Balas Jasa Yang Diterima Faktor Produksi Tenaga Kerja?

Balas Jasa Yang Diterima Faktor Produksi Tenaga Kerja
Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah E. Balas jasa yang diterima tergantung pada kontribusi para pelaku ekonomi. Balas jasa dalam kegiatan ekonomi antara lain: gaji (upah), pendapatan sewa, keuntungan (laba) dan pendapatan bunga. Gaji merupakan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi tenaga kerja.

Pendapatan bunga merupakan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi modal. Pendapatan sewa merupakan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi tanah. Keuntungan merupakan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi skill (keahlian/kewirausahaan). Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan E.

– Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah E. Balas jasa yang diterima tergantung pada kontribusi para pelaku ekonomi. Balas jasa dalam kegiatan ekonomi antara lain: gaji (upah), pendapatan sewa, keuntungan (laba) dan pendapatan bunga. Gaji merupakan balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi tenaga kerja.

Jelaskan imbalan apa yang akan diterima oleh rumah tangga konsumen atas penyediaan faktor faktor produksi?

Rumah tangga konsumsi adalah pemilik dan pemasok faktor produksi yang dibutuhkan oleh rumah tangga produksi atau perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi yang ditawarkan kepada perusahaan, yaitu tanah (faktor alam), tenaga kerja, modal, dan keahlian atau skill,

Sebagai pemasok atau pemilik faktor produksi, rumah tangga konsumsi berhak menerima imbalan, antara lain sewa tanah bagi yang menyediakan tanahnya; upah atau gaji bagi yang menjadi tenaga kerja; bunga modal bagi yang memberikan modal; laba bagi yang menyerahkan keahliannya. Berdasarkan uraian di atas, maka rumah tangga yang menyerahkan tenaga kerja untuk melakukan proses produksi di perusahaan akan mendapatkan balasan jasa berupa upah.

Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan B. – Rumah tangga konsumsi adalah pemilik dan pemasok faktor produksi yang dibutuhkan oleh rumah tangga produksi atau perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi yang ditawarkan kepada perusahaan, yaitu tanah (faktor alam), tenaga kerja, modal, dan keahlian atau skill,

You might be interested:  Sebutkan Tiga Contoh Yang Termasuk Faktor Produksi Tenaga Kerja?

sewa tanah bagi yang menyediakan tanahnya; upah atau gaji bagi yang menjadi tenaga kerja; bunga modal bagi yang memberikan modal; laba bagi yang menyerahkan keahliannya.

Berdasarkan uraian di atas, maka rumah tangga yang menyerahkan tenaga kerja untuk melakukan proses produksi di perusahaan akan mendapatkan balasan jasa berupa upah. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

Apa nama balas jasa Tekken prestasi yang diterima dari klasifikasi tenaga kerja itu?

Pengertian Remunerasi Berdasarkan Pemaparan Para Ahli – Secara umum, istilah ini diartikan sebagai suatu bentuk imbalan yang diberikan perusahaan kepada tenaga kerja atas prestasi kerja yang berhasil diraih. Akan tetapi, makna dari istilah remunerasi memiliki sedikit variasi berdasarkan pemaparan dari beberapa ahli di bidang yang bersangkutan.

  1. Pengertian remunerasi yang pertama adalah menurut Rosenberg.
  2. Rosenberg mendefinisikannya sebagai upah atau manfaat finansial serupa yang diterima oleh seseorang.
  3. Pemberian upah atau imbalan remunerasi didasari dari hasil suatu pekerjaan atau tugas tertentu yang telah diselesaikan.
  4. Selanjutnya adalah pemaparan dari Komarrudin.

Menurutnya, remunerasi adalah pemberian balas jasa, prestasi balasan, atau hadiah khusus kepada tenaga kerja. Selaras dengan penjelasan Rosenberg, pemberian balas jasa tersebut diberikan atas jasa yang telah dipergunakan atau dilakukan. Mochammad Surya juga memiliki definisi sendiri mengenai arti remunerasi. Mochammad Surya menjelaskan istilah tersebut sebagai sesuatu yang diberikan pemberi kerja kepada pegawai sebagai bentuk apresiasi atau imbalan atas kontribusi yang sudah diberikan. Menilik dari penjelasan para ahli tersebut, remunerasi dapat diartikan sebagai bentuk pembayaran, atau imbalan uang kepada tenaga kerja. Pemberian upah tambahan dari hasil kerja yang dilakukan karyawan tersebut ditetapkan oleh aturan yang telah dibuat perusahaan. Jadi, setiap perusahaan atau organisasi memiliki kebijakannya masing-masing dalam memberikan remunerasi kepada tenaga kerjanya.