Berikan 3 Contoh Yang Termasuk Dalam Tenaga Kerja Tidak Terdidik?

Berikan 3 Contoh Yang Termasuk Dalam Tenaga Kerja Tidak Terdidik
Dalam suatu perusahaan, proses rekrutmen calon tenaga kerja membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan cukup mendasarnya penilaian terhadap kualifikasi yang dimiliki oleh setiap kandidat. Bagi seorang kandidat jenis tenaga kerja pun demikian.

  • Saat memutuskan untuk melayangkan surat lamaran terlebih dahulu menimbang sesuai dengan kualitas yang dimiliki, cocok dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan ataukah tidak.
  • Bagi seorang recruitment perusahaan sudah pasti memiliki kemampuan untuk membedakan kualitas para pekerja yang dibutuhkan, baik dari sisi profesi yang dimiliki kandidat, pendidikan hingga spesialisasi yang harus dimiliki para calon tenaga kerja nantinya.

Untuk saling memahami, baik para kandidat maupun rekruter perlu mengetahui jenis tenaga kerja dilihat dari kualitasnya. Berdasarkan kualitas yang dimilikinya, tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tidak terdidik.

Tenaga Kerja Terdidik Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang membutuhkan pendidikan terlebih dahulu sebelum dapat melakukan pekerjaannya. Dimana, jenis tenaga kerja ini harus memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu baik dengan pendidikan formal maupun non formal. (Baca juga: Jenis-jenis Tenaga Kerja ) Adapun contoh dari tenaga kerja terdidik ini antara lain, guru, dokter, pengacara, polisi, dan lain sebagainya.

Tenaga Kerja Terlatih Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan hanya membutuhkan pelatihan terlebih dahulu sebelum dapat bekerja. Pada umumnya jenis tenaga kerja ini telah ditempa oleh pengalaman dan keterampilan sebelumnya, karena dibutuhkan latihan secara berulang-ulang, sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut.

Contoh dari tenaga kerja terlatih antara lain tukang pahat, tukang jahit, sopir, maupun montir. Tenaga Kerja Tidak Terdidik Tenaga kerja tidak terdidik dan tak terlatih merupakan tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan maupun pelatihan terlebih dahulu. Jenis pekerjaan ini dapat dilakukan bagi yang memiliki kemauan karena hanya mengandalkan tenaga saja.

Sebagai contoh, kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, pengangkut sampah, dan lain sebagainya. Berikan 3 Contoh Yang Termasuk Dalam Tenaga Kerja Tidak Terdidik Please follow and like us:

Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih?

Berikut ini adalah jenis – jenis tenaga kerja yang dikualifikasikan berdasarkan kemampuannya : Tenaga kerja terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dan pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terdidik dan terlatih adalah dokter, guru, arsitek, dan lain – lain.

  • Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam bidangnya.
  • Contoh dari tenaga kerja terlatih adalah penjahit, pelukis, pengemudi, dan lain – lain Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, adalah tenaga kerja yang tidak mendapatkan pendidikan secara khusus.
  • Contoh dari tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah ART, buruh, dan lain – lain.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C, – Berikut ini adalah jenis – jenis tenaga kerja yang dikualifikasikan berdasarkan kemampuannya :

Tenaga kerja terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dan pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terdidik dan terlatih adalah dokter, guru, arsitek, dan lain – lain. Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terlatih adalah penjahit, pelukis, pengemudi, dan lain – lain Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, adalah tenaga kerja yang tidak mendapatkan pendidikan secara khusus. Contoh dari tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah ART, buruh, dan lain – lain.

You might be interested:  Apa Yang Terjadi Jika Baterai Cmos Habis?

Jadi, jawaban yang tepat adalah C,

Apa saja jenis jenis tenaga kerja yang dikualifikasikan berdasarkan kemampuannya?

Berikut ini adalah jenis – jenis tenaga kerja yang dikualifikasikan berdasarkan kemampuannya : Tenaga kerja terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dan pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terdidik dan terlatih adalah dokter, guru, arsitek, dan lain – lain.

Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terlatih adalah penjahit, pelukis, pengemudi, dan lain – lain Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, adalah tenaga kerja yang tidak mendapatkan pendidikan secara khusus. Contoh dari tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah ART, buruh, dan lain – lain.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C, – Berikut ini adalah jenis – jenis tenaga kerja yang dikualifikasikan berdasarkan kemampuannya :

Tenaga kerja terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dan pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terdidik dan terlatih adalah dokter, guru, arsitek, dan lain – lain. Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam bidangnya. Contoh dari tenaga kerja terlatih adalah penjahit, pelukis, pengemudi, dan lain – lain Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, adalah tenaga kerja yang tidak mendapatkan pendidikan secara khusus. Contoh dari tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah ART, buruh, dan lain – lain.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C,

Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja terlatih?

Pengertian Tenaga Kerja Terdidik, Terlatih dan Tidak Terlatih dan Contohnya serta Kelebihan dan Kekurangannya Pada dasarnya ketenagakerjaan dapat diklasifikasikan minimal menjadi tiga macam yakni tenaga kerja terdidik (skill labour), tenaga kerja terlatih (trainer labour), tenaga kerja tidak terlatih (unskill labour).

Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai pengertian dan contoh tenaga kerja terdidik, terlati dan tidak terlatih beserta kelebihan dan kekurangannya. Tenaga kerja terdidik (skill labour) adalah tenaga kerja yang pernah memperoleh pendidikan formal dalam bidang tertentu tetapi mereka belum pernah dilatih dalam bidang tersebut.

Tenaga kerja terdidik ini diidentikkan dengan tenaga kerja yang belum berpengalaman. Guru dan dokter adalah contoh tenaga kerja terdidik. Keuntungan di dalam memilih tenaga kerja yang belum berpengalaman ini antara lain:

Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif lebih murah harganya karena tidak mempunyai kekuatan posisi tawar yang tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif banyak tersedia di masyarakat sehingga perusahaan akan lebih leluasa memilih tenaga kerja yang dianggap memenuhi persyaratan dan berpotensi untuk bisa ikut memajukan perusahaan. Tenaga kerja yang belum berpengalaman lebih mudah untuk dibentuk dan diarahkan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Sedangkan kelemahannya adalah:

Perusahaan harus merencanakan membuat program pelatihan tertentu kepada tenaga kerja yang belum berpengalaman agar benar-benar terampil dan menguasai di bidangnya. Perusahaan harus rela mengeluarkan sejumlah uang guna membiayai jalannya program pelatihan yang telah direncanakan. Untuk menjadikan tenaga kerja terdidik menjadi terlatih memerlukan proses waktu yang lama sehingga hasil yang dicapai oleh perusahaan tentu tidak seperti ketika merekrut tenaga kerja terlatih.

Yang dimaksud tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang telah bekerja dan pernah mengikuti latihan sesuai dengan bidangnya, misalnya seorang yang telah menamatkan studinya dalam bidang akuntansi, maka mereka dapat digolongkan sebagai tenaga kerja terlatih.

Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai tingkat produktivitas tinggi sehingga dapat secara langsung memberikan sumbangan yang besar bagi perusahaan. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini tidak memerlukan pelatihan khusus dan hanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian tertentu sehingga perusahaan tidak perlu membuat program pelatihan seperti yang terjadi pada tenaga kerja yang belum berpengalaman. Sebagai akibatnya perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya untuk pelatihan khusus bagi tenaga kerja yang sudah berpengalaman tersebut.

You might be interested:  Tata Surya Kita Terdiri Atas Delapan Planet Yang?

Sedangkan kelemahannya adalah :

Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini pada dasarnya lebih sulit diperoleh atau didapat karena jumlahnya tidak banyak. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai daya tawar tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Dengan demikian untuk mendapatkannya perusahaan harus siap memberikan imbalan yang cukup besar. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman pada umumnya sudah terbentuk karakternya dan sudah jadi sehingga jika terjadi ketidaksesuaian dengan keinginan perusahaan biasanya sulit untuk diarahkan dan dibelokkan.

Yang dimaksud tenaga kerja tidak terlatih adalah tenaga kerja di luar tenaga kerja terdidik dan juga tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja tidak terlatih ini merupakan bagian terbesar dari seluruh tenaga kerja yang ada. Mereka umumnya hanya mengenyam pendidikan formal pada tataran tingkat bawah dan tidak mempunyai keahlian yang memadai karena memang belum ada pengalaman kerja, sehingga pekerjaan yang dikerjakannyapun umumnya tidak memerlukan keahlian secara spesifik.

Tenaga kerja yang tidak terlatih ini sangat murah harganya karena di samping tidak mempunyai pendidikan formal tingkat tinggi juga keterampilan yang dimiliki tidak ada. Dengan demikian posisi kekuatan tawar menawar menjadi sangat lemah dibanding dengan tenga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja yang tidak terlatih ini paling banyak tersedia di masyarakat, bahkan melebihi dari kapasitas tenaga kerja yang dibutuhkan, sehingga perusahaan akan sangat leluasa sekali untuk memilih tenaga kerja yang dianggap benar-benar memenuhi persyaratan dan berkomitmen untuk ikut mengembangkan perusahaan. Tenaga kerja yang tidak terlatih ini sangat mudah untuk diarahkan sesuai tujuan perusahaan.

Sedangkan kelemahannya adalah :

Tenaga kerja yang tidak terlatih ini hanya dapat menjalankan perkerjaan yang bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian. Tenaga kerja tidak terlatih ini hanya dapat menjalankan pekerjaan yang bersifat rutin dan umunya tingkat inisiatif daya kreativitasnya rendah sehingga bila terjadi kendala di lapangan mereka akan merasa kesulitan untuk mencari jalan keluarnya Tenaga kerja tidak terlatih ini kurang bisa menjalankan tugas dan tanggung- jawabnya, sehingga perlu pengawasan yang lebih teratur dari pihak perusahaan.

Demikianlah penjelasan mengenai tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih dan tenaga kerja tidak terlatih, contoh tenaga kerja terdidik, terlatih dan tidak terlatih, serta kelebihan dan kekurangan tenaga kerja tersebut. Semoga bermanfaat untuk kita semua. : Pengertian Tenaga Kerja Terdidik, Terlatih dan Tidak Terlatih dan Contohnya serta Kelebihan dan Kekurangannya

Bagaimana cara menjadikan tenaga kerja terdidik menjadi terlatih?

Pengertian Tenaga Kerja Terdidik, Terlatih dan Tidak Terlatih dan Contohnya serta Kelebihan dan Kekurangannya Pada dasarnya ketenagakerjaan dapat diklasifikasikan minimal menjadi tiga macam yakni tenaga kerja terdidik (skill labour), tenaga kerja terlatih (trainer labour), tenaga kerja tidak terlatih (unskill labour).

  • Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai pengertian dan contoh tenaga kerja terdidik, terlati dan tidak terlatih beserta kelebihan dan kekurangannya.
  • Tenaga kerja terdidik (skill labour) adalah tenaga kerja yang pernah memperoleh pendidikan formal dalam bidang tertentu tetapi mereka belum pernah dilatih dalam bidang tersebut.

Tenaga kerja terdidik ini diidentikkan dengan tenaga kerja yang belum berpengalaman. Guru dan dokter adalah contoh tenaga kerja terdidik. Keuntungan di dalam memilih tenaga kerja yang belum berpengalaman ini antara lain:

Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif lebih murah harganya karena tidak mempunyai kekuatan posisi tawar yang tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif banyak tersedia di masyarakat sehingga perusahaan akan lebih leluasa memilih tenaga kerja yang dianggap memenuhi persyaratan dan berpotensi untuk bisa ikut memajukan perusahaan. Tenaga kerja yang belum berpengalaman lebih mudah untuk dibentuk dan diarahkan sesuai dengan tujuan perusahaan.

You might be interested:  What Are Infrastructure Requirements For Utilizing Solar Energy?

Sedangkan kelemahannya adalah:

Perusahaan harus merencanakan membuat program pelatihan tertentu kepada tenaga kerja yang belum berpengalaman agar benar-benar terampil dan menguasai di bidangnya. Perusahaan harus rela mengeluarkan sejumlah uang guna membiayai jalannya program pelatihan yang telah direncanakan. Untuk menjadikan tenaga kerja terdidik menjadi terlatih memerlukan proses waktu yang lama sehingga hasil yang dicapai oleh perusahaan tentu tidak seperti ketika merekrut tenaga kerja terlatih.

Yang dimaksud tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang telah bekerja dan pernah mengikuti latihan sesuai dengan bidangnya, misalnya seorang yang telah menamatkan studinya dalam bidang akuntansi, maka mereka dapat digolongkan sebagai tenaga kerja terlatih.

Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai tingkat produktivitas tinggi sehingga dapat secara langsung memberikan sumbangan yang besar bagi perusahaan. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini tidak memerlukan pelatihan khusus dan hanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian tertentu sehingga perusahaan tidak perlu membuat program pelatihan seperti yang terjadi pada tenaga kerja yang belum berpengalaman. Sebagai akibatnya perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya untuk pelatihan khusus bagi tenaga kerja yang sudah berpengalaman tersebut.

Sedangkan kelemahannya adalah :

Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini pada dasarnya lebih sulit diperoleh atau didapat karena jumlahnya tidak banyak. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai daya tawar tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Dengan demikian untuk mendapatkannya perusahaan harus siap memberikan imbalan yang cukup besar. Tenaga kerja yang sudah berpengalaman pada umumnya sudah terbentuk karakternya dan sudah jadi sehingga jika terjadi ketidaksesuaian dengan keinginan perusahaan biasanya sulit untuk diarahkan dan dibelokkan.

Yang dimaksud tenaga kerja tidak terlatih adalah tenaga kerja di luar tenaga kerja terdidik dan juga tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja tidak terlatih ini merupakan bagian terbesar dari seluruh tenaga kerja yang ada. Mereka umumnya hanya mengenyam pendidikan formal pada tataran tingkat bawah dan tidak mempunyai keahlian yang memadai karena memang belum ada pengalaman kerja, sehingga pekerjaan yang dikerjakannyapun umumnya tidak memerlukan keahlian secara spesifik.

Tenaga kerja yang tidak terlatih ini sangat murah harganya karena di samping tidak mempunyai pendidikan formal tingkat tinggi juga keterampilan yang dimiliki tidak ada. Dengan demikian posisi kekuatan tawar menawar menjadi sangat lemah dibanding dengan tenga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja yang tidak terlatih ini paling banyak tersedia di masyarakat, bahkan melebihi dari kapasitas tenaga kerja yang dibutuhkan, sehingga perusahaan akan sangat leluasa sekali untuk memilih tenaga kerja yang dianggap benar-benar memenuhi persyaratan dan berkomitmen untuk ikut mengembangkan perusahaan. Tenaga kerja yang tidak terlatih ini sangat mudah untuk diarahkan sesuai tujuan perusahaan.

Sedangkan kelemahannya adalah :

Tenaga kerja yang tidak terlatih ini hanya dapat menjalankan perkerjaan yang bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian. Tenaga kerja tidak terlatih ini hanya dapat menjalankan pekerjaan yang bersifat rutin dan umunya tingkat inisiatif daya kreativitasnya rendah sehingga bila terjadi kendala di lapangan mereka akan merasa kesulitan untuk mencari jalan keluarnya Tenaga kerja tidak terlatih ini kurang bisa menjalankan tugas dan tanggung- jawabnya, sehingga perlu pengawasan yang lebih teratur dari pihak perusahaan.

Demikianlah penjelasan mengenai tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih dan tenaga kerja tidak terlatih, contoh tenaga kerja terdidik, terlatih dan tidak terlatih, serta kelebihan dan kekurangan tenaga kerja tersebut. Semoga bermanfaat untuk kita semua. : Pengertian Tenaga Kerja Terdidik, Terlatih dan Tidak Terlatih dan Contohnya serta Kelebihan dan Kekurangannya