Kumpulan Sel Surya Yang Dirakit Dalam Suatu Rangka?

Kumpulan Sel Surya Yang Dirakit Dalam Suatu Rangka
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Modul surya adalah kumpulan sel surya yang disusun menjadi satu rangkaian listrik, Susunan sel surya di dalam modul surya dapat berbentuk rangkaian seri maupun rangkaian paralel. Modul surya merupakan bagian dari teknologi fotovoltaik,

Apa kumpulan dari panel surya?

Apa dan Bagaimana Sistem Kerja Panel Surya? – Penggunaan listrik mulai mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai langkah penemuan energi baru terbarukan mulai di lakukan di Indonesia. Salah satu yang banyak dilirik adalah pemanfaatan energi surya untuk pembangkit listrik tenaga surya.

  1. Banyak kota-kota besar di Indonesia sudah memanfaatkan panel surya untuk berbagai keperluas seperti mesin irigasi atau produksi listrik lampu jalanan.
  2. Panel surya adalah kumpulan sel surya yang ditata sedemikian rupa agar efektif dalam menyerap sinar matahari.
  3. Sedangkan yang bertugas menyerap sinar matahari adalah sel surya.

Sel surya sendiri terdiri dari berbagai komponen photovoltaic atau komponen yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Umumnya sel surya terdiri dari lapisan silikon yang bersifat semikonduktor, metal, anti reflektif, dan strip konduktor metal. Banyaknya sel surya yang disusun untuk menjadi panel surya akan berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan.

Dalam artian semakin banyak sel surya yang digunakan, maka semakin banyak pula energi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik. Ada beberapa jenis sel surya yang telah dimanfaatkan dan dapat ditemui di pasaran, diantaranya adalah Monocrystalline Silicon PV Module, Polycrystalline Silicon PV Module, Amorphous Silicon PV Module, dan Hybrid Silicon PV Module.

Prinsip kerja sel surya dimulai dari partikel yang disebut “Foton” yang merupakan partikel sinar matahari yang sangat kecil. Ketika foton tersebut menghantam atom semikonduktor sel surya sehingga dapat menimbulkan energi yang besar untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya.

Elektron yang terpisah dan bermuatan negatif akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi dari material semi konduktor, sehingga atom yang kehilangan elektron kekosongan pad strukturnya dan disebut “hole” dengan muatan positif. Daerah semi konduktor dengan elektron bebas bersifat negatif dan bertindak sebagai donor elektron yang disebut dengan semi konduktor tipe N.

Sedangkan daerah semi konduktor “hole” sebagai penerima elektron dinamakan semi konduktor tipe Pdi. Persimpangan daerah positif dan negatif akan menimbulkan energi yang mendorong elektron dan hole begerak ke arah berlawanan. elektron bergerak menjauhi darah negatif, dan hole menjauhi daerah positif.

Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan sel surya?

Teknologi Sel Surya – Menyongsong Industri Sel Surya di Indonesia (Menyongsong Industri Sel Surya di Indonesia) Oleh : DR. Sutrisno Dipublikasi pada : 18 Januari 2012 Pengantar Cukup banyak orang Indonesia yang mencari informasi dimana bisa didapatkan sel surya melalui internet.

Ada yang belum tahu kalau PT. Len memproduksi modul surya, tapi ada juga yang menginformasikan satu-satunya perusahaan yang merakit modul surya adalah PT. Len, walaupun dia tidak tahu kepanjangan dari apa itu Len. Banyak yang berharap agar di Indonesia ini ada yang memproduksi sel surya, sehingga bisa diperoleh modul sel surya dengan mudah dan murah.

Harapan itu mudah-mudahan akan menjadi kenyataan dengan adanya rencana pemerintah untuk membangun industri sel surya dengan kapasitas 50MW per tahun. Karena sedikit banyak penulis pernah belajar dan pernah terlibat dalam penelitian sel surya, maka dalam rangka menyongsong industri sel surya tersebut, penulis mencoba mencari informasi mengenai teknologi sel surya dan bagaimana trend pasarnya ke depan dari berbagai sumber yang penulis ragkum dalam tulisan berikut.

You might be interested:  Bagaimana Cara Agar Baterai Hp Tidak Boros?

Sel Surya Sel surya atau solar sel adalah suatu elemen aktif yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik, dengan prinsip yang disebut efek photovoltaic. Sel surya terbuat dari keping (wafer) bahan semikonduktor dengan kutub positif dan negatif, sama dengan dioda hanya permukaannya dibuat luas seupaya bisa menagkap cahaya matahari sebanyak mungkin.

Apabila cahaya jatuh pada permukaan sel surya maka akan timbul perbedaan tegangan. Untuk mendapatkan daya yang lebih besar sel surya dapat dihubung seri atau paralel tergantung sifat penggunaannya. Teknologi Sel Surya Hingga saat ini terdapat beberapa teknologi pembuatan sel surya yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti untuk mendapatkan solar sel yang memiliki efisiensi yang tinggi yang murah dan mudah dalam pembuatannya.

Generasi pertama Teknologi pertama yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti adalah teknologi yang menggunakan bahan silikon kristal tunggal. Teknologi ini dalam mampu menghasilkan sel surya dengan efisiensi yang sangat tinggi. Masalah terbesar yang dihadapi dalam pengembangan silikon kristal tunggal ini adalah bahwa untuk dapat diproduksi secara komersial sel surya ini harganya sangat mahal sehingga membuat solar sel panel yang dihasilkan menjadi tidak efisien sebagai sumber energi alternatif.

Teknologi yang kedua adalah dengan menggunakan wafer silikon poli kristal. Saat ini, hampir sebagian besar panel solar sel yang beredar di pasar komersial berasal dari screen printing jenis silikon poli kristal ini. Wafer silikon poli kristal dibuat dengan teknologi casting berupa balok silikon dan dipotong-potong dengan metode wire-sawing menjadi kepingan (wafer), denagn ketebalan sekitar 250–350 micrometer.

  1. Dengan teknologi ini bisa diperoleh sel surya lebih murah meskipun tingkat efisiensinya lebih rendah jika dibandingkan dengan silikon kristal tunggal.
  2. Edua jenis sel surya di dikenal sabagai sel surya generasi pertama,
  3. Generasi kedua Generasi kedua adalah sel surya yang dibuat dengan teknologi lapisan tipis (thin film).

Teknologi pembuatan sel surya dengan lapisan tipis ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya pembuatan solar sel mengingat teknologi ini hanya menggunakan kurang dari 1% dari bahan baku silikon jika dibandingkan dengan bahan baku untuk tipe silikon wafer.

  1. Metode yang paling sering dipakai dalam pembuatan silikon jenis lapisan tipis ini adalah dengan Plasma-enhanced chemical vapor deposition (PECVD) dari gas silane dan hidrogen.
  2. Lapisan yang dibuat dengan metode ini menghasilkan silikon yang tidak memiliki arah orientasi kristal atau yang dikenal sebagai amorphous silikon (non kristal).

Selain menggunakan material dari silikon, sel surya lapisan tipis juga dibuat dari bahan semikonduktor lainnya yang memiliki efisiensi solar sel tinggi seperti Cadmium Telluride (Cd Te) dan Copper Indium Gallium Selenide (CIGS). Efisiensi tertinggi saat ini yang bisa dihasilkan oleh jenis solar sel lapisan tipis ini adalah sebesar 19,5% yang berasal dari solar sel CIGS.

  1. Eunggulan lainnya dengan menggunakan tipe lapisan tipis adalah semikonduktor sebagai lapisan solar sel bisa dideposisi pada substrat yang lentur sehingga menghasilkan divais solar sel yang fleksibel.
  2. Persoalannya adalah material ini belum dapat diterima dengan baik karena mengandung unsur cadmium.
  3. Bila rumah yang atapnya dipasang sel surya CdTe terbakar, unsur cadmium ini akan menimbulkan polusi yang membahayakan.
You might be interested:  A Solar Eclipse Occurs When The Moon?

Generasi ketiga Penelitian agar harga solar sel menjadi lebih murah selanjutnya memunculkan teknologi generasi ketiga yaitu teknologi pembuatan sel surya dari bahan polimer atau disebut juga dengan sel surya organik dan sel surya foto elektrokimia. Sel Surya organic dibuat dari bahan semikonduktor organik seperti polyphenylene vinylene dan fullerene.Pada solar sel generasi ketiga ini photon yang datang tidak harus menghasilkan pasangan muatan seperti halnya pada teknologi sebelumnya melainkan membangkitkan exciton.

Exciton inilah yang kemudian berdifusi pada dua permukaan bahan konduktor (yang biasanya di rekatkan dengan organik semikonduktor berada di antara dua keping konduktor) untuk menghasilkan pasangan muatan dan akhirnya menghasilkan efek arus foto (photocurrent). Sedangkan sel surya photokimia merupakan jenis sel surya exciton yang terdiri dari sebuah lapisan partikel nano (biasanya titanium dioksida) yang di endapkan dalam sebuah perendam (dye).

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Graetzel pada tahun 1991 sehingga jenis solar sel ini sering juga disebut dengan Graetzel sel atau dye-sensitized solar cells (DSSC). Graetzel sel ini dilengkapi dengan pasangan redok yang diletakkan dalam sebuah elektrolit (bisa berupa padat atau cairan).

Komposisi penyusun solar sel seperti ini memungkinkan bahan baku pembuat Graetzel sel lebih fleksibel dan bisa dibuat dengan metode yang sangat sederhana seperti screen printing. Meskipun solar sel generasi ketiga ini masih memiliki masalah besar dalam hal efisiensi dan usia aktif sel yang masih terlalu singkat, solar sel jenis ini akan mampu memberi pengaruh besar dalam sepuluh tahun ke depan mengingat harga dan proses pembuatannya yang akan sangat murah.

Membandingkan Teknologi Sel Surya Berikut ini ringkasan perbandingan teknologi sel surya ditinjau dari berbagai aspek, yang penulis copy langsung dari sumbernya An overview and comparison of pros and cons of each major PV Technologies

Including ingot, wafer, cell and module making equipment, Down to US$1.5-all else being equal- if P-Si prices fall to five-year average, Source:International Energy Agency (IEA); photon International; CLSA Asia-Pacific Markets Sumber : Nanowin Technology Ltd >>http://www.nanowin.com/cigs.html Catatan : perbandingan tersebut diatas dengan asumsi kondisi di Amerika, untuk kondisi di Indonesia masih harus dikoreksi terutama mengenai perkiraan harga jual mengingat infrastruktur, kemudahan memperoleh bahan baku dll, yang jauh berbeda. Pertumbuhan Industri Sel Surya. Pada gambar dibawah ini ditunjukkan Technology share dan technology growh dalam kontribusinya meramaikan industri sel surya di dunia. Tehnologi thin film nampak semakin signifikan, walaupun sampai tahun 2020 teknologi silikon kristalin masih mengambil porsi 50% dari produk sel surya dunia.

Source: PVNET; arranged by Topology Research Institute, 2008/03 Gambar berikut ini menunjukkan perkiraan pertumbuhan industri sel surya, seiring dengan semakin menipisnya cadangan energi MIGAS dunia, dan semakin majunya teknologi untuk mendapatkan sel surya dengan harga yang semakin murah.

You might be interested:  Tenaga Apa Saja Yang Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pembangkit Listrik?

Sumber : http://suprastock.blogspot.com/2009/11/investing-in-next-generation-solar.html Kesimpulan 1. Memperhatikan perkembangan produksi dan pasar sel surya di dunia, sudah waktunya kalaulah tidak bisa dibilang terlambat untuk segera Indonesia memiliki industri sel surya.2.

Apa bahan pembuatan panel surya?

Rl Layak Kembangkan Panel Surya Senin, 27 Mei 2013 sumber : Jurnal Nasional Jakarta – Indonesia memiliki kekayaan alam pasir silika, yang menjadi incaran negara-negara maju yang sedang gencar mengembangkan energi listrik tenaga surya (solar energy).Seperti diketahui, pasir silika merupakan bahan baku pembuat lempengan sel panel surya.

Oleh sebab itu, seyogianya Indonesia bisa mengembangkan panel surya sebagai alternatif energi di masa mendatang.Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) kementerian Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan saat ini Indonesia masih mengimpor solar panel dan komponennya, dari China dan Jepang.

Oleh sebab itu, pihaknya menyambut baik rencana Bosideng Holding Group, perusahaan asal China yang ingin menjajaki investasi di Indonesia di bidang pembangkit listrik tenaga solar panel.Kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia saat ini cukup banyak, seiring pertum-buhan konsumsi produk elektronik di masyarakat yang semakin tinggi.

Ebutuhan energi dalam negeri akan bertambah hingga 55 ribu megawatt dalam waktu belasan tahun ke depan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan 70 juta masyarakat Indonesia yang saat ini belum mendapatkan listrik, kata Budi.Untuk itu, Budi berharap, masyarakat dapat memanfaatkan pasokan listrik melalui energi surya tersebut.

Kita sudah punya pertambangan pasir silika. Pasir silika jika dicairkan dan dimurnikan akan menjadi wafer. Wafer tersebut kemudian akan menjadi solar panel. Solar panel itu dibikin melalui solar sistem. Solar sistem ini yang menjadi kebutuhan kita sekarang, katanya.Dia mengatakan meminta Bosideng Holding Group bisa membuat solar sistem.

Mereka bertanya, bagaimana kendala dan demandnya. Saya sarankan agar mereka meng-ambil cluster permukiman dan industri untuk lokasinya. Khususnya yang berada di wilayah Indonesia. Dari sisi bisnis memang harus ada di tempat yang ada demandnya atau kumpulan penduduk industri. Pabrik panel surya itu tidak harus besar, tapi banyak atau ada di berbagai kota, ujar dia.Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Wahyudin Bagenda beberapa waktu lalu mengatakan, potensi pengembangan solar energy di Indonesia mencapai 175 MW di 2020.

Sedangkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) ‘ dicanangkan pengembangan solar energy hingga 80 MW sampai 2020.Menurut dia, guna mencapai target tersebut, Indonesia perlu memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy.

Dengan memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy, maka Indonesia akan dapat meningkatkan daya saing dan kemandiriannya, dalam pemenuhan energi listrik. Hadirnya industri hulu solar energi di dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar cell. Manfaat larnnya, kata Wahyudin, hadirnya industri hulu solar energy di dalam negeri, akan menyerap tenaga kerja baru di bidang industri fotovoltaik.

Juga membuka peluang terbangunnya industri hulu pengolahan pasir kuarsa atau silikon, dengan adanya kebutuhan terhadap bahan baku solar cell. Share: : Rl Layak Kembangkan Panel Surya