Apakah Yang Dimaksud Dengan Tenaga Tektonisme?

Apakah Yang Dimaksud Dengan Tenaga Tektonisme
Home Umum Apa yang dimaksud dengan Tektonisme Umum admin — February 10, 2022 10:15 am · Comments off Yang dimaksud dengan Tektonisme adalah peristiwa pergeseran dan perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi, baik vertikal maupun horizontal sehingga mengakibatkan adanya lipatan, patahan, dan tektonik lempeng.

Apa yang dimaksud dengan tenaga tektonik?

Dampak Tenaga Tektonik – Tenaga Tektonik dapat berdampak positif dan negatif bagi kehidupan.1. Dampak Positif Ditemukan nya kantong-kantong minyak dan gas alam dilipatan-lipatan dan sesar-sesar batuan pada kondisi tertentu. 2. Damapak Negatif Timbulnya bencana alam seperti gempa, dan tanah longsor.

  1. Esimpulan nya Tektonisme atau tenaga tektonik merupakan tenaga geologi yang berasal dari dalam bumi dengan arah vertikal atau horizontal yang mengakibatkan perubahan letak lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi.
  2. Proses ini menghasilkan lipatan dan patahan, baik dalam ukuran besar maupun ukuran kecil.

dan mempunyai dampak positif dan negatif dari yang ditimbulkan tenaga tektonik. Itu lah lebih kurang nya penjelasan dari Tenaga Tektonik Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih. Baca Juga Artikel Lainnya :

Gempa Bumi Tenaga Endogen Tenaga Eksogen Tenaga Vulkanik

Apa yang dimaksud dengan tektonisme?

Jenis-jenis Tektonisme – Tektonisme merupakan satu hal yang dapat mempengaruhi atau merubah letak (dislokasi) maupun bentuk (deformasi) kulit Bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwasannya permukaan Bumi terbentuk dari lapisan- lapisan yang kita sebut sebagai litosfer.

Ulit Bumi memiliki ketebalan yang relatif sangat tipis sehingga mudah sekali untuk pecah menjadi potongan- potongan kulit Bumi yang beraturan yang disebut dengan lempeng tektonik atau Tectonic Plate. Gerakan tektonik merupakan oergerakan lempeng- lempeng tektonik dari kulit Bumi secara horizontal meupun secara vertikal karena adanya pengaruh arus konveksi dari lapisan yang berada di bawahnya.

Tahukah kita bahwa tektonisme ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis? Kita akan mengetahui apa saja jenis- jenis atau pembagian tektonisme ini. Berikut ini merupakan pembagian dari tektonisme.

Gerak Epirogenetik

Jenis dari tektonisme yang pertama adalah gerak epirogenetik. Gerak epirogenetik merupakan gerak lapisan kerak Bumi yang relatif lambat dan terjadi dalam waktu yang relatif lama. Gerak epirogenetik ini juga meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenetik ini pernah terjadi di dunia dan menimbulkan suatu persitiwa besar, contohnya adalah tenggelamnya benua Gondwana menjadi Sesar Hindia.

Epirogenetik positif

Gerak epirogenetik posotif merupakan gerak turunnya daratan (baca: ekosistem darat ) sehingga kelihatannya permukaan air laut yang bergerak naik. Sebagai contoh adalah turunnya pulau- pulai di Indonesia bagian timur, yakni Kepulauan Maluku Barat Daya hingga ke Pulai Banda.

Epirogenetik Negatif

Jenis gerak epirogenetik yang selanjutnya adalah gerak epirogenetik negatif. Yang dimaksud dengan gerak epirogeteik negatif ini adalah gerak naiknya daratan sehingga akan kelihatannya permukaan air yang menyusut. Gerak epirogenetik negatif ini merupakan lawan dari gerak epirogenetik positif.

Gerak Orogenetik

Jenis dari gerakan tektonisme yang kedua adalah gerak orogenetik. Gerakan orogenetik ini sangat berkaitan dengan pegunungan. Adapun yang dimaksud dengan gerak orogenetik ini adalah proses pembentukan pegunungan. Proses gerak orogenetik ini meliputi area yang relatif sempit dan terjadi dalam waktu yang singkat.

Dari pengertian ini kita menyadari bahwasannya gerak orogenetik ini berlawanan dengan gerak yang sebelumnya, yakni gerak epirogenetik baik dalam luas area dan juga waktu berlangsungnya gerakan tersebut. Contoh dari gerakan orogenetik ini misalnya adalah pembentukan pegunungan- pegunungan yang ada di Bumi, seperti Pegunungan Andes, Pegunungan Rocky, Pegunungan Sirkum Mediterania dan juga Pegunungan Alpen.

Gerakan orogenetik ini dapat menyebabkan tekanan horizontal dan juga vertikal di kulit Bumi. Gerak orogenetik ini juga bisa menyebabkan terjadinya dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit Bumi, seperti lipatan dan juga patahan. Adapun penjelasan dari lipatan dan juga patahan adalah sebagai berikut:

You might be interested:  How Much Money Can You Make From Solar Panels?

Lipatan atau Folded Process

Proses lipatan atau folded process merupakan suatu bentukan kulit Bumi yang berbentuk lipatan atau gelombang yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari dua arah yang berlawanan sehingga lapisan- lapisan batuan di sekitar daerah tersebu terlipat dan juga membentuk puncak lipatan atau antiklin dan lembah lipatan atau sinklin.

Patahan atau Fault Process

Bentuk dari gerak orogenetik yang selanjutnya adalah proses patahan atau Fault Process. Proses patahan atau Fault Process akan terjadi ketika lempang yang membentuk kerak Bumi bergerak dan juga saling berdekatan. Gerakan ini akan memberi tegangan yang sangat besar sampai akhirnya memecahkan batuan.

Tempat batuan tersebut pecah dan disebut dengan patahan atau Fault, dan alur akibat pecahnya batuan tersebut disebut dengan alur patahan. Alur patahan yang besar ini dapat sampai ke bantuan di bawah tanha yang dalam dan juga merentang di sepanjang benua. Patahan ini dapat terjadi karena beberapa sebab, selain gempa Bumi, patahan dapat terjadi karena adanya tenaga endogen yang mempunyai arah mendatar dan juga saling menjauh satu sama lain sehingga pada bongkahan batuan terjadi retakan- retakan dan pada akhirnya patah membentuk bagian yang merosot (graben atau slenk) dan juga bagian yang menonjol atau horst.

Bentuk gerakan inilah yang menjadikan patahan ini terdiri atas berbagai macam. Adapun macam- macam patahan adalah sebagai berikut:

  • Sesar naik da sesar turun, yaitu patahan yang pada bagian atap sesarnya bergeser turun terhadap alas sesarnya disebut dengan sesar turun. Sementara patahan yang bagian atap sesarnya bergerak ke atas disebut dengan sesar naik.
  • Graben dan Horst, yaitu patahan yang berbentuk jalur batuan pada dua bidang sesar yang hampir sejajar, sempit, dan juga panjang. Sementara patahan yang bagiannya meninggi, sehingga muncul pada daerah di sekitarnya disebut dengan horst.
  • Sesar mendatar, yaitu patahan berbentuk tegak lurus yang bergeser secara horizontal, tetapi ada sedikit yang bergeser secara vertikal.

Itulah penjelasan masing- masing jenis patahan. Salah satu bentuk relief geologis yang terkenal di dunia adalah Patahan San Andreas yang membelah Pantai Pasifik di California, Amerika Serikat. Panjang patahan horizontal ini sejau kurang lebih 1.200 km.

Apa saja hasil dari pergerakan tektonisme?

Ilustrasi Pengertian Tektonisme. Sumber: Cottonbro-Pexels.com Secara sederhana, pengertian tektonisme adalah gerakan yang diakibatkan dari tenaga bumi. Samadi (2007: 78) dalam bukunya yang berjudul Geografi 1 SMA Kelas X menjelaskan bahwa tektonisme merupakan salah satu wujud dari tenaga endogen, yakni tenaga yang berasal dari dalam bumi.

  • Ada dua jenis tektonisme.
  • Mari simak selengkapnya, di sini! Tektonisme adalah tenaga endogen yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi.
  • Tektonisme dapat terjadi secara vertikal (ke atas atau ke bawah) serta secara horizontal (mendatar).
  • Biasanya, hasil dari pergerakan tektonisme adalah adanya lipatan atau patahan baik pada darat maupun laut.
You might be interested:  Cara Menghidupkan Baterai Hp Yang Mati?

Hal ini tergantung dari lokasi terjadinya tektonisme. Berdasarkan gerakannya, tektonisme terbagi menjadi dua, yakni tektonisme epirogenesa dan tektonisme orogenesa. Ilustrasi Tektonisme. Sumber: Lpi.usra.edu Tektonisme Epirogenesa adalah istilah untuk proses naik turunya permukaan bumi karena tenaga endogen yang lambat.

Epirogenesa positif, gerakan ini menyebabkan turunnya lapisan permukaan bumi. Epirogenesa negatif, gerakan ini menyebabkan naiknya permukaan bumi.

Selain epirogenesa, ada juga tektonisme orogenesa, Tektonisme orogenesa adalah gerakan akibat tenaga endogen yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya, orogenesa terjadi pada wilayah sempit dan dipengaruhi oleh pelipatan atau kompresi. Salah satu akibat dari gerakan ini adalah terbentuknya pegunungan.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat dipahami bahwa tektonisme merupakan peristiwa geografi berupa pergerakan akibat tenaga dari dalam bumi. Yups! Salah satu dampak dari gerakan tersebut adalah terjadinya longsor, gempa bumi, bahkan tsunami. Demikian dapat dipahami bahwa tektonisme dapat memberi dampak bencana alam.

Namun, di sisi lain tektonisme juga dapat menciptakan pegunungan, perbukitan, serta munculnya mineral dari dalam bumi yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Sekian pembahasan mengenai pengertian tektonisme, sampai jumpa di pembahasan geografi yang lainnya! (AA)

Apa saja jenis-jenis tektonisme?

Jenis-jenis Tektonisme – Tektonisme merupakan satu hal yang dapat mempengaruhi atau merubah letak (dislokasi) maupun bentuk (deformasi) kulit Bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwasannya permukaan Bumi terbentuk dari lapisan- lapisan yang kita sebut sebagai litosfer.

Kulit Bumi memiliki ketebalan yang relatif sangat tipis sehingga mudah sekali untuk pecah menjadi potongan- potongan kulit Bumi yang beraturan yang disebut dengan lempeng tektonik atau Tectonic Plate. Gerakan tektonik merupakan oergerakan lempeng- lempeng tektonik dari kulit Bumi secara horizontal meupun secara vertikal karena adanya pengaruh arus konveksi dari lapisan yang berada di bawahnya.

Materi Tenaga Pembentuk Muka Bumi – Tenaga Endogen – Tektonisme

Tahukah kita bahwa tektonisme ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis? Kita akan mengetahui apa saja jenis- jenis atau pembagian tektonisme ini. Berikut ini merupakan pembagian dari tektonisme.

Gerak Epirogenetik

Jenis dari tektonisme yang pertama adalah gerak epirogenetik. Gerak epirogenetik merupakan gerak lapisan kerak Bumi yang relatif lambat dan terjadi dalam waktu yang relatif lama. Gerak epirogenetik ini juga meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenetik ini pernah terjadi di dunia dan menimbulkan suatu persitiwa besar, contohnya adalah tenggelamnya benua Gondwana menjadi Sesar Hindia.

Epirogenetik positif

Gerak epirogenetik posotif merupakan gerak turunnya daratan (baca: ekosistem darat ) sehingga kelihatannya permukaan air laut yang bergerak naik. Sebagai contoh adalah turunnya pulau- pulai di Indonesia bagian timur, yakni Kepulauan Maluku Barat Daya hingga ke Pulai Banda.

Epirogenetik Negatif

Jenis gerak epirogenetik yang selanjutnya adalah gerak epirogenetik negatif. Yang dimaksud dengan gerak epirogeteik negatif ini adalah gerak naiknya daratan sehingga akan kelihatannya permukaan air yang menyusut. Gerak epirogenetik negatif ini merupakan lawan dari gerak epirogenetik positif.

You might be interested:  Planet Didalam Tata Surya Yang Mempunyai Cincin Tebal Ialah?

Gerak Orogenetik

Jenis dari gerakan tektonisme yang kedua adalah gerak orogenetik. Gerakan orogenetik ini sangat berkaitan dengan pegunungan. Adapun yang dimaksud dengan gerak orogenetik ini adalah proses pembentukan pegunungan. Proses gerak orogenetik ini meliputi area yang relatif sempit dan terjadi dalam waktu yang singkat.

Dari pengertian ini kita menyadari bahwasannya gerak orogenetik ini berlawanan dengan gerak yang sebelumnya, yakni gerak epirogenetik baik dalam luas area dan juga waktu berlangsungnya gerakan tersebut. Contoh dari gerakan orogenetik ini misalnya adalah pembentukan pegunungan- pegunungan yang ada di Bumi, seperti Pegunungan Andes, Pegunungan Rocky, Pegunungan Sirkum Mediterania dan juga Pegunungan Alpen.

Gerakan orogenetik ini dapat menyebabkan tekanan horizontal dan juga vertikal di kulit Bumi. Gerak orogenetik ini juga bisa menyebabkan terjadinya dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit Bumi, seperti lipatan dan juga patahan. Adapun penjelasan dari lipatan dan juga patahan adalah sebagai berikut:

Lipatan atau Folded Process

Proses lipatan atau folded process merupakan suatu bentukan kulit Bumi yang berbentuk lipatan atau gelombang yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari dua arah yang berlawanan sehingga lapisan- lapisan batuan di sekitar daerah tersebu terlipat dan juga membentuk puncak lipatan atau antiklin dan lembah lipatan atau sinklin.

Patahan atau Fault Process

Bentuk dari gerak orogenetik yang selanjutnya adalah proses patahan atau Fault Process. Proses patahan atau Fault Process akan terjadi ketika lempang yang membentuk kerak Bumi bergerak dan juga saling berdekatan. Gerakan ini akan memberi tegangan yang sangat besar sampai akhirnya memecahkan batuan.

Tempat batuan tersebut pecah dan disebut dengan patahan atau Fault, dan alur akibat pecahnya batuan tersebut disebut dengan alur patahan. Alur patahan yang besar ini dapat sampai ke bantuan di bawah tanha yang dalam dan juga merentang di sepanjang benua. Patahan ini dapat terjadi karena beberapa sebab, selain gempa Bumi, patahan dapat terjadi karena adanya tenaga endogen yang mempunyai arah mendatar dan juga saling menjauh satu sama lain sehingga pada bongkahan batuan terjadi retakan- retakan dan pada akhirnya patah membentuk bagian yang merosot (graben atau slenk) dan juga bagian yang menonjol atau horst.

Bentuk gerakan inilah yang menjadikan patahan ini terdiri atas berbagai macam. Adapun macam- macam patahan adalah sebagai berikut:

  • Sesar naik da sesar turun, yaitu patahan yang pada bagian atap sesarnya bergeser turun terhadap alas sesarnya disebut dengan sesar turun. Sementara patahan yang bagian atap sesarnya bergerak ke atas disebut dengan sesar naik.
  • Graben dan Horst, yaitu patahan yang berbentuk jalur batuan pada dua bidang sesar yang hampir sejajar, sempit, dan juga panjang. Sementara patahan yang bagiannya meninggi, sehingga muncul pada daerah di sekitarnya disebut dengan horst.
  • Sesar mendatar, yaitu patahan berbentuk tegak lurus yang bergeser secara horizontal, tetapi ada sedikit yang bergeser secara vertikal.

Itulah penjelasan masing- masing jenis patahan. Salah satu bentuk relief geologis yang terkenal di dunia adalah Patahan San Andreas yang membelah Pantai Pasifik di California, Amerika Serikat. Panjang patahan horizontal ini sejau kurang lebih 1.200 km.