Baterai Hp Yang Bagus Merk Apa?

Baterai Hp Yang Bagus Merk Apa
1. Cameron Sino – Baterai Hp Yang Bagus Merk Apa photo via aliexpress.com Cameron Sino merupakan baterai yang sangat kuat dan tangguh. Kapasitas baterai yang tercantum pada labelnya sama seperti ketika di tes. Baterai buatan internasional ini sudah memenuhi stantar sebuah baterai sehingga bisa kamu gunakan untuk hp kesayanganmu. Meski begitu, baterai ini masih jarang ada di Indonesia terlebih dibandol dengan harga yang cukup mahal. Baterai Hp Yang Bagus Merk Apa photo via hippo.id Merk baterai Hp terbaik pertama ada dari Hippo. Baterai ini cukup populer di Indonesia karena menjadi pilihan banyak pengguna. Baterai dari Hippo ini tersedia untuk berbagai merk hp mulai dari Samsung, Asus dan lainnya. Untuk harganya tergolong cukup mahal tapi sebanding dengan kualitas yang diberikan. Bagaimana tertarik menggunakan baterai dari Hippo?

Apa kelebihan baterai double power?

Harga Sesuai Kualitas – Dengan semua kelebihan dari baterai double power tersebut, tentu sebanding dengan harga yang ditawarkan. Jika Anda ingin mendapatkan kualitas yang baik di atas rata-rata, maka anggaran yang disiapkan juga akan lebih besar. Baterai ini memiliki harga yang sebanding dengan kualitas. Bahkan tidak jauh dari baterai aslinya. Kelebihan baterai double power tersebut memang layak diacungi jempol. Hingga kini masih banyak yang memanfaatkan baterai ini untuk menunjang aktivitas harian. Categories: Teknologi

Apa itu baterai original?

Perbedaan Baterai HP Palsu dengan Baterai Asli Original Perbedaan Baterai HP Palsu dengan Baterai Asli Original Modus Tipu Baterai Palsu Baterai menjadi hal penting bagi sebuah ponsel. Ketika teknologi ponsel makin maju dan makin cepat, teknologi baterai mandek alias jalan di tempat.

Padahal smartphone masa kini sangat haus daya, akibat makin lengkapnya fitur yang dijejalkan dan makin cepatnya kinerja. Tak heran jika baterai drop menjadi keluhan utama pengguna smartphone, terutama Android. Maka, banyak terjadi kasus ponsel masih bagus, tapi baterai sudah nge-drop, gembung dan tidak bisa di-charge.

You might be interested:  Jelaskan Salah Satu Kelangkaan Yang Dialami Tenaga Kerja?

Seperti dialami Nandang, seorang pengguna ponsel merek lokal dari Bogor. Baterai ponselnya gembung, sehingga ponsel tak bisa dipakai. Repotnya, mencari baterai asli (original) seperti itu bukan perkara mudah. Apalagi kalau tipe yang dimiliki sudah lama beredar.

  • Di outlet resmi pun juga tak mudah ditemui, kalau ada pun mahal pula harganya.
  • Ya, outlet resmi memang hanya punya sedikit stok baterai untuk unit ponsel yang dipasarkannya.
  • Itu pun harus dibagi-bagi ke dealer-dealer di seluruh Indonesia, karena jatahnya memang terbatas.
  • Dalam edisi kali ini S INYAL menelusuri peredaran baterai di pasar secara langsung.

Bertemu narasumber utama di pusat perdagangan ponsel ITC Roxy Mas, banyak hal menarik yang bisa dicermati. Sumber SINYAL kali ini, sebut saja Roy, sudah bertahun-tahun menggeluti bisnis baterai. Fokus hanya menggeluti baterai bertahun-tahun – tak pernah tergoda untuk berbisnis produk lain – membuatnya sangat menguasai detil produk baterai untuk ponsel ini.

Mulai dari proses impor baterai, servis baterai, hingga merakit baterai ponsel bisa dilakukannya. Baterai ponsel di pasaran Kondisi tersebut memicu munculnya baterai alternatif, Istilah yang muncul beragam, ada baterai asli, baterai ori, ori 99 persen, hingga KW. Namanya juga beragam, sesuai strategi marketing.

Di pasaran Indonesia, kini hanya beredar dua jenis baterai ponsel, yaitu Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po). “Kalau baterai Li- Po itu sebenarnya berbahan Lithium juga, tapi hanya pembungkusnya yang diubah menjadi plastik agar bisa mendapatkan ketipisan yang diperlukan” tutur Roy.

Maka kapasitas baterai bisa lebih besar, dengan ukuran yang terbatas. Seperti kita ketahui, tempat baterai di sebuah ponsel atau tablet memang sangat terbatas, karena harus berbagi dengan spare part dan LCD. Belum lagi tuntutan desain yang mengharuskan ponsel dan tablet yang tipis. Makin tipis, makin keren, dan biasanya makin mahal harganya.

You might be interested:  What To Know Before Buying Solar In Hawaii?

Padahal, teknologi baterai tak ada perkembangan. Lithium masih menjadi andalan saat ini untuk semua perangkat gadget, karena masih yang paling efisien. Teknologi lain yang baru dalam taraf prototype, seperti berbahan hidrogen cell, belum bisa dinikmati hingga sekarang.

Baterai kapasitas tinggi Di pasaran, beberapa tahun belakangan mulai marak baterai non original berkapasitas besar. Namanya beragam. Ada High Capacity, Double Power, Super High Capacity atau ada pula yang diklaim ‘Compatible dengan‘ jenis ponsel tertentu. Mereknya juga sangat beragam. Ada merek Vizz, Grace, MS-1, KLT, CS-2, Transformer, Delcell, Hippo, Unisco, Pisen, Yobaoo, Samko, Idol, DSBC dan masih banyak lagi lainnya.

Ada pula yang bermerek sama dengan nama ponselnya, misalnya Blackberry atau smartfren. Sementara untuk tablet, banyak beredar baterai universal, yang bisa dipakai untuk beragam tablet merek lokal. Kapasitas yang tertulis di kotak maupun baterai non ori sangat menggoda, jauh lebih besar dari kapasitas baterai original bawaan pabrikan.

Sebut saja misalnya baterai alternatif untuk Andromax U yang berkapasitas 3600 mAh, padahal kapasitas aslinya 1800 mAh. Atau baterai Double Power untuk BlackBerry Bold/Onyx 1/ Onyx 2 yang berkapasitas 3000 mAh, sementara baterai original hanya berkapasitas 1500 mAh. Ya, rata-rata kapasitas yang ditawarkan memang mencapai dua kali lipat.

Masalahnya, benarkah klaim dua kali lipat kapasitas ori itu? Yang menarik, meski kapasitas yang tertulis begitu besar, harganya masih lebih murah dari baterai original. Perbedaanya juga cukup jauh. Baterai-baterai berlabel ‘High Capacity’ seperti itu di pasaran dibanderol antara Rp75-180 ribu, tergantung kapasitas dan tipe pon sel yang didukungnya.

Sementara, baterai original rata-rata mencapai harga Rp250 ribu. Yang disebut original ini adalah baterai yang disediakan oleh dealer resmi merek ponsel yang bersangkutan. Jadi, bisa dikatakan, baterai yang dijual di toko-toko selain dealer resmi itu, bukan original. Di pasaran, baterai alternatif ini diberi dua tingkatan, yaitu ‘Baterai Ori 100 persen’ dan ‘Baterai Ori 99 persen’.

Harganya tentu lebih mahal yang jenis pertama, meskipun selisihnya hanya puluhan ribu rupiah saja. Kalau konsumen membeli ke toko selain dealer resmi, pasti dikatakan baterainya Ori. Bisa jadi, penjaga tokonya tidak mengerti, tapi bisa juga karena ingin menutupi kondisi yang sebenarnya.