Berat Jenis Baterai Yang Standar Adalah?

Berat Jenis Baterai Yang Standar Adalah
Penjelasan dengan langkah-langkah – Diketahui : Standart berat jenis air aki Ditanya : Berapakah standart berat jenis air aki bila di katakan dalam kondisi bagus. Dijawab : Standard berat jenis (specific gravity) elektrolit baterai pada temperatur standart (20 derajat celcius) adalah 1.280.

Apabila temperatur larutan elektrolit berubah, maka standart berat jenis elektrolit baterai dapat dicari dengan rumus : S 20 = St + 0,0007 (t – 20) Dimana : S20 = Berat jenis pada temperatur 20 derajat celcius St = Berat jenis pada temperature pengukuran t = Temperatur elektrolit Berat jenis elektrolit akan turun pada saat baterai dipakai (discharge).

Pada kondisi standart (20 derajat celcius), bila berat jenis elektrolit turun mencapai 1.200, maka baterai harus diisi kembali (charging). Bila jumlah elektrolit di dalam baterai berkurang, maka harus ditambah dengan air aki (air suling). Jadi, Standard berat jenis (specific gravity) elektrolit baterai pada temperatur standart (20 derajat celcius) adalah 1.280.

Berapa berat jenis elektrolit accu yang baik?

Suara.com – Merawat accu basah sebenarnya tak terlalu sulit, namun tak bisa disepelekan. Pengisian air dengan takaran, jenis, dan berat jenis yang tepat wajib dipastikan sehingga accu bisa bekerja dengan baik dan memiliki usia yang panjang. Kali ini, mari bahas mengenai berat jenis air accu yang baik untuk kendaraan,

Berat jenis accu sendiri sebenarnya sudah memiliki standar yang jelas, dan bisa Anda tanyakan pada bengkel accu atau bengkel mobil kepercayaan Anda. Namun demikian tak sedikit pula orang yang ingin mencoba aki dengan berat jenis lain, yang ternyata sangat tidak direkomendasikan. Berat Jenis Air Accu yang Baik Idealnya berat jenis air accu yang baik adalah di angka 1.250 – 1.280.

Berat jenis air accu ini dinilai optimal, dan mampu membuat accu berfungsi dengan optimal. Tapi sebenarnya apa yang terjadi ketika air accu menggunakan berat jenis yang berbeda? Baca Juga: Hilang Sembilan Hari, Penyandang Disabilitas Ini Rupanya Ditemukan Terjebak Sepekan Lebih di Mobil Berat jenis accu yang lebih rendah dari angka tersebut, atau lebih rendah dari ukuran ideal, akan membuat daya hantar listrik yang dimiliki accu berkurang.

Akibatnya sistem kelistrikan tidak akan berfungsi optimal dan membuat kinerja mesin kendaraan terganggu. Paling sederhana adalah ketika Anda mencoba menyalakan mobil dengan starter. Mobil akan lebih sulit menyala karena arus listrik yang mengalir tak bisa sesuai kebutuhan mobil. Ini hanya dampak paling sederhana dari penggunaan air accu dengan berat jenis yang tidak ideal.

Apakah Berat Jenis Accu Dipengaruhi Takaran Air Accu? Berat jenis yang dimaksud berbeda dengan takaran atau berat dari air yang dimasukkan ke dalam unit accu. Ketika air accu yang dimasukkan memiliki berat jenis lebih tinggi, maka harus ditunggu proses penguapan sejenak agar berat jenisnya normal.

Tidak kemudian dengan mengurangi volume air accu yang ada dalam unit accu bisa mengurangi berat jenisnya. Berat jenis akan tetap sama walaupun volume air accu dikurangi. Maka untuk menghindari masalah ini, sebaiknya menggunakan air accu dengan berat jenis yang ideal. Baca Juga: Macet Parah Saat Libur Long Weekend di Puncak, Kapolres Bogor Menyatakan Tidak Ada Korban Jiwa Demikian sedikit pengetahuan tentang berat jenis air accu yang baik untuk digunakan pada kendaraan Anda.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan bengkel kepercayaan Anda, atau gunakan rekomendasi dari bengkel resmi kendaraan Anda.

Apakah alat yang digunakan dalam pemeriksaan berat jenis baterai dan bagaimana cara menggunakannya?

Hidrometer merupakan salah satu alat ukur yang memiliki peranan penting khususnya di dunia otomotif. Alat ini memiliki dua bagian utama, yaitu pelampung dan gelas kaca. Simak penjelasan lengkap berikut ini mengenai apa itu hidrometer serta cara untuk menggunakannya.

Pengertian Hidrometer Baca Juga : Di Rumah Juga Bisa, Begini Cara Cuci Helm Yang Praktis Hidrometer merupakan salah satu jenis alat yang digunakan untuk mengukur cairan elektrolit pada baterai. Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui berat jenis cairan elektrolit khususnya pada aki basah. Alat ukur ini berupa tabung transparan dengan indikator berwarna di dalamnya untuk mengidentifikasi berat jenis elektrolit.

Setiap indikator warna tersebut memiliki artinya tersendiri agar nantinya mempermudah tugas jika ingin menyuplai arus listrik. Fungsi Hidrometer Baca Juga : Sudah Tahu? Yuk Kenali Batas Laut Indonesia Fungsi utama hidrometer adalah untuk mengetahui berat jenis dari elektrolit baterai aki basah kendaraan apakah dalam kategori baik atau tidak.

Penampung atau Float

Baca Juga : Fungsi Valve Spring Compressor & Cara Menggunakannya Bagian pertama, yaitu float atau biasa disebut sebagai pelampung, berguna untuk menunjukkan hasil pengukuran. Komponen ini terdiri dari tiga baris dengan warna berbeda dilengkapi angka sebagai penunjuk seberapa bagus cairan elektrolit tersebut.

Pipette/Suction Bulb

Berikutnya, pipette atau bulb yang berguna untuk menghisap cairan elektrolit baterai agar bisa masuk ke hidrometer. Fungsi pipet ini cukup penting, sehingga komponen ini harus dijaga dengan baik agar cairan elektrolit bisa tersedot dengan baik.

Pickup Tube

Hidrometer adalah alat untuk mengukur elektrolit baterai yang membutuhkan picked tube sebagai jalan masuk cairan tersebut. Picked tube merupakan lubang yang berfungsi sebagai jalan untuk keluar masuknya cairan elektrolit ke outer tub. Komponen ini merupakan bagian hidrometer yang paling ujung, sehingga perlu dijaga kebersihannya.

Pemasok Alat

Bagian terakhir pada alat ini adalah pemasok yang berguna untuk menampung cairan elektrolit setelah masuk ke dalam hidrometer. Cairan yang masuk ke pickup tube nantinya akan langsung menuju ke bagian pemasok alat. Cara Menggunakan Hidrometer Setelah mengetahui apa itu hidrometer, maka kini saatnya untuk memahami bagaimana cara menggunakannya. Ikuti setiap tahap penggunaan alat ini dengan benar agar hasil pengukurannya akurat. Simak ulasan berikut ini mengenai bagaimana cara untuk menggunakan hidrometer.

Memastikan Alat Ukur dalam Kondisi Bersih

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan hidrometer sebagai alat pengukuran terlebih dahulu. Lalu, pastikan bahwa alat tersebut dalam kondisi bersih dan tidak berdebu terutama di bagian dalamnya. Selain itu, pastikan juga bahwa skala pengukuran yang biasanya tertera masih bisa dilihat dengan jelas.

Mengkalibrasi Hidrometer

Cara menggunakan hidrometer selanjutnya adalah melakukan kalibrasi pada alat tersebut dengan mencobanya menggunakan cairan lain. Anda bisa mencoba menggunakan hidrometer untuk mengukur berat jenis air terlebih dahulu. Sejauh mana hasil kalibrasi harus diperhatikan, kenali di halaman berikutnya.

Memulai Pengukuran

You might be interested:  How Long Does It Take To Recoup Solar Panel Cost?

Berikutnya, Anda harus membuka seluruh tutup yang ada di baterai aki untuk mulai melakukan pengukuran. Pertama, tekan pipet terlebih dahulu, lalu lepaskan bagian dari hidrometer ini secara perlahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghisap cairan elektrolit baterai pada aki agar bisa masuk ke hidrometer.

Membaca Hasil Pengukuran

Setelah ada cairan yang masuk ke tabung hidrometer, maka alat ini akan langsung memulai pengukuran. Saat hal itu terjadi, Anda bisa langsung untuk melihat dan mulai membaca hasil pengukuran menggunakan hidrometer tersebut. Cara membaca hasil pengukuran ini cukup mudah mengingat adanya indikator yang sudah tercantum di bagian pelampung.

Mengulang Pengukuran

Lalu, ulangi lagi langkah untuk melakukan pengukuran tersebut dari awal guna mengetahui berat jenis dari tiap sel baterai. Pengukuran ulang ini bertujuan untuk mendapatkan hasil akurat sesuai dengan kondisi cairan elektrolit saat itu. Ukuran berat jenis standar elektrolit dengan pengukuran hidrometer adalah berada di rentang 1.260 sampai dengan 1.280.

Warna Hijau

Kondisi pertama menunjukkan warna hijau yang artinya cairan elektrolit baterai memiliki kondisi massa jenis dalam kondisi masih sangat baik. Jika dihitung dalam bentuk nilai, maka skala warna hijau adalah 1.750 sampai 1.300. Apabila hasil pengukuran hidrometer menunjukkan warna ini, maka tidak ada tindakan apapun yang perlu dilakukan.

Warna Putih

Berikutnya, ada warna putih yang dikonversikan dalam bentuk angka nilainya 1.220 sampai dengan 1.250. Apabila hasil pengukuran menunjukkan warna putih, maka berarti cairan elektrolit aki ini masih dalam kondisi relatif baik. Warna putih ini memiliki arti poor atau cukup dimana tidak perlu melakukan tindakan apapun, apalagi seperti penggantian.

Warna Merah

Selanjutnya, hasil pengukuran cairan elektrolit bisa menunjukkan warna merah yang berarti kondisi aki sudah mulai drop. Selain itu, indikator ini menunjukkan bahwa proses pengisian daya pada baterai tidak terlaksana dengan baik. Apabila hal ini terjadi, maka Anda harus melakukan pengisian kembali atau menambah baterai aki agar berat jenisnya bisa naik.

Bening

Terakhir adalah warna bening atau yang berarti netral dimana berat massa jenis cairan memiliki skala nilai 1. Warna bening ini akan didapatkan apabila Anda menggunakan hidrometer untuk mengukur massa jenis air. Kapan waktu pengukuran yang tepat dan apa hidrometer, ketahui di halaman berikutnya.

  • Hal tersebut bisa dilakukan pada saat awal pengukuran sebelum menggunakan hidrometer langsung di cairan elektrolit.
  • Apabila hasilnya memang menunjukkan angka 1 di warna bening, maka bisa dipastikan bahwa hidrometer tersebut masih bisa berguna dengan baik.
  • Hidrometer adalah salah satu alat dengan fungsi penting untuk melakukan pengukuran otomotif.

Anda bisa menyediakan alat ini di rumah apabila ingin mencoba mengetahui kondisi aki sendiri. Penggunaan hidrometer juga cukup mudah asalkan memahami arti dari setiap indikatornya. Nah, jika Anda bingung cara melakukan pengecekan ini, maka bisa membawa kendaraan Anda ke bengkel resmi Suzuki.

  1. Sejahtera Sumberbaru Trada di Jakarta Timur – suzukidealerkalimalang.id
  2. Sejahtera Armada Trada di Depok – suzukimargondadepok.co.id
  3. Sumber Baru Aneka Mobil di Jakarta – suzukisbam.co.id
  4. Duta Cendana Adimandiri di Jawa Barat – suzukidutacendana.co.id
  5. Dwiperkasa Mobiltama di Jawa Barat – suzukidwiperkasa.co.id
  6. Armada Perkasa Mobilindo Jakarta Selatan – suzukiarmada.co.id
  7. Handijaya Buana Trada Jakarta Utara – suzukigunungsahari.co.id
  8. Sejahtera Buana Trada Jabodetabek – suzukitrada.co.id
  9. Indomobil Multi Trada Jakarta Selatan – indomobilsuzukidealer.co.id
  10. Sun Motor Jakarta Banten – suzukisunmotor.com
  11. Citra Asri Buana di Jawa Barat – suzukidealercab.co.id
  12. Trimitra Sejahtera Mobilindo Jawa Barat – suzukitrimitra.co.id
  13. Pusaka Motor Utama Jawa Barat – suzukipusaka.co.id
  14. Restu Mahkota Karya – suzukimahkota.co.id
  15. Armada Banda Jaya di Aceh – suzukiaceh.co.id
  16. Arista Sukses Abadi – Medan – suzukiarista.com
  17. Trans Sumatra Andalan di Sumatera Utara – tsasuzuki.com
  18. Rodamas Makmur Motor di Batam – suzukimobilbatam.co.id
  19. Arista Sukses Abadi – TP – suzukipinang.com
  20. Sejahtera Buana Trada – Riau – suzukimobilriau.co.id
  21. Elang Perkasa Motor di Sumatera Barat – suzukiepmsumbar.co.id
  22. Jaya Indah Motor di Jambi – suzukijambi.co.id
  23. Kangaroo Motor Mandiri di Bengkulu – suzukibengkulu.co.id
  24. Nusa Sarana Citra Bakti di Sumatera Selatan- suzukithamrin.co.id
  25. Jagorawi Motor d Bangka Belitung – s uzukijagorawi.co.id
  26. Persada Lampungraya di Lampung – suzukilampung.co.id

Berapakah ukuran tegangan baterai standar?

Besaran batas tegangan aki motor – Aki adalah komponen vital pada kendaraan yang butuh arus listrik tetap bersirkulasi atau tegangan yang dihasilkan bakalan menurun. Aki dapat melemah seiring pemakaian namun bisa disetrum atau dicas sampai batas tertentu hingga akhirnya harus diganti baru.

Melansir dari Battery Stuff, voltase aki normal yakni antara 12,7 V – 13,2 V. Jika sudah di bawah 12,4 V artinya kondisi aki di antara 75-25 persen, sementara bila di bawah 12 V artinya sudah soak. Jika menurut voltmeter aki menunjukkan tegangan 0 V, ada kemungkinan mengalami korsleting. Bila aki tak mampu lebih tinggi dari 10,5 V saat dicas artinya ada sel baterai yang mati.

Ketika aki terisi penuh (berdasarkan indikator) namun tegangan 12,4 V atau di bawahnya, baterai disebut sudah bereaksi dengan sulfat (tersulfasi). Reaksi ini alami jika baterai pernah habis, biasanya jika dicas kristal hasil sulfasi akan berubah menjadi elektrolit lagi dan siap menghasilkan energi listrik. Foto: iStockphoto/djedzura Cara memeriksa aki yaitu bisa menggunakan alat multimeter.

Jika kita ingin mengetahui berat jenis baterai BJ apakah berat jenis baterai tersebut standar atau tidak maka kita menggunakan alat?

Cara Mengukur Berat Jenis Elektrolit Baterai dengan Menggunakan Hydrometer Cara Mengukur Berat Jenis Elektrolit – Dalam pekerjaan tune up atau perawatan rutin kendaraan, salah satu proses dalam perawatan baterai adalah untuk memeriksa berat jenis elektrolit baterai.

  1. Tujuan pemeriksaan ini adalah memeriksa kualitas baterai dari elektrolitnya apakah baik atau tidak.
  2. Misalnya saja, berat jenis elektrolit kurang dari spesifikasi maka perlu dilakukan penambahan larutan asam sulfat untuk meningkatkan berat jenisnya ke level standar yang ditentukan.
  3. Bila dalam berat jenis elektrolit baterai tidak standar, hal ini akan membuat kerja baterai menjadi kurang optimal.

Baik kurang optimal dalam hal menyimpan energi, atau kurang maksimal dalam kerjanya sebagai sumber arus dan tegangan bagi komponen yang membutuhkan suplai tegangan. Dari pentingnya baterai pada kendaraan inilah yang kemudian perlu secara rutin merawat baterai agar arus listrik yang tersimpan pada baterai tetap terjaga dan tidak menggangu kinerja dari kendaraan.

  1. Maka dari itu kemudian pentingnya menjaga cairan elektrolit yang memiliki berat jenis yang sesuai kebutuhan dan spesifikasi.
  2. Berat jenis ini perlu dilakukan pengukuran dengan alat khusus bernama hydrometer.
  3. Dalam pembahasan artikel kali ini akan membahas secara rinci bagaimana cara mengukur berat jenis elektrolit dengan menggunakan hydormeter.

Mari kita simak penjelasan berikut ini. REAKSI KIMIA AIR AKI BATERAI Pada saat terjadi proses pengosongan pada elektrolit ((H2SO4) di baterai, plat positif (PbO2) dan negatif (Pb) akan bergabung dengan elektrolit hingga elektrolit berubah menjadi air (H2O) (lihat gambar reaksi kimia di bawah).

Apabila reaksi kimia ini terjadi maka konsentrasi dan berat jenis pada elektrolit berkurang. Cairan elektrolit baterai memiliki berat jenis 1,26 dimana ini lebih besar dari berat jenis air yaitu 1,00. Oleh karena itu, ketika muatan listrik berkurang berat jenis elektrolit juga akan semakin menurun mendekati berat jenis yang sama dengan air atau 1,00.

You might be interested:  Apa Kelebihan Dan Kelemahan Baterai Sekunder?

Sehingga untuk mengetahui besar arus yang tersimpan di dalam baterai, kita dapat mengetahuinya dengan cara memeriksa berat jenis cairan elektrolitnya. Yakni dengan mengukur berapa banyak persentase asam sulfat yang masih terkandung di dalamnya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit dalam baterai adalah dengan menggunakan hidrometer.

LANGKAH MENGUKUR BERAT JENIS BATERAI DENGAN HYDROMETER Berat jenis dapat diartikan sebagai perbandingan berat benda yang akan diukur dengan berat kandungan air yang sama. Umumnya berat jenis standar ditentukan pada suhu atau temperatur 20° C. erat jenis dari elektrolit sama dengan 1,26. Berat jenis dari elektrolit ini akan turun sebesar 0,0007 setiap kenaikan suhu 1° C.

Untuk mengukur massa jenis elekeltrolit pada suhu 20° C, dapat digunakan rumus sebagai berikut:

  • Dimana :
  • S20 = berat jenis standar pada suhu 20° C
  • St = merupakan hasil atau nilai pengukuran berat jenis
  • T = merupakan temperatur atau suhu elektrolit pada saat melakukan pengukuran dalam satuan derajat celsius
  • Cara Melakukan Pengukuran Berat Jenis dengan Hydrometer :
  1. Lepaskan terminal negatif (-) baterai agar tidak terjadi hubungan singkat.
  2. Lepaskan tutup pengisian baterai pada semua sel.
  3. Ukur suhu dari elektrolit baterai menggunakan thermometer, lalu catat hasil pengukurannya.
  4. Masukkan ujung hydrometer ke dalam elektrolit baterai sampai cairan elektrolit masuk ke dalam hydrometer dan pelampung terangkat.
  5. Pastikan cairan tidak terkena tangan, baju, dan kendaraan karena bersifat keras.
  6. Baca berat jenis elektrolit baterai pada hydrometer pada posisi yang sejajar.
  7. Catat hasil pengukuran.
  8. Lakukan kembali langkah diatas pada semua sel pada baterai.
  1. Contoh Hasil Pengukuran Berat Jenis
  2. Diketahui:
  3. T = 25 o C ( temperatur elektrolit)
  4. St = 1,21 (h asil pengukuran berat jenis cairan elektrolit)
  5. Ditanyakan:
  6. Berat jenis standar pada suhu 20 o C (S20)?
  7. Jawab:
  8. Untuk menentukan nilai berat jenis standar pada suhu 20 o C dapat dilakukan dengan menggunakan rumus
  9. S 20 = St + 0,0007 x (t – 20)
  10. Hasilnya:
  11. S 20 = St + 0,0007 x (t – 20)
  12. S 20 = 1,21 + 0,0007 x (25 – 20)
  13. S 20 = 1,21 + 0,0007 x (5)
  14. S 20 = 1,21 + 0,0035
  15. S 20 = 1,2135
  16. Jadi nilai berat jenis elektrolit baterainya yaitu sebesar 1,2135.
  17. Catatan:
  18. Apabila sudah diketahui berat jenis elektrolit pada baterai maka segera lakukan tindakan dari hasil pemeriksaan tersebut. Tindakan yang perlu dilakukan dapat ditunjukkan pada tabel di bawah ini :

Demikian pembahasan kali ini mengenai bagaimana cara perawatan baterai ditinjau dari segi menghitung berat jenis elektrolit baterai. Semoga dapat bermanfaat dalam mengetahu perawatan baterai. Salam Teknika! : Cara Mengukur Berat Jenis Elektrolit Baterai dengan Menggunakan Hydrometer

Apakah yang disebut dengan berat jenis elektrolit baterai?

Berat Jenis Elektrolit ¶ – Baterai asam-timbal ( lead-acid ) yang digunakan pada mobil masa kini terbuat dari plat timbal (Pb), plat timbal oksida (PbO 2 ), yang dicelupkan pada larutan elektrolit. Larutan elektrolit ini terdiri dari 65% air murni (H 2 O) dan 35% asam sulfat (H 2 SO 4 ).

  1. Berat jenis atau berat larutan ini meningkat saat baterai diisi ( charge ) dan berkurang saat baterai dikosongkan ( discharge ).
  2. Saat baterai dikosongkan, belerang atau sulfur (SO 4 ) menjauh dari larutan dan bergerak menuju plat.
  3. Sedangkan saat baterai diisi terjadi kebalikannya, sulfur akan bergerak kembali ke larutan elektrolit.

Berat jenis elektrolit tergantung pada rasio 65% hingga 35% ini agar sesuai kebutuhan reaksi kimia sehingga reaksi kimia dapat berlangsung. Rasio ini dipengaruhi oleh jumlah asam sulfat dan suhu larutan. Saat suhu turun, elektrolit berkontraksi meningkatkan berat jenis.

Saat suhu meningkat, elektrolit mengembang sehingga menyimpang dari rasio optimalnya dan mempengaruhi pembacaan berat jenis. Suhu elektrolit saat pembacaan hidrometer harus dipastikan pada kisaran 80°F atau 27°C. Penting untuk diketahui bahwa suhu elektrolit sangat berbeda dengan suhu lingkungan jika kendaraan baru saja dioperasikan.

Pemeriksaan berat jenis baterai adalah cara yang bagus untuk mengukur status pengisian baterai, Hal ini karena selama pengosongan, berat jenis akan menurun secara linier dengan pengosongan ampere-hours (ampere-jam atau Ah). Sebaliknya berat jenis elektrolit akan meningkat ketika baterai diisi ulang (charge). Gambar 2. E-Z Red SP101 Battery Hydrometer Hidrometer digunakan untuk mengukur berat jenis larutan elektolit pada setiap sel baterai. Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis atau berat jenis zat cair yang dibandingkan dengan massa jenis air pada jumlah yang sama.

  1. Berat jenis elektrolit adalah pengukuran zat cair yang dibandingkan dengan baseline,
  2. Baseline adalah air murni yang diberi nomor dasar 1,000.
  3. Onsentrasi asam sulfat terhadap air pada baterai baru adalah 1,280 yang berarti elektrolit tersebut memiliki berat 1,280 kali berat volume air yang sama.
  4. Baterai yang terisi penuh jika diuji maka ada pada kisaran 1,275 – 1,280 pada suhu 80°F atau 27°C, sementara baterai yang kosong akan terbaca pada kisaran 1,140 pada suhu 80°F atau 27°C.

Untuk penyesuaian suhu, hasil pembacaan berat jenis ditambahkan 0,004 pada setiap kenaikan 10°F (6°C) diatas 80°F dan dikurangi 0,004 setiap penurunan 10°F (6°C) dibawah 80°F (27°C). Konversi Fahrenheit ke Celcius \

Apa perbedaan air accu dan air zuur?

Jangan Sampai Tertukar! Ini Bedanya Air Aki Zuur Dengan Air Aki Biasa – GridOto.com Dipo/GridOto.com Air aki botol merah (kiri) dan biru (kanan) GridOto.com – Jangan sampai tertukar, berikut ini bedanya air zuur dengan biasa.

biasanya ditandai dengan kemasan atau botol yang berwarna merah.Sedangkan air aki biasanya dikemas dalam botol yang berwarna biru.Lalu apa bedanya antara air aki zuur dan air aki biasa? Baca Juga: “Air aki zuur dengan air aki biasa sebenarnya sama-sama terbuat dari asam sulfat (H2SO4),” buka Fajarullah, Teknisi PT Kamajaya Tri Laksana selaku Authorized Dealer kepada GridOto (31/03/2022).Yang membedakannya antara air aki zuur dengan air aki biasa adalah berat jenisnya.

Anton/GridOto Isi dengan air aki merah/zuur “Air aki zuur itu punya kandungan asam sulfat (H2SO4) lebih pekat atau lebih asam,” jelas Fajar. “Berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI), berat jenis air aki zuur itu harus berkisar pada 2.250 hingga 2.650,” tambahnya. : Jangan Sampai Tertukar! Ini Bedanya Air Aki Zuur Dengan Air Aki Biasa – GridOto.com

Berapa hasil pembacaan hidrometer pada kondisi baterai yang baik?

Arti Warna pada Saat Pengukuran Hydrometer – Pada melakukan proses pembacaan hasil pengukuran hydrometer sebenarnya hanya membaca skala yang disediakan. Kemudian hasilnya dilakukan perhitungan atau dibandingkan dengan warna yang ada atau ditunjukkan pada hasil perhitungan. Berikut perhitungannya.

Bening atau tidak berwarna merupakan salah satu warna yang ada pada hydrometer yang menandakan netral atau berat jenis air yaitu 1. Merah merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti kondisi aki yang harus dilakukan pengisian dan penambahan accu zur atau asam sulfat. Pada posisi merah biasanya elektrolit memiliki massa jenis dari 1100-1220. Putih merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti poor atau cukup. Dalam hal ini aki dalam kondisi normal sehingga tidak perlu dilakukan tindakan apa pun. Warna putih biasanya elektrolit memiliki massa jenis dari 1225-1250. Hijau merupakan salah satu warna pada hydrometer yang memiliki arti good atau baik. Pada kondisi ini elektrolit memiliki jenis sebesar 1250-1280.

You might be interested:  Bentuk Tenaga Kerja Yang Melalui Proses Pendidikan Sebelum Bekerja Yaitu?

Berapa temperatur arus pengisian baterai saat melakukan charging?

Cara Pengisian Baterai (Accu/ Aki) dengan Baterai Charger Baterai (accu) yang digunakan lama-lama listrik yang tersimpan didalam baterai akan habis. Saat mesin hidup komponen yang berfungsi untuk mengisi arus listrik di dalam baterai kembali adalah alternator.

  • Namun jika sistem pengisian tersebut tidak berjalan atau kendaraan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama maka arus listrik yang disimpan di dalam baterai akan habis.
  • Jika listrik di dalam baterai habis dapat menyebabkan beberapa masalah, salah satunya adalah sistem starter elektrik yang tidak akan bekerja.
  • Pada mobil, jika sistem starter elektrik tidak bekerja maka pengendara akan mengalami kesulitan saat akan menghidupkan kendaraan.

Oleh sebab itu kapasitas arus listrik dalam baterai harus selalu terisi. Pengisian arus listrik ke dalam baterai dapat dilakukan dengan penchargeran baterai menggunakan baterai charger. Apadun hal-hal yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian baterai antara lain adalah baterai charger, kertas amplas, multimeter dan hydrometer.

  1. Bersihkan dahulu terminal baterai dari kemungkinan terdapat kotoran maupun karat. Pembersihan terminal baterai dapat dilakukan dengan menggunakan kertas amplas.
  2. Lepaskan tutup-tutup sel pada baterai, hal ini bertujuan agar gas hydrogen yang timbul saat proses pengisian dapat keluar dengan optimal (walaupun pada tutup baterai sebenarnya sudah dilengkapi dengan lubang ventilasi, namun agar lebih baik lagi saat pengisian apalagi saat melakukan pengisian cepat maka lepas semua tutup sel baterai).
  3. Periksa permukaan air accu (pada baterai tipe basah), permukaan air accu pada semua sel harus berada diantara tanda lower level dan upper level. Bila permukaan air accu berada di bawah batas lower level maka lakukan penambahan air accu dengan menggunakan air suling sampai pada batas upper level.
  4. Hubungkan kabel-kabel dari baterai charger dengan benar. Hubungkan terminal positif baterai dengan terminal positif pada baterai charger dan terminal negatif baterai dihubungkan dengan terminal negatif baterai charger. Selain itu periksa teganagan yang digunakan untuk melakukan penchargeran, bila hanya satu baterai yang dicharger maka gunakan tegangan pengisian 12 volt.
  5. Perhatikan penggunaan arus pengisian yang digunakan. Arus pengisian digunakan sebaiknya dibatasi di bawah 1/10 dari kapasitas baterai.
  6. Usahakan saat melakukan proses pengisian, temperatur dari elektrolit baterai (air accu) tidak melebihi 40 0 C. Jika temperatur diatas 40 0 C, maka rendahkan arus pengisian atau hentikan proses penchargeran sampai temperatur elektrolit menjadi normal kembali.
  7. Selama proses pengisian atau penchargeraan, jauhkan dari api ataupun percikkan bunga api, karena saat proses pengisian akan menghasilkan gas oksigen dan hidrogen. Yang mana bila gas hidrogen terkena api akan dapat menimbulkan ledakkan.
  8. Pengisian baterai penuh atau sudah selesai jika berat jenis elektrolit telah mencapai angka 1,25 – 1,28. Selain itu, tegangan pada baterai meningkat hingga 15 – 17 volt (tegangan pada setiap sel baterai meningkat menjadi 2,5 – 2,8 volt).
  9. Jika proses pengisian telah selesai dan dicek berat jenis elektrolitnya, tapi ternyata berat jenis elektrolit pada baterai lebih besar dari spesifikasinya maka keluarkan sedikit air accu pada setiap selnya dan ganti dengan air suling. Dan sebaliknya bila berat jenis elektrolit selama melakukan proses pengisian sudah dilakukan dalam waktu lama namun berat jenis elektrolit masih tetap kurang dari spesifikasinya maka buanglah sedikit air accu yang berada pada setiap sel baterai dan kemudian tambahkan sedikit elektrolit (asam sulfat) pada tiap selnya.

Sumber : Step 1 Engine Grup PT. Toyota Astra Motor. : Cara Pengisian Baterai (Accu/ Aki) dengan Baterai Charger

Bagaimana cara mengukur elektrolit baterai?

4. Mengukur berat jenis elektrolit baterai – Untuk mengetahui berat jenis elektrolit pada suatu baterai dapat dilakukan dengan mengukur berat jenis elektrolit menggunakan hydrometer. Yaitu dengan cara melihat batas akhir elektrolit yang ada pada hydrometer tepat diangka berapa, itulah nilai berat jenis elektrolit dari hasil ukuran menggunakan hydrometer tersebut.

  1. Dari hasil pembacaan pada hydrometer masukan ke dalam rumus: S200 = St + 0, 0007 x (t-20) dimana St = berat jenis yang terbaca pada hydrometer t = Suhu saat pengukuran Baterai dikatakan penuh jika berat jenis elektrolitnya 1.280 pada temperatur standart (200C).
  2. Berikut grafik hubungan antara berat jenis elektrolit dengan presentase kekoksongan baterai.

Sumber : labtech.my.id : Cara Memeriksa dan Mengisi Baterai Accu

Apa nama alat untuk mengukur berat jenis air accu?

Hydrometer Besar (Mobil)/Baterai Tester/Alat ukur berat Jenis Baterai/Accu Fungsi : Alat ini digunakan untuk memeriksa berat jenis accu zuur, sebelum diisikan kedalam batere basah, Dapat juga digunakan untuk memeriksa berat jenis air accu yang terdapat dalam batere basah.

Alat ukur apakah yang paling tepat digunakan untuk mengukur berat jenis air aki *?

Alat untuk Mengukur Berat Jenis Accu – Ilustrasi hydrometer (Foto: Dok. Pixabay) Dikutip dari laman pelita laboratorium, alat untuk mengukur berat jenis accu adalah hydrometer. Hydrometer adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur massa jenis (densitas) suatu zat cair.

  • Nilai densitas dimaksud dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer.
  • Unit pengukuran sebuah hidrometer umumnya dinyatakan dalam satuan g/ml (kg/liter) dan atau specific gravity (Sp.Gr).
  • Densitas dalam hal ini, berbeda dengan Viskositas (kekentalan) suatu cairan.
  • Hidrometer-Hydrometer ASTM berbentuk tabung kaca yang didesain khusus dan unik.

Bagian bawah tabung dibuat lebih besar agar terjadi gaya desakan ke atas yang lebih besar. Desakan gaya ke atas ini, memungkinkan hidrometer dapat tetap mengapung di dalam zat cair. Kemudian, agar tabung kaca terapung tegak di dalam zat cair, maka bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbel (timah).

Sementara bagian atas tangkai tabung hidrometer didesain dengan diameter yang lebih kecil agar perubahan kecil yang terjadi pada hidrometer yang dicelupkan, menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangkai yang tercelup. Lebih jelasnya, ukuran perubahan kedalaman tangkai yang tercelup, itulah ukuran nilai massa jenis zat cair yang diukur.

Kita tentunya tidak perlu menghitung ataupun menganalisis nilai massa jenis tersebut. Karena pada tangkai hidrometer sudah tertera hitungan skala, di mana di dalamnya terdapat cairan indikator pengukuran dengan massa jenis yang telah diketahui. Cara penggunaan fungsi hidrometer, pertama adalah dengan menuangkan sampel zat cair yang akan diuji ke dalam wadah tinggi, seperti gelas ulur (measuring cylinder).

  1. Emudian bagian bawah hidrometer yang berbentuk lebih besar, dicelupkan kedalam wadah sampai mengapung bebas.
  2. Selanjutnya, titik dimana permukaan sampel zat menyentuh batang hidrometer, itulah yang dicatat sebagai nilai densitas.
  3. Hidrometer umumnya sudah dilengkapi bacaan skala di dalam batang (tangkai), sehingga nilai densitasnya dapat langsung dibaca.

Bagi anda yang memiliki kebutuhan alat sejenis, kami merekomendasikan Hidrometer ASTM-ASTM Hydrometer dari brand produksi ALLA France. Alasannya, karena tersedia lengkap hingga 30 range pengukuran. Di samping itu, alat ini memiliki akurasi (division) hingga 3 digit (0.005).

Nama produk : ASTM Hydrometer (Hidrometer ASTM) Range pengukuran : 0.600 sampai dengan 2.000 g/ml (tergantung jenis peruntukan/zat cair) Division/Accuracy : 0.005 g/ml Length (tinggi) : 300 – 335 mm