Iklan
Investasi

Sunseap mengumumkan proyek PLTS terapung 2,2 GW di Indonesia

PVinAsia – Pengembang tenaga surya Singapura Sunseap telah menandatangani nota kesepahaman dengan Otoritas Kawasan Bebas Indonesia Batam (BP Batam) untuk pembangunan 2,2 GW PLTS terapung di Waduk Duriangkang, Batam.

Iklan

Otoritas Kawasan Bebas Indonesia Batam (BP Batam) sendiri merupakan otoritas publik yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan di pulau Batam di Indonesia.

Sedangkan Sunseap Group merupakan pengembang, pemilik, dan operator sistem energi surya di Singapura, dengan lebih dari 2000 MegaWatt-peak (MWp) proyek energi surya dikontrak di seluruh Asia, pada lebih dari 3000 bangunan di Singapura, termasuk perumahan umum, serta sebagai bangunan komersial dan industri.

Sunseap Group juga beroperasi di berbagai negara di Asia Tenggara, antara lain Vietnam, Kamboja, China, Taiwan, Jepang, Thailand, dan Malaysia.

Investasi PLTS Terapung terbesar di Asia

Jika dibangun, proyek senilai $2 miliar itu akan menjadi pembangkit listrik PV terapung terbesar di Asia, dan mungkin didunia. PLTS terapung ini akan mencapai kapasitas yang sama dengan fasilitas terpasang di darat terbesar yang saat ini beroperasi, yaitu pembangkit listrik 2,2 GW yang terletak di provinsi Qinghai China.

Fasilitas tersebut direncanakan menempati permukaan air seluas 1.600 ha dan ditambah dengan sistem penyimpanan berkapasitas 4.000 MWh.

Sunseap mengatakan Waduk Duriangkang menyediakan lebih dari 50% pasokan air tawar ke Pulau Batam dan panel surya terapung akan membantu mengurangi penguapan, sehingga menahan lebih banyak air di dalam waduk. “Secara bersamaan, air akan menjaga panel surya tetap dingin, sehingga menghasilkan lebih banyak energi bersih dan menciptakan hubungan sinergis,” jelasnya. “Sunseap mengharapkan PLTS terapung ini untuk menghasilkan lebih dari 2.600 GWh listrik per tahun, berpotensi mengimbangi lebih dari 1,8 juta metrik ton karbon per tahun.”

“Proyek skala besar ini merupakan tonggak penting bagi Sunseap, segera hadir setelah kami menyelesaikan pembangkit listrik tenaga surya terapung lepas pantai pertama di Singapura di sepanjang Selat Johor,” kata CEO Sunseap, Frank Phuan. “Investasi Sunseap ini akan menjadi dorongan tepat waktu bagi industri Batam karena mereka berusaha mengurangi jejak karbon dari operasi mereka. Pada saat yang sama, itu akan menciptakan lapangan kerja dan mentransfer keterampilan ke sektor energi bersih Batam, ”tambah ketua BP Batam, Muhammad Rudi.

Proyek PLTS Terapung ini akan dibiayai dengan pinjaman bank dan dana sendiri. Pembangunannya dijadwalkan akan dimulai tahun depan dan direncanakan selesai pada 2024.

Iklan

Apa Komentarmu?

Email Anda tidak akan kami publikasikan Isi kolom dibawah ini *

TERBARU

Hal yang Perlu Ditanyakan Saat Konsultasi Panel Surya

Jika Anda ingin menggunakan panel surya, ada beberapa pertanyaan yang perlu diperhatikan saat Anda sedang… SELANJUTNYA

3 hari yang lalu

PV In Asia Memiliki ISSN Sebagai Media Publikasi Popular

PV In Asia merupakan media publikasi online energi surya pertama yang memiliki ISSN dan menerima… SELANJUTNYA

1 minggu yang lalu

Investasi Panel Surya Semakin Ekonomis! Tertarik?

Pemerintah terus mendorong investasi panel surya atap untuk digunakan di rumah dan bangunan. Berikut biaya,… SELANJUTNYA

2 minggu yang lalu

Pemanfaatan Sistem PLTS Atap Untuk Konsumen PLN

Panel surya atap untuk konsumen PLN merupakan salah satu contoh upaya mencari cara termutakhir dalam… SELANJUTNYA

3 minggu yang lalu

4 Manfaat Panel Surya di Rumah yang Wajib Kamu Tahu!

Panel surya kini banyak bisa digunakan di rumah, artikel berikut akan membahas manfaat panel surya… SELANJUTNYA

3 minggu yang lalu

Panel Anti Surya, sudah tahu apa itu?

PVinAsia - Sudah menjadi rahasia umum bagaimana panel surya bekerja di siang hari, tetapi sudah… SELANJUTNYA

1 bulan yang lalu

This website uses cookies.