Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja?

Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja.

Menurut UU Pokok Kesehatan RI No.9 Th.1960 Bab I Pasal II,Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi Kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat Kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani,rohani maupun social, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.

Menurut H. W Heinrich dalam Notoadmodjo (2007), penyebab keselamatan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88 % dan kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedual hal tersebut terjadi secara bersamaan. Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai pengelola aset negara tak luput dari ancaman kecelakaan kerja, baik tugas di lapangan maupun di kantor, prosedur-prosedur pengamanan harus selalu dipatuhi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja, sebagai contoh bidang penilaian KPKNL Cirebon ketika melakukan penilaian aset Pertamina dimana protokol K3 harus dijalankan Ketika berada di Oil Well / Sumur Pompa yang termasuk Objek Vital Nasional.

  1. Penggunaan Alat Pelindung Diri menjadi sebuah keharusan saat memasuki Objek Aset Pertamina tersebut.
  2. Berdasarkan Moekijat (2004), Program keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dilaksanakan karena tiga faktor penting, yaitu : a.
  3. Berdasarkan perikemanusiaan.
  4. Pertama -tama para manajer akan mengadakan pencegahan kecelakaan kerja atas dasar perikemanusiaan yang sesungguhnya.

Mereka melakukan demikian untuk mengurangi sebanyak-banyaknya rasa sakit dari pekerjaan yang diderita luka serta efek terhadap keluarga.b. Berdasarkan Undang-Undang. Ada juga alasan mengadakan program keselamatan dan Kesehatan kerja berdasarkan Undang -undang, bagi Sebagian mereka yang melanggarnya akan dijatuhi hukuman denda.c.

Berdasarkan Alasan ekonomi untuk sadar keselamatan kerja karena biaya kecelakaan dampaknya sangat besar bagi perusahaan. Tujuan Keselamatan Kerja Berdasarkan UU No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas.

Hal ini tentu sangat penting mengingat apabila Kesehatan pegawai buruk mengakibatkan turunnya capaian/output serta demotivasi kerja. Penyebab Kecelakaan Kerja Setiap pegawai tentu mempunyai cara cara tersendiri dalam proteksi diri terhadap ancaman kecelakaan kerja/ penyakit dalam menunjang pekerjaannya, misal dengan memakai masker Ketika sedang flu, menunda bepergian Ketika sedang pandemi, maupun dengan menjaga kebersihan/ kenyamanan ruangan kerja.

Menurut Budiono dkk (2003), faktor yang mempengaruhi Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah a. Beban Kerja. Beban kerja merupakan beban fisik, mental dan sosial, sehingga penempatan pegawai sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan b. Kapasitas Kerja. Kapasitas Kerja yang bergantung pada tingkat Pendidikan, keterampilan, kebugaran jasmani, ukuran tubuh ideal, keadaan gizi dsb c.

Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja yang berupa faktor fisik, kimia, biologi,ergonomic ataupun psikososial. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kecelakaan Kerja dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard identification, risk assessment, dan risk control a.

Identifikasi Bahaya (hazard identification). Menurut Suardi, kategori bahaya adalah bahaya fisik, bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kimia, bahaya ergonomi, bahaya kebiasaan, bahaya lingkungan bahaya biologi dan bahaya psikologi.b. Penilaian Risiko (Risk Assestment). Adalah proses penilaian untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi yang bertujuan untuk control risiko dari proses dan operasi.

Penilaian dalam risk assestment yaitu likehood dan severity. Likehood menunjukkan seberapa mungkin kecelakaan terjadi, severity menunjukkan seberapa parah dampat kecelakaan tersebut, Nilai dari likehood dan severity akan digunakan untuk menentukan risk rating, dimana risk rating adalah nilai tingkat resiko, bisa rendah,menengah, tinggi atau ekstrem (AS/NZS).

Tingkat Deskripsi Keterangan
5 Almost Certain Terdapat ≥ 1 kejadian dalam setiap shift
4 Likely Terdapat ≥ 1 kejadian dalam setiap hari
3 Possible Terdapat ≥ 1 kejadian dalam setiap minggu
2 Unlikely Terdapat ≥ 1 kejadian dalam setiap bulan
1 Rare Terdapat ≥ 1 kejadian dalam setahun atau lebih

Tabel 2. Skala “severity” pada standar AS/NZS 4360

Tingkat Deskripsi Keterangan
1 Insignificant Tidak terjadi cedera, kerugian finansial sedikit
2 Minor Cedera ringan, kerugian finansial sedikit
3 Moderate Cedera sedang, perlu penanganan medis
4 Major Cedera berat ≥ 1 orang, kerugian besar, gangguan proses bisnis
5 Catastrophic Fatal ≥ 1 orang, kerugian sangat besar dan dampak sangat luas dengan trehentinya seluruh kegiatan

Tabel 3. Skala “risk rating” pada standar AS/NZS 4360 Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja c. Pengendalian Risiko (risk Control). Adalah cara mengatasi potensi bahaya yang terdapat dalam lingkungan kerja. Potensi bahaya tersebut dapat dikendalikan dengan menentukan skal prioritas terlebih dahulu yang kemudian dapat membantu dalam pemilihan pengendalian Hirarki pngendalian risiko menurut OHSAS 18001 terdiri dari lima hirarki yaitu eliminasi, subtitusi, engineering control, administrative control dan alat pelindung diri (APD).

Menurut Sutrisno dan Ruswandi, 2007, prinsip- prinsip yang harus dijalankan dalam suatu perusahaan/ instansi pemerintah dalam menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah sebagai berikut: a. Adanya APD di tempat kerja b. Adanya buku pentunjuk penggunaan alat atau isyarat bahaya c. Adanya peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab d.

Adanya tempat kerja yang aman sesuai standar SSLK (syarat-syarat lingkungan kerja) antara lain tempat kerja steril dari debu, kotoran,asap rokok, uap gas,radiasi, getaran mesin dan peralatan, kebisingan, tempat kerja aman dari arus listrik, lampu penerangan memadai, ventilasi dan sirkulasi udara seimbang.e.

  1. Adanya penunjang Kesehatan jasmani dan rohani ditempat kerja f.
  2. Adanya sarana dan prasarana lengkap ditempat kerja g.
  3. Adanya kesadaran dalam menjaga keselamatan dan Kesehatan kerja h.
  4. Adanya Pendidikan dan pelatihan tentang kesadaran K3.
  5. Esimpulan : K3 merupakan upaya mendapatkan tempat kerja dan suasana kerja yang nyaman untuk mendukung pencapaian produktivitas yang setinggi-tingginya.

KPKNL Cirebon selaku unit vertikal DJKN selalu berusaha menerapkan protokol K3, baik di kantor maupun di lapangan. Untuk menghindari kecelakaan kerja, maka K3 mutlak dilaksanakan di semua jenis bidang pekerjaan tanpa terkecuali, baik instansi swasta maupun pemerintah.

Budaya hidup sehat dan juga melakukan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku yang kurang sehat. Aksi GERMAS harus diikuti oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tersedianya fasilitas dan sarana prasarana yang memadai juga meningkatkan probabilitas Kesehatan kerja. (Rifky setyarso – Pelaksana KPKNL Cirebon) Daftar Pustaka Moekijat.2004. Manajemen Lingkungan Kerja. Bandung: Mandar Maju. Budiono, M. Sugeng.2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja.

Semarang: UNDIP. Notoatmodjo, Soekidjo.2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta: PT, Rineka Cipta Sutrisno, Kusmawan Ruswandi.2007. Prosedur Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jakarta : Galia OHSAS 18001 : 2007. Occupational Health and Safety Management System – Guideline For Implementation of OHSAS 18001 Standard Australia License.

(1999).AZ/NZS 4360 : 1999 Risk Managementin Security Risk Analysis, Brisbane, Austalia, ISMCPI Indonesia. Undang-undang No.9 Tahun 1960 tentang Pokok- Pokok Kesehatan. Indonesia. Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Mengapa penerapan K3 sangat penting dalam melakukan suatu pekerjaan?

Website Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta

  • Dilihat 25960 kali 03/09/2020 13:27:16 WIB
  • Tim Website Dinkes
  • Pekerja memiliki peran strategis dalam pembangunan dan sebagai agent of change membudayakan hidup sehat dalam keluarga, sekaligus memiliki risiko terpapar bahaya di tempat kerja yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan produktivitas kerja.

Tempat kerja adalah tempat di mana orang berkumpul. Rata-rata orang bekerja di kantor selama kurang lebih 8 jam per hari. Terdapat banya pekerjaan di tempat kerja, di mana setiap pekerjaan pasti memiliki risiko dan bahaya, yang semuanya itu dapat menimbulkan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK). Tujuan penerapan K3 Perkantoran adalah:

  1. mencegah dan mengurangi penyakit akibat kerja dan penyakit lain, serta kecelakaan kerja pada karyawan,
  2. mewujudkan kantor yang sehat, aman, nyaman, dan karyawan yang sehat, selamat, bugar, berkinerja dan produktif.

Potensi bahaya K3 ada 5, yaitu:

  1. Fisik: bising, getaran, pencahayaan, radiasi layer komputer, elektrik, dll
  2. Kimia: partikel debu, cairan desinfektan, uap, vapour, mist, dll
  3. Biologi: mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, vector dll
  4. Ergonomi; posisi kerja tidak netral. Gerakan berulang, kelebihan beban, dll
  5. Psikosiosial: konflik antar rekan, stress kerja, shift, beban kerja, karir, dll
You might be interested:  Cara Menampilkan Icon Baterai Yang Hilang Di Windows 10?

Beberapa masalah K3 perkantoran yang sering muncul antara lain:

  1. Penataan dokumen dan peralatan yang tidak aman
  2. Penataan kelistrikan yang tidak aman
  3. Posisi kerja yang tidak ergonomis
  4. Penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tidak sesuai
  5. Kondisi hidran gedung yang terhalang
  6. Kondisi tangga darurat yang tidak sesuai

Berikut yang perlu diperhatikan untuk standar pelaksanaan K3 di perkantoran:

  1. Keselamatan kerja
    1. pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan ruang perkantoran
    2. desain alat dan tempat kerja
    3. penempatan dan penggunaan alat perkantoran
    4. pengelolaan listrik dan sumber api
    5. manajemen tanggap darurat Gedung
    6. manajemen keselamatan dan kebakaran gedung
    7. persyaratan dan tata cara evakuasi
    8. penggunaan mekanik dan elektrik
    9. P3K
  2. Kesehatan kerja
    1. peningkatan pengetahuan kesehatan kerja;
    2. pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja;
    3. penyediaan ruang ASI dan pemberian kesempatan memerah ASI selama waktu kerja di Perkantoran;
    4. aktivitas fisik.
  3. Kesehatan lingkungan kerja perkantoran
    1. Standar dan persyaratan kesehatan lingkungan perkantoran
      • sarana bangunan
      • penyediaan air bersih
      • Toilet
      • pengelolaan limbah
      • cuci tangan pakai sabun (CTPS)
      • pengendalian vektor dan binatang
      • pembawa penyakit.
    2. Standar lingkungan kerja perkantoran, meliputi aspek fisika, kimia, dan biologi
  4. Ergonomi
    1. Luas tempat kerja
    2. Kursi
    3. Koridor
    4. Postur kerja
    5. Durasi kerja, dll.

Dalam rangka mendukung pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, dan produktif maka setiap kantor hendaknya memiliki Sistem Manajemen K3 (SMK3). Tahapan dalam pelaksanaan SMK3 yaitu:

  1. Penetapan kebijakan K3 perkantoran yang merupakan pernyataan tertulis pimpinan kantor mengenai kebijakan K3.
  2. Perencanaan K3 perkantoran, minimal memuat tujuan dan sasaran, skala prioritas, upaya pengendalian bahaya, penetapan sumber daya, jangka waktu pelaksanaan, indicator pencapaian, system pertanggungjawaban.
  3. Pelaksanaan rencana K3 perkantoran.
  4. Pemantauan dan evaluasi K3 perkantoran.
  5. Peninjauan dan peningkatan kinerja K3 perkantoran

Standar keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran tertuang di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016. Pada prinsipnya jika setiap pimpinan tempat kerja/ perkantoran memiliki komitmen yang kuat untuk menegakkan standar K3 di perkantoran maka akan timbul tempat kerja yang sehat dan nyaman sehingga karyawan/ pekerja yang berada ti tempat kerja tersebut akan merasa bersemangat, selalu dalam kondisi sehat, dan otomatis produktivitas kerja akan meningkat.

Kenapa seorang pekerja perlu mengerti dan memahami tentang K3?

8 Alasan pentingnya K3 – Dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja, reputasi perusahaan akan meningkat (sumber: freepik) K3 menjadi prioritas utama dalam sebuah ekosistem bekerja. Hal ini dikarenakan SDM atau sumber daya manusia merupakan aset penting perusahaan yang perlu dilindungi kesehatan dan keselamatannya.

Apa yang dimaksud dengan K3 dalam dunia kerja?

Penutup – Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah hak bagi setiap pekerja yang penerapannya pun telah diatur oleh undang-undang. K3 merupakan sistem manajemen yang menjamin keselamatan karyawan di tempat kerja. Perusahaan perlu menerapkan sistem K3 yang baik, guna menunjang produktivitas karyawan.

Apa kewajiban tenaga kerja terhadap K3?

5 Kewajiban Tenaga Kerja Terhadap Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja Kewajiban Tenaga Kerja Terhadap Penerapan K3 () di tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 12 dimana terdapat 5 (lima) kewajiban utama tenaga kerja dalam penerapan K3 di tempat kerja, antara lain :

Memberi keterangan yang benar apabila diminta pegawai pengawas / keselamatan kerja. Menggunakan yang diwajibkan. Memenuhi dan menaati semua yang diwajibkan. Meminta pada agar dilaksanakan semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan. Menyatakan keberatan kerja dimana syarat K3 dan APD yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja merupakan tanggung-jawab bersama. Dengan saling menunaikan kewajiban di tempat kerja, maka diharapkan penerapan K3 dapat dilaksanakan dengan baik. Perusahaan dan tenaga kerja sama-sama memiliki kewajiban terhadap penerapan K3 di tempat kerja. : 5 Kewajiban Tenaga Kerja Terhadap Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Apakah akibat jika tidak menerapkan K3 pada saat bekerja?

Kerugian Tidak Diterapkannya Prosedur K3 Pada Suatu Lembaga Pelatihan K3 Pada Suatu Perusahaan Merupakan Kewajiban © Unsplash Prosedur, pelatihan, dan pengelolaan K3 perlu dilakukan dalam pekerjaan untuk menghindari kerugian. Kerugian tersebut dapat terjadi pada diri sendiri, perusahaan, maupun orang lain.

  1. Prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kadang kala disepelekan dan tidak diterapkan ketika sedang bekerja.
  2. Padahal, akibatnya buruk bagi diri sendiri maupun orang lain.
  3. Bukan tidak mungkin, keselamatan terancam dan kesehatan pun terdampak.
  4. Bagi perusahaan, kelalaian menerapkan prosedur K3 dapat diganjar dengan sanksi tertentu sesuai aturan yang berlaku.

Pentingnya Menjalankan Prosedur K3 Prosedur K3 untuk semua pekerjaan telah tertuang dalam sejumlah undang-undang dan peraturan menteri. Khusus untuk jenis pekerjaan tertentu, seperti bekerja di ketinggian, bekerja dengan scaffolding, dan sebagainya, ada prosedur khusus yang harus dijalankan.

Merasa tidak nyaman saat bekerja

Wajar saja jika pekerja akan merasa tidak nyaman saat bekerja, bahkan merasa ragu ketika prosedur K3 tidak diterapkan. Pasalnya, tidak ada aturan yang jelas dan tepat dalam bekerja. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap pola kerja dan mengakibatkan dampak yang serius.

Ada risiko cedera dan kematian

Akibat tidak diterapkannya prosedur K3 saat bekerja, ada kerugian yang dialami oleh pekerja, yaitu cedera dan bahkan kematian. Sebagai contoh, saat bekerja di ketinggian atau menggunakan scaffolding, Jika aturan mengenai perangkat yang digunakan tidak ditepati, pekerja rentan mengalami kecelakaan.

Hasil kerja tidak optimal

Kerugian lainnya yang akan dialami oleh perusahaan adalah hasil kerja yang tidak optimal. Prosedur K3 bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja secara umum. Ketika hal ini tidak dilakukan, masalah berupa cedera, bisa saja terjadi. Akibatnya, produktivitas pekerja pun menurun dan hasil kerja menjadi tidak optimal.

Merugikan orang lain di lingkungan kerja

Bukan hanya perusahaan dan pekerja saja yang akan mengalami kerugian akibat tidak diterapkannya prosedur K3. Namun, orang lain yang berada di sekitar perusahaan pun pasti akan merasakan dampaknya. Contoh sederhana adalah limbah pabrik yang dapat mencemari air bersih. Dampak ini bisa berpengaruh secara langsung atau pun bertahap.

Kesulitan menyelamatkan diri saat bahaya terjadi

Prosedur K3 juga mengatur tentang tata cara yang harus dilakukan ketika bahaya terjadi di tempat kerja. Ketika terjadi kebakaran, misalnya, ada jalur evakuasi yang bisa diakses dengan mudah. Dengan demikian, nyawa bisa terselamatkan pada detik-detik kritis.

Namun, tanpa prosedur K3 tersebut, hal ini terabaikan dan pekerja akan sulit menyelamatkan diri pada situasi buruk. Untuk menghindari berbagai kerugian tersebut, perusahaan maupun pekerja wajib mengikuti training, sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Hal ini untuk memastikan prosedur K3 telah dipahami dengan benar dan dijalankan setiap waktu.

: Kerugian Tidak Diterapkannya Prosedur K3 Pada Suatu Lembaga

Mengapa seorang pekerja perlu mengerti tentang K3 brainly?

Jawaban ini terverifikasi Melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan dari tenaga kerja.

Mengapakah kita harus turut mendukung kegiatan K3 *?

Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja Logo K3 Sudah tidak asing lagi istilah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi sebagian masyarakat Indonesia. K3 merupakan upaya untuk mencapai keamanan, keselamatan dan kesehatan bagi seluruh tenaga kerja di tempat kerja manapun. Kita dapat temui berbagai hal mengenai K3, misal : bendera, simbol atau logo K3 dan slogan di lingkungan perusahaan, di jalan, di gedung-gedung bertingkat dan lain sebagainya. Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja Kecelakaan di Tempat Kerja (Sumber : Kompasiana.com) Merujuk pada ILO (International Labour Organization) pada 2017, sebanyak 2,78 juta kecelakaan dan penyakit akibat kerja terjadi setiap tahun. Sebagian besar (2,4 juta) kecelakaan tersebut diakibatkan penyakit akibat kerja.

Kejadian tersebut jelas tidak diharapkan oleh seluruh pihak baik perusahaan, pekerja dan keluarga pekerja maupun pemerintah. Hal ini yang menjadi alasan pentingnya K3. K3 sangat diperlukan bagi setiap institusi atau organisasi dalam mencegah terjadinya kecelakaan maupun peyakit akibat kerja. Selain itu, merupakan hak bagi setiap tenaga kerja untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan selama bekerja.

Hak dan kewajiban tenaga kerja secara jelas tercantum pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ulasan diatas tidak diharapkan hanya menjadi rangkaian kalimat semata, namun sebagai pengingat bagi kita semua di seluruh sektor atau bidang usaha untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama bekerja.

Mengapa employer dan employee wajib memahami dan melaksanakan standar K3?

Kesehatan Kerja – Ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan psikis atau psikologi karyawan. Kesehatan fisik merupakan hal yang sangat penting, karena tubuh yang sehat para karyawan dapat bekerja dengan baik. Begitu pula dengan kesehatan mental yang akan membuat karyawan bekerja secara optimal.

  • Perusahaan bisa mengadakan aktivitas-aktivitas yang bisa meningkatkan stamina tubuh para karyawan.
  • Misalnya perusahaan bisa mengadakan program olahraga bersama atau senam pada pagi hari.
  • Jadi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah upaya yang dilakukan oleh perusahaan demi melindungi karyawan yang sedang bekerja dan menjaga kesehatan karyawan dengan baik.
You might be interested:  How Many Watts Of Solar To Power A House?

Hal tersebut dilakukan karena karyawan merupakan aset berharga bagi karyawan.

  • Tujuan Keselamatan Kerja
  • Mengapa K3 Sangat Diperlukan Bagi Tenaga Kerja
  • Berikut ini beberapa tujuan keselamatan kerja yang ada di perusahaan:
  • Pencegahan Risiko Bahaya

Tentu saja, ketika bekerja kita berharap semua berjalan dengan baik dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun kejadian kecelakaan itu sangat mungkin terjadi dalam dunia kerja. Baik yang berada di office maupun di lapangan keselamatan kerja karyawan sangat penting.

  1. Efektivitas Organisasi
  2. Ketika karyawan bisa terjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terjamin maka perusahaan pun akan mudah meraih efektivitas organisasi karena karyawan bekerja dengan baik dan optimal.
  3. Syarat-syarat Keselamatan Kerja
  4. Berdasarkan undang-undang No 1 Tahun 1970 Pasal 3, syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam keselamatan kerja, yaitu:
  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan
  • Mencegah, mengurangi dan memadam kan kebakaran
  • Mengurangi bahaya peledakan
  • Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu
  • Kebakaran atau kejadiankejadian lain yang berbahaya
  • Memberi pertolongan pada kecelakaan
  • Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
  • Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran
  • Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan
  • Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai
  • Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik
  • Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
  • Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban
  • Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya
  • Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang
  • Menjamin dan memelihara segala jenis bangunan;
  • Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan dan penyimpanan barang
  • Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya
  • Menyeseuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi
  • Alat Pelindung Diri
  • Alat pelindung diri merupakan hal yang harus dimiliki oleh pekerja lapangan. Berikut ini barang-barang yang merupakan bagian dari alat pelindung diri:
  • Helm Pelindung
  • Helm pelindung berfungsi untuk melindungi kepala dari benda-benda yang berbahaya saat mengerjakan proyek atau pekerjaan yang ada di lapangan.
  • Meski sudah menggunakan helm pelindung, bekerja juga tetap hati-hati atau waspada terhadap benda-benda yang mungkin bisa menimpanya.
  • Rompi Pengaman
  • Rompi pengaman akan melindungi tubuh bagian depan dan belakang dari suhu panas, percikap bahan kimia, atau pun terluka saat bekerja.
  • Masker

Masker akan melindungi pekerja dari udara yang tidak sehat atau tercemar dari lingkungan kerja. Apalagi dimasa pandemi seperti ini memakai masker adalah suatu kewajiban untuk melidungi diri kita,keluarga dan orang lain.

  1. Sarung Tangan
  2. Sarung tangan akan melindungi tanganmu dari luka ketika mengoperasikan mesin atau alat berat milik perusahaan.
  3. Pelindung Telinga

Suara alat-alat yang bising dapat mengganggu fungsi telinga. Sehingga kita harus menggunakan pelindung telinga saat bekerja di lapangan.

  • Kacamata Pelindung
  • Kacamata pelindung dapat melindungi mata dari radiasi sinar matahari dan juga debu yang bertebaran saat kita bekerja di lapangan.
  • Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • aspek-aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang harus diperhatikan oleh perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Lingkungan Kerja

Ini merupakan tempat dimana pekerja/ karyawan beraktivitas untuk bekerja. Lingkungan kerja ini menyangkut suhu, penerangan, kondisi tempat bekerja, ventilasi, dan situasi-situasi di sekitar tempat bekerja. Alat kerja dan Bahan Alat kerja dan bahan merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi suatu produk.

Dalam memproduksinya, dibutuhkan alat-alat kerja yang memang wajib digunakan oleh para pekerja ketika melakukan proses produksi, disamping itu dibutuhkan juga bahan utama yang digunakan ketika proses produksi. Cara Melakukan Pekerjaan Setiap langkah ketika proses produksi, setiap karyawan memiliki cara-cara yang berbeda saat melakukan pekerjaannya.

Cara yang biasanya dilakukan oleh karyawan dalam melakukan semua aktivitas pekerjaannya seperti saat menggunakan alat pelindung diri yang tepat, atau menggunakan peralatan yang sudah tersedia, dan memahami cara mengoperasionalkan mesin. Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menurut Budiono dkk, 2003 Faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sebagai berikut:

  1. Beban kerja. Beban kerja berupa beban fisik, beban sosial, atau mental sehingga upaya penempatan pekerja perlu disesuaikan dengan kemampuan tiap pekerja.
  2. Kapasitas kerja. Kapasitas kerja yang banyak tergantung pada keterampilan, pendidikan, ukuran tubuh, kesegaran jasmani, keadaan gizi, dan lain sebagainya.
  3. Lingkungan kerja. Lingkungan kerja misalnya seperti faktor fisik, kimia, biologik, ergonomik, maupun psikososial.

Prinsip-Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Prinsip-prinsip yang harus dijalankan perusahaan dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diantaranya sebagai berikut :

  1. Adanya Alat Pelindung Diri di tempat kerja.
  2. Tersedianya buku petunjuk penggunaan alat atau isyarat bahaya.
  3. Adanya peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab.
  4. Adanya tempat kerja yang aman sesuai dengan standar SSLK (syarat-syarat lingkungan kerja) diantaranya tempat kerja yang bebas asap rokok, steril dari debu, kotoran, uap gas, getaran mesin, radiasi, dan kebisingan. Tempat kerja juga harus aman dari arus listrik, lampu penerangan yang harus memadai, dan sirkulasi udara yang cukup.
  5. Adanya penunjang kesehatan jasmani dan rohani di lokasi
  6. Tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap di lokasi
  7. Adanya kesadaran dalam menjaga keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.

K3 Bukan Hanya Slogan, Tapi Kebutuhan Bagi Setiap Pekerja Setiap aktivitas bekerja, pasti memiliki potensi munculnya risiko yang dapat terjadi kapan saja, risiko keselamatan maupun kesehatan. Dalam hal ini pekerja akan selalu berhadapan dengan bahaya yang bisa terjadi di tempat kerja, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.

Kecelakaan kerja merupakan masalah yang bisa saja terjadi di dunia industri, dan hal ini bisa menjadi masalah besar bagi kelangsungan usaha. Untuk itu, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja diberikan kepada setiap karyawan sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas.

Setidaknya terdapat 3 alasan mengapa K3 ini penting sebagai kebutuhan dan perlu di implementasikan di berbagai bidang pekerjaan apapun. Berikut ini adalah alasannya:

  1. Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja adalah hak mendasar bagi setiap pekerja.
  2. Aspek hukum tanggung jawab pemerintah dan pengusaha untuk memastikan bahwa lingkungan kerja aman dan sehat.
  3. Aspek ekonomis untuk mencegah kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja rusaknya

Namun, ada hal penting yang harus kita pahami juga untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan kerja, yaitu pola pikir kita dalam bersikap untuk terus mengutamakan keselamatan dalam menjalankan pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari. Hal paling mudah dilakukan adalah mengamati dan mengenali setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sebelum terjadinya kecelakaan itu sendiri, kita harus melakukan suatu perbaikan atau pencegahan melalui banyak hal, seperti pemasangan rambu, peringatan, perbaikan fasilitas, perubahan metode kerja, serta kampanye K3. Standard Operating Procedure SOP (Standard Operating Procedure) adalah prosedur tertulis yang penting sebagai acan pelaksanaan Keselamatan dan kesehatan kerja.

Namun, harus diingat bahwa prosedur tertulis/ SOP yang sudah disusun sedemikian rupa ini oleh perusahaan bukan hanya sekedar hiasan dan slogan saja, jika mental berpikir kita tidak aware terhadap keselamatan. Perusahaan tentu ingin memastikan para pekerja tetap aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

Begitu pula Anda ingin kembali ke rumah dengan selamat setelah melaksanakan pekerjaan Anda. Untuk itu, jadikan poster, spanduk, atau bendera K3 yang bertuliskan “Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja” yang dipasang di tempat kerja Anda bukan sekadar slogan semata, tetapi juga sebagai kebutuhan agar Anda tetap safe dalam bekerja.

Bagaimana jika perusahaan melakukan pelanggaran K3? Jika terjadi pelanggaran terhadap UU K3 misalnya pengusaha tidak menyediakan alat pelindung diri sebagai alat keselamatan kerja atau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan dan kemampuan fisik pekerja, dengan itu perusahaan menghadapi ancaman pidana.

Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak 15.000.000 Rupiah bagi perusahaan yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut. UU Ketenagakerjaan hanya memuat sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan baik.

Sanksi administrasi itu berupa teguran, pembatasan kegiatan usaha, peringatan tertulis, pembekuan kegiatan usaha, pembatalan pendaftaran, pembatalan persetujuan, penghentian sementara sebagian/ seluruh alat produksi, sampai dengan pencabutan izin usaha.

  • Di era industri saat ini tentu perusahaan bisa lebih mudah dalam melindungi para karyawan, tentu hal tersebut juga didukung dengan sikap karyawan yang selalu menjaga diri.
  • Setiap upaya yang terkait dengan K3 hanya akan berhasil jika pemerintah, perusahaan, dan pekerja melakukan kerja sama yang harmonis dan strategis.
You might be interested:  How To Clean Garden Light Solar Panels?

Setiap pihak harus lebih peduli, disiplin, bertekad, dan meminimalisir jangan sampai terjadi kecelakaan di lokasi kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja/ K3 ini memang wajib dijadikan budaya perusahaan dan sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pekerja untuk saling bekerja sama.

  1. Mari tingkatkan kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  2. Bagaimana pendapat Anda mengenai penerapan K3 di PT.WISMATATA ELTRAJAYA saat ini dan sanksi yang selama ini diterapkan? Apakah Anda sudah mulai melihat kerja sama yang baik antara perusahaan, dan pekerja ? Tentu, kita berharap semua pekerja di PT.WISMATATA ELTRAJAYA selalu aman dan sehat dalam menjalankan pekerjannya.

Salam safety!

  1. Penutup
  2. Demikianlah artikel tentang pentingnya K3, sekarang kita sudah mengetahui tentang pengertian, tujuan, syarat, dan alat pelindung diri agar bisa tercegah dari bahaya dan mendapatkan keselamatan kerja.
  3. Jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan pada karyawan yang mengancam keselamatan dan kesehatannya, maka perusahaan wajib membayar kompensasi atas kejadian yang terjadi.

: Seberapa penting kah? Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi Karyawan

Apakah ada hubungan antara K3 dengan jaminan sosial tenaga kerja?

Bulan K3, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKK dan JKM SEMARANG, suaramerdeka.com – Pada peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja () yang dilaksanakan di PT Kubota Indonesia BSB, Semarang, Kamis, 3 Februari 2022, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan empat santunan Program Jaminan Kecelakaan Kerja () dan Jaminan Kematian () kepada para ahli waris dan penerima.

  • Santunan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai apel Bulan Nasional tahun 2022.
  • Apel Bulan Nasional tahun 2022 mengusung tema Penerapan Budaya pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi dengan subtema di Jateng Digitalisasi Jateng Ber-AKHLAK (Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
  • Baca Juga:
  • Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari yang ditemui seusai kegiatan mengatakan, bahwa keselamatan dan kesehatan para pekerja merupakan tanggung jawab bersama salah satunya mengikuti aturan,
  • “Kaitannya dengan, BPJS Ketenagakerjaan bertugas memastikan semua karyawan mengikuti aturan dan memastikan sudah terjamin saat terjadi risiko,” kata Naning, panggilan akrab Cahyaning Indriasari.
  1. Naning menegaskan, dengan seluruh pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka saat pekerja mengalami risiko kecelakaan kerja hingga kematian, tidak lagi menjadi tanggung jawab perusahaan, karena telah dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Baca Juga:
  3. “Kami memberikan perlindungan ke pekerja jika terjadi kecelakaan kerja, hari tua, kematian, pensiun, dan yang terbaru jaminan kehilangan pekerjaan,” kata Naning.
  4. Naning menegaskan pentingnya pekerja didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena risiko entah itu kecelakaan kerja atau kematian pasti ada dan BPJS Ketenagakerjaan akan menjaminnya.

Mengapa K3 selalu diterapkan di dunia kerja industri?

Pentingnya K3 di Dunia Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan. Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi karena program K3 tidak berjalan dengan baik.

Hal ini dapat berdampak pada tingkat produktivitas karyawan. Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja yang diwajibkan atau kurang terampilnya pekerja itu sendiri.

Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut antara lain peralatan atau mesin­mesin. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar­benar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan.

  • Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya.
  • Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif, sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat.

Memperhatikan hal tersebut, maka program K3 dan produktivitas kerja karyawan menjadi penting untuk dikaji, dalam tujuannya mencapai visi dan misi perusahaan. Ravianto (1990) menyatakan bahwa produktivitas sebagai efisiensi dari pengembangan sumber daya untuk menghasilkan keluaran.

Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa produktivitas merupakan rasio yang berhubungan dengan keluaran (output) terhadap satu atau lebih dari keluaran tersebut. Lebih spesifik, produktivitas adalah volume barang dan jasa yang sebenarnya digunakan secara fisik pula. Keselamatan kerja menunjukkan pada kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan, kerusakan atau kerugian di tempat kerja (Mangkunegara, 2000).

Sedangkan menurut Suma’mur (1996) keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, alat kerja, proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan serta cara­cara melakukan pekerjaan. Dalam hal ini, keselamatan kerja menyangkut peralatan yang dipakai oleh karyawan dalam bekerja, guna melindunginya dari resiko-resiko tertentu agar terhindar dari kecelakaan kerja.

  1. Menurut Mangkunegara (2000) Program kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan.
  2. Resiko kesehatan merupakan faktor­faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan.
  3. Lebih lanjut, Suma’mur (1996) menerangkan bahwa kesehatan kerja bertujuan guna mewujudkan tenaga kerja sehat, produktif dalam bekerja, berada dalam keseimbangan yang mantap antara kapasitas kerja, beban kerja dan keadaan lingkungan kerja, serta terlindungi dari penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan kajian yang penting agar dapat meningkatkan produktifias kerja karyawan. Bila perusahaan secara khusus memperhatikan K3 maka, karyawan dapat bekerja dengan aman, tentram dan produktif dalam bekerja.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tujuan Penerapan K3 pada dasarnya adalah untuk mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

Menurut Mangkunegara (2000), tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
  2. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
  3. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
  4. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
  5. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
  6. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
  7. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

Penerapan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memiliki 3 (tiga) tujuan dalam pelaksanaannya berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.3 (tiga) tujuan utama penerapan K3 berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tersebut antara lain :

  1. Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja
  2. Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
  3. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
  • Dari penjabaran tujuan penerapan K3 di tempat kerja berdasarkan Undang-Undang nomor 1 Tahun 1970 tersebut, maka terdapat harmoni mengenai penerapan K3 di tempat kerja antara Pengusaha, Tenaga Kerja dan Pemerintah/Negara.
  • Sehingga di masa yang akan datang, baik dalam waktu dekat ataupun nanti, penerapan K3 di Indonesia dapat dilaksanakan secara nasional dari Sabang sampai Meraoke.
  • Seluruh masyarakat Indonesia sadar dan paham betul mengenai pentingnya K3 sehingga dapat melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal.

: Pentingnya K3 di Dunia Kerja

Mengapa kita perlu menerapkan k3lh brainly?

Mengapa faktor keselamatan kerja menjadi penting? Jawaban:

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan.

Penjelasan: Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tujuan Penerapan K3 pada dasarnya adalah untuk mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

Menurut Mangkunegara (2000), tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut: a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.c.

Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja

Jawaban: karna dengan memperhatikan keselamatan kita dapat memperhatikan yg lain penting keselamatan bagi tenaga kerjadan klo kita tdk memperhatikan keselamatan maka bisa jadi kita tdk bisa bekerja karan kita tidak hati hati

: Mengapa faktor keselamatan kerja menjadi penting?