PvinAsia – Ini dia salah satu pertanyaan yang sering terlontar sebelum pelanggan beralih kepada panel surya. Panel surya vs PLN, kira-kira mana yang lebih ekonomis? Kenapa saya harus memilih panel surya?

Di artikel kali ini kita akan membahas panel surya vs PLN dan langkah apa yang bisa kamu lakukan untuk mencapai efisiensi maksimal.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang panel surya vs PLN, kita perlu mengetahui bahwa Indonesia sedang menggenjot penggunaan energi terbarukan. Berdasarkan cetak biru Kebijakan Energi Nasional, paling tidak pada 2025 peran energi terbarukan bisa mencapai 25% dalam skala nasional. Ini artinya peran energi terbarukan sudah menjadi vital dan didukung langsung oleh pemerintah.

Panel surya vs PLN, apakah PLN siap rugi?

Kalau dilihat dari kebijakan tersebut, kira-kira PLN akan rugi tidak ya?

Jawabannya, ternyata tidak!

Dilansir dari CNBC Indonesia (28/07/2019), Plt Direktur Utama PLN Djoko Abumanan menyatakan bahwa PLTS justru menjadi salah satu sektor PLN juga. Ini dibuktikan dengan adanya Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap. Menurut beliau, PLTS tidak perlu membuka lahan dan hanya memasang di atap. Berbeda dengan PLTU yang harus membuka lahan yang cukup besar.

Secara garis besar, panel surya memiliki keunggulan dibandingkan listrik PLN

Salah satu pembangkit listrik yang memproduksi mayoritas listrik di negara Indonesia adalah PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap. Uap yang dimaksud adalah hasil pembakaran bahan bakar fosil atau batu bara.

Jika dibandingkan, tentu ada perbedaan besar antara penggunaan batu bara dengan tenaga matahari.

Batu bara merupakan energi yang terbatas. Artinya pasti akan habis dan untuk menciptakan kembali batu bara diperlukan ribuan tahun, lho! Octopus Energy menegaskan bahwa dalam penggunaan yang normal, cadangan bahan bakar fosil dunia akan habis pada tahun 2060.

Ini berarti tidak akan ada lagi bahan bakar yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik di PLTU.

Sedangkan matahari tidak akan habis dan selalu ada. Apalagi di negara tropis seperti Indonesia, matahari selalu menyinari sepanjang tahun. Berbeda dengan negara-negara di lingkar artik yang matahari hanya bersinar selama 6 bulan saja.

Panel surya juga menjadi energi yang ramah lingkungan dan menyehatkan

Panel Surya vs PLN: Mana Yang Lebih Oke?

Riset menunjukkan bahwa emisi karbondioksida dan partikel besi berat hasil pembakaran bahan bakar fosil menjadi salah satu faktor kematian sebesar 93.000 kasus di Amerika Serikat.

Sedangkan panel surya tidak menghasilkan residu apapun dari konversi cahaya matahari menjadi listrik. Bahkan komponen dari sel surya sendiri seperti silikon merupakan unsur yang mudah didapat di alam dan tidak merusak alam juga, lho!

Ini berarti menggunakan panel surya berkontribusi pada berkurangnya polusi lingkungan.

Jadi, panel surya vs PLN: mana yang lebih oke?

Panel surya memang masih belum terlalu populer atau digunakan secara masif. Begitu pula mungkin energi yang dihasilkan belum memenuhi kebutuhan rumah tangga kamu.

Namun kamu tetap bisa memanfaatkannya dengan mengkombinasikan panel surya dengan listrik PLN! Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Ignasius Jonan berhasil menghemat biaya listrik hingga 80% dengan mengkombinasikan panel surya dan listrik PLN. Luar biasa, bukan?

Jadi sudah mau memutuskan menggunakan panel surya sebagai alternatif listrik? Kamu bisa menghubungi 33 Penyedia listrik surya untuk berkonsultasi seputar panel surya yang cocok untuk kebutuhan kamu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *