Apa Saja Tenaga Yang Mempengaruhi Terbentuknya Batuan Sedimen?

Apa Saja Tenaga Yang Mempengaruhi Terbentuknya Batuan Sedimen
Transportasi sedimen dan deposisi (pengendapan) – Batuan sedimen terbentuk ketika sedimen diendapkan dari udara, es, angin, gravitasi, atau air mengalir yang membawa partikel dalam bentuk suspensi, Sedimen ini sering terbentuk ketika pelapukan dan erosi memecah batuan di daerah sumber ( provenans) menjadi material,

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi batuan?

Faktor-faktor yang menyebabkan pelapukan batuan. Foto: Unsplash Pelapukan merupakan salah satu dari proses eksogenik yang sering terjadi pada batu -batuan. Lantas, apa saja faktor-faktor yang menyebabkan pelapukan batuan? Mengutip buku Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer yang diterbitkan oleh PT.

  • Grafindo Media Pratama, pelapukan batuan adalah proses yang berhubungan dengan perubahan sifat batuan akibat pengaruh cuaca,
  • Gejala pelapukan sendiri sebetulnya mudah untuk dikenali dalam kehidupan sehari-hari, seperti kayu yang telah rapuh, bongkahan batu yang berubah warna menjadi kuning kecokelatan, dan lapisan tanah yang sebelumnya batuan keras menjadi lebih lembek.

Apabila dilihat dari prosesnya, pelapukan sebetulnya bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni pelapukan fisis dan juga pelapukan kimia.

Pelapukan fisis adalah proses pelapukan batuan yang menyebabkan batuan mengalami penghancuran menjadi butir-butir tanpa perubahan sifat. Misalnya pemuaian batuan, perubahan suhu, dan lain sebagainya. Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan yang mengubah susunan zat yang terdapat pada mineral-mineral pembentuk batuan. Misalnya hidrasi, hidrolisa, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, ada empat faktor yang sebetulnya memengaruhi proses pelapukan batuan, yakni struktur batuan, iklim, topografi, hingga tumbuh-tumbuhan yang menutupi batuan tersebut. Masih mengutip sumber yang sama seperti di atas, berikut adalah faktor-faktor penyebab pelapukan batuan, yakni: Struktur batuan jadi salah satu penyebab pelapukan batuan.

  • Foto: Unsplash Struktur batuan adalah segala sifat fisis dan kimiawi batuan yang menyebabkan batuan yang satu berbeda dengan lainnya.
  • Sifat fisis batuan itu seperti kekerasan, warna, hingga belahan.
  • Lebih lanjut, struktur batuan menjadi faktor yang memengaruhi cepat dan lambatnya pelapukan.
  • Pasalnya, ada batuan yang memang mudah mengalami pelapukan, ada juga batuan yang sulit mengalami pelapukan, meskipun berada di tempat yang sama.

Iklim merupakan faktor lain yang sangat memengaruhi pelapukan. Pada faktor iklim ini, terdapat pendorong maupun yang mempercepat atau memperlambat proses pelapukan. Namun, pada umumnya, iklim panas dan lembap memiliki faktor yang lebih kuat dalam terjadinya pelapukan pada batuan daripada iklim lainnnya.

Topografi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelapukan. Pengaruh topografi sebetulnya terjadi dalam bentuk yang tidak langsung. Sebelumnya, topografi merupakan studi yang mempelajari tentang permukaan bumi dan juga objek-objek lainnya. Semakin curam kemiringan suatu lereng, maka akan semakin mudah hasil pelapukan tersebut.

Pelapukan di daerah yang landai biasanya terjadi secara vertikal. Akibatnya, batuan induk yang dilapisi oleh hasil lapukan, secara perlahan akan melapuk disertai dengan semakin tebalnya lapisan lapukan. Faktor penyebab pelapukan yang terakhir adalah tumbuh-tumbuhan.

Disebut apakah proses terbentuknya batuan sedimen?

Proses Terbentuknya Batuan Sedimen – Batuan sedimen sebelum terbentuk mengalami proses pemadatan serta pengompakan dari bahan lepas atau endapan hingga akhirnya menjadi batuan sedimen yang utuh. Proses ini kemudian dinamakan juga sebagai diagenesa. Proses diagenesa sendiri dapat terjadi pada tekanan serta suhu atmosferik sampai dengan suhu 300 derajat celcius dan juga tekanan 1 – 2 kilobar yang berlangsung mulai dari sedimen mengalami penguburan hingga akhirnya terangkat dan tersingkap kembali di atas permukaan lapisan atmosfer bumi.

Apa yang dimaksud dengan struktur sedimen?

Struktur Batuan Sedimen Dan Kontak Perlapisan Batuan –

Gambar Satuan batulempung Kaliwangu A. Batulempung B. Batupasir C. Lensa Gamping, dalam kotak orange menampakkan struktur sedimen silang siur

3.5.5.1. Struktur Batuan Sedimen Struktur sedimen adalah kenampakan batuan sedimen dalam dimensi yang lebih besar, merupakan suatu kelainan dari perlapisan normal batuan sedimen dan diakibatkan oleh proses pengendapan dan keadaan energi pembentuknya. Pembentukannya dapat terjadi pada waktu pengendapan maupun setelah proses pengendapan.

  • Pettijohn & Potter, 1964; Koesoemadinata, 1981).
  • Lasifikasi struktur sedimen (Tucker, 1982) mengelompokan kedalam 4 kelompok atau macam, yaitu: erotional structures, depositional structures, post – depotional sedimentarystructures, dan biogenic sedimentary structures,
  • Struktur yang terbentuk akibat adanya arus yang mengikis batuan yang lebih tua sebelum sedimen diendapkan diatasnya.

Termasuk kedalam struktur sedimen erotional structures adalah: Terbentuk akibat pengikisan dan merupakan ciri dari endapan turbidit. Struktur ini berada dibawah permukaan dan memanjang sampai berbentuk segitiga dengan bagian yang membulat kearah hulu dan mempunyai panjang mulai dari beberapa millimeter hingga mencapai puluhan centimeter. b. Groove cast Berbentuk punggungan memanjang pada permukaan lapisan berkisar dari beberapa millimeter hingga beberapa centimeter. Struktur ini pada permukaan lapisan mungkin seluruhnya sejajar atau mungkin memperlihatkan beberapa arah. Struktur ini terbentuk melalui pengikisan alur yang dipotong terutama oleh objek yang terseret sepanjang arus dan merupakan ciri dari arus turbidit. c. Tool mark Struktur ini terbentuk ketika objek dibawa oleh arus sungai dan berhubungan dengan permukaan sedimen dibawahnya. Tanda ini terjadi sebagai akibat objek menggelinding, menusuk dan menyikat permukaan sedimen dibawahnya. Objek yang membuat tanda ini biasanya berupa mud clast, fragmen binatang dan rombakan tumbuhan. d. Scour mark Merupakan struktur dalam skala kecil dan terdapat pada bagian bawah perlapisan. Pada pandangan bidang biasanya memanjang dalam arah arus. Dengan bertambahnya ukuran, merkah gerus ini berangsur menjadi alur ( channel ). Ciri khas permukaan merkah gerus adalah pemotongan endapan yang terletak di bawah dan hadirnya sedimen kasar di atas permukaan gerusan.

You might be interested:  Yang Berfungsi Anode Pada Baterai Litium Adalah?

Struktur sedimen berskala besar, beberapa meter hingga kilometer panjangnya. Alur pula sering terisi oleh sedimen yang kasar daripada sedimen dibawahnya atau dengan sedimen yang berbatasan, dan sering berupa konglomerat alas ( basalt conglometare ).2. Depositional Structures Struktur sedimen yang terjadinya bersamaan dengan pengendapan.

Struktur pengedapan ini terdapat pada bagian atas dan bagian bawah perlapisan. Termasuk kedalam struktur sedimen depositional structures adalah: Bila tidak menunjukkan struktur dalam lapisan (Pettijohn & Potter, 1964) atau ketebalan lapisan lebih dari 120 cm ( Mc. b. Perlapisan sejajar Bila bidang perlapisannya saling sejajar dengan ketebalan lapisan lebih dari 1 cm. Perlapisan ini terbentuk akibat adanya perubahan dalam butiran sedimen, warna maupun susunan mineraloginya. c. Laminasi; Perlapisan sejajar yang ketebalannya kurang dari 1 cm. d. Gradded bedding Bila perlapisan disusun atas butiran yang berubah teratur dari halus ke kasar (bersusun terbalik: inverse gradding ) maupun dari kasar ke halus pada arah vertical, struktur ini merupakan ciri dari suatu sedimentasi pada arus yang pekat.

Gradded Bedding

table>

inverse bedding

e. Perlapisan silang-siur ( Cross bedding ) dan Laminasi silang-siur ( Cross Lamination ) Perlapisan atau laminasi yang membentuk sudut terhadap bidang lapisan yang berada diatasnya atau dibawahnya dan dipisahkan oleh bidang erosi, struktur ini terbentuk akibat intensitas arus yang berubah-ubah. f. Ripple Struktur ini terbentuk pada permukaan lapisan yang dikontrol oleh arus yang mengalir baik oleh air, angin maupun gelombang. Gelembur yang berasal dari arus disebut current ripple, oleh angin disebut wind ripple dan oleh gelombang disebut wave ripple,

Ripple Marks

g. Rainspot Rainspot adalah cekungan kecil yang terbentuk oleh butiran air hujan pada permukaan batuan sedimen berbutir halus yang masih lunak. Struktur ini berguna untuk menentukan lapisan atas dan lapisan bawah dari suatu perlapisan terutama pada lapisan yang miring maupun terbalik.3.

Post – depositional Sedimentary Structures Terbentuk melalui gerakan sedimen (nendatan) dan lainnya melalui reorganisasi bagian dalam seperti pengeringan dan pembebanan. Proses-proses kimia-fisika setelah pengendapan menghasilkan stylolite, solution dan nodule.a. Nendatan ( slump ) dan longsoran ( slide ) Pada daerah yang miring, masa sedimen dapat diangkut sepanjang lereng.

Bergeraknyya masa sedimen dapat mengakibatkan perubahan pada bagian dalam masa sedimen itu. Gerakan seperti ini disebut longsoran (slide). Jika masa sedimen secara internal berubah selama gerakan sepanjang lereng disebut nendatan (slump). Masa yang mengalami nendatan menunjukkan lipatan-lipatan minor.

  • Ehadiran nendatan dan longsoran dalam suatu runtunan dapat ditentukan dari terdapatnya lapisan diatas dan dibawah perlapisan tersebut tidak terganggu.
  • Struktur yang sering juga muncul akibat adanya longsoran maupun pembebanan dapat menimbulkan struktur Growth Fault.b.
  • Sandstone dike dan sand volcano Struktur ini relatif jarang dijumpai, mudah ditentukan oleh memotongsilangnya dengan lapisan sekitarnya dan diisi dengan pasir.

Sand volcano berbentuk kerucut dengan suatu cekungan pada pusatnya yang terdapat pada bidang perlapisan c. Dish dan Pillar structure Struktur ini terdiri dari laminasi yang cekung keatas, biasanya beberapa centimeter lebarnya, dipisahkan oleh zona tanpa struktur ( pillar ). Dish dan Pillar structure dibentuk oleha air yang lewat sedimen secara mendatar dan keatas ( fluid escape ) dan umumnya terbentuk pada endapan kipas bawah laut. d. Load structure Dibentuk melalui tenggelamnya suatu lapisan kedalam lapisan yang lain. Load cast biasanya terdapat pada dasar batupasir yang terletak diatas batulumpur. Lumpur yang ada dapat diinjeksikan keatas kedalam batupasir membentuk struktur flame. Juga sebagai akibat pembebanan, biasanya pasir dapat tenggelam kedalam lumpur membentuk struktur ball dan pillow. e. Deformed bedding Deformed bedding dan istilah seperti disrupted, convolute dan conturted bedding dapat diterapkan pada perlapisan sejajar, perlapisan silang-siur dan laminasi silang-siur yang dihasilkan selama pengendapan telah terganggu, tetapi tidak ada pergerakan sedimen secara mendatar dalam skala besar.

Convolute bedding terdapat dalam laminasi silang-siur, dengan laminasi diubah dalam bentuk antiklin dan sinklin. Convolute seperti ini sering tidak asimetri atau menungging kearah arus purba, sedangkan conturted dan disrupted tidak menunjukkan orientasi. Nodule juga disebut konkresi, biasanya terbentuk dalam sedimen setelah pengendapan.

Mineral-mineral yang sering terdapat pada nodul adalah kalsit, dolomit, siderit, pirit, colophane dan kuarsa. Nodul kalsit, pirit dan siderit diameternya bisa beberapa milimeter sampai beberapa centimeter biasanya terdapat dalam batuan lumpur. Nodul chert biasanya terdapat dalam batugamping, nodul kalsit dan dolomit kadang-kadang terdapat dalam batupasir. 4. Biogenic Sedimentary Structures Fosil jejak dapat diinterpretasikan aktifitas binatangnya yang menyebabkan timbulnya struktur ini, tetapi sifat alami binatangnya sendiri sulit untuk ditentukan karena organisme yang berbeda sering mempunyai cara hidup yang sama.

Suatu binatang dapat menghasilkan struktur yang berbeda tergantung pada tingkah lakunya dan sifat sedimen seperti ukuran butir, kandungan air dan sebagainya. Struktur buluh (burrow) biasanya dibuat oleh crustacea, anellid, bivalve dan echinoid, sedangkan permukaan track dan trail dibuat oleh crustacea, trilobite, annelid, gastropod dan vertebrata.

Struktur yang agak mirip buluh (burrow) dapat dihasilkan oleh akar tumbuhan, walapun yang terakhir sering mengandung karbonat a. Bioturbation; menunjukkan gangguan sedimen oleh organisme. b. Trace fossil (fosil jejak) Fosil jejak adalah struktur sedimen yang dihasilkan pada sedimen yang tidak terkonsolidasi oleh kegiatan organisme. Kelompok utama yang terdapat pada permukaan lapisan dan permukaan bawah lapisan adalah crawling, grazing (Jejak makan) dan resting (Jejak istirahat), sedangkan yang terdapat dalam lapisan adalah struktur feeding (Jejak sedang mencari makan) dan dwelling (Jejak menguni). 3.1.1.1 Kontak Perlapisan Batuan Kontak perlapisan batuan menurut (Tucker, M.E., 2003) dibagi menjadi 15 bagian (Gambar 3.4). Bagian – bagian dari kontak perlapisan adala: sharp planar, sharp erosive, gradual coarsening, gradual fining, transitional coarsening upward, mudrock parting, mudcracks exposure, rootlets, soil, exposure, burrowed surface, loaded contact, paleokarst exposure, encrusted bored surface, hardground, phosphate Fe-Mn crust, hiatus, pressure dissolution seam, stylolite, Gambar 3.4 Kontak perlapisan batuan (Tucker, M.E., 2003)

You might be interested:  How To Create Solar Energy At Home?

Mengapa batuan metamorf terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen?

bagaimana proses terbentuknya batuan beku,batuan sedimen dan batuan malihan? Batuan beku = terbentuk dari lava/magma yang membekubatuan sedimen = terbentuk dari endapan hasil pelapukan batuan batuan malihan/metamorf = terbentuk dari batuan sedimen dan beku yang sudah mengalami perubahan sifat karena adanya tekanan suhu yang tinggi Batuan beku terbentuk dari pembekuan magma yang keluar dari perut bumi,batuan sedimen terbentuk dari endapan batuab beku yang mengalami proses sedimentasi, batuan metamorf/malihan terbentuk dari endapan batuan beku dan sedimen yang mengalami proses erosi atau pengikisan oleh angin dan air. : bagaimana proses terbentuknya batuan beku,batuan sedimen dan batuan malihan?

Bagaimanakah proses terjadinya batuan sedimen berikan contohnya?

Jelaskan proses terbentuknya batuan sedimen dan berikan contoh jenis batuannya Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses litifikasi dari hasil proses pelapukan batuan serta erosi yang kemudian akan terbawa dan diendapkan. Batuan sedimen terbentuk dari batuan beku yang telah mengalami pelapukan di suatu tempat tertentu yang kemudian mengendap dan menjadi keras.

  • Jenis-Jenis Batuan Sedimen
  • 1. Batuan Sedimen Klastis
  • Batuan Sedimen Klastikmeruapakan Salah Satu Jenis Batuan Yang Terbentuk Di Alam Melalui Suatu Proses Pengendapan Dari Material-Material Yang Bervariasi, Mulai Dari Ukuran Lempung Sampai Dengan Bongkah Batuan.

1. Batuan Sedimen Klastis Ini Terbentuk Karena Suatu Pelapukan Atau Erosi Pada Pecahan Batuan Atau Mineral, Sehingga Batuan Menjadi Hancur Atau Pecah Dan Lalu Mengendap Di Tempat Tertentu Dan Menjadi Keras. Susunan Kimia Dan Warna Batuan Ini Biasanya Sama Dengan Batuan Asalnya.

  1. Contohnya : Batuan Sedimen Kimiawi Lainnya Yaitu Batuan Anhidrit Dan Batu Garam.
  2. 3. Batuan Sedimen Organik
  3. Batuan Sedimen Organik Atau Batuan Sedimen Biogenik Merupakan Batuan Yang Terbentuk Karena Adanya Sisa-Sisa Makhluk Hidup Yang Mengalami Pengendapan Di Tempat Tertentu.
  4. Contohnya : Pada Batu Karang Yang Terbentuk Dari Terumbu Karang Yang Mati Dan Fosfat Yang Terbentuk Dari Kotoran Kelelawar Serta Batu Gamping.

: Jelaskan proses terbentuknya batuan sedimen dan berikan contoh jenis batuannya

Bagaimana proses terjadinya batuan sedimen dan pengelompokannya?

Transportasi sedimen dan deposisi (pengendapan) – Batuan sedimen terbentuk ketika sedimen diendapkan dari udara, es, angin, gravitasi, atau air mengalir yang membawa partikel dalam bentuk suspensi, Sedimen ini sering terbentuk ketika pelapukan dan erosi memecah batuan di daerah sumber ( provenans) menjadi material,

Dari manakah sumber batuan sedimen?

Batuan Sedimen: Proses Terbentuk, Jenis-jenis, Contoh, dan Manfaatnya Jakarta – Batuan sedimen, adalah jenis batuan yang terbentuk oleh endapan dan sementasi yang bisa terjadi di permukaan bumi dan di bawah tanah atau di dalam air. Pada dasarnya, terbentuk akibat proses sedimentasi.

Dalam buku Fisika Bumi Volume I yang ditulis Nur Islami dan diterbitkan oleh Universitas Riau Press, sedimentasi merupakan nama kolektif untuk proses yang menyebabkan partikel mineral atau organik mengendap pada tempatnya. Nah, sebelum mengendap, sedimen dibentuk oleh proses pelapukan dan erosi dari daerah sumber yang kemudian diangkut ke tempat pengendapan.Proses pengangkutan ke tempat pengendapan ini dapat dilakukan oleh air, angin, es, gerakan massa atau gletser yang disebut sebagai agen transportasi.

Tidak hanya itu, sedimentasi juga dapat terjadi karena endapan mineral dari larutan air atau cangkang makhluk air yang terlepas.

Apa yang dimaksud dengan proses litifikasi?

Jawaban benar pada soal ini adalah A. Berikut adalah penjelasannya. Litifikasiadalah proses dimana sedimen baru yang terurai perlahan-lahan berubah menjadi batuan sedimen.Ketika litifikasi perubahan-perubahan terjadi baik secara kimia, fisika dan biologi yang kemudian akan memengaruhi sedimen sejak pertama kali diendapkan.

Litifikasi dibedakan menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: Kompaksi, beban akumulasi sejumlah sedimen atau material lain mengakibatkan hubungan agregasi antar butir batuan menjadi lebih lekat dan air yang dikandung dalam pori-pori antar butir terdesak keluar.Akibatnya adalah volume batuan sedimen yang terbentuk menjadi lebih kecil namun sangat kompak.

Sementasi, dengan keluarnya air dari ruang pori-pori batuan maka material yang terlarut di dalamnya mengendap dan merekat(menyemen)butiran-butiran sedimen. Material semennya dapat merupakan Karbonat, Silika, Oksida atau mineral lempung lainnya. Proses ini mengkibatkan porisitas sedimen menjadi lebih kecil dari material semula.

Rekristalisasi/pemadatan, pada saat sedimen terakumulasi, mineral-mineral yang kurang stabil akan mengkristal kembali atau rekristalisasi kemudian menjadi stabil. Proses ini umumnya terjadi pada jenis batu gamping terumbu. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A. – Jawaban benar pada soal ini adalah A.

Berikut adalah penjelasannya. Litifikasi adalah proses dimana sedimen baru yang terurai perlahan-lahan berubah menjadi batuan sedimen. Ketika litifikasi perubahan-perubahan terjadi baik secara kimia, fisika dan biologi yang kemudian akan memengaruhi sedimen sejak pertama kali diendapkan.

You might be interested:  Teori Geosentris Menyebutkan Bahwa Yang Menjadi Pusat Tata Surya Adalah?

Kompaksi, beban akumulasi sejumlah sedimen atau material lain mengakibatkan hubungan agregasi antar butir batuan menjadi lebih lekat dan air yang dikandung dalam pori-pori antar butir terdesak keluar. Akibatnya adalah volume batuan sedimen yang terbentuk menjadi lebih kecil namun sangat kompak. Sementasi, dengan keluarnya air dari ruang pori-pori batuan maka material yang terlarut di dalamnya mengendap dan merekat (menyemen) butiran-butiran sedimen. Material semennya dapat merupakan Karbonat, Silika, Oksida atau mineral lempung lainnya. Proses ini mengkibatkan porisitas sedimen menjadi lebih kecil dari material semula. Rekristalisasi/pemadatan, pada saat sedimen terakumulasi, mineral-mineral yang kurang stabil akan mengkristal kembali atau rekristalisasi kemudian menjadi stabil. Proses ini umumnya terjadi pada jenis batu gamping terumbu.

Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan sedimen?

Sedimen adalah bahan utama pembentuk morfologi (topografi dan batimetri) pesisir. Sedimen berasal dari fragmentasi (pemecahan) batuan. Pemecahan tersebut terjadi karena pelapukan (weathering) yang dapat berlangsung secara fisik, kimiawi, atau biologis.

Berubahnya morfologi pesisir/estuari terjadi sebagai akibat berpindahnya sedimen yang berlangsung melalui mekanisme erosi, pengangkutan (transpor) dan pengendapan (deposisi). Sedimen yang dipindahkan adalah sedimen yang terletak pada permukaan dasar perairan (Poerbondone dan Djunasjah, 2005). Sedimentasi di lingkungan pantai berawal dari kehadiran sedimen yang berasal dari daratan dan pada dasarnya merupakan faktor utama dalam membentuk pantai.

Sedimentasi berkaitan erat dengan agen geomorfik yang bekerja didalamnya. Agen geomorfik utama yang menyebabkan atau mempengaruhi proses dan dinamika perairan pantai adalah gelombang, arus dan angin. Sedimen dapat dikelompokkan berdasarkan asalnya dalam 4 kelompok (Gross, 1992; Hutabarat dan Evans, 1984) : I).

Sedimen Lithogenous ; terdiri dari mineral silikat primer yang berasal dari penghancuran akibat kondisi fisik (proses pemanasan dan pendinginan secara bergantian dan kontinyu) serta dari letusan gunung api. II). Sedimen Biogenous ; terbentuk dari sisa tulang yang tidak dapat dipecahkan atau terdiri dari kerangka organisme (Gambar 1).

Berdasarkan jenis organisme, asal, serta macam bahan yang dikandung organisme, maka jenis sedimen ini dapat dibagi atas :

Tipe sedimen yang mengandung kalsium. Sedimen ini dibagi atas:

Globigerina Ooze; salah satu organisme bersel tunggal, dikenal sebagai Foraminifera. Kulitnya mengandung kalsium karbonat, cocoolith, yang biasa dikenal sebagai calcite. Pteropod Ooze; golongan moluska yang bersifat sebagai plankton, tubuh mereka mempunyai kulit yang mengandung zat kapur kalsium karbonat yang dapat dihancurkan.

Tipe sedimen yang mengandung silika, terdiri dari :

Diatom Ooze; adalah golongan tumbuhan bersel satu dengan kulit mengandung silika. Radiolarian Ooze; adalah golongan protozoa bersel satu. Tanah liat merah Ooze; mengandung silika yang tinggi.

III). Sedimen Hidrogenous; terbentuk dari hasil reaksi kimia dalam air laut. Sebagai contoh, nodul mangan (bongkahan mangan) dari endapan lapisan oksidasi, hidroksida besi, dan mangan. Endapan ini berukuran 1–6 inci dengan bentuk seperti kentang yang mengandung 25–35% Mangan, 1–2% Tembaga, dan 0,1–0,5% Kobalt. Gambar 1. Beberapa Bagian Dari Organisme Laut Yang Membentuk sedimen Biogenous; (a) Globigernia, (b) Pteropods, (c) Foraminifera, (d) Diatom (Gross 1992). Ukuran sedimen dicirikan atau dikarakterisasi menurut sifat-sifat alami, antara lain: ukuran butir ( grain size ), densitas, kecepatan jatuh, komposisi, porositas dan bentuk.

  • Dalam studi angkutan sedimen, ukuran butir merupakan karakter sedimen yang sangat penting karena dipakai untuk merepresentasikan resistensi terhadap agen pengangkut (Poerbondono dan Djunasjah, 2005).
  • Berdasarkan ukuran partikel sedimen, para ahli geologi mengklasifikasikan sedimen dengan menggunakan dua jenis skala yaitu Wentworth-Udden dan skala AFNOR seperti yang terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Klasifikasi sedimen Menurut Skala Wenworth-Udden dan Skala AFNOR

Skala Wenworth Skala AFNOR
Jenis Sedimen Ukuran, mm (φ) Jenis Sedimen Ukuran, mm (ά)
Bongkah >256 (<-8) Batu >20 (<-13)
Berangkal 256 – 64 (-8 – -6) Kerikil 20 – 2 (-13 – -3)
Kerakal 64 – 4 (-6 – -2) Pasir Kasar 2 – 0,8 (-3 – 1)
Granul 4 – 2 (-2 – -1) Pasir Sedang 0,8 – 0,315 (1 – 5)
Pasir Sangat Kasar 2 -1 (-1 – 0) Pasir Halus 0,315 – 0,125 (5 – 9)
Pasir Kasar 1 – 0,5 – 0,25 (1 – 2) Pasir Sangat Halus 0,125 – 0,05 (9 – 13)
Pasir Sedang 0,5 – 0,25 (1 – 2) Debu 13)
Pasir Halus 0,25 – 0,125 (2 – 3)
Pasir Sangat Halus 0,125 – 0,062 (3 – 4)
Debu 0.062 – 0,004 (4 – 8)
Liat/Lumpur 8)

Butiran yang berukuran besar akan mengendap pada daerah yang dekat dengan tempat pertama kali sedimen tersebut masuk ke laut, sedangkan untuk butiran yang berukuran kecil bisa ditransportasikan lebih jauh. Misalnya untuk jarak 4 km sedimen dengan ukuran debu akan mengendap membutuhkan waktu kurang lebih 185 hari.

  1. Secara teoritis partikel berukuran debu bisa ditansportasikan di seluruh samudera dan akan mengendap sampai ke dasar setelah 50 tahun.
  2. Daftar Pustaka : Gross, M.G., 1992.
  3. Oceanography A View Of Earth,
  4. Sixth Edition.
  5. Prentice-Hall Inc.
  6. New Jersey.
  7. Hutabarat, S. dan S.M.
  8. Evans, 1984.
  9. Pengantar Oseanografi,
  10. UI-Press Inc.

Jakarta.159 hal. Poerbondono, E.D., 2005. Survei Hidrografi, Refika Aditama Bandung.166 hal.

Bagaimana proses terjadinya batuan sedimen dan pengelompokannya?

Transportasi sedimen dan deposisi (pengendapan) – Batuan sedimen terbentuk ketika sedimen diendapkan dari udara, es, angin, gravitasi, atau air mengalir yang membawa partikel dalam bentuk suspensi, Sedimen ini sering terbentuk ketika pelapukan dan erosi memecah batuan di daerah sumber ( provenans) menjadi material,