Erosi Yang Terjadi Akibat Tenaga Angin Banyak Terjadi Pada Daerah?

Erosi Yang Terjadi Akibat Tenaga Angin Banyak Terjadi Pada Daerah
Penyebab Erosi Tanah – Tanah bisa mengalami kerusakan, bahkan tanah termasuk wujud alam yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu contoh kerusakan tanah adalah erosi tanah. Erosi tanah adalah tanah yang lapuk dan mudah mengalami penghancuran. Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi disebabkan oleh kemunduran sifat – sifat kimia dan fisik tanah, yakni:

  • Kehilangan unsur hara dan bahan organik,
  • Menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air,
  • Tanah gundul atau tidak ada tanamannya
  • Tanah miring tidak dibuat teras-teras sebagai penyangga air sehingga tanah larut
  • Tanah tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi
  • Alih fungsi hutan jadi lahan pertambangan, perkebunan, maupun pertanian, membangun jalan.
  • Hutan yang telah beralih fungsinya menjadi berbagai lahan untuk bercocok tanam, pertanian, perkebunan dan lainnya menambah resiko erosi tanah dikarenakan tanaman yang dibudidayakan di lahan pertanian atau perkebunan memiliki akar yang lemah, sehingga tidak dapat menjaga struktur tanah tetap kuat.
  • Aktivitas perladangan berpindah yang dilakukan dengan menebang hutan merupakan salah satu penyebab erosi tanah. Selain itu, perladangan berpindah juga sering menyebabkan kebakaran hutan dan tanah tandus, sehingga meningkatkan kerentanan tanah terhadap erosi.
  • Kebakaran (kebakaran hutan dan daerah pertanian) Kebakaran selain terjadi secara alamiah, juga banyak terjadi karena ulah manusia. Tanah menjadi terbuka terhadap pukulan air hujan karena vegetasi penutup tanah hilang terbakar. Kondisi tersebut memperbesar kerentanan tanah terhadap erosi.
  • Ada beberapa penyebab terjadinya erosi, yaitu berasal dari alam serta juga makhluk hidup disekitar seperti manusia itu sendiri, berikut ini ada beberapa macam macam erosi antara lain adalah sebagai berikut:
  • 1. Kondisi Tanah
  • Faktor penyebab erosi yang pertama adalah kondisi tanah. Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi tanah yakni tekstur dan struktur tanah
  • Tanah bertekstur pasir tidak peka terhadap erosi karena memiliki ukuran partikel yang besar sehingga daya angkut aliran (erodibilitas) menjadi lebih kecil. Sedangkan tanah dengan ukuran partikel lebih halus (lempung dan debu) sangat mudah terangkut oleh aliran permukaan, apalagi jika kecepatan aliran permukaan tinggi. Dengan demikian ukuran partikel tanah berpengaruh terhadap proses pengangkutan sediment.
  • Tanah berstruktur mantap dengan bentuk struktur membulat (granuler, remah, gumpal membulat) lebih tahan terhadap erosi karena mampu menyerap air lebih banyak dan mengurangi limpasan permukaan.
  • Tanah dengan kapasitas infiltrasi tinggi memiliki kepekaan terhadap erosi yang lebih rendah daripada tanah dengan kapasitas infiltrasi rendah.
  • Tanah yang kaya bahan organik lebih tahan terhadap erosi karena bahan organik tersebut mempengaruhi tingkat kemantapan agregat.

2. Air Air menjadi bagian penting dari faktor penyebab erosi. Air yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah air sungai. Air sungai merupakan aliran air yang bergerak dalam jumlah yang banyak. Aliran air tersebut akan mengangkat partikel- partikel tanah sehingga terbawa menuju tempat dimana sungai itu bermuara. Faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan erosi air, antara lain:

  • volume air sebagai tenaga utama dalam proses erosi (makin besar volumenya, makin kuat erosinya),
  • kemiringan lereng (makin curam lerengnya, makin besar erosinya),
  • keadaan vegetasi (makin lebat vegetasinya, makin kecil erosinya),

3. Angin Erosi angin biasanya terjadi di darah gurun pasir dan daerah kering. Deflasi adalah proses erosi yang disebabkan oleh angin. Angin dengan kecepatan tinggi akan mengikis batuan dan membawanya ke daerah yang memiliki kecepatan angin rendah.4. Gelombang Laut Gelombang laut juga merupakan salah satu faktor penyebab erosi pantai atau abrasi pantai.

Gelombang dengan tenaga yang sangat besar datang dari arah laut kemudian menggempur pasir pantai. Ketika hal tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan erosi pantai. Erosi oleh gelombang laut dapat dicegah dengan menanam pohon bakau, melestarikan hutan mangrove, melestarikan terumbu karang dan mengurangi kegiatan penambangan pasir.5.

Faktor Manusia Proses terjadinya erosi juga bisa disebabkan oleh manusia. Bahkan manusia berperan dalam mempercepat laju erosi. Kegiatan manusia yang dapat menekan laju erosi diantaranya adalah kegiatan pertambangan dan ekspliotasi hutan. Pertambangan yang melibatkan proses pengerukan tanah akan mengubah kontur tanah sehingga tanah lebih cepat mengalami erosi.

Manusia seringkali mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan membangun infrastruktur tanpa melakukan analisis dampak terhadap lingkungan. Hal ini lah yang membuat laju erosi tanah semakin cepat. Meski demikian, manusia sebagai makhluk tercerdas di bumi seharusnya bisa berperan dalam memperbaiki dan melestarikan lingkungan tempat hidupnya.

Diantara kegiatan yang dapat menghambat laju erosi yakni penanaman kembali hutan yang gundul dan membuat terasering di daerah berlereng 6. Gletser Erosi atau pengikisan yang selanjutnya adalah pengikisan yang disebabkan oleh gletser. Erosi semacam ini dikenal juga dengan nama erosi eksarasi.

You might be interested:  Planet Di Tata Surya Yang Mempunyai Kehidupan Adalah?

Gletser atau geyser merupakan es padat yang telah mencair. Gletser atau geyser ini apabilah telah mengalir akan menimbulkan dorongan yang begitu kuat. Hal ini karena perubahan dari awalnya yang padat dan kemudian mencair, maka akan terlihat masih kental. Geyser ini dapat menimbulkan dorongan yang sangat besar yang mana pada akhirnya bisa mengakibatkan erosi, terutama pada benda- benda yang telah dilewati oleh gletser atau geryser tersebut.

Namun erosi seperti ini hanya terjadi di daerah- daerah yang memang mempunyai stok salju atau es 7. Lereng Besarnya erosi dipengaruhi oleh lereng. Semakin curam dan panjang suatu lereng, maka erosi akan semakin tinggi. Hal ini terjadi karena kecepatan aliran permukaan semakin meningkat, yang selanjutnya meningkatkan daya angkutnya terhadap partikel tanah yang telah hancur.8.

Vegetasi Vegetasi, dapat menyebabkan terjadinya erosi. Misalnya, penebangan pohon yang tidak terkendali bisa menyebabkan terjadinya penggundulan hutan di daerah aliran sungai (DAS). Fungsi hutan’ adalah menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung ke tanah, menghambat aliran permukaan dan mempermudah resapan air ke dalam tanah.

Oleh karena itu, di wilayah-wilayah yang sudah gundul (tanpa hutan), air hujan langsung mengalir di permukaan tanah dan mengangkut material-material tanah yang dilaluinya.
Erosi yang terjadi karena tenaga angin disebut dengan istilah deflasi. Proses ini banyak terjadi di daerah kering (arid), seperti di gurun. Salah satu hasil dari erosi oleh angin ini adalah terbentuknya batu jamur. Jadi, jawaban yang benar adalah batu jamur.

Apa yang dimaksud dengan erosi oleh angin?

Jenis-Jenis Erosi – 1. Pengikisan Oleh Air Aliran air mempunyai daya kikis. Pengikisan tepi sungai oleh aliran sungai mengakibatkan sungai berkelok-kelok membentuk meander. Daya kikis aliran air dipengaruhi faktor-faktor berikut.

Jumlah Air yang mengalir, Semakin besar air yang mengalir, semakin kuat daya kikis nya. Kecepatan air mengalir, Aliran air semakin cepet apabila gradien (kemiringan) semakin besar. Gesekan air atau batuan di dasar sungai dan gesekan benda padat yang terangkut air dan batuan didasar sungai menyebabkan erosi. Pengikisan pada sungai secara terus-menerus dapat membentuk lembah sungai bentuk V, jurang atau ngarai, aliran deras, dan air terjun.

Lembah, Di daerah hulu aliran sungai mengalir cepat dan mengikis dasar sungai. Pengikisan dasar sungai sering disebut erosi vertikal. Erosi vertikal menyebabkan sungai semakin lama semakin dalam. Erosi vertikal membentuk lembah V, seperti Ngarai Sianok di Sumatera Barat dan Grand Canyon di Amerika Serikat. Aliran air yang cepat di tepi sungai menyebabkan pengikisan atau erosi ke arah samping. Erosi ke samping menyebabkan sungai semakin lebar. Jurang, sungai mempunyai bagian yang sangat dalam dan sempit yang disebut jurang. Jurang terbentuk dari hasil pengikisan aliran sungai didaerah berbatuan keras atau resisten, Pada batuan resisten aliran sungai tidak mudah mengikis batuan dikanan kiri sungai. Erosi vertikal berlangsung terus dan lebih cepat dari erosi ke samping. Proses ini mengakibatkan dinding sungai sangat miring atau hampir vertikal dan membentuk dasar sungai yang dalam. Aliran Deras, Di bagian tertentu dari sungai terdapat aliran sangat deras dan aliran tidak deras. Aliran sungai deras terbentuk pada bagian sungai yang dasar nya tersusun atau batuan resisten dan tidak resisten secara berselang-seling. saat melewati batuan resisten, aliran sungai sulit mengikis batuan. Hal ini mengakibatkan dasar sungai menjadi tidak rata. Sebaliknya, saat melewati batuan tidak resisten, aliran sungai berubah menjadi menggulung (turbulensi) dan terbentuk seperti air terjun pendek dengan aliran deras. Proses ini membentuk kenampakan aliran deras (rapid). Air Terjun, Air terjun terbentuk dibagian sungai yang dasarnya tersusun atas batuan resisten dan tidak resisten. Proses pembentukan air terjun hamir sama dengan aliran deras. Pengikisan batuan yang berbeda resistensinya oleh airan sungai mengakibatkan perbedaan hasil pengikisan. Aliran sungai mengikis lebih dalam pada batuan yang tidak resisten. Akibat nya, air jatuh dari ketinggian membentuk air terjun.

2. Pengikisan Oleh Gelombang pada pantai terjal gelombang memukul tebing pantai. Pengikisan dinding pantai oleh gelombang laut berlangsung lama dan terus menerus. Kenampakan alam yang dibentuk oleh erosi gelombang antara laintebing terjal (cliff), takik, (notch), goa pantai, panggung bentukan gelombang (wave cut platfom), tanjung, dan teluk.

You might be interested:  How Many Ac Can Run In 3Kw Solar System?

Proses pembentukan kenampakan alam tersebut berkaitan. Awalnya gelombang meratakan batuan dipantai. Batuan yang rata semakin membesar dan membentuk takik. Takik yang semakin dalam akan membentuk goa, selanjutnya atap goa runtuh akibat diterjang gelombang secara terus-menerus. Atap goa yang runtuh membentuk cliff dan wave cut platfom.

3. Pengikisan oleh Angin Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi:

Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut. Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.

4. Pengikisan oleh Es Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak.

5. Pengikisan karna Gravitasi Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa. Ketika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa. Dalam proses terjadinya erosi, pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah.

Proses pembungan massa terjadi terus menerus baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan bencana tanah longsor. 6. Pengikisan Organisme Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan.

Bagaimana risiko erosi tinggi di Indonesia?

Jenis-jenis Erosi dan Penyebabnya – Erosi dapat terjadi di mana pun. Sementara jika dilihat dari karakter proses terjadi dan penyebab fenomena ini, erosi bisa diketagorikan dalam empat jenis pengikisan tanah.1. Erosi air (ablasi) Erosi air bisa terjadi karena air sungai maupun hujan.

  1. Curah hujan tinggi bisa meningkatkan risiko erosi,
  2. Erosi karena air ini terbagi menjadi empat macam.
  3. Pertama, erosi percik.
  4. Erosi macam ini dipicu oleh turunnya air hujan.
  5. Air akan jatuh ke tanah dan membawanya pergi.
  6. Edua, erosi lembar.
  7. Erosi jenis ini terjadi di tanah lereng gunung.
  8. Lapisan atas yang tipis terbuang bersama air hujan.

Efek buruknya yaitu kesuburan tanah menurun. Ketiga, erosi alur. Pengikisan tanah yang telah berlangsung, dapat menimbulkan alur. Nantinya alur ini sebagai tempat mengalir air. Keempat, erosi parit. Jika kikisan tanah menyebabkan alur dengan kedalaman lebih dari 0,3 meter maka di situ terjadi erosi parit.2.

  • Erosi korasi atau deflasi Erosi korasi atau deflasi penyebabnya adalah angin dan biasa terjadi di daerah gurun.
  • Angin akan menerbangkan butiran pasir ke tempat lain secara konstan.
  • Proses ini disebut aeolian.
  • Angin dapat mengikis material yang tampak pada dan menyisakannya sedikit dalam waktu lama.
  • Ventifact adalah batuan yang terbentuk dari erosi angin ini.

Pada korasi, erosi bisa disebabkan oleh angin dan badai pasir. Sementara untuk deflasi, erosi yang dipicu angin saja.3. Abrasi Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak, demikian dikutip dari Risiko Bencana Indonesia terbitan BNPB (2016).

Disebut pula dengan istilah erosi pantai, abrasi bisa memicu kerusakan garis pantai ketika kejadian ini membuat terganggunya keseimbangan alam di pesisir. Kekuatan erosi oleh gelombang air laut sangat tinggi. Erosi ini selain mengikis pasir, juga dapat menggerus bebatuan dan tanah. Hal tersebut dapat berdampak pada pemukiman dan ekosistem pesisir.

Abrasi dapat terjadi kerena beberapa faktor, baik proses alam maupun ulah manusia. Faktor alam yang dapat menyebabkan abrasi ialah angin yang bertiup di lautan dan memicu gelombang serta arus yang mempunyai kekuatan untuk mengikis suatu daerah pantai.

  1. Jika proses ini berlangsung lama, area pinggir pantai akan terkikis dan daratan berkurang.
  2. Abrasi juga dapat disebabkan karena faktor manusia.
  3. Contohnya: penambangan pasir.
  4. Aktivitas itu bisa mempercepat abrasi karena pengurasan pasir pantai sangat berpengaruh terhadap arah dan kecepatan arus gelombang laut yang menghantam area pesisir.

Salah satu cara buat mencegah abrasi yakni melakukan penanaman hutan mangrove. Penanaman pohon di hutan pantai juga bisa menghambat abrasi.4. Eksarasi Eksarasi ialah erosi yang disebabkan oleh gerakan es mencair. Pencairan lapisan es bisa membuat bebatuan akan ikut bergerak ke bawah dan mengendap.

You might be interested:  Bahan Yang Berfungsi Sebagai Kutub Baterai Adalah?

Apa Penyebab erosi pada sungai?

Jenis-Jenis Erosi – 1. Pengikisan Oleh Air Aliran air mempunyai daya kikis. Pengikisan tepi sungai oleh aliran sungai mengakibatkan sungai berkelok-kelok membentuk meander. Daya kikis aliran air dipengaruhi faktor-faktor berikut.

Jumlah Air yang mengalir, Semakin besar air yang mengalir, semakin kuat daya kikis nya. Kecepatan air mengalir, Aliran air semakin cepet apabila gradien (kemiringan) semakin besar. Gesekan air atau batuan di dasar sungai dan gesekan benda padat yang terangkut air dan batuan didasar sungai menyebabkan erosi. Pengikisan pada sungai secara terus-menerus dapat membentuk lembah sungai bentuk V, jurang atau ngarai, aliran deras, dan air terjun.

Lembah, Di daerah hulu aliran sungai mengalir cepat dan mengikis dasar sungai. Pengikisan dasar sungai sering disebut erosi vertikal. Erosi vertikal menyebabkan sungai semakin lama semakin dalam. Erosi vertikal membentuk lembah V, seperti Ngarai Sianok di Sumatera Barat dan Grand Canyon di Amerika Serikat. Aliran air yang cepat di tepi sungai menyebabkan pengikisan atau erosi ke arah samping. Erosi ke samping menyebabkan sungai semakin lebar. Jurang, sungai mempunyai bagian yang sangat dalam dan sempit yang disebut jurang. Jurang terbentuk dari hasil pengikisan aliran sungai didaerah berbatuan keras atau resisten, Pada batuan resisten aliran sungai tidak mudah mengikis batuan dikanan kiri sungai. Erosi vertikal berlangsung terus dan lebih cepat dari erosi ke samping. Proses ini mengakibatkan dinding sungai sangat miring atau hampir vertikal dan membentuk dasar sungai yang dalam. Aliran Deras, Di bagian tertentu dari sungai terdapat aliran sangat deras dan aliran tidak deras. Aliran sungai deras terbentuk pada bagian sungai yang dasar nya tersusun atau batuan resisten dan tidak resisten secara berselang-seling. saat melewati batuan resisten, aliran sungai sulit mengikis batuan. Hal ini mengakibatkan dasar sungai menjadi tidak rata. Sebaliknya, saat melewati batuan tidak resisten, aliran sungai berubah menjadi menggulung (turbulensi) dan terbentuk seperti air terjun pendek dengan aliran deras. Proses ini membentuk kenampakan aliran deras (rapid). Air Terjun, Air terjun terbentuk dibagian sungai yang dasarnya tersusun atas batuan resisten dan tidak resisten. Proses pembentukan air terjun hamir sama dengan aliran deras. Pengikisan batuan yang berbeda resistensinya oleh airan sungai mengakibatkan perbedaan hasil pengikisan. Aliran sungai mengikis lebih dalam pada batuan yang tidak resisten. Akibat nya, air jatuh dari ketinggian membentuk air terjun.

2. Pengikisan Oleh Gelombang pada pantai terjal gelombang memukul tebing pantai. Pengikisan dinding pantai oleh gelombang laut berlangsung lama dan terus menerus. Kenampakan alam yang dibentuk oleh erosi gelombang antara laintebing terjal (cliff), takik, (notch), goa pantai, panggung bentukan gelombang (wave cut platfom), tanjung, dan teluk.

  1. Proses pembentukan kenampakan alam tersebut berkaitan.
  2. Awalnya gelombang meratakan batuan dipantai.
  3. Batuan yang rata semakin membesar dan membentuk takik.
  4. Takik yang semakin dalam akan membentuk goa, selanjutnya atap goa runtuh akibat diterjang gelombang secara terus-menerus.
  5. Atap goa yang runtuh membentuk cliff dan wave cut platfom.

3. Pengikisan oleh Angin Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah yang tidak bervegetasi atau bervegetasi sangat jarang di daerah gurun atau pesisir. Erosi ini dapat dibedakan menjadi:

Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut. Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.

4. Pengikisan oleh Es Erosi ini terjadi oleh gerakan massa es dalam bentuk gletser. Gletser dapat menyebabkan abrasi atau penggerusan oleh material-material yang diangkutnya; dapat menyebabkan retakan pada batuan karena terurut ketika gletser bergerak.

  1. 5. Pengikisan karna Gravitasi Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat massa.
  2. Etika massa bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah maka terjadilah apa yang disebut dengan pembuangan massa.
  3. Dalam proses terjadinya erosi, pembuangan massa memiliki peranan penting karena arus air dapat memindahkan material ke tempat-tempat yang jauh lebih rendah.

Proses pembungan massa terjadi terus menerus baik secara perlahan maupun secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan bencana tanah longsor. 6. Pengikisan Organisme Erosi ini terjadi karena aktifitas organisme yang melakukan pemboran, penggerusan atau penghancuran terhadap batuan.