//Panel Surya Bisa Berdampak Langsung Ke Biaya Rumah Sakit Kamu, Kok Bisa?

Panel Surya Bisa Berdampak Langsung Ke Biaya Rumah Sakit Kamu, Kok Bisa?

PVinAsia – Umumnya, panel surya dikaitkan dengan nilai ekonomis penggunaan listrik, ramah lingkungan, dan energi terbarukan dengan potensi setara dengan 4 juta barel bahan bakar fosil dalam waktu 1 tahun untuk area sekitar 1,5 kilometer persegi!

Namun biaya investasi yang sedikit “memukau” akan membuatmu tidak ingin segera berpindah haluan menuju penggunaan panel surya. Tapi tahukah kamu, ada korelasi antara biaya rumah sakit dengan menggunakan panel surya. Apa ya?

Memahami residu dari bahan bakar fosil yang menjadi silent killer

Noelle Eckley Selin, ahli energi terbarukan dari Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa jika panel surya digunakan masif dalam 1 negara maka dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakatnya.

Jika kebijakan negara untuk penggunaan energi terbarukan diterapkan dalam skala nasional, maka terdapat penurunan signifikan tingkat karbon dioksida di udara. Seperti yang kita tahu, tingkat karbon dioksida di dunia saat ini memiliki dampak buruk pada kesehatan dan menyebabkan berbagai bencana akibat pemanasan global.

Penggunaan energi listrik berbahan bakar fosil menciptakan polusi dan residu yang berbahaya, salah satunya fine particulate matter atau konsentrasi partikulat yang disingkat PM2.5. Partikel ini sangat kecil namun mengandung logam berat yang merupakan sisa pembakaran energi fosil.

Di Amerika Serikat sendiri PM2.5 telah menjadi penyebab utama 93.000 kematian prematur. Bagaimana dengan Indonesia sendiri? BMKG pada tanggal 19 April 2020 mencatat bahwa tingkat PM2.5 di Kemayoran memiliki tingkat 95.67. Padahal ambang batas yang sehat adalah di bawah 65!

Bisa dibayangkan betapa beresikonya kesehatan kita?

Mengurangi residu bahan bakar fosil membantu kesehatan kamu meningkat

Selin melanjutkan bahwa dengan berkurangnya PM2.5 secara signifikan maka tentu berkontribusi lebih kepada kesehatan manusia.

Melalui model simulasinya, Selin menemukan bahwa dampak semakin baiknya kesehatan, akhirnya mengurangi biaya kesehatan termasuk biaya rumah sakit. Begitu pula dengan produktivitas di pekerjaan yang tidak terganggu karena masalah kesehatan.

Tidak tanggung-tanggung, dengan perkiraan 13% penggunaan energi panel surya untuk penggunaan skala nasional bisa membantu menghemat sekitar $4.700.000.000 atau sekitar Rp 72.589.620.000.000, lho! Aduh angkanya banyak sekali ya? Tentunya hal ini juga bisa membantu ekonomi negara secara signifikan.

Jadi sudah tahu hubungan panel surya terhadap biaya rumah sakit kamu. Meskipun belum bisa dirasakan manfaatnya secara langsung di Indonesia, tapi tentunya bisa jadi bahan perenungan kan? Oleh karena itu, Jadilah salah satu pengguna panel surya yang bisa membantu kesehatan masyarakat Indonesia!