeter tersebut adalah dapat mengukur listrik AC maupun DC. Petugas PLN memeriksa metern listrik pelanggan. Foto: Dok. PLN Tentunya Anda merasa familiar dengan alat yang satu ini karena Kwh Meter seringkali digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besarnya penggunaan daya oleh konsumen.

Bagaimana cara mengukur arus listrik?

Ilustrasi AVOmeter (Foto: Pixabay) Dalam kehidupan kita, listrik merupakan hal yang paling penting. Listrik digunakan dalam berbagai macam hal mulai dari penerangan alat rumah tangga, otomotif, hingga alat-alat elektronik, Saat ini, listrik bisa dikatakan sebagai kebutuhan utama yang harus ada.

  • Tanpa adanya listrik, aktivitas manusia zaman sekarang akan terhambat.
  • Setiap barang yang membutuhkan aliran listrik memiliki tegangan yang berbeda-beda.
  • Misalnya kebutuhan listrik pada kendaraan dan peralatan rumah tangga memiliki tegangan yang tidak sama.
  • Ini mempengaruhi dari daya yang dibutuhkan di setiap alatnya.

Apabila Anda ingin mengetahui tegangan listrik di setiap benda, Anda membutuhkan alat pengukur. Alat ukur listrik pun juga terdiri atas berbagai macam tergantung penggunaannya. Jika Anda ingin tahu macam-macam alat untuk mengukur tegangan listrik, berikut daftarnya.

  • Dilansir dari laman ABC power, ampere meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.
  • Biasanya saat memasang amperemeter harus diserikan dengan rangkaian yang sedang diukur arus listriknya.
  • Jika Anda ingin mengukur arus yang lebih kecil, maka alat yang digunakan adalah miliamperemeter, mikroamperemeter, atau galvanometer.

Voltmeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur beda potensial pada tegangan listrik. Cara menggunakan voltmeter adalah memasang secara paralel dengan alat yang beda potensialnya. Voltmeter adalah kebalikan dari amperemeter. Sedangkan untuk nilai tegangan yang lebih kecil, Anda bisa menggunakan milivoltmeter, mikrovoltmeter, nanovoltmeter, sesuai dengan batas ketelitian yang diinginkan.

Jika Anda ingin mengukur hambatan listrik pada rangkaian tertutup, maka alat yang digunakan adalah Ohm meter. Alat ini juga berfungsi mengukur daya untuk menahan mengalirnya arus listrik pada sebuah konduktor. Maka dari itu, alat ini diperlukan untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sebuah hambatan listrik (R), sehingga besaran hambatan listrik dinyatakan dalam Ohm.

Wattmeter merupakan alat untuk mengukur daya listrik (P) yang dinyatakan dalam satuan watt. Alat ini digunakan untuk mengukur daya listrik pada satu sistem arus listrik dengan beberapa kondisi beban seperti: beban DC, beban AC satu phase serta beban AC tiga phase.

  • Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik (Ohm meter), tegangan (Voltmeter), dan arus listrik (Ampere).
  • Alat ini terdiri dari dua jenis, yaitu multimeter digital dan multimeter analog.
  • Dibandingkan multimeter analog, multimeter digital memiliki kelebihan pada tingkat ketelitian yang lebih tinggi dalam pengukuran.

Persamaan dari multimeter tersebut adalah dapat mengukur listrik AC maupun DC. Petugas PLN memeriksa metern listrik pelanggan. Foto: Dok. PLN Tentunya Anda merasa familiar dengan alat yang satu ini karena Kwh Meter seringkali digunakan oleh pihak PLN untuk menghitung besarnya penggunaan daya oleh konsumen.