Bagaimana Merencanakan Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Yang Tepat?

Bagaimana Merencanakan Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Yang Tepat
Proses Perencanaan Tenaga Kerja

  1. Menetapkan Tujuan Perencanaan. Perencanaan tenaga kerja dilakukan dengan menyesuaikan arah rencana perusahaan.
  2. Memetakan SDM.
  3. Menghitung Kebutuhan SDM.
  4. Menetapkan Rencana Tenaga Kerja.
  5. Rekrutmen.
  6. 6. Memonitor Kesenjangan Keterampilan.
  7. 7. Mengadakan Pelatihan.
  8. 8. Evaluasi.

Meer items

Apa itu perencanaan kebutuhan jumlah tenaga kerja?

Perencanaan tenaga kerja merupakan kegiatan penentuan jumlah dan jenis tenaga kerja yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk masa yang akan datang.

Apa saja perencanaan tenaga kerja?

Perencanaan tenaga kerja (manpower planning) adalah proses memperkirakan jumlah optimal orang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, tugas atau tujuan dalam waktu tertentu. Perencanaan tenaga kerja mencakup parameter seperti jumlah personil, berbagai jenis keterampilan, jangka waktu dll.

Ini adalah proses berkesinambungan untuk memastikan bahwa bisnis memiliki sumber daya yang dioptimalkan dengan mempertimbangkan proyek mendatang. Hal ini juga disebut sebagai Perencanaan Sumber Daya Manusia, Bisnis yang besar seringkali meramalkan peluang-peluang yang akan datang. Jika peluang ini direalisasikan sehingga menjadi bisnis, tentunya organisasi ataupun perusahaan akan membutuhkan tenaga kerja untuk mulai mengerjakannya.

Tetapi yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa perusahaan harus mempekerjakan sejumlah tenaga kerja untuk memulai dan mengakhiri proyek dengan tepat waktu. Perencanaan tenaga kerja (manpower planning) juga mencakup seperti bagaimana dan kapan karyawan baru akan diperoleh.

Seluruh proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan tujuan organisasi, prediksi masa depan untuk bisnis dan perubahan tren teknologi. Ini membantu organisasi mempersiapkan keberlangsungan bisnis di masa depan dengan tenaga kerja yang tepat yang dimiliki. Diagram di atas menunjukkan proses perencanaan tenaga kerja yang tergantung pada tujuan bisnis.

Prosesnya dapat diuraikan secara rinci di bawah ini.

Mengapa suatu perusahaan memerlukan perencanaan dalam mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja?

Memenuhi kebutuhan SDM dan mencegah kekosongan jabatan – Alasan utama perencanaan SDM adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan. Menghitung kebutuhan personil ( headcount ) di setiap divisi serta mengenali jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan, akan membantu mencegah kekosongan jabatan.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia?

Abstract – Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat seiring dengan meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset organisasi yang tidak tergantikan. Kecanggihan dan kemajuan teknologi menjadi tidak berarti jika tidak ada unsur manusia di dalamnya.

  1. Ualitas SDM yang seperti apa dan dalam jumlah (kuantitas) berapa suatu organisasi/perusahaan harus merekrut dan mempekerjakannya, perlu adanya sistem perencanaan SDM yang baik dan terpercaya.
  2. Perencanaan SDM merupakan upaya memproyeksikan berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan saat ini dan masa datang.
You might be interested:  What Is An Advantage Of Solar Energy?

Semua organisasi harus menentukan masa depannya dengan berbagai rencana yang relevan dengan tuntutan jaman. Pada era seperti sekarang ini, masa depan sangat sukar diprediksi karena perubahan yang terjadi sangat cepat. Pada kondisi lingkungn bisnis yang kompetitif, kehidupan organisasi dituntut untuk terus bergerak mengikuti arus perubahan yang sangat cepat dan massif.

Dalam konteks ini, perencanaan SDM menjadi lebih penting bagi perusahaan karena globalisasi, teknologi baru, dan proses restrukturisasi organisasi selalu membayangi kehidupan organisasi. Agar dalam pelaksanaan perencanaan SDM bisa berhasil, sedikitnya terdapat empat aspek perencanaan SDM yang harus diperhatikan/dilakukan yaitu: (1) berapa proyeksi jumlah karyawan yang dibutuhkan ( forecasting of employees ), (2) melakukan identifikasi SDM yang tersedia dalam organisasi ( human resource audit ), (3) melakukan analisis keseimbangan penawaran dan permintaan ( demand and suplay analysis ), (4) menjalankan program aksi ( action program ).

Meramalkan Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja

Kata kunci: perencanaan SDM, organisasi. DOI: https://doi.org/10.21831/informasi.v2i2.6197

Apakah yang dimaksud dengan perencanaan ketenagakerjaan?

Perencanaan Tenaga Kerja – Setelah kita bersama-sama membahas tentang pengertian ketenagakerjaan, apa itu tenaga kerja, dan pengelompokannya. Pada bagian ini kita akan mendalami lebih jauh tentang perencanaan tenaga kerja di Indonesia. Perencanaan tenaga kerja bertujuan untuk melakukan rencana ketenagakerjaan secara sistematis yang nantinya dapat dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan, strategi, dan program pembangunan ketenagakerjaan lainnya secara berkesinambungan.

Pemerintah Indonesia dalam hal penetapan kebijakan dan penyusunan progran perencanaan tenaga kerja melakukan pengelompokan menjadi dua kelompok. Perencanaan pekerja makro dan perencanaan pekerja mikro. Hal ini disusun berdasarkan analisa dan rangkaian data yang relevan dan dihimpun dalam informasi ketenagakerjaan.

Informasi ketenagakerjan sendiri dihimpun baik itu berasal dari pemerintah maupun swasta yang memiliki unsur-unsur penting dalam perencanaan tenaga kerja.

Bagaimana menentukan kebutuhan jumlah SDM?

Yaslis & Kesehatan Masyarakat PEDOMAN SOFTWARE HITUNG SDM METODA ILYAS, Yaslis Ilyas 1. Kenapa Sofware ini dibutuhkan? Menghitug kebutuhan SDM organisasi yang padat karya merupakan suatu hal yang penting tapi sekaligus juga sangat sulit. Banyak para manager SDM maupun manager Divisi, Bagian dan Unit kesulitan ketika ditanya: “Berapakah jumlah SDM yang dibutuhkan untuk menghasilkan target produk atau jasa di unit saudara”?.

Untuk menjawab pertanyaan ini Metoda Ilyas memberikan alternatif solusi yang tepat, akurat dan mudah diterapkan. Metoda ini dapat menghitung kebutuhan SDM dengan cepat dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga menghasilkan informasi yang dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan manajemen.2. Apakah dasar pemikiran menghitung SDM? Dasar pemikiran penghitungan SDM adalah kemampuan seorang manajer menghitung dengan tepat beban kerja organisasi untuk mencapai target ditentukan.

Ada beberapa metoda imiah yang telah dikembangkan para ahli seperti: Work Sampling, Time and Motion Study dan Daily Log tetapi semua metoda mempunyai kelemahan karena tidak mampu memberikan informasi secara cepat, akurat, murah dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen.

Metoda Work Sampling dan Time and Motion Study secara ilmiah bagus dan validitas dan reabilitasnya baik, tetapi kompleks, mahal dan perlu waktu yang lama. Adapun, Daily Log dari aspek validitas dan reabilitas sulit diterima karena tingkat biasnya tinggi.3. Adakah Opsi lain menghitung SDM? Metoda Ilyas memberikan solusi terbaik untuk menghitung kebutuhan SDM organisasi dengan mudah, murah, cepat dan tepat.

Secara ilmiah hasil perhitungan kebutuhan SDM dengan Metoda Ilyas memiliki tingkat validitas dan reabilitas yang tinggi dan telah diuji coba baik oleh sejumlah institusi dengan hasil yang dapat dipercaya oleh manajemen organisasi. Disamping itu, Metoda Ilyas juga digunakan oleh sejumlah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia sebagai metoda menghitung SDM dalam Tesis mereka untuk meraih gelar Master Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Master Administrasi Rumah Sakit.4.

You might be interested:  How Much Cost Solar Panel Home?

Apakah Dasar Pemikiran Metoda Ilyas? Kebutuhan SDM dasarnya adalah mengetahui secara benar beban kerja setiap unit atau setiap SDM di organisasi. Untuk mengetahui beban kerja organisasi dibutuhkan sejumlah data dan informasi yang akurat yang berasal dari personel ahli atau kompeten di organisasi itu sendiri yang telah melakukan transaksi bisnis ribuan kali sehingga dengan tepat dapat mengetahui jenis, jumlah dan waktu kerja yang dibutuhkan.

Sebagai contoh: seorang ahli teknologi informasi mempunyai sejumlah transaksi bisnis setiap hari seperti: membuat program selama 2,5 jam per hari dan membutuhkan waktu 45 menit menangani setiap komplain konsumen dan sejumlah transaksi bisnis lainnya.

  • Untuk menghitung kebutuhan SDM organisasi dibutuhkan informasi yang akurat tentang hal berikut:
  • a. Kejelasan transaksi bisnis setiap SDM
  • b. Kejelasan waktu yang dibutuhkan untuk setiap transaksi bisnis SDM
  • c. Jenis dan jumlah transaksi bisnis per hari, per minggu, per bulan atau per tahun
  • d. Jumlah jam kerja efektif per hari setiap SDM di organisasi
  • e. Jumlah hari kerja efektif dalam setahun organisasi

6. Bagaimana Formula Hitung SDM Metoda Ilyas? Formula dapat bekerja dengan baik dengan syarat Manager dapat menentukan dengan akurat jenis, jumlah dan waktu transaksi bisnis dan tidak terjadi duplikasi kegiatan. Manager dapat menghitung beban kerja setiap SDM perhari dalam satuan waktu menit atau jam per hari kerja.

  • Dengan mengetahui komponen tersbut dapat dkembangkan formula menghitung SDM per hari sebagai berikut: Kebutuhan SDM/hari =,
  • § B.K i-j = Jenis Beban Kerja § J.T.
  • = Jumlah Transaksi per hari § W.T.= Waktu yang dibutuhkan untuk setiap jenis Transaksi § J.K.E = Jam kerja efektif SDM per hari Kebutuhan Total SDM/tahun akan dihitung dengan memperhatikan hari kerja efektif pertahun dan diperlukannnya tenaga cadangan pada pola kerja yang menggunakan tiga shift kelompok kerja seperti Satpam, Perawat dan Kasir Rumah sakit.
You might be interested:  Apa Latar Belakang Tercetusnya Ide Pembangkit Listrik Tenaga Surya?

Contoh perhitungan tenaga perawat: (Contoh: 2 kegiatan) Σ B.K i-j = T. T x V.T. Ket: B.K i-j = Beban Kerja memandikan pasien & penyuluhan pasien • T.T. i-j = memandikan pasien = 20′ & penyuluhan pasien = 15′ • V.T. i-j = Volume Transaction = 10 pasien

  1. • B.K i-j = (20′ x2x 10)+(15 x 10) = 550 menit
  2. Tenaga Perawat Yang Dibutuhkan
  3. Σ Tenaga/hr = Beban kerja : Wkt kerja/hr
  4. Σ Tenaga/hr = 3500 menit : 420‘/hari = 8,3
  5. Σ Tenaga (hr kerja efektif 273)= (8,3)+(92/273×8,3)= 11 + 4 (cadangan)= 15 orang
  6. Σ Tenaga (hr kerja efektif 255) = (8,3)+(110/255×8,3)= 12+4 (cadangan)= 16 orang
  7. Dengan demikian, kunci utama menghitung tenaga adalah kemampuan identifikasi jenis-jenis, jumlah transaksi bisnis, waktu transaksi dan jam kerja produktif pegawai.

Untuk jelasnya dapat dibaca pada petunjuk teknis penggunaan Software Hitung SDM Metoda Ilyas, dengan mengikuti Lokakarya, silahkan lihat kategori training, Terima kasih. DR.Yaslis Ilyas, DRG. MPH adalah Direktur Yaslis Institute lembaga T raining, Workshop, Consultant & Research Human Resource, Health, Hospital, Insurance Management Telp (021)7863478 & Fax (021)7864974 ; HP 081 116 749, email: yaslis­­[email protected] ; Blog : yaslis-Institute.co,cc : Yaslis & Kesehatan Masyarakat

Seperti apakah syarat perencanaan yang baik?

Syarat-syarat perencanaan adalah sebagai berikut. Memiliki tujuan yang jelas. Bersifat sederhana (simple), dalam arti tidak muluk-muluk sehingga tidak terlalu sulit dalam pelaksanaannya. Memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berubah sesuai perkembangan yang ada.

  1. Memiliki keseimbangan, yaitu keselarasan tanggung jawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
  2. Memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna.
  3. Dengan demikian, ada enam syarat yang harus dipenuhi dalam perencanaan.

– Syarat-syarat perencanaan adalah sebagai berikut.

Memiliki tujuan yang jelas. Bersifat sederhana (simple), dalam arti tidak muluk-muluk sehingga tidak terlalu sulit dalam pelaksanaannya. Memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berubah sesuai perkembangan yang ada. Memiliki keseimbangan, yaitu keselarasan tanggung jawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan. Memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna.

Dengan demikian, ada enam syarat yang harus dipenuhi dalam perencanaan.

Langkah Langkah awal dalam perencanaan di bidang kepegawaian merupakan pengertian dari?

1. Menetapkan syarat dan klasifikasi tenaga kerja – Langkah pertama dalam kepegawaian adalah merencanakan inventaris tenaga kerja yang dibutuhkan oleh suatu kekhawatiran untuk menyesuaikannya dengan persyaratan dan tuntutan pekerjaan. Oleh karena itu, ini melibatkan peramalan dan penentuan kebutuhan tenaga kerja di masa depan yang menjadi perhatian.