Bahan Baku Pembuatan Baterai Yang Ramah Lingkungan?

Bahan Baku Pembuatan Baterai Yang Ramah Lingkungan
bahan baku pembuatan baterai yang ramah lingkungan adalah? ​ Lithium Iron Phosphate merupakan Alternatif Bahan baterai Lithium-Ion yang lebih ramah lingkungan. mksh poinnya

c. mikroalga kak yang benar

Jawaban: Lithium Iron Phosphate merupakan baterai ramah Penjelasan: SMG membantu

: bahan baku pembuatan baterai yang ramah lingkungan adalah? ​

Bahan baku baterai apa saja?

Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik – Baterai yang digunakan pada terbuat dari sejumlah bahan baku seperti kobalt dan nikel.Indonesia disebut mempunyai cadangan nikel yang sangat banyak dan diprediksi dapat mengambil peran strategis dalam perkembangan kendaraan listrik.

  1. Nikel merupakan hasil tambang yang termasuk kategori logam bernilai tinggi.
  2. Nikel tercipta dari hasil sisa tumbuhan atau makhluk hidup yang terpendam di tanah sejak jutaan tahun lalu.
  3. Logam berwarna keperakan ini punya sifat yang alot tapi mudah dibentuk, serta tahan karat.
  4. Tanah air disebut sebagai negara penghasil biji nikel terbesar di dunia.

Produksi nikel dunia mencapai 2.668.000 ton Ni pada tahun 2019 dan Indonesia menyumbang 800.000 ton Ni.Dari angka tersebut bisa dihitung jika Indonesia menjadi negara penghasil nikel terbesar. Nikel juga menjadi bahan baku baterai lithium yang dipakai pada telepon genggam atau peralatan elektronik lainnya.

Apakah teknologi baterai lithium merupakan teknologi yang ramah lingkungan?

Pemanfaatan Baterai Lithium dalam Kendaraan Listrik – ITS News Oleh : itsuna | | Source : ITS Online CEO PT Batex Energi Mandiri Rina Wiji Astuti ST MT saat memaparkan materinya dalam acara webinar SRE ITS x Anargya: Electric Vehicle Integrated with Renewable Energy Kampus ITS, ITS News – Pertumbuhan kendaraan bermotor dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selalu meningkat setiap tahunnya.

Penggunaan BBM yang tidak ramah lingkungan mendorong munculnya inovasi kendaraan listrik dengan teknologi baterai. Maka dari itu, Society Renewable Energy (SRE) dan Tim Anargya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi untuk memberikan edukasi pemanfaatan baterai Lithium, Sabtu (12/2). CEO PT Batex Energi Mandiri, Rina Wiji Astuti ST MT mengungkapkan kendaraan listrik menggunakan baterai Lithium sebagai sistem utama penyimpanan energinya.

Baterai Lithium-ion atau yang biasa dikenal dengan baterai Li-ion merupakan baterai yang bisa dicas ulang. Baterai Lithium memiliki banyak jenis sesuai dengan kandungan material aktifnya. “Misalnya baterai LFP yang mengandung ion Lithium, besi, dan fosfat,” jelasnya.

  • Baterai Lithium memiliki proses produksi menggunakan metode sederhana untuk sintesis material aktifnya.
  • Serta dapat didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan dan menekan biaya produksi.
  • Selain itu, baterai Lithium juga memiliki performa yang baik karena densitas energi lebih tinggi dari baterai lainnya, aman, dan umur pakai panjang.

Oleh karena itulah, baterai Lithium sangat andal untuk dipakai dalam sistem penyimpanan energi dan kendaraan listrik. Lebih lanjut, Rina memaparkan, sesuai dengan Perjanjian Paris, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan hingga 23 persen di tahun 2025 sehingga potensi pasar untuk baterai Lithium sangat besar.

Untuk sektor industri dan energi grid, baterai dapat dipakai untuk sistem penyimpanan energi portabel, energi terbarukan, dan penyimpanan energi stasioner. “Ada juga potensi besar di sektor alat elektronik, konsumsi, dan transportasi,” ujarnya. Alasan penggunaan baterai Lithium Saat ini, terdapat permintaan baterai Lithium sebesar 29 GWh atau setara dengan kebutuhan listrik Jakarta selama satu tahun.

Sayangnya sebagian besar baterai yang ada di Indonesia adalah produk impor karena negara ini masih kekurangan tenaga ahli, teknologi, dan modal sehingga belum ada perusahaan lokal untuk produksi baterai Lithium. Menurut sarjana Teknik Industri ini, tantangan terbesar dalam pengembangan baterai Lithium adalah produk baterai yang harus selalu berkembang.

Tumbuhnya kendaraan listrik di Indonesia juga menjadikan pasar produsen baterai Lithium lebih kecil dibandingkan pesaing. Sehingga diperlukan usaha besar untuk mengedukasi dan menarik minat masyarakat. Di samping itu, investasi untuk baterai Lithium tidaklah sedikit sehingga diperlukan sikap optimis akan berkembangnya bisnis baterai Lithium.

Rina melanjutkan PT Batex Energi Mandiri sebagai startup manufaktur baterai Lithium pertama di Indonesia menggunakan seluruh sumber dayanya dari dalam negeri mulai dari material hingga tenaga kerja. Batex telah memproduksi baterai Lithium jenis LFP yang sangat aman, tahan lama, stabil di suhu tinggi, dan ekonomis.

“Sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia,” ujar alumnus Universitas Sebelas Maret ini. Tak lupa, Rina berpesan pada para mahasiswa untuk fokus terhadap bidang-bidang riset yang diminati. Baterai Lithium memiliki banyak bidang yang dapat dikembangkan mulai dari material baterai yang bisa diperluas jangkauannya hingga sistem manajemen baterai yang belum ada di indonesia.

“Bisa untuk riset sekaligus hilirisasi industri,” tutupnya. (*) Reporter: Dian Nizzah Fortuna Redaktur: Najla Lailin Nikmah : Pemanfaatan Baterai Lithium dalam Kendaraan Listrik – ITS News

Baterai lithium dari apa?

Kenapa harga mobil listrik mahal? Sederhananya karena bahan baku baterai lithium yang digunakannya tak bisa diperoleh sembarangan. Mesti ditambang kemudian diproses dengan tahap yang cukup panjang. Tapi satu hal yang pasti, Indonesia memiliki stok begitu melimpah. Bahan Baku Pembuatan Baterai Yang Ramah Lingkungan Ilustrasi baterai lithium mobil listrik. (Foto: Wikimedia) Mayoritas mobil atau motor listrik yang beredar saat ini menggunakan baterai lithium yang berfungsi untuk menyimpan energinya. Baterai menjadi komponen inti dan bisa dibilang ‘nyawa’ dari kendaraan listrik.

You might be interested:  Bagaimana Listrik Dihasilkan Dari Tenaga Air?

Faktanya, harga baterai mobil listrik bisa memakan biaya 10% sampai 50% dari harga keseluruhan mobil tersebut. Baterai yang dibicarakan di sini beda dengan baterai yang menempel pada kendaraan bermesin pembakaran internal. Baterai pada kendaraan semacam ini yang kerap disebut aki fungsinya sebatas starting, lighting, dan ignition (SLI).

Kendaraan listrik membutuhkan baterai yang lebih canggih atau lebih kuat untuk bisa membawanya melaju jarak jauh. Baterai lithium pada kendaraan listrik terbuat dari sejumlah bahan baku, antara lain kobalt. Namun, yang saat ini sedang jadi perbincangan hangat adalah nikel.

Indonesia disebut-sebut memiliki cadangan nikel dalam jumlah sangat besar dan diprediksi bisa mengambil peran strategis dalam perkembangan kendaraan listrik ke depan. Sebagian Carmudian mungkin lantas bertanya-tanya, memang seberapa banyak stok nikel yang dimiliki Indonesia? Asal tahu saja, saat ini Indonesia bisa dibilang salah satu produsen bijih nikel terbesar di dunia.

Menurut catatan, pada tahun 2019 lalu total produksi nikel dunia mencapai 2.668.000 ton Ni. Indonesia sendiri menyumbang 800.000 ton Ni. Dengan begitu angka produksi Indonesia menjadi yang paling besar di antara negara-negara lain. Sebagai gambaran, Filipina yang berada di peringkat dua saja angkanya jauh lebih kecil, yaitu 420.000 ton Ni.

Baterai bekas dibuang kemana?

Bobo.id – Coba perhatikan sekitarmu dan amati, benda apa saja yang bisa bekerja dengan menggunakan baterai, Ada jam dinding, remote televisi, remote AC, bahkan smartphone yang setiap hari teman-teman gunakan. Namun berbagai benda tadi tidak selalu menggunakan baterai dengan jenis yang sama.

Ada jenis baterai yang bisa diisi ulang, seperti baterai smartphone, tapi ada juga jenis baterai sekali pakai, yang tidak bisa diisi ulang, sehingga baterai harus dibuang. Kalau ada baterai bekas di rumah, sebaiknya kita tidak langsung membuangnya ke tempat sampah, terutama jika pada baterai itu terdapat tanda atau gambar tempat sampah yang dicoret.

Ternyata ada alasan mengapa baterai jangan dibuang di tempat sampah, nih. Perhatikan juga bagaimana cara membuang baterai bekas, yuk! Baca Juga: Flashdisk Milikmu Rusak? Jangan Lupa Proses Eject dan Lakukan Cara Ini Agar Flashdisk Tidak Rusak Baterai Terbuat dari Berbagai Bahan Kimia Meskipun ukurannya kecil, ternyata baterai mengandung berbagai bahan kimia di dalamnya yang berguna untuk mengalirkan listrik dan memberi daya pada barang elektronik yang digunakan.

Beberapa bahan kimia tersebut di antaranya adalah logam berat seperti merkuri, timbal, nikel, litium, dan berbagai bahan kimia berbahaya lainnya. Nah, berbagai bahan kimia yang ada di dalam baterai ini mempunyai sifat yang bisa larut dalam tanah maupun air, lo, teman-teman. Hal ini menyebabkan baterai merupakan salah satu sampah elektronik yang paling berbahaya bagi lingkungan kita.

Baca Juga: Cara Menyimpan Data di Cloud, Sekarang Tidak Perlu Takut Lagi Kehilangan Data Penting! Baterai yang Dibuang ke Tempat Sambah Bisa Mencemari Lingkungan Sebelumnya, Bobo sudah menuliskan kalau baterai mengandung berbagai bahan kimia yang bisa larut dalam air maupun tanah yang berbahaya.

  1. Etika kita membuang sampah, besar kemungkinan ada beberapa sampah termasuk baterai yang terlewat untuk didaur ulang.
  2. Lalu berakhir tertanam di tanah atau masuk ke dalam sungai yang nantinya bisa menuju laut.
  3. Berbagai bahan kimia berbahaya ini nantinya bisa mencemari tanah dan air kalau baterai dibiarkan begitu saja.

Akibatnya, pasokan air yang kita konsumsi dan tanah tempat kita menanam berbagai sumber makanan akan ikut tercemar yang juga bisa mencemari tubuh. Baca Juga: Tidak Selalu Menggunakan Google, 3 Negara Ini Punya Situs Pencariaan Lain untuk Mencari Informasi! Selain itu, baterai bekas yang dibuang begitu saja ke tempat sampah juga bisa meledak dan menyebabkan kebakaran, teman-teman.

  1. Salah satunya adalah baterai smartphone yang dinamakan baterai lithium-ion atau disingkat Li-ion.
  2. Baterai Li-ion banyak digunakan oleh smartphone keluaran terbaru karena dayanya lebih besar, ketahanan lebih kuat, dan lebih murah.
  3. Nah, dalam baterai Li-ion ini berisi elektrolit yang sangat mudah terbakar, sehingga saat baterai mengalami panas berlebih, akan membuat baterai jenis ini meledak.

Tidak hanya baterai ponsel dengan lithium-ion, baterai sekali pakai yang digunakan pada remote televisi juga bisa meledak, lo. Saat ujung-ujungnya ditempelkan dengan ujung baterai lain, maka bisa saja percikan api kecil dari arus listrik muncul dan menyebabkan meledak hingga kebakaran.

  • Baca Juga: Memasukkan Ponsel yang Basah ke Dalam Beras Mencegah Rusak, Benarkah? Perhatikan Cara Membuang Baterai Bekas dengan Benar Agar tidak mencemari lingkungan, tentu kita harus membuang baterai bekas pakai dengan benar, nih, teman-teman.
  • Salah satu caranya tentu saja adalah dengan tidak membuang limbah baterai langsung ke tempat sampah.

Teman-teman bisa mengumpulkan sampah-sampah elektronik yang ada di rumah seperti baterai sekali pakai maupun baterai smartphone menjadi satu terlebih dahulu. Jika sudah terkumpul, kalian bisa membuangnya ke bank sampah atau badan khusus yang mengolah sampah elektronik seperti baterai, lo.

  • Baca Juga: Harganya Murah dan Mudah Ditemui, Ternyata Konsumsi Kacang Tanah Bisa Cegah Penyakit Berbahaya Untuk teman-teman yang berada di ibukota Jakarta, sudah ada beberapa tempat di mana teman-teman bisa memasukkan sampah elektronik yang dimiliki.
  • Salah satunya adalah kotak transparan yang ada di halte transjakarta Cawang UKI, Jakarta Selatan.
You might be interested:  Dalam Tata Surya Yang Menjadi Bintang Adalah?

Di sini, teman-teman bisa memasukkan limbah elektronik yang kamu miliki. Mulai Kurangi Sampah Elektronik, yuk! Selain melakukan daur ulang pada baterai yang ada di rumah, teman-teman juga bisa melakukan berbagai cara untuk mengurangi sampah elektronik seperti baterai.

Caranya adalah dengan menggunakan baterai yang bisa diisi ulang untuk berbagai alat elektronik seperti remote, Baterai ini memang nantinya akan tetap kehilangan daya, tapi penggunaan baterai isi ulang ini bisa lebih lama dibandingkan baterai yang biasa kita gunakan, lo. Baterai isi ulang biasanya akan kehilangan dayanya setelah beberapa kali dilakukan pengisian ulang.

Baca Juga: Diyakini Bisa Matikan Virus di Permukaan Benda, Disinfektan Bisa Berbahaya Kalau Disemprotkan ke Tubuh! Bisa Bikin Iritasi Kulit dan Saluran Pernapasan Sedangkan untuk baterai smartphone, teman-teman juga bisa mencegah agar tidak cepat ganti baterai, lo.

  1. Saat melakukan charge atau mengisi ulang daya baterai, pastikan sudah mencabut kabel jika baterai sudah terisi 100 persen, ya.
  2. Meskipun saat ini smartphone kita sudah dilengkapi dengan fitur berhenti mengisi daya saat sudah mencapai 100 persen, baterai yang terlalu lama diisi dayanya bisa menjadi cepat rusak.

– Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di https://www.gridstore.id Yuk, tonton video ini juga! Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Apakah baterai lithium bisa di daur ulang?

Cornellius mengatakan, untuk baterai lithium, jika bagian metalnya yang rusak, seperti aluminium atau tembaga, masih bisa didaur ulang.

Apakah Indonesia punya tambang lithium?

Penambangan terbesar Lithium masih dihasilkan dari sumber tambang berbentuk brine. Walaupun Indonesia tidak tercantum sebagai Negara yang mempunyai cadangan Lithium di Indonesia tetapi empat jenis sumber daya alam yang mengandung Lithium terdapat di Indonesia.

Apa itu baterai SLA?

6 Jenis Baterai Mobil Listrik dan Karakteristiknya Baterai mobil listrik merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah sistem mobil. Pada mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), baterai adalah satu-satunya “sumber kehidupan” sebab hanya energi listrik yang tersimpan di baterai yang menjadi satu-satunya sumber energi penggerak mobil listrik.

  1. Jenis baterai mobil listrik sendiri tergantung pada sistem mobil.
  2. Baterai mobil listrik terpopuler dan paling banyak digunakan adalah lithium-ion.
  3. Nah, di artikel ini Anda akan mendapatkan informasi tentang berbagai jenis baterai mobil listrik dan karakteristiknya.
  4. Yuk, simak! Lithium-ion (Li-ion) Jenis baterai mobil listrik yang paling banyak dipakai adalah baterai lithium-ion.

Baterai ini mungkin sudah tidak asing lagi karena juga banyak digunakan pada peralatan elektronik portabel seperti handphone dan laptop. Bedanya, dibanding peralatan elektronik portabel lain, skala kapasitas fisik dan ukuran Li-ion pada mobil listrik jauh lebih besar.

Baterai Li-ion memiliki rasio daya terhadap berat yang sangat tinggi. Baterai ini memiliki efisiensi energi yang tinggi dengan performa pada suhu tinggi yang juga bagus. Baterai Li-ion juga mempunyai rasio energi yang lebih besar per berat. Baterai lithium-ion mengisi daya lebih cepat, bertahan lebih lama, dan memiliki kepadatan daya lebih tinggi untuk kekuatan baterai lebih lama dalam kemasan yang lebih ringan.

Semakin kecil bobot baterai, semakin jauh jarak yang bisa ditempuh mobil listrik dalam sekali pengisian daya saja. Selain itu, juga tidak mengandung zat-zat berbahaya untuk manusia. Baterai ini juga memiliki tingkat ” self-discharge ” yang rendah, sehingga lebih baik daripada baterai lainnya dalam mempertahankan kemampuannya untuk menahan muatan penuh.

  1. Selain itu, sebagian besar baterai Li-ion juga dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan yang tepat bagi Anda yang tertarik dengan mobil listrik ramah lingkungan.
  2. Mobil BEV dan PHEV adalah jenis mobil listrik yang paling banyak menggunakan baterai jenis ini.
  3. Selain itu, Nissan Kicks e-Power juga menggunakan baterai lithium-ion.

Nickel-metal hydride (NiMH) Perbedaan paling jelas antara baterai Li-ion dan NiMH adalah bahan yang digunakan untuk menyimpan dayanya. Baterai lithium-ion terbuat dari karbon dan lithium yang sangat reaktif yang dapat menyimpan banyak energi. Sedangkan, baterai NiMH menggunakan hidrogen untuk menyimpan energi, dengan nikel dan logam lain (seperti titanium) menjaga tutup ion hidrogen.

Baterai NiMH lebih banyak digunakan oleh kendaraan listrik hibrida (HEV). Baterai mobil listrik jenis ini tidak mendapatkan tenaga dari luar. Pengisian ulang baterai ini tergantung pada kecepatan mesin, roda, dan pengereman regeneratif. Kelebihan utama baterai Ni-MH memiliki siklus hidup atau usia pakai yang lebih lama daripada baterai lithium-ion.

Selain itu, baterai Ni-MH juga relatif lebih mudah didaur ulang karena hanya mengandung sedikit bahan yang beracun terhadap lingkungan. Minus terbesar dari baterai NiMH adalah harganya relatif lebih mahal, tingkat self-discharge yang tinggi, dan menghasilkan panas signifikan.

  1. Ekurangan tersebut membuat NiMH kurang efektif sebagai baterai untuk mobil listrik yang baterainya harus bisa diisi ulang dari luar sistem, seperti dari jaringan PLN.
  2. Itulah mengapa baterai mobil listrik satu ini paling banyak diaplikasikan pada mobil hybrid,
  3. Lead-acid Baterai SLA ( lead-acid ) adalah baterai isi ulang tertua.
You might be interested:  Komponen Penginderaan Jauh Yang Termasuk Sebagai Sumber Tenaga Adalah?

Dibandingkan dengan baterai lithium dan NiMH, baterai ini memang tidak punya kapasitas yang bersaing dan jauh lebih berat, namun harganya relatif murah dan aman. Saat ini ada baterai mobil listrik SLA berkapasitas besar yang sedang dikembangkan, namun sekarang baterai SLA hanya digunakan oleh kendaraan komersial sebagai sistem penyimpanan sekunder.

Solid-state Baterai solid-state, seperti namanya, menghilangkan elektrolit cair berat yang hidup di dalam baterai lithium-ion. Penggantinya adalah elektrolit padat yang bisa berupa gelas, keramik, atau bahan lainnya. Struktur keseluruhan baterai solid-state sangat mirip dengan baterai lithium-ion tradisional, namun tanpa cairan baterai bisa jauh lebih padat dan kompak.

Baterai solid-state mengeluarkan energi dan mengisi ulang dengan cara yang mirip dengan lithium-ion tradisional. Baterai solid-state bukanlah hal baru, namun penggunaannya dalam industri mobil memang baru-baru ini saja. Baterai jenis ini telah digunakan selama bertahun-tahun pada perangkat kecil seperti alat pacu jantung, perangkat yang dapat dikenakan, dan RFID.

  • Harapan tentang kemampuan baterai solid-state untuk meningkatkan kendaraan listrik pun sangat tinggi.
  • Penggunaan elektrolit padat dapat menghemat kapasitas karena jejaknya lebih kecil daripada cairan tradisional.
  • Pada kapasitas yang sama yang dibutuhkan baterai lithium-ion untuk kendaraan, baterai solid-state memiliki kapasitas antara dua dan 10 kali lipat lebih besar.

Nickel-cadmium Akumulator “Ni-Cd” memiliki banyak keunggulan, seperti kepadatan penyimpanan yang signifikan dan masa pakai sekitar 500 hingga 1.000 siklus pengisian daya. Namun, baterai ini memiliki bobot yang cukup berat serta sangat rentan terhadap efek memori, sebuah fenomena fisik berupa penurunan kinerja baterai jika mengalami siklus “pengosongan” sebagian.

Digunakan untuk produksi kendaraan listrik di tahun 90-an, baterai Ni-Cd sekarang dilarang karena toksisitas kadmium. Ultracapacitor Baterai ultracapacitor berbeda dengan baterai elektrokimia lainnya karena baterai mobil listrik jenis ini justru menyimpan cairan terpolarisasi antara elektroda dan elektrolit.

Dengan meningkatnya luas permukaan cairan, kapasitas penyimpanan energi juga meningkat. Seperti baterai SLA, baterai ultracapacitor sangat cocok sebagai perangkat penyimpanan sekunder pada kendaraan listrik karena membantu baterai elektrokimia meningkatkan tingkat bebannya.

Mengapa limbah baterai berbahaya terhadap lingkungan?

Waspada, Ini Bahaya Membuang Baterai Sembarangan – ITS News Oleh : Dadang ITS | | Source : – Menurut salah satu Dosen Jurusan Biologi ITS Aunurohim SSi DEA, membuang baterai bekas ke tempat sampah adalah hal yang salah. Hal ini karena limbah baterai bekas harus dipisahkan dari sampah lainnya agar bisa didaur ulang sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia.

  1. Ia mengatakan, membuang baterai bekas sembarangan sama saja dengan membiarkan bahan beracun berbahaya B3 yang terkandung pada baterai terlepas ke alam sehingga mencemari alam.
  2. Baterai mengandung senyawa logam berat yang terdiri dari merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium,dan kadmium.
  3. Senyawa ini dapat mengkontaminasi air tanah yang dikonsumsi oleh manusia,” jelasnya.

Sementara itu, dampak jangka panjang yang akan terjadi adalah merusak organ-organ tertentu manusia. “Organ yang biasa diserang adalah di bagian visceral,” tukasnya. “Masyarakat yang mengonsumsi air tersebut kemungkinan akan mengalami gagal ginjal, kerusakan hati dan gejala-gejala gangguan kesehatan lain akibat logam berat tertentu,” terangnya kepada ITS Online saat diwawancarai di Laboratorium Ekologi FMIPA ITS.

Ia mengatakan, merupakan hal yang sangat wajar jika masyarakat membuang baterai bekas ke tempat sampah. Pasalnya, sejauh ini belum pernah diadakan sosialisasi mengenai bagaimana cara membuang baterai bekas yang tepat kepada masyarakat. “Seharusnya masyarakat menyediakan tempat pembuangan baterai bekas dari wadah kaca atau acrylic di pintu-pintu pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu cara untuk mengatasi limbah B3 pada baterai bekas menurut Aunurohim ialah dengan landfill sanitation, Teknik tersebut dilakukan dengan memperhitungkan lebar dan tinggi timbunan sampah. ” Landfill sanitation di Indonesia saat ini hanya berada di Jakarta,” tegasnya.

  1. Memang perlu adanya kesadaran dari setiap orang untuk mengumpulkan sampah baterai bekas dan tidak membuang sembarangan agar terlokalisasi dengan baik,” ujar Ketua Komisi Pertimbangan Jurusan Biologi FMIPA ITS ini.
  2. Tak hanya itu, Aunurohim juga menyinggung bahaya baterai bekas di lingkungan kampus.
  3. Menurutnya, cara yang bisa dilakukan pihak kampus untuk menanggulanginya adalah dengan mengadakan sosialisasi serta melakukan pengumpulan baterai bekas dan meletakknya di tempat terpisah.

“Pihak institusi juga bisa melakukan re-cycling mandiri atau bekerja sama dengan instansi terkait semacam Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya dengan melakukan landfill sanitation,” ungkapnya. Aunurohim berharap pihak ITS mampu menyediakan kotak plastik atau acrylic untuk menampung baterai bekas di tempat umum seperti rektorat, perpustakaan dan unit-unit lainnya.

Apakah lithium bisa habis?

Kabar buruknya, bahan baku untuk pembuatan baterai lithium -ion, yaitu logam lithium, terancam habis dalam 5 hingga 10 tahun mendatang. Untuk itu, perlu ditemukan alternatifnya.

Apakah Indonesia punya tambang lithium?

Penambangan terbesar Lithium masih dihasilkan dari sumber tambang berbentuk brine. Walaupun Indonesia tidak tercantum sebagai Negara yang mempunyai cadangan Lithium di Indonesia tetapi empat jenis sumber daya alam yang mengandung Lithium terdapat di Indonesia.