Inisiatif PLTS Off Grid Untuk Desa

PVinAsia.com – PT. Surya Utama Nuansa (PT. SUN), Start-up energi listrik surya Indonesia, memulai kerjasama dengan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, dalam mengembangkan PLTS Off Grid untuk Desa.

Rencananya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7,35 MWp akan dibangun untuk melistriki 5.000 rumah di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Inisiatif Pembangkitan Energi Surya

Sebelumnya, proyek kelistrikan ini telah dimulai PT. SUN dengan PT. Bungo Dani Mandiri Utama (PT. BDMU), sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).



PT. SUN akan berfungsi sebagai perusahaan Renewable Energy Service Company (RESCO), yang menjalankan keseluruhan pengembangan dan implementasi proyek.

Sementara PT. BDMU merupakan perusahaan operator yang akan menjalankan fungsi seperti “PLN” di sebagian wilayah yang akan dijangkau PLTS Off Grid.

Kemudian GIZ, akan menjadi pihak yang akan memfasilitasi penyediaan tenaga ahli, dalam pengembangan dan implementasi proyek untuk membantu proses perizinan, peninjauan proyek, hingga membantu pendanan proyek.

Sehingga secara umum, kerjasama ini akan mendorong pemanfaatan pertama dan terbesar listrik surya dengan teknologi Off Grid di Indonesia.

off grid untuk desa
Philipp Schukat (Kiri), Lead Advisor Climate, GIZ, & Ryan Manafe (Kanan), CEO PT. SUN

Teknologi PLTS Off Grid Untuk Desa

Lokasi wilayah desa yang terpencil dan sulit diakses, merupakan salah satu poin utama PT. SUN dan PT. BDMU memutuskan untuk menggunakan teknologi PLTS dalam menyediakan listrik surya bagi masyarakat.

Dari Hasil survei yang dilakukan PT. SUN, rata-rata masyarakat akan membutuhkan 4700 Wh energi setiap harinya, yang akan digunkan untuk
pemenuhan kebutuhan harian listrik rumah tangga, seperti penerangan, peralatan rumah tangga lainnya, dan peralatan usaha kecil.

Solusi teknologi dan implemantasi masih menunggu studi lanjutan yang akan dilakukan PT. SUN dengan GIZ. Namun, PT. SUN sendiri menargetkan untuk segera mengoperasikan pembangkit off grid ini.

”Diharapkan dengan adanya proyek ini, dapat menjadi contoh dan mendukung untuk melistrikan daerah lain yang belum mempunyai akses listrik dari PLN… Kedepannya, setelah proyek percontohan ini selesai, SUN berharap untuk dapat memperluas ‘solusi elektrifikasi pedesaan berkelanjutan’ untuk seluruh Indonesia tanpa harus bergantung terhadap anggaran pemerintah.” jelas Ryan Manafe, CEO PT. SUN.




Artikel yang mungkin Anda cari:




Tinggalkan Balasan