Apa Persamaan Sel Surya Dan Panel Surya?

Apa Persamaan Sel Surya Dan Panel Surya
Jelaskan Persamaan sel Surya Dan panel Surya!​

  • Jawaban:
  • Persamaan dari sel surya dan panel surya yaitu merupakan sesama suatu sumber dari pembangkit listrik.
  • Sel surya yaitu merupakan inti dari panel surya tersebut karena kedua ini adalah saling membutuhkan satu sama lain untuk menghasilkan sebuah energi listrik.
  • Saya akan menjelaskan sedikit materi tentang pembangkit listrik tenaga surya di kolom penjelasan sebagai berikut ini.
  • Penjelasan:

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari atau surya yang diserap oleh panel surya melalui proses foto volkanik. Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik melalui panel surya tersebut.

  1. Pelajari lebih lanjut:
  2. Pelajari lebih lanjut materi pembangkit listrik tenaga surya pada
  3. #BelajarBersamaBrainly

: Jelaskan Persamaan sel Surya Dan panel Surya!​

Apa saja perbedaan sel surya dan panel surya?

Panel surya dapat mengubah energi surya menjadi energi kalor, biasa digunakan sebagai pemanas. Sedangkan sel surya dapat mengubah energi surya menjadi energi listrik melalui sel fotovoltaik. Jadi, perbedaan panel surya dan sel surya adalahkonversi energi yang dihasilkan, panel surya menghasilkan kalor dan sel surya menghasilkan listrik.

Apa fungsi sel surya atau sel photovoltaic?

Teknologi Sel Surya – Menyongsong Industri Sel Surya di Indonesia (Menyongsong Industri Sel Surya di Indonesia) Oleh : DR. Sutrisno Dipublikasi pada : 18 Januari 2012 Pengantar Cukup banyak orang Indonesia yang mencari informasi dimana bisa didapatkan sel surya melalui internet.

  1. Ada yang belum tahu kalau PT.
  2. Len memproduksi modul surya, tapi ada juga yang menginformasikan satu-satunya perusahaan yang merakit modul surya adalah PT.
  3. Len, walaupun dia tidak tahu kepanjangan dari apa itu Len.
  4. Banyak yang berharap agar di Indonesia ini ada yang memproduksi sel surya, sehingga bisa diperoleh modul sel surya dengan mudah dan murah.

Harapan itu mudah-mudahan akan menjadi kenyataan dengan adanya rencana pemerintah untuk membangun industri sel surya dengan kapasitas 50MW per tahun. Karena sedikit banyak penulis pernah belajar dan pernah terlibat dalam penelitian sel surya, maka dalam rangka menyongsong industri sel surya tersebut, penulis mencoba mencari informasi mengenai teknologi sel surya dan bagaimana trend pasarnya ke depan dari berbagai sumber yang penulis ragkum dalam tulisan berikut.

Sel Surya Sel surya atau solar sel adalah suatu elemen aktif yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik, dengan prinsip yang disebut efek photovoltaic. Sel surya terbuat dari keping (wafer) bahan semikonduktor dengan kutub positif dan negatif, sama dengan dioda hanya permukaannya dibuat luas seupaya bisa menagkap cahaya matahari sebanyak mungkin.

Apabila cahaya jatuh pada permukaan sel surya maka akan timbul perbedaan tegangan. Untuk mendapatkan daya yang lebih besar sel surya dapat dihubung seri atau paralel tergantung sifat penggunaannya. Teknologi Sel Surya Hingga saat ini terdapat beberapa teknologi pembuatan sel surya yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti untuk mendapatkan solar sel yang memiliki efisiensi yang tinggi yang murah dan mudah dalam pembuatannya.

Generasi pertama Teknologi pertama yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti adalah teknologi yang menggunakan bahan silikon kristal tunggal. Teknologi ini dalam mampu menghasilkan sel surya dengan efisiensi yang sangat tinggi. Masalah terbesar yang dihadapi dalam pengembangan silikon kristal tunggal ini adalah bahwa untuk dapat diproduksi secara komersial sel surya ini harganya sangat mahal sehingga membuat solar sel panel yang dihasilkan menjadi tidak efisien sebagai sumber energi alternatif.

Teknologi yang kedua adalah dengan menggunakan wafer silikon poli kristal. Saat ini, hampir sebagian besar panel solar sel yang beredar di pasar komersial berasal dari screen printing jenis silikon poli kristal ini. Wafer silikon poli kristal dibuat dengan teknologi casting berupa balok silikon dan dipotong-potong dengan metode wire-sawing menjadi kepingan (wafer), denagn ketebalan sekitar 250–350 micrometer.

  1. Dengan teknologi ini bisa diperoleh sel surya lebih murah meskipun tingkat efisiensinya lebih rendah jika dibandingkan dengan silikon kristal tunggal.
  2. Edua jenis sel surya di dikenal sabagai sel surya generasi pertama,
  3. Generasi kedua Generasi kedua adalah sel surya yang dibuat dengan teknologi lapisan tipis (thin film).

Teknologi pembuatan sel surya dengan lapisan tipis ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya pembuatan solar sel mengingat teknologi ini hanya menggunakan kurang dari 1% dari bahan baku silikon jika dibandingkan dengan bahan baku untuk tipe silikon wafer.

  • Metode yang paling sering dipakai dalam pembuatan silikon jenis lapisan tipis ini adalah dengan Plasma-enhanced chemical vapor deposition (PECVD) dari gas silane dan hidrogen.
  • Lapisan yang dibuat dengan metode ini menghasilkan silikon yang tidak memiliki arah orientasi kristal atau yang dikenal sebagai amorphous silikon (non kristal).

Selain menggunakan material dari silikon, sel surya lapisan tipis juga dibuat dari bahan semikonduktor lainnya yang memiliki efisiensi solar sel tinggi seperti Cadmium Telluride (Cd Te) dan Copper Indium Gallium Selenide (CIGS). Efisiensi tertinggi saat ini yang bisa dihasilkan oleh jenis solar sel lapisan tipis ini adalah sebesar 19,5% yang berasal dari solar sel CIGS.

  • Eunggulan lainnya dengan menggunakan tipe lapisan tipis adalah semikonduktor sebagai lapisan solar sel bisa dideposisi pada substrat yang lentur sehingga menghasilkan divais solar sel yang fleksibel.
  • Persoalannya adalah material ini belum dapat diterima dengan baik karena mengandung unsur cadmium.
  • Bila rumah yang atapnya dipasang sel surya CdTe terbakar, unsur cadmium ini akan menimbulkan polusi yang membahayakan.

Generasi ketiga Penelitian agar harga solar sel menjadi lebih murah selanjutnya memunculkan teknologi generasi ketiga yaitu teknologi pembuatan sel surya dari bahan polimer atau disebut juga dengan sel surya organik dan sel surya foto elektrokimia. Sel Surya organic dibuat dari bahan semikonduktor organik seperti polyphenylene vinylene dan fullerene.Pada solar sel generasi ketiga ini photon yang datang tidak harus menghasilkan pasangan muatan seperti halnya pada teknologi sebelumnya melainkan membangkitkan exciton.

Exciton inilah yang kemudian berdifusi pada dua permukaan bahan konduktor (yang biasanya di rekatkan dengan organik semikonduktor berada di antara dua keping konduktor) untuk menghasilkan pasangan muatan dan akhirnya menghasilkan efek arus foto (photocurrent). Sedangkan sel surya photokimia merupakan jenis sel surya exciton yang terdiri dari sebuah lapisan partikel nano (biasanya titanium dioksida) yang di endapkan dalam sebuah perendam (dye).

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Graetzel pada tahun 1991 sehingga jenis solar sel ini sering juga disebut dengan Graetzel sel atau dye-sensitized solar cells (DSSC). Graetzel sel ini dilengkapi dengan pasangan redok yang diletakkan dalam sebuah elektrolit (bisa berupa padat atau cairan).

  1. Omposisi penyusun solar sel seperti ini memungkinkan bahan baku pembuat Graetzel sel lebih fleksibel dan bisa dibuat dengan metode yang sangat sederhana seperti screen printing.
  2. Meskipun solar sel generasi ketiga ini masih memiliki masalah besar dalam hal efisiensi dan usia aktif sel yang masih terlalu singkat, solar sel jenis ini akan mampu memberi pengaruh besar dalam sepuluh tahun ke depan mengingat harga dan proses pembuatannya yang akan sangat murah.

Membandingkan Teknologi Sel Surya Berikut ini ringkasan perbandingan teknologi sel surya ditinjau dari berbagai aspek, yang penulis copy langsung dari sumbernya An overview and comparison of pros and cons of each major PV Technologies

Including ingot, wafer, cell and module making equipment, Down to US$1.5-all else being equal- if P-Si prices fall to five-year average, Source:International Energy Agency (IEA); photon International; CLSA Asia-Pacific Markets Sumber : Nanowin Technology Ltd >>http://www.nanowin.com/cigs.html Catatan : perbandingan tersebut diatas dengan asumsi kondisi di Amerika, untuk kondisi di Indonesia masih harus dikoreksi terutama mengenai perkiraan harga jual mengingat infrastruktur, kemudahan memperoleh bahan baku dll, yang jauh berbeda. Pertumbuhan Industri Sel Surya. Pada gambar dibawah ini ditunjukkan Technology share dan technology growh dalam kontribusinya meramaikan industri sel surya di dunia. Tehnologi thin film nampak semakin signifikan, walaupun sampai tahun 2020 teknologi silikon kristalin masih mengambil porsi 50% dari produk sel surya dunia.

Source: PVNET; arranged by Topology Research Institute, 2008/03 Gambar berikut ini menunjukkan perkiraan pertumbuhan industri sel surya, seiring dengan semakin menipisnya cadangan energi MIGAS dunia, dan semakin majunya teknologi untuk mendapatkan sel surya dengan harga yang semakin murah.

Sumber : http://suprastock.blogspot.com/2009/11/investing-in-next-generation-solar.html Kesimpulan 1. Memperhatikan perkembangan produksi dan pasar sel surya di dunia, sudah waktunya kalaulah tidak bisa dibilang terlambat untuk segera Indonesia memiliki industri sel surya.2.

Berapa kapasitas solar cell?

Grading Sel Surya – Solar panel yang merupakan gabungan rangkaian sel surya, kapasitas dan kualitasnya tergantung pada jenis sel surya yang digunakan. Untuk kualitas, sel surya dapat dibagi atas 4 tingkat (grade)

  1. Grade A – Kualitas sel paling tinggi, yang mana tidak ditemukannya ada kekurangan/cacat pada sel tersebut termasuk bagian terkecilnya. Efisiensinya berkisar antara 16-19% dan dalam konfigurasi pemasangan di panel akan dipisahkan berdasarkan wana dan kapasitasnya
  2. Grade B – Memiliki kekurangan pada warna atau adanya bitnik dan noda pad akristal. Efisiensinya hamper sama dengan Grade A akan tetapi kapasitasnya dibawah Grade A.
  3. Grade C dan D – sel mungkin memiliki patah, retakan mikro serta cacat lainnya akan tetapi tidak didaur ulang setelah penyortiran. Sel tersebut dipotong menjadi bagian kecil dan digabungkan dengan sel lainnya sehingga harnya lebih murah. Selain dari efisiensinya di bawah 10-14%, panel semacam itu dapat meningkatkan resiko bagi keseluruhan sistem karena panel-panel ini memerlukan banyak penyolderan karena sejumlah besar fragmen. Penyolderan yang salah dapat menyebabkan sirkuit pendek lokal dan perbedaan yang signifikan dalam kapasitas masing-masing modul yang terpisah dapat menyebabkan overheating atau efek Hot Spot. Suhu sistem tegangan tinggi bisa mencapai 300C, yang berbahaya untuk seluruh modul surya dan mungkin menempatkan Anda pada risiko kebakaran. Sehingga Grade C dan D ini hanya cocok untuk ukuran kecil saja dan tidak untuk ukuran besar

Bagaimana cara mengidentifikasi modul yang terbuat dari elemen Grade C dan D? Ada tiga hal utama:

  • Semua modul berkualitas tinggi terbuat dari sel persegi dengan ukuran standar 125125mm atau 156156mm. Jika sel panel memiliki ukuran lain atau tidak seragam lihat kapasitasnya
  • Perhatikan dimensi modul terhadap kapasitas. Kapasitas pengenal panel surya adalah sekitar 145-155W per 1 meter persegi area modul.
  • Jaminan produsen harus setidaknya 10 tahun
You might be interested:  Lip Balm Yang Mengandung Tabir Surya?

Panel Surya merupakan kumpulan kumpulan sel surya yang berfungsi mengubah energi cahaya ke energi listrik. Karena setiap sel memiliki kapasitas kecil (3-5W), mereka digabungkan menjadi panel surya dengan kapasitas total dari 20W hingga sampai 350W. Untuk pembangkit listrik tenaga surya biasanya menggunakan panel 250-300W karena kemudahan penanganan dan biaya produksi.

  • Efisiensi sel surya merupakan parameter penting dari panel.
  • Selama 40 tahun terakhir, para peneliti telah berusaha memaksimalkan efisiensi konversi energi matahari.
  • Telah ada sel dengan efisiensi sebesar 44% akan tetapi itu hanyalah prototype dalam skala laboratorium dan biayanya terlalu tinggi untuk penggunaan umum.

Saat ini efisiensi standar untuk panel surya dipasaran adalah adalah 12-18% tergantung pada jenis sel surya pada panel. Jenis panel berikut sebagian besar ditawarkan di pasar:

  • Panel surya monokristal dengan efisiensi 16-19%;
  • Panel surya polikristal dengan efisiensi 13-17%;
  • Sel surya film tipis (Thin film) dengan efisiensi 6-9%.

Secara umum, panel surya dengan sel monokristal dan polikristal sangat mirip dalam hal teknologi, namun biaya produksi panel polikristal adalah sekitar 10-15% lebih rendah, yang membuatnya lebih menguntungkan untuk produsen dan PLTS skala besar, di mana biaya pembuatan menjadi perbedaan menentukan. Perlu dicatat bahwa monokristal menunjukkan kinerja yang lebih baik ketika terkena cahaya langsung. Oleh karena itu terbukti efisien dalam iklim kering dan panas di daerah-daerah seperti Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara seperti Meksiko, Australia, dll. Sebaliknya, polikristal lebih baik dalam pencahayaan yang terdifusi dan lebih disukai untuk negara-negara dengan iklim sedang, dimana langit sering mendung seperti Indonesia barat. Adapun sel surya film tipis, efisiensinya rendah dan dengan biaya produksi rendah, Efisiensinya yang berkisar antara 6% -8% dan dapat mengalami penurunan 20% -40% dari kapasitas mereka dalam 2 tahun pertama operasi. Ini menghasilkan sistem yang rumit dan tidak efisien. Total biaya pembangkitan listrik ternyata jauh lebih tinggi dari yang diharapkan dan proyek menjadi investasi yang buruk. Secara umum, panel surya yang berkulitas baik akan tahan lama, andal dan mudah dipasang. Mereka dapat digunakan dalam iklim apa pun – di hujan atau salju, pada rentang temperatur + 50C dan -80C, mereka akan melayani Anda dengan baik setidaknya selama 25 tahun dengan penurunan efisiensi yang kecil (<1%) setiap tahunnya jika dipasang dan dipelihara dengan saksama. : Sel Surya dan Panel Surya

Apa nama lain dari sel surya?

Solar Cell, Sumber Energi Terbarukan Masa Depan – Sabtu, 1 Januari 2011 – Dibaca 98821 kali Oleh: Brian Yuliarto PhD, Dosen Teknik Fisika ITB Pendahuluan Energi merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi suatu negara.

  • Permasalahan energi menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit.
  • Saat ini total kebutuhan energy di seluruh dunia mencapai 10 Terra Watt (setara dengan 3 x 1020 Joule/ tahun) dan diprediksi jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 30 Terra Watt pada tahun 2030,

Kebutuhan yang meningkat terhadap energi juga pada kenyataanya bertabrakan dengan kebutuhan umat manusia untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari polusi. Berbagai konsideran ini menuntut perlunya dikembangkan sumber energi alternatif yang dapat menjawab tantangan di atas tersebut.

  1. Solar cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik.
  2. Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan ( sustainable ) serta jumlahnya yang sangat besar.
  3. Matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah terhadap lingkungan.

Total kebutuhan energi yang berjumlah 10 TW tersebut setara dengan 3 x 1020 J setiap tahunnya. Sementara total energi matahari yang sampai di permukaan bumi adalah 2,6 x 1024 Joule setiap tahunnya. Sebagai perbandingan, energi yang bisa dikonversi melalui proses fotosintesis di seluruh permukaan bumi mencapai 2,8 x 1021 J setiap tahunnya.

Jika kita lihat jumlah energi yang dibutuhkan dan dibandingkan dengan energi matahari yang tiba di permukaan bumi, maka sebenarnya dengan menutup 0,05% luas permukaan bumi (total luas permukaan bumi adalah 5,1 x 108 km2) dengan solar cell yang memiliki efisiensi 20%, seluruh kebutuhan energi yang ada di bumi sudah dapat terpenuhi.

Kondisi Solar Cell Saat Ini Jumlah energi yang begitu besar yang dihasilkan dari sinar matahari, membuat solar cell menjadi alternatif sumber energi masa depan yang sangat menjanjikan. Solar cell juga memiliki kelebihan menjadi sumber energi yang praktis mengingat tidak membutuhkan transmisi karena dapat dipasang secara modular di setiap lokasi yang membutuhkan.

Solar cell tidak memiliki ekses suara seperti pada pembangkit tenaga angin serta dapat dipasang pada hampir seluruh daerah karena hampir setiap lokasi di belahan dunia ini menerima sinar matahari. Bandingkan dengan pembangkit air (hydro) yang dapat dipasang hanya pada daerah-daerah dengana aliran air tertentu.

Dengan berbagai keunggulan ini maka tidak heran jika negara-negara maju berlomba mengembangkan solar cell agar dapat dihasilkan teknologi pembuatan solar cell yang berharga eknomis. Hingga saat ini total energi listrik yang dibangkitkan dengan solar cell di seluruh dunia baru mencapai sekitar 12 GW (bandingkan dengan total penggunaan listrik dunia sebesar 10 TW).

  • Dari 12 GW tersebut Jerman merupakan negara terbesar yang telah menginstall solar cell nya yaitu sebesar hampir 5 GW.
  • Meskipun begitu setiap tahunnya terjadi peningkatan produksi solar cell dimana pada tahun 2008 total produksi solar cell di seluruh dunia telah mencapai angka 6,22 GW.
  • Nilai produksi yang terus meningkat ini juga terus diikuti dengan upaya untuk menurunkan harga solar modul per Watt peaknya.

Saat ini harga listrik yang dihasilkan oleh solar cell sebesar 50 sen $ setiap kWh yang relatif masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan pembangkitan dari sumber lainya seperti dari pembangkit termal yang hanya sebesar 8 sen $ untuk setiap kWh nya.

Berbagai teknologi telah dikembangkan dalam proses pembuatan solar cell untuk menurunkan harga produksi agar lebih ekonomis. Jenis-jenis solar cell pun saat ini telah berkembang tidak hanya berbasis pada kristal semikonduktor silikon tetapi berbagai jenis tipe dari mulai lapisan tipis, organic, lapisan single dan multi junction hingga yang terbaru jenis dye sensitized solar cell,

Jenis Solar Cell Cara kerja sel surya adalah dengan memanfaatkan teori cahaya sebagai partikel. Sebagaimana diketahui bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat yaitu dapat sebagai gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut dengan photon.

  1. Penemuan ini pertama kali diungkapkan oleh Einstein pada tahun 1905.
  2. Energi yang dipancarkan oleh sebuah cahaya dengan kecepatan c dan panjang gelombang ? dirumuskan dengan persamaan:E = h.c/ ?Dengan h adalah konstanta Plancks (6.62 x 10-34 J.s) dan c adalah kecepatan cahaya dalam vakum (3.00 x 108 m/s).

Persamaan di atas juga menunjukkan bahwa photon dapat dilihat sebagai sebuah partikel energi atau sebagai gelombang dengan panjang gelombang dan frekuensi tertentu, Dengan menggunakan sebuah divais semikonduktor yang memiliki permukaan yang luas dan terdiri dari rangkaian dioda tipe p dan n, cahaya yang datang akan mampu dirubah menjadi energi listrik.Hingga saat ini terdapat beberapa jenis solar sel yang berhasil dikembangkan oleh para peneliti untuk mendapatkan divais solar sel yang memiliki efisiensi yang tinggi atau untuk mendapatkan divais solar sel yang murah dan mudah dalam pembuatannya.Tipe pertama yang berhasil dikembangkan adalah jenis wafer (berlapis) silikon kristal tunggal.

Tipe ini dalam perkembangannya mampu menghasilkan efisiensi yang sangat tinggi. Masalah terbesar yang dihadapi dalam pengembangan silikon kristal tunggal untuk dapat diproduksi secara komersial adalah harga yang sangat tinggi sehingga membuat solar sel panel yang dihasilkan menjadi tidak efisien sebagai sumber energi alternatif.

Sebagian besar silikon kristal tunggal komersial memiliki efisiensi pada kisaran 16-17%, bahkan silikon solar sel hasil produksi SunPower memiliki efisiensi hingga 20%. Bersama perusahaan Shell Solar, SunPower menjadi perusahaan yang menguasai pasar silikon kristal tunggal untuk solar sel.Jenis solar sel yang kedua adalah tipe wafer silikon poli kristal.

Saat ini, hampir sebagian besar panel solar sel yang beredar di pasar komersial berasal dari screen printing jenis silikon poli cristal ini. Wafer silikon poli kristal dibuat dengan cara membuat lapisan lapisan tipis dari batang silikon dengan metode wire-sawing. Masing-masing lapisan memiliki ketebalan sekitar 250?50 micrometer.

Jenis solar sel tipe ini memiliki harga pembuatan yang lebih murah meskipun tingkat efisiensinya lebih rendah jika dibandingkan dengan silikon kristal tunggal. Perusahaan yang aktif memproduksi tipe solar sel ini adalah GT Solar, BP, Sharp, dan Kyocera Solar.Kedua jenis silikon wafer di atas dikenal sabagai generasi pertama dari solar sel yang memiliki ketebalan pada kisaran 180 hingga 240 mikro meter.

Penelitian yang lebih dulu dan telah lama dilakukan oleh para peneliti menjadikan solar sel berbasis silikon ini telah menjadi teknologi yang berkembang dan banyak dikuasai oleh peneliti maupun dunia industri. Divais solar sel ini dalam perkembangannya telah mampu mencapai usia aktif mencapai 25 tahun,

Modifikasi untuk membuat lebih rendah biaya pembuatan juga dilakukan dengan membuat pita silikon (ribbon si) yaitu dengan membuat lapisan dari cairan silikon dan membentuknya dalam struktur multi kristal. Meskipun tipe sel surya pita silikon ini memiliki efisiensi yang lebih rendah (13-15%), tetapi biaya produksinya bisa lebih dihemat mengingat silikon yang terbuang dengan menggunakan cairan silikon akan lebih sedikit.Generasi kedua solar sel adalah solar sel tipe lapisan tipis (thin film).

  1. Ide pembuatan jenis solar sel lapisan tipis adalah untuk mengurangi biaya pembuatan solar sel mengingat tipe ini hanya menggunakan kurang dari 1% dari bahan baku silikon jika dibandingkan dengan bahan baku untuk tipe silikon wafer.
  2. Dengan penghematan yang tinggi pada bahun baku seperti itu membuat harga per KwH energi yang dibangkitkan menjadi bisa lebih murah.
You might be interested:  Jelaskan Hubungan Dalam Sambungan Instalasi Tenaga Yang Dihubung Bintang?

Metode yang paling sering dipakai dalam pembuatan silikon jenis lapisan tipis ini adalah dengan PECVD dari gas silane dan hidrogen. Lapisan yang dibuat dengan metode ini menghasilkan silikon yang tidak memiliki arah orientasi kristal atau yang dikenal sebagai amorphous silikon (non kristal).

Selain menggunakan material dari silikon, solar sel lapisan tipis juga dibuat dari bahan semikonduktor lainnya yang memiliki efisiensi solar sel tinggi seperti Cadmium Telluride (Cd Te) dan Copper Indium Gallium Selenide (CIGS).Efisiensi tertinggi saat ini yang bisa dihasilkan oleh jenis solar sel lapisan tipis ini adalah sebesar 19,5% yang berasal dari solar sel CIGS,

Keunggulan lainnya dengan menggunakan tipe lapisan tipis adalah semikonduktor sebagai lapisan solar sel bisa dideposisi pada substrat yang lentur sehingga menghasilkan divais solar sel yang fleksibel. Kedua generasi dari solar sel ini masih mendominasi pasaran solar sel di seluruh dunia dengan silikon kristal tunggal dan multi kristal memiliki lebih dari 84% solar sel yang ada dipasaran,Penelitian agar harga solar sel menjadi lebih murah selanjutnya memunculkan generasi ketiga dari jenis solar sel ini yaitu tipe solar sel polimer atau disebut juga dengan solar sel organik dan tipe solar sel foto elektrokimia.

  1. Solar sel organik dibuat dari bahan semikonduktor organik seperti polyphenylene vinylene dan fullerene.
  2. Berbeda dengan tipe solar sel generasi pertama dan kedua yang menjadikan pembangkitan pasangan electron dan hole dengan datangnya photon dari sinar matahari sebagai proses utamanya, pada solar sel generasi ketiga ini photon yang datang tidak harus menghasilkan pasangan muatan tersebut melainkan membangkitkan exciton.

Exciton inilah yang kemudian berdifusi pada dua permukaan bahan konduktor (yang biasanya di rekatkan dengan organik semikonduktor berada di antara dua keping konduktor) untuk menghasilkan pasangan muatan dan akhirnya menghasilkan efek arus foto (photocurrent),Tipe solar sel photokimia merupakan jenis solar sel exciton yang terdiri dari sebuah lapisan partikel nano (biasanya titanium dioksida) yang di endapkan dalam sebuah perendam (dye).

Jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Graetzel pada tahun 1991 sehingga jenis solar sel ini sering juga disebut dengan Graetzel sel atau dye-sensitized solar cells (DSSC),Graetzel sel ini dilengkapi dengan pasangan redok yang diletakkan dalam sebuah elektrolit (bisa berupa padat atau cairan).

Komposisi penyusun solar sel seperti ini memungkinkan bahan baku pembuat Graetzel sel lebih fleksibel dan bisa dibuat dengan metode yang sangat sederhana seperti screen printing. Meskipun solar sel generasi ketiga ini masih memiliki masalah besar dalam hal efisiensi dan usia aktif sel yang masih terlalu singkat, solar sel jenis ini akan mampu memberi pengaruh besar dalam sepuluh tahun ke depan mengingat hargan dan proses pembuatannya yang sangat murah.

Konversi Energi pada Solar Cell Secara sederhana solar cell terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan n ( p-n junction semiconductor ) yang jika tertimpa sinar matahari maka akan terjadi aliran electron, aliran electron inilah yang disebut sebagai aliran arus listrik. Gambar 1. Struktur lapisan tipis solar sel secara umumBagian utama perubah energi sinar matahari menjadi listrik adalah absorber (penyerap), meskipu demikian, masimg-masing lapisan juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi dari solar cell.

Sinar matahari terdiri dari bermacam-macam jenis gelombang elektromagnetik yang secara spectrum dapat dilihat pada gambar 2. Oleh karena itu absorber disini diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin solar radiation yang berasal dari cahaya matahari. Gambar 2.

spekktrum radiasi matahariLebih detail lagi sinar matahari yang terdiri dari photon-photon, jika menimpa permukaaan bahan solar sel ( absorber ), akan diserap, dipantulkan atau dilewatkan begitu saja ( lihat gambar 3 ), dan hanya foton dengan level energi tertentu yang akan membebaskan electron dari ikatan atomnya, sehingga mengalirlah arus listrik.

Level energi tersebut disebut energi band-gap yang didefinisikan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan elektron dari ikatan kovalennya sehingga terjadilah aliran arus listrik.Untuk membebaskan elektron dari ikatan kovalennya, energi foton ( hc/v ) harus sedikit lebih besar atau diatas daripada energi band-gap.

Jika energi foton terlalu besar dari pada energi band-gap, maka extra energi tersebut akan dirubah dalam bentuk panas pada solar sel. Gambar 3. Berbagai perlakukan sinar matahari yang sampai pada solar cellTentu saja agar efisiensi dari solar cell bisa tinggi maka foton yang berasal dari sinar matahari harus bisa diserap yang sebanyak banyaknya, kemudian memperkecil refleksi dan rekombinasi serta memperbesar konduktivitas dari bahannya.

Tabel 1. band gap beberapa bahan semikonduktorUntuk bisa membuat agar foton yang diserap dapat sebanyak banyaknya, maka absorber harus memiliki energi band-gap dengan range yang lebar, sehingga memungkinkan untuk bisa menyerap sinar matahari yang mempunyai energi sangat bermacam-macam tersebut.

  1. Salah satu bahan yang sedang banyak diteliti adalah CuInSe2 yang dikenal merupakan salah satu dari direct semiconductor.
  2. Untuk mendapatkan daya yang cukup besar diperlukan banyak sel surya.
  3. Biasanya sel-sel surya itu sudah disusun sehingga berbentuk panel, dan dinamakan panel photovoltaic (PV).
  4. PV sebagai sumber daya listrik pertama kali digunakan di satelit.

Kemudian dipikirkan pula PV sebagai sumber energi untuk mobil, sehingga ada mobil listrik surya. Sekarang, di luar negeri, PV sudah mulai digunakan sebagai atap atau dinding rumah. Bahkan Sanyo sudah membuat PV yang semi transparan sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kaca jendela.

Gambar 4. Sistem konversi dari energi matahari hingga menjadi sumber penerangan Lama Usia dari Solar Cell Sebuah PV system dengan perawatan yang baik dapat bertahan hingga lebih dari 20 tahun. Sebenarnya dengan kondisi dimana sistem solar cell tidak dipindah-pindah dan terinterkoneksi langsung pada alat listrik, modul solar cell yang melalui fabrikasi yang baik mampu bertahan hingga 30 tahun.

Cara terbaik agar sistem solar cell dapat bertahan lama serta tetap stabil performansinya (efisiensinya) adalah dengan melakukan pemasangan dan perawatan yang sesuai serta dalam waktu yang teratur. Berbagai kasus dalam permasalahan solar cell yang paling banyak dijumpai adalah dikarenakan buruknya cara pemasangan serta tidak rapinya proses instalasi.

  • Asus yang sering dijumpai tersebut antara lain seperti koneksi yang tidak baik, ukuran kabel yang tidak tepat, ataupun komponen yang tidak sesuai untuk aliran DC.
  • Selain itu juga kesalahan sering terjadi pada tidak seimbangnya sistem (balance of system, BOS) bagian-bagian yang dipasang yaitu kontroler, inverter, serta proteksi komponen.

Batere dapat lebih cepat rusak jika diberi beban kerja diluar batas spesifikasinya. Pada sistem sel surya, batere digunakan dan diberi muatan secara perlahan-lahan bahkan hingga periode beberapa hari bahkan sati minggu. Kondisi ini berbeda dengan cara kerja batere yang umumnya langsung diisi segera setelah digunakan, yang menyebabkan batere pada sistem solar cell dapat lebih cepat rusak jika tidak menggunakan tipe batere yang sesuai dengan karakteristik ini.

  1. Sistem Pembangkit Listrik Solar Cell Solar cell merupakan pembangkit yang tidak hanya terdiri dari sistem konversi dari photon sinar matahari menjadi arus listrik atau yang diebut sebagai modul photo voltaik.
  2. Perlu ada sistem pendukung yang berfungsi menyimpan energi listrik yang dibangkitkan agar keluarannya dapat lebih stabil dapat digunakan saat tidak ada sinar matahari atau pada saat malam hari.

serta Satu unit sistem pembangkit listrik solar cell terdiri dari beberapa komponen antara lain adalah:

Modul sel surya atau disebut juga panel Photo Voltaik (Panel PV). Modul sel surya terdiri dari beberapa jenis ada yang berkapasitas 20 Wp, 30 Wp, 50 Wp, 100 Wp. Modul PV dilihat dari jenisnya dapat berjenis mono kristal, poli kristal, atau amorphous. Penyimpan energi listrik atau dikenal dengan Aki ( battery ) yang bebas perawatan. Batere biasanya dapat bertahan 2-3 tahun. Kapasitas batere disesuaikan dengan kapasitas modul dan besar daya penggunaan listrik yang diinginkan. Pengatur pengisian muatan batere atau disebut dengan kontroler pengisian (solar charge controller). Komponen ini berfungsi untuk mengatur besarnya arus listrik yang dihasilkan oleh modul PV agar penyimpanan ke batere sesuai dengan kapasitas batere. Inverter, merupakan modul untuk mengkonversi listrik searah (dc) menjadi listrik bolak-balik (ac). Komponen ini digunakan ketika penggunaan listrik yang diinginkan adalah bolak-balik (ac). Meskipun begitu saat ini sudah banyak terdapat alat-alat elektronik maupun lampu penerang yang menggunakan tipe arus searah sehingga beberapa sistem solar cell tidak membutuhkan inverter ini.Kabel (wiring), yang merupakan komponen standar sebagai penghubung tempat mengalirkan arus listrik.Mounting hardware atau framework, yang merupakan pendukung untuk menempatkan atau mengatur posisi solar panel agar dapat menerima sinar matahari dengan baik. Biasanya framework digunakan untuk menempatkan solar panel pada posisi yang lebih tinggi dari bagian lain yang ada disekitarnya.

Pertumbuhan teknologi sel surya di dunia memang menunjukkan harapan akan solar sel yang murah dengan memiliki efisiensi yang tinggi. Sayangnya sangat sedikit peneliti di Indonesia yang terlibat dengan hiruk pikuk perkembangan tentang teknologi sel surya ini.

Sudah seharusnya pemerintah secara jeli melihat potensi masa depan Indonesia yang kaya akan sinar matahari ini dengan mendorong secara nyata penelitian dan pengembangan industri di bidang energi surya ini.Referensi1.M. Matsumura, Utilization of Solar Cell, Lecture Notes Research Center for Solar Energy Chemistry, Osaka University 2009.2.

Smestad, Greg P., Optoelectronics of Solar Cells. SPIE Press: Washington 2002.3.K. West, Solar Cell Beyond Silicon, Riso International Energy Confrence, 2003.4.M. Gratzel, Nature 414 (2001) 338.5.S.M. Sze, Physics of Semiconductor Devices 2nd edition, Chapter 14, John Wiley and Sons 1981.6.

Apa bahan utama pembuat sel surya?

Rl Layak Kembangkan Panel Surya Senin, 27 Mei 2013 sumber : Jurnal Nasional Jakarta – Indonesia memiliki kekayaan alam pasir silika, yang menjadi incaran negara-negara maju yang sedang gencar mengembangkan energi listrik tenaga surya (solar energy).Seperti diketahui, pasir silika merupakan bahan baku pembuat lempengan sel panel surya.

Oleh sebab itu, seyogianya Indonesia bisa mengembangkan panel surya sebagai alternatif energi di masa mendatang.Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) kementerian Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan saat ini Indonesia masih mengimpor solar panel dan komponennya, dari China dan Jepang.

Oleh sebab itu, pihaknya menyambut baik rencana Bosideng Holding Group, perusahaan asal China yang ingin menjajaki investasi di Indonesia di bidang pembangkit listrik tenaga solar panel.Kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia saat ini cukup banyak, seiring pertum-buhan konsumsi produk elektronik di masyarakat yang semakin tinggi.

  1. Ebutuhan energi dalam negeri akan bertambah hingga 55 ribu megawatt dalam waktu belasan tahun ke depan.
  2. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan 70 juta masyarakat Indonesia yang saat ini belum mendapatkan listrik, kata Budi.Untuk itu, Budi berharap, masyarakat dapat memanfaatkan pasokan listrik melalui energi surya tersebut.
You might be interested:  Apa Maksud Tenaga Dalam Elemen Gerak Tari?

Kita sudah punya pertambangan pasir silika. Pasir silika jika dicairkan dan dimurnikan akan menjadi wafer. Wafer tersebut kemudian akan menjadi solar panel. Solar panel itu dibikin melalui solar sistem. Solar sistem ini yang menjadi kebutuhan kita sekarang, katanya.Dia mengatakan meminta Bosideng Holding Group bisa membuat solar sistem.

  • Mereka bertanya, bagaimana kendala dan demandnya.
  • Saya sarankan agar mereka meng-ambil cluster permukiman dan industri untuk lokasinya.
  • Hususnya yang berada di wilayah Indonesia.
  • Dari sisi bisnis memang harus ada di tempat yang ada demandnya atau kumpulan penduduk industri.
  • Pabrik panel surya itu tidak harus besar, tapi banyak atau ada di berbagai kota, ujar dia.Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Wahyudin Bagenda beberapa waktu lalu mengatakan, potensi pengembangan solar energy di Indonesia mencapai 175 MW di 2020.

Sedangkan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) ‘ dicanangkan pengembangan solar energy hingga 80 MW sampai 2020.Menurut dia, guna mencapai target tersebut, Indonesia perlu memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy.

  • Dengan memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy, maka Indonesia akan dapat meningkatkan daya saing dan kemandiriannya, dalam pemenuhan energi listrik.
  • Hadirnya industri hulu solar energi di dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar cell.
  • Manfaat larnnya, kata Wahyudin, hadirnya industri hulu solar energy di dalam negeri, akan menyerap tenaga kerja baru di bidang industri fotovoltaik.

Juga membuka peluang terbangunnya industri hulu pengolahan pasir kuarsa atau silikon, dengan adanya kebutuhan terhadap bahan baku solar cell. Share: : Rl Layak Kembangkan Panel Surya

Berapa Volt panel surya?

How It Works Apa Persamaan Sel Surya Dan Panel Surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara). Sistem energi pembangkti tenaga surya, mengurangi ketergantungan dunia akan bahan bakar fosil, bayangkan energi gratis dan terus-menerus yang bersumber dari bumi kita disediakan untuk kebutuhan energi dan dapat dihandalkan mengurangi pengeluaran daya, dimana terus menjadi beban dalam kehidupan rumah tangga dan keuntungan bisnis anda.

  • Merupakan energi terbarukan yang tidak pernah habis
  • Menghemat listrik dalam jangka panjang
  • Mengurangi pemanasan global
  • Bersih dan ramah lingkungan
  • Praktis tidak memerlukan perawatan
  • Umur panel surya yang panjang
  • Tidak tergantung dengan PLN
  • Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:

  1. Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  2. Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
  3. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).

Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Komponen-komponen yang diperlukan untuk instalasi listrik tenaga surya, terdiri dari:

  1. Panel surya / solar panel Solar panel / panel surya mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimum). Umumnya kita menghitung maksimum sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi – sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik bisa digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.
  2. Solar charge controller Solar charge controller berfungsi mengatur lalu lintas dari solar cell ke baterai dan beban. Alat elektronik ini juga mempunyai banyak fungsi yang pada dasarnya ditujukan untuk melindungi baterai.
  3. Inverter Inverter dalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC – direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC – alternating current).
  4. Baterai Baterai berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan atau peralatan elektronik lainnya yang membutuhkan listrik.

Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya:

  • Jumlah pemakaian
  • Jumlah solar panel
  • Jumlah baterai

Lampu LED sebagai Penerangan Rumah Saat ini sudah ada lampu hemat energi yang menggunakan DC seperti lampu LED. Bandingkan lampu LED 3 Watt setara dengan Lampu AC 15 Watt. Kekurangannya adalah:

  • Instalasi kabel baru untuk lampu LED
  • Biaya pengadaan lampu yang lebih mahal.

Keuntungannya adalah:

  • Penggunaan energi yang kecil
  • Keandalan lampu LED 10 x lampu standard biasa
  • Penggunaan kabel listrik 2 inti.
Lampu AC Lampu LED
Voltage 220 VAC 12 VDC
Watt 15 Watt 3 Watt
Lifetime 6,000 jam 50,000 jam
Harga ± Rp.25,000 ± Rp.115,000

Perhitungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual): Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.

  • Televisi 21″: @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
  • Kulkas 360 liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt hour
  • Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
  • Perangkat lainnya = 400 Watt hour
  • Total kebutuhan daya = 3480 Watt hour
  • Jumlah solar cells panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan adalah 5 jam maksimum tenaga surya): Kebutuhan solar cells panel : (3480 / 100 / 5) = 7 panel surya.
  • Jumlah kebutuhan baterai 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah: Kebutuhan baterai minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour = 6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
  • Kebutuhan baterai (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.

: How It Works

Apa persamaan sel surya dan panel surya brainly?

Jelaskan Persamaan sel Surya Dan panel Surya!​

  • Jawaban:
  • Persamaan dari sel surya dan panel surya yaitu merupakan sesama suatu sumber dari pembangkit listrik.
  • Sel surya yaitu merupakan inti dari panel surya tersebut karena kedua ini adalah saling membutuhkan satu sama lain untuk menghasilkan sebuah energi listrik.
  • Saya akan menjelaskan sedikit materi tentang pembangkit listrik tenaga surya di kolom penjelasan sebagai berikut ini.
  • Penjelasan:

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari atau surya yang diserap oleh panel surya melalui proses foto volkanik. Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik melalui panel surya tersebut.

  1. Pelajari lebih lanjut:
  2. Pelajari lebih lanjut materi pembangkit listrik tenaga surya pada
  3. #BelajarBersamaBrainly

: Jelaskan Persamaan sel Surya Dan panel Surya!​

Perubahan energi apa yang terjadi pada sel surya?

Pemanfaatan Energi Surya Skala Rumah Tangga Energi telah menjadi kebutuhan vital masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupannya dan mendukung kegiatannya sehari-hari. Misal, untuk memasak makanannya, manusia membutuhkan energi panas atau untuk memenuhi kebutuhan air di perkotaan, masyarakat membutuhkan energi listrik untuk menyalakan dan menjalankan pompa air.

  1. Energi listrik yang umumnya dipakai oleh masyarakat Indonesia berasal dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil.
  2. Elemahan penggunaan bahan bakar fosil adalah pembakarannya menghasilkan gas rumah kaca sehingga menambah konsentrasi gas rumah kaca di bumi penyebab peningkatan suhu bumi dan pemanasan global.

Bumi sudah semakin panas, sehingga manusia sudah harus memikirkan untuk beralih dari bahan bakar yang tidak ramah lingkungan ke bahan bakar yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tenaga panas matahari bisa dijadikan pilihan. Apa Persamaan Sel Surya Dan Panel Surya Sumber : Koleksi Knowledge Center Perubahan Iklim Matahari adalah sumber energi yang berjumlah besar dan bersifat terus-menerus (tidak habis), khususnya energi elektro magnetik yang dipancarkan oleh matahari. Penggunaan tenaga surya tidak membutuhkan pembakaran sehingga tidak menghasilkan gas buang berupa gas rumah kaca.

Pemanfaatan energi matahari dilakukan dengan mengubah sinar matahari menjadi energi panas atau listrik untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Pemanfaatan tenaga surya dilakukan dengan mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik. Dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic, yaitu tenaga matahari.

Bahan dasar untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi adalah bahan semi konduktor. Umumnya bahan yang digunakan adalah bahan silikon. berwarna hitam. Bahan dasar silikon ini dibuat menjadi lempengan dan dipasangi tiang agar bisa diarahkan langsung pada matahari.

  1. Silikon adalah bahan yang dapat merefleksikan matahari seperti kaca.
  2. Cara kerja lempengan silikon kaca atau yang bidas disebut sebagai solar panel adalah kaca-kaca silikon besar mengkonsentrasikan cahaya matahari ke satu garis atau titik.
  3. Onsentrasi cahaya matahari akan menghasilkan panas.
  4. Lalu, panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap panas.

Panasnya tekanan uap digunakan untuk menjalankan turbin yang kemudian menghasilkan listrik. Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Rumah Tangga, Sumber: Pada awal penelitian pemanfaatan tenaga surya, solar panel biasanya digunakan untuk penggunaan energi dalam jumlah besar seperti industri.

Tetapi, semakin hari masyarakat semakin sadar bahwa mereka tidak dapat mengandalkan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini yang mendasari ide solar panel dibuat dalam ukuran kecil untuk penggunaan rumah tangga. Saat ini sudah banyak penyedia solar panel untuk penggunaan skala rumah tangga.

Untuk penggunaan jangka panjang, penggunaan solar panel ini terhitung sangat murah. Dengan menggunakan solar panel, msayarakat dapat menghemat energi listrik. Sumber :

http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_matahari/ Hasil wawancara dengan CV Diartona dalam Pekan Nasional Perubahan Iklim, 4 Agustus 2017.

: Pemanfaatan Energi Surya Skala Rumah Tangga