Iklan
Teknologi

Panel Anti Surya, sudah tahu apa itu?

PVinAsia – Sudah menjadi rahasia umum bagaimana panel surya bekerja di siang hari, tetapi sudah tahukah kamu mengenai Night Solar Panel (NSPs) atau disebut juga Panel Anti Surya (PaS) yang dapat bekerja pada malam hari?

Iklan

Bagaimana Panel Anti Surya bisa bekerja

Ilmu di balik PaS didasarkan pada penelitian yang diajukan oleh Tristan Deppe dan Jeremy N. Munday, akademisi dari University of California Davis.

Dalam makalah mereka Nighttime Photovoltaic Cells: Electrical Power Generation by Optically Coupling with Deep Space, Deppe dan Munday menunjukkan perbedaan konsep kerja panel surya konvensional dengan PaS.

Sel surya pada panel surya konvensional menghasilkan daya dengan menyerap sinar matahari, yang menyebabkan tegangan muncul di seluruh perangkat dan arus mengalir. Sedangkan di Panel Anti Surya, cahaya malah dipancarkan dan arus dan tegangan mengalir ke arah yang berlawanan, tetapi panel tetap menghasilkan daya. Cara kerja PaS harus menggunakan bahan yang berbeda, tetapi menggunakan konsep fisika yang sama. 

Saat ini Munday dan rekan-rekannya sedang dalam tahap prototipe, mereka ingin mengubah teori PaS menjadi produk fungsional. Prototipe yang telah dikembangkan sekarang baru mampu menghasilkan sekitar 25% dari daya panel konvensional. 

Pemanfaatan PaS

Panel surya diharapkan dapat menyediakan solusi daya bagi masyarakat di berbagai belahan bumi. Namun tidak semua area di bumi memiliki tingkat jam sinar matahari harian tahunan yang tinggi ada. 

Sehingga dengan pengembangan Panel Anti Surya, tempat-tempat terpencil dengan jam sinar matahari harian tahunan yang rendah -terutama selama musim dingin di mana permintaan akan sumber energi meningkat karena kebutuhan tambahan untuk penerangan, pemanas, gadget untuk hiburan, dan sebagainya – dapat juga memanfaatkan energi yang tidak akan pernah habis ini: sinar matahari (yang dimanfaatkan dengan cara berbeda tentunya).

Pengembangan PaS sendiri memang memiliki tantangan tersendiri yang tidak dapat dipungkiri. Namun ekspektasi positif dari pengembangan PaS adalah kemungkinan pemanfaatan enegi surya selama 24 jam dan potensi memanen energi surya di bulan-bulan dengan sedikit atau tanpa sinar matahari.

Selain itu, hal ini dapat membantu mendorong optimalisasi penggunaan teknologi baterai sebagai solusi penyimpanan energi surya yang hanya dapat dihasilkan siang hari sekarang ini.

Iklan

Apa Komentarmu?

Email Anda tidak akan kami publikasikan Isi kolom dibawah ini *

TERBARU

Sunseap mengumumkan proyek PLTS terapung 2,2 GW di Indonesia

Sunseap telah menandatangani nota kesepahaman dengan BP Batam untuk pembangunan 2,2 GW PLTS terapung di Waduk… SELANJUTNYA

6 hari yang lalu

Tagihan Listrik Raffi Ahmad Bisa Hemat Hingga 22% Dengan Listrik Surya Atap

Tagihan listrik PLN Raffi Ahmad mencapai 17 juta rupiah per bulannya, Jika Raffi Ahmad memasang… SELANJUTNYA

11 bulan yang lalu

Tiga Pertimbangan Awal Pemasangan Panel Surya di Atap Rumah

Pemasangan panel surya di atap rumah anda dapat jadikan solusi untuk kebutuhan energi listrik. Berikut… SELANJUTNYA

1 tahun yang lalu

8 Alasan Mengapa Menggunakan Listrik Surya Atap Menarik untuk Orang Indonesia?

Menggunakan listrik surya atap, memiliki keunggulan yang dapat menarik simpati orang Indonesia. Berikut beberapa alasan… SELANJUTNYA

1 tahun yang lalu

Bagaimana Cara Kerja Panel Surya?

Sudah banyak pemanfaatan panel surya untuk berbagai keperluan, mulai dari kota hingga pelosok. Tapi sebenarnya… SELANJUTNYA

1 tahun yang lalu

Lima Startup Listrik Surya Atap 2020

Salah satu pemanfaatan energi surya adalah sebagai alternatif sumber energi listrik atau dikenal sebagai listrik… SELANJUTNYA

1 tahun yang lalu

This website uses cookies.