Dalam Perencanaan Tenaga Kerja Salah Satu Hal Yang Dilakukan Adalah?

Dalam Perencanaan Tenaga Kerja Salah Satu Hal Yang Dilakukan Adalah
Dalam perencanaan tenaga kerja, salah satu hal yang dilakukan adalah rekrutmen atau penerimaan karyawan, berikut yang bukan kriteria penentuan dasar-dasar kebutuhan karyawan adalah Mesin atau alat-alat yang digunakan untuk mencapai tujuan usaha sehingga dibutuhkan perencanaan sebelum menggunakannya.

Apa yang dilakukan dalam perencanaan tenaga kerja?

Perencanaan tenaga kerja (manpower planning) adalah proses memperkirakan jumlah optimal orang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, tugas atau tujuan dalam waktu tertentu. Perencanaan tenaga kerja mencakup parameter seperti jumlah personil, berbagai jenis keterampilan, jangka waktu dll.

  1. Ini adalah proses berkesinambungan untuk memastikan bahwa bisnis memiliki sumber daya yang dioptimalkan dengan mempertimbangkan proyek mendatang.
  2. Hal ini juga disebut sebagai Perencanaan Sumber Daya Manusia,
  3. Bisnis yang besar seringkali meramalkan peluang-peluang yang akan datang.
  4. Jika peluang ini direalisasikan sehingga menjadi bisnis, tentunya organisasi ataupun perusahaan akan membutuhkan tenaga kerja untuk mulai mengerjakannya.

Tetapi yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa perusahaan harus mempekerjakan sejumlah tenaga kerja untuk memulai dan mengakhiri proyek dengan tepat waktu. Perencanaan tenaga kerja (manpower planning) juga mencakup seperti bagaimana dan kapan karyawan baru akan diperoleh.

  1. Seluruh proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan tujuan organisasi, prediksi masa depan untuk bisnis dan perubahan tren teknologi.
  2. Ini membantu organisasi mempersiapkan keberlangsungan bisnis di masa depan dengan tenaga kerja yang tepat yang dimiliki.
  3. Diagram di atas menunjukkan proses perencanaan tenaga kerja yang tergantung pada tujuan bisnis.

Prosesnya dapat diuraikan secara rinci di bawah ini.

Apa saja tahapan dalam perencanaan sumber daya manusia?

Langkah – Untuk sebuah perencanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah dasar yang harus ditempuh:

Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM. Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM. Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya. Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh. Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Secara garis besar, proses perencanaan SDM terdiri dari 3 tahapan penting yakni sebagai berikut: Tahap I: Peramalan terkait Penambahan atau Pengurangan Tenaga Kerja Pada tahap ini, HR manager harus memastikan berapa jumlah permintaan dan penawaran tenaga kerja,

  1. Tujuan utamanya adalah untuk memprediksi di area mana dalam organisasi yang perlu penambahan atau pengurangan tenaga kerja.
  2. Ada 3 langkah yang harus diperhatikan dalam tahapan peramalan ini yakni sebagai berikut: 1.
  3. Penentuan Permintaan Tenaga Kerja 2.
  4. Penentuan Penawaran Tenaga Kerja 3.
  5. Penentuan Penambahan atau Pengurangan Tenaga Kerja Tahap II: Penentuan Tujuan dan Perencanaan Strategis Tahap kedua dalam perencanaan sumber daya manusia adalah penentuan tujuan dan perencanaan strategis.

Tujuan dari penentuan tujuan kuantitatif yang spesifik adalah untuk memfokuskan perhatian kepada masalah dan menyediakan contoh untuk menentukan keberhasilan dari suatu program. Tujuan tersebut seharusnya datang dari analisis permintaan dan penawaran tenaga kerja dan harus memasukkan gambaran spesifik tentang apa yang akan terjadi pada kategori jabatan atau keterampilan serta timetable yang spesifik tentang kapan hasil harus dicapai.

Tahap III: Penerapan Program dan Evaluasi Tahap akhir dari proses perencanaan SDM adalah mengevaluasi hasil. Pada tahap ini, organisasi perlu memeriksa apakah perusahaan sudah berhasil menghindari terjadinya kekurangan atau kelebihan tenaga kerja. Penting juga bagi organisasi untuk melihat komponen yang spesifik dari proses perencanaan SDM yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalannya.

Sumber: http://hrcerdas.com/perencanaan-sdm-3-tahapan-yang-wajib-dipahami/ Diarsipkan 2017-12-01 di Wayback Machine,

Apa saja tugas pokok perencanaan sumber daya manusia?

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA I. ESAY a. Apa tugas pokok perencanaan Sumber Daya Manusia b. Mengapa dalam perencanaan Sumber Daya Manusia, harus memperhatikan peranan lingkungan organisasi/perusahaan c. Dalam organisasi bisnis ada lima (5) pekerjaan kunci yang membutuhkan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan yang berbeda.

  1. Sebutkan dan Jelaskan ! d.
  2. Faktor Internal yang bersumber dari kekurangan SDM dalam organisasi membutuhkan penambahan jumlah SDM.
  3. Berilah 5 alasan penting yang berkaitan dengan hal ini.e.
  4. Uraikan karakteristik umum sebuah sistem yang membuat organisasi / perusahaan.
  5. Hal penting yang saling keterkaitan tolong dijelaskan.

II. KAJIAN Bagaimana anda menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi, berdasarkan analisis jabatan dengan memilih : a. Eksponen beban kerja dalam menghasilkan suatu produk, sebagai analisis beban kerja, dan b. Eksponen waktu (cycle time) untuk menyelesaikan suatu produk.

  1. III. Dikumpulkan Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 bersama makalah kelompok yang sudah direvisi.
  2. JAWAB : I. ESAY a.
  3. Apa tugas pokok perencanaan Sumber Daya Manusia Jawab : Perencanaan SDM mencakup dua aspek yaitu : 1) Penyusunan Program penyediaan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan untuk melaksanakan usaha atau kegiatan yang direncanakan, dan 2) Program pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal untuk suatu periode perencanaan.
You might be interested:  Apa Perbedaan Biaya Overhead Dengan Biaya Tenaga Produksi?

Sesuai dengan ruang lingkupnya perencanaan sumber daya manusia dapat bersifat makro dan mikro. Perencana SDM pada tingkat makro mencakup seluruh sektor- sektor ekonami secara nasional, dan dengan demikian disebut juga Perencanaan Tenaga Kerja Nasional.

Jelaskan apa saja fungsi perencanaan SDM?

Page 3 – Manajemen Perencanaan SDM Untuk mewujudkan tujuan dan menegakkan eksistensi sebuah organisasi memerlukan perencanaan sumber daya manusia yang efektif. Suatu organisasi, menurut Riva‘i (2004:35)―tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baik segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukannya dimasa yang akan datang.

  1. Oleh karena itu, diperlukan adanya langkah-langkah manajemen guna lebih menjamin bahwa organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi, pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Organisasi publik maupun bisnis saat ini dihadapkan pada suatu perubahan kondisilingkungan yang semakin cepat.

Keselarasan antara perencanaan sumber daya manusia(SDM) dapat membangun kinerja organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan tadi. Untuk merancang dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif bukanlah pekerjaan yang mudah, dia membutuhkan suatu pemikiran, pertimbangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisi yang diinginkan dimasa depan, sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia.

Pengertian Manajemen dan Perencanaan SDM Manajemen (management) merupakan proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses ini melibatkan organisasi, arahan, koordinasi, dan evaluasi orang-orang guna mencapai tujuan tersebut.

  • Esensi manajemen adalah aktiviatas bekerja melalui orang lain untuk meraih berbagai hasil.
  • Melalui manajemen dilakukan proses pengintegrasian berbagai sumber daya dan tugas untuk mencapai berbagai tujuan organisasi.
  • Pengertian manajemen sumber daya manusia terdiri atas dua kalimat, yaitu manajemen dan sumber daya manusia.

Manajemen adalah: “the arts of getting things done trough the effort other people”. Manajemen adalah seni dalam mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.

Dimana secara lebih sempit perencanaan sumber daya manusia berarti mengestimasi secara sistematik permintaan (kebutuhan) dan suplai tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang (Handoko (1997:53). Konsep dasar perencanaan adalah rasionalitas, ialah cara berpikir ilmiah dalam menyelesaikan problem dengan cara sistematis dan menyediakan berbagai alternative solusi guna memperoleh tujuan yang diinginkan.

Perencanaan berkaitan dengan pengambilan keputusan (decision maker), sedangkan kualitas hasil pengambilan keputusan berkorelasi dengan pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience), informasi berupa data yang dikumpulkan oleh pengambil keputusan (ekskutor).

(Rustiadi dkk, 2009). Dengan demikian, perencanaan sumberdaya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumberdaya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Fungsi manajemen menurut George R. Terry ada 4 (empat) yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan).

Khusus mengenai fungsi perencanaan, yang dalam kamus Bahasa Indonesia disinonimkan dengan kata program, tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan perencanaan bermakna tindakan merencanakan. Oleh karena itu, dalam perencanaan ada yang merencanakan (disebut perencana atau Planner) dan ada pula yang direncanakan (to be planning).

  • Herujito (2001:89) mengemukakan empat langkah dalam proses perencanaan, sebagai berikut:
  • 1. Menetapkan tujuan
  • Perencanaan pertama-tama harus menetapkan apa yang dibutuhkan atau yang diinginkan oleh suatu organisasi sehingga sumber daya organisasi tidak terpancar dan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

2. Mendefisikan situasi saat ini Informasi keadaan organisasi saat ini tentang barapa jauhkah jarak organisasi dari sasarannya, sumber daya yang dimliki, data keuangan dan statisticharus dirumuskan sehingga langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan lancer.3.

Menentukan faktor penghambat dan pendukung Dengan menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal organisasi dapat diketehui faktor-faktor yang membantu pencapaian tujuan dan yang menimbulkan masalah. Pengetahuan tentang faktor-faktor ini membantu perencanaan dalam meramalkan situasi dimasa yang akan datang.4.

Mengembangkan rencana atau perangkat tindakan untuk mencapai tujuan Langkah ini menyebabkan bebagai alternatif arah tindakan untuk mencapai sasaran, mengevaluasi alternatif-alternatif yang ada dan memilih yang paling sesuai atau mengutungkan diantara alternatif tersebut.

  1. Manajemen memegang peranan penting dalam perusahaan atau organisasi.
  2. Maju tidaknya suatu perusahaan atau organisasi tergantung kepada manajemen yang ditetapkan pada perusahaan atau organisasi tersebut.
  3. Fungsi-fungsi manajemen pada perusahaan adalah segala sesuatu yang harus dijalankan guna mencapai maksud dan tujuan perusahaan.
You might be interested:  Hottest Planet In Solar System And Why?

Fungsi Perencanaan Sumber Daya Manusia Adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan SDM memiliki hubungan terintegrasi dengan manajemen SDM.

Mengunakan informasi berbagai aktifitas SDM. Sehingga Perencanaan SDM dipandang bukan hanya sekedar fungsi personalia namun sebagai suatu proses manajemen. Komponen Utma dalam perencanaan sumber daya manusia adalah penentuan tipe sumber daya manusia yang dibutuhkan suatu organisasi atau perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Perencanaan SDM merupakan kegiatan mengidentifikasi jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai tujuan di masa depan. Untuk menyusun rencana tenaga kerja, seorang manajer SDM akan memproyeksikan penawaran dan permintaan terhadap SDM.

  • Perencanaan lalu menentukan perbedaan antara permintaan dengan suplai, yakni terdapat kekurangan atau kelebebihan.
  • Perencanaan sumber daya manusia akan dapat dilakukan dengan baik dan benar jika perencanaannya mengetahui apa dan bagaimana sumber daya manusia itu Hasibuan (2007:244).
  • Sumber daya manusia (man power) merupakan kemampuan yang dimiliki setiap manusia.

Tegasnya kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya piker dan daya fisiknya. SDM menjadi unsur pertama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal/canggih tanpa peran aktif SDM tidak berarti apa-apa. Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM.

Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan. Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan.

Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut. : Pentingnya Perencanaan SDM

Jelaskan yang dimaksud perencanaan tenaga kerja dan uraikan langkah langkah perencanaaan tenaga kerja?

Sebutkan prosedur perencanaan tenaga kerja

  • Prosedur perencanaan tenaga kerja ialah sebagai berikut :
  • perencanaan tenaga kerja merupakan suatu proses atau aktivitas kegiatan didalam suatu perusahaan untuk merencanakan berbagai kebutuhan tenaga kerja yang dimulai dari perekrutan,kemudian pengembangan, dan pengendalian dengan tujuan untuk mewujudkan cita-cita perusahaan yang bersangkutan dengan cara saling bekerjasama dan berintegrasi dengan baik.
  • Berikut prosedur dalam perencanaan tenaga kerja :

Mengumpulkan informasi dan mengolah data-data perusahaan kepegawaian, dengan menetapkan secara jelas kuantitas dan kualitas SDM yang dibutuhkan. dimana didalamnya menyangkut semua bidang lingkungan perusahaan. baik secara internal, ekternal, kepegawaian, organisasional dan operasional. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mengantisipasi dan merencanakan berbagai isu yang timbul dari situasi dan kondisi yang ada.

  • Mengadakan penyusunan analisa jabatan, dan mengelompokan data serta berbagai informasi yang diperoleh untuk dianalisis yang berkaitan dengan proses kegiatan atau aktivitas seseorang dalam menyusun dan menghimpun berbagai informasi tentang tugas, tanggung jawab dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasikan berkaitan dengan jabatan, peran, riwayat pekerjaan, kewenangan, dan tanggung jawab seseorang dalam memangku jabatan yang ada dan untuk mengetahui kualitas spesifikasi jabatan yang ditetapkan yang meliputi keterampilan, pengetahuan, karakter, dan pengalaman dalam menjalankan jabatan tersebut.
  • Melakukan perencanaan dan perkiraan dan persediaan pegawai, yaitu dengan melakukan evaluasi secara berkala terhadap persediaan tenaga kerja yang ada dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti tingkat persediaan, jenis, umur, kemampuan, penyebaran, pendidikan, kebijakan perburuan dan lain sebagainya.
  • Melakukan perkiraan dan perencanaan akan berbagai kebutuhan-kebutuhan pegawai termasuk didalamnya memprediksi jumlah permintaan pegawai, kebutuhan pegawai, penawaran pegawai, dsb.
  • Melakukan dan menetapkan penyusunan program kepegawaian yang berkaitan dengan berbagai alternatif program sasaran dan seluruh kegiatan yang ada
  • Menginformasikan rencana kerja yang teah disusun kepada semua pegawai untuk dapat diwujudkan dan direalisasikan.

Pembahasan Langkah awal yang sederhana dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) ialah salah satunya dengan melakukan suatu perencanaan tenaga kerja atau biasa kita sebut dengan Human Resources Planing yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk menjamin pengembangan organisasi dan kelangsungan hidup melalui serangkaian proses pelaksanaan yang berkaitan dengan program ketenagakerjaan yang terarah untuk menjamin hubungan industrial, perlindungan karyawan, dan peningkatan kesejahteraan pegawai.

Ketersediaan akan SDM (Sumber Daya Manusia) yang profesional, handal, dan berkualitas sesuai dengan kompetensi merupakan langkah awal kunci sukses suatu perusahaan dalam mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan karena Sumber Daya Manusia merupakan bagian pokok terpenting dari suatu perusahaan.

You might be interested:  Why Don'T More People Use Solar Panels In Phoenix Az?

Perencanaan ini membutuhkan suatu keterampilan dan pengetahuan untuk dapat memprediksi atau meramal kemungkinan apa saja yang akan terjadi baik dimasa kini ataupun dimasa yang akan datang. Oleh karena itu realisasi akan perencanaan tenaga kerja harus dilakukan secara optimal, efektif dan efisien agar tujuan dari apa yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan bisa terwujud dengan baik.

  • Mengidentifikasi kuantitas dan kualitas SDM yang akan mengisi dan memangku jabatan didalam suatu perusahaan.
  • Menjamin ketersediaan tenaga kerja dimasa sekarang ataupun masa yang akan datang. Hal ini dilakukan agar tidak ada job pekerjaan yang tidak terpenuhi/ tidak diisi.
  • Mengindari adanya kekurangan dan kelebihan kebutuhan SDM
  • Menghindari adanya miskomunikasi dan mismanajemen dalam melakukan tugas dan pekerjaan yang dilakukan
  • Untuk memudahkan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi sehingga produktivitas kerja didalam perusahaan akan meningkat.
  • Sebagai pedoman/acuan didalam menetapkan berbagai program perekrutan, pengadaan, pengembangan, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan.
  • Sebagai dasar acuan untuk melakukan evaluasi dan penilaian kinerja karyawan.
  1. Pelajari lebih lanjut
  2. Contoh dan proses perencanaan tenaga kerja
  3. Detil Jawaban
  4. Kelas : SMP
  5. Mapel : Wirausaha
  6. Bab : Perencanaa Tenaga Kerja
  7. Kode : 9.23

: Sebutkan prosedur perencanaan tenaga kerja

Jelaskan apa yang disebut dengan perencanaan tenaga kerja makro dan mikro?

GRESNEWS.COM – Anda seorang job seeker atau pencari kerja? Barangkali pernah sekilas mendengar tentang perencanaan tenaga kerja. Nah, apakah sebenarnya yang dimaksud perencanaan tenaga kerja dan bagaimana pengaturannya? Perencanaan tenaga kerja adalah proses penyusunan rencana ketenagakerjaan secara sistematis yang menjadi dasar dan acuan dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan yang berkesinambungan.

Perencanaan tenaga kerja ini dilakukan oleh Pemerintah untuk menetapkan kebijakan dan menyusun perencanaan tenaga kerja. Perencanaan tenaga kerja ini meliputi: 1. Perencanaan tenaga kerja makro, meliputi proses penyusunan rencana ketenagakerjaan secara sistematis yang memuat pendayagunaan tenaga kerja secara optimal dan produktif, guna mendukung pertumbuhan ekonomi atau sosial, baik secara nasional, daerah, maupun sektoral.

Sehingga dapat membuka kesempatan kerja seluas-luasnya, meningkatkan produktivitas kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh.2. Perencanaan tenaga kerja mikro, meliputi proses penyusunan rencana ketenagakerjaan secara sistematis dalam suatu instansi/lembaga, baik instansi Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun swasta dalam rangka meningkatkan pendayagunaan tenaga kerja secara optimal dan produktif untuk mendukung pencapaian kinerja yang tinggi pada instansi/lembaga atau perusahaan yang bersangkutan.

  1. Untuk mudahnya, perencanaan tenaga kerja makro dan mikro bisa dibedakan dalam hal ruang lingkupnya.
  2. Perencanaan tenaga kerja makro memiliki ruang lingkup lebih luas, yaitu untuk perkembangan produktivitas secara ekonomi dan sosial di suatu negara, sedangkan perencanaan kerja mikro lebih kepada perencanaan kerja di suatu instansi.

Sebagaimana telah diungkapkan di dalam UU Ketenagakerjaan, perencanaan tenaga kerja ini disusun berdasarkan informasi yang mencangkup: a. Penduduk dan tenaga kerja.b. Kesempatan kerja.c. Pelatihan kerja termasuk kompetensi kerja.d. Produktivitas tenaga kerja.e.

Hubungan industrial.f. Kondisi lingkungan kerja.g. Pengupahan dan kesejahteraan tenaga kerja.h. Jaminan sosial tenaga kerja. Secara khusus, perencanaan tenaga kerja ini diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja. Sebagai informasi tambahan, di Indonesia, masalah yang sering muncul terkait perencanaan tenaga kerja ini yaitu masalah produktivitas tenaga kerja dan pengupahan yang masih rendah.

BACA JUGA:

9 Cara Foto Selfie Ala Selebgram, Bagaimana Tipsnya? Apa itu Bank Digital dan Bagaimana Aturan Mainnya Aturan Hukum Pengangkatan Anak Pasal-Pasal Tentang Akses Ilegal Isbat Nikah Buktikan Penggugat Bepe Menikah dengan Lelaki Lain Aturan Hukum Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Potensi dan Pengelolaan Wakaf Uang di Indonesia

Tags

Apa yang dimaksud dengan perencanaan sebagai fungsi manajemen?

1. Perencanaan ( planning ) –

  • Planning atau perencanaan merupakan fungsi yang paling mendasar dalam sebuah manajemen.
  • Perencanaan merupakan suatu rangkaian proses pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan berbagai strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
  • Ada 4 tahap yang harus dilalui dalam proses perencanaan:
  • menetapkan serangkaian tujuan
  • merumuskan keadaan saat ini
  • mengidentifikasi kemudahan dan hambatan
  • mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan

Baca Juga:

  1. Dilansir dari, rencana bisa disebut sebagai masa depan dalam sebuah aksi.
  2. Dalam perencanaan pun sebenarnya banyak sekali pelajaran yang bisa kita dapatkan seperti menyelesaikan masalah ( problem solving ) dan mengambil keputusan ( decision making ).
  3. Maka dari itu, perencanaan harus dibuat secara sistematis untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
  4. Bagi sebuah perusahaan, manfaat dari adanya fungsi perencanaan dalam sebuah perusahaan adalah:
  • dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tujuan
  • menjamin tercapainya tujuan sebuah organisasi
  • dapat menghindari risiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang
  • mudah dalam melakukan pengawasan