Jelaskan Bagaimana Sel Surya Bisa Menghasilkan Energi Listrik?

Jelaskan Bagaimana Sel Surya Bisa Menghasilkan Energi Listrik
Apa dan Bagaimana Sistem Kerja Panel Surya? – Penggunaan listrik mulai mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai langkah penemuan energi baru terbarukan mulai di lakukan di Indonesia. Salah satu yang banyak dilirik adalah pemanfaatan energi surya untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Banyak kota-kota besar di Indonesia sudah memanfaatkan panel surya untuk berbagai keperluas seperti mesin irigasi atau produksi listrik lampu jalanan. Panel surya adalah kumpulan sel surya yang ditata sedemikian rupa agar efektif dalam menyerap sinar matahari. Sedangkan yang bertugas menyerap sinar matahari adalah sel surya.

Sel surya sendiri terdiri dari berbagai komponen photovoltaic atau komponen yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Umumnya sel surya terdiri dari lapisan silikon yang bersifat semikonduktor, metal, anti reflektif, dan strip konduktor metal. Banyaknya sel surya yang disusun untuk menjadi panel surya akan berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan.

  • Dalam artian semakin banyak sel surya yang digunakan, maka semakin banyak pula energi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik.
  • Ada beberapa jenis sel surya yang telah dimanfaatkan dan dapat ditemui di pasaran, diantaranya adalah Monocrystalline Silicon PV Module, Polycrystalline Silicon PV Module, Amorphous Silicon PV Module, dan Hybrid Silicon PV Module.

Prinsip kerja sel surya dimulai dari partikel yang disebut “Foton” yang merupakan partikel sinar matahari yang sangat kecil. Ketika foton tersebut menghantam atom semikonduktor sel surya sehingga dapat menimbulkan energi yang besar untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya.

  • Elektron yang terpisah dan bermuatan negatif akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi dari material semi konduktor, sehingga atom yang kehilangan elektron kekosongan pad strukturnya dan disebut “hole” dengan muatan positif.
  • Daerah semi konduktor dengan elektron bebas bersifat negatif dan bertindak sebagai donor elektron yang disebut dengan semi konduktor tipe N.

Sedangkan daerah semi konduktor “hole” sebagai penerima elektron dinamakan semi konduktor tipe Pdi. Persimpangan daerah positif dan negatif akan menimbulkan energi yang mendorong elektron dan hole begerak ke arah berlawanan. elektron bergerak menjauhi darah negatif, dan hole menjauhi daerah positif.

Bagaimana cara kerja listrik tenaga surya?

Secara sederhana, cara kerja panel solar adalah dengan menyerap cahaya matahari dan menapung energi yang dihasilkan ke dalam sebuah baterai. Dengan demikian, sistem bisa berjalan meskipun di sore hari, malam hari, atau ketika kondisi hujan.

Apa energi listrik tenaga surya?

Pertamina Power Indonesia melakukan berbagai inisiatif terkait pengembangan Energi Baru Terbarukan, diantaranya adalah pemasangan Solar PV sebagai pembangkit energi terbarukan berbasis modul Surya di berbagai area di Indonesia. – Kebutuhan energi listrik Indonesia selama ini berasal dari hasil pertambangan energi konvesional seperti minyak bumi dan batu bara.

Sebagian besar hasil pertambangan ini selain di ekspor ke luar negeri juga dipakai untuk konsumsi dalam negeri seperti digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar transportasi, perindustrian, pemukiman penduduk dan lain-lain. Pemakaian sumber energi surya di Indonesia mempunyai prospek yang sangat baik, mengingat bahwa secara geografis sebagai negara tropis yang dilewati khatulistiwa mempunyai potensi energi surya yang cukup baik dengan insolasi rata–rata harian yang besar yang dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber energi murah dan tersedia sepanjang tahun.

Hal ini disebabkan karena pembangkit listrik yang mempergunakan konversi fotovoltaik dalam memanfaatkan energi surya atau lebih umum di kenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini tidak lagi memerlukan bahan bakar. Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sumber energi penghasil listrik yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan bahan bakar minyak, sehingga sangat murah, karena energi surya/matahari merupakan sumber energi yang tidak terbatas.

Mengapa energi matahari dapat menghasilkan energi listrik?

Matahari adalah sumber energi cahaya yang dapat dimanfaatkan langsung atau dapat juga kita ubah menjadi bentuk energi lain, seperti energi panas dan energi listrik. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi panas dengan menggunakan teknologi “surya termal”, alat perubahnya disebut “kolektor surya/panas” sedangkan untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik, digunakan teknologi “photovoltaic”, nama alatnya adalah “sel surya” atau lebih dikenal dengan istilah “modul surya”. Cahaya matahari ini memiliki partikel-partikel energi yang disebut “foton”. Saat cahaya matahari mengenai sel surya, energi foton ini akan membangkitkan elektron-elektron yang ada dalam material sel surya tersebut sehingga menghasilkan tegangan (voltase) listrik. Itulah mengapa disebut “photovoltaic”, karena berasal dari kata “photo = foton = cahaya” dan voltaic = voltase = tegangan listrik” yang artinya ; cahaya menjadi listrik. Jadi, walaupun pagi/sore, mendung atau hujan, selama masih ada cahaya matahari (tidak gelap) maka sel surya tetap akan dapat menghasilkan listrik, meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan saat siang terik atau kondisi cerah.

Jumlah energi cahaya matahari yang dapat diubah menjadi listrik sangat tergantung pada alat konversinya, yaitu modul surya. Modul surya terbuat dari berbagai material elektronik berupa semikonduktor yang mempunyai kemampuan menyerap cahaya matahari dan membangkitkan muatan listrik (pasangan electron-hole) yang terdapat didalam material sel surya tersebut. Kemampuan jenis panel surya yang ada di pasaran saat ini, dapat menyerap dan mengubah cahaya matahari menjadi listrik rata-rata sebanyak 16-20% cahaya matahari. Artinya, tidak semua cahaya matahari dapat diubah menjadi listrik karena keterbatasan alami material sel surya yang hanya mampu menyerap radiasi cahaya matahari pada panjang gelombang (spektrum) tertentu. Sedangkan cahaya matahari sendiri memiliki rentang panjang gelombang (spektrum) yang sangat besar. Energi cahaya matahari yang diterima suatu permukaan di bumi adalah sekitar 1.000W/m2. Artinya, setiap lokasi seluas 1 m2 berpotensi menghasilkan energi listrik tenaga surya sebanyak 160-200W.

Pembangkit listrik tenaga surya atau biasa disebut sistem fotovoltaik (PV) merupakan pembangkit energi listrik yang mengkonversi energi sinar matahari menjadi listrik dengan menggunakan suatu piranti semikonduktor yang disebut sel surya. Sel surya adalah suatu piranti elektronik berbasis material semikonduktor yang berfungsi menyerap energi foton dari radiasi matahari untuk membangkitkan pembawa muatan listrik (electron-hole) di dalam material tersebut. Muatan listrik ini kemudian dipisahkan ke masing-masing kontak elektroda untuk kemudian dialirkan ke beban listrik. Tegangan yang dihasilkan sebuah sel surya berupa tegangan arus searah sebesar lebih kurang 0,5V. Agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, sel surya disusun secara seri atau paralel atau gabungan seri dan paralel kemudian dienkapsulasi dan dirakit dengan menggunakan komponen tambahan seperti bingkai, penyangga,kaca penutup, kabel, baut dan sebagainya sehingga membentuk modul surya. Beberapa rangkaian modul surya kemudian digabungkan untuk menghasilkan tegangan dan daya yang dibutuhkan. Suatu instalasi sistem pembangkit listrik tenaga surya biasanya terdiri dari beberapa modul surya. Listrik yang dihasilkan dari PLTS dapat dimanfaatkan secara langsung untuk beban rumah tangga dan peralatan elektronik lainnya (skala residensial/komersial) ataupun disuplai ke jaringan listrik yang tersedia (skala utilitas). Sistem PLTS umumnya membutuhkan inverter untuk mengkonversi arus listrik DC yang dihasilkan modul PV menjadi listrik AC.

Berikut ini adalah komponen-komponen yang digunakan dalam sistem PLTS :

1. Modul surya Modul surya merupakan komponen utama PLTS yang berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Teknologi modul PV untuk saat ini ada dua macam, yaitu teknologi berbasis silikon kristalin dan thin film. Modul PV yang banyak di pasaran saat ini adalah berbasis sel surya silikon kristalin yang dibedakan atas dua jenis, yaitu silikon monokristalin dan silikon polikristalin. Sel surya silikon monokristalin memiliki satu keping kristal silikon dan merupakan jenis sel surya dengan efisiensi paling tinggi, namun cukup mahal dalam proses pembuatannya. Tipe ini juga sangat rapuh dan harus dipasangkan pada rangka atau penyangga yang kuat. Sel surya tipe polikristalin mempunyai beberapa kristal silikon. Efisiensi tipe ini lebih rendah dikarenakan pemakaian material yang lebih murah dan sifat reflektif dari kristal-kristal penyusunnya sehingga mengurangi penyerapan sinar matahari. Tetapi dari sisi biaya, tipe ini lebih murah dari monokristalin. Sel surya thin film dikembangkan sebagai upaya menurunkan harga sel surya berbasis silikon. Jenis ini menggunakan teknologi deposisi untuk menghasilkan material lapisan tipis (thin film) yang dapat berperilaku sebagai sel surya. Beberapa jenis modul PV thin film yang sudah komersial antara lain sel surya a-Si, CdTe dan CIGS. Dibandingkan dengan jenis silikon kristalin, teknologi modul PV thin film memiliki keunggulan antara lain; 1) Bahan baku bervariasi, tidak tergantung pada satu jenis material saja yaitu silikon, 2) konsumsi bahan baku jauh lebih sedikit, 3) Proses pabrikasi lebih sederhana, 4) Aplikasi lebih variatif karena dapat dibuat pada bahan yang elastis / fleksibel, 5) Efisiensi sel surya masih dapat ditingkatkan dengan berbagai alternatif bahan baku, struktur lapisan (multi junction), proses pembuatan (deposisi). Namun efisiensi modul PV thin film yang ada di pasaran saat ini khususnya a-Si masih cukup rendah sehingga membutuhkan luasan lahan yang jauh lebih besar dibanding jenis silikon mono/polikristalin. Sedangkan untuk jenis modul CIGS/CdTe, secara efisiensi sudah dapat bersaing dengan jenis sel surya silikon kristalin namun ketersediaan bahan baku yang mahal dan terbatas khususnya Indium dan Telurium menyebabkan jenis sel surya ini belum dapat bersaing secara komersial dengan sel surya silikon kristalin.

2. Struktur Penyangga Modul surya harus dipasang pada arah dan kemiringan tertentu agar penyinaran tahunan matahari dapat diterima secara maksimal. Oleh karena itu diperlukan struktur penyangga agar arah / orientasi modul PV yang dapat terjaga dan stabil. Arah dan Kemiringan Modul PV Daya yang dihasilkan oleh sistem PLTS berbanding lurus dengan besarnya intensitas matahari yang diterima modul surya. Semakin besar intensitas matahari yang diterima oleh panel maka semakin besar daya yang dapat dihasilkan oleh PV tersebut. Besarnya intensitas matahari yang diterima oleh panel surya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti letak astronomi lokasi pemasangan panel, gerak semu harian dan tahunan matahari serta cuaca. Untuk memaksimalkan intensitas matahari yang diterima oleh modul surya maka dibutuhkan sudut kemiringan yang paling tepat untuk menerima radiasi matahari yang paling tinggi. Sudut yang mempengaruhi pemasangan modul surya pada instalasi PLTS ada 2 macam, yaitu;

Sudut kemiringan panel surya terhadap bidang horisontal. Sudut yang diukur searah dengan acuan arah utara/selatan yang disebut dengan sudut azimut.

Sudut kemiringan optimum biasanya dipasang sesuai dengan posisi garis lintang sedangkan sudut azimut tergantung posisi lokasi. Jika berada di bagian selatan khatulistiwa maka modul surya dipasang menghadap utara dengan sudut azimut 00 dan jika berada di bagian utara khatulistiwa maka sudut azimut adalah 1800 menghadap selatan. Perhitungan sudut azimut yang lebih detil dan akurat membutuhkan studi dan analisis khusus dengan mempertimbangkan arah pergerakan matahari atau posisi horison lokasi. Sebuah sistem penyangga modul surya dapat dipergunakan untuk mengatur orientasi arah utara atau selatan dan elevasi sudut kemiringan dari sistem penyangga modul surya untuk memaksimalkan kinerja energi dari modul surya tersebut. Biasanya terbuat dari stainless steel atau aluminium. Struktur penyangga modul surya dirancang untuk aplikasi pemasangan secara universal yaitu bingkai penyangga miring yang dipasang diatas tanah atau atap bangunan gedung.

You might be interested:  What Type Of Solar Panels Are Best For A Caravan?

3. Inverter Inverter adalah suatu alat yang berfungsi mengkonversi arus dan tegangan listrik DC yang dihasilkan PLTS menjadi arus dan tegangan listrik AC sehingga beban-beban yang pada umumnya memerlukan suplai listrik AC dapat disuplai oleh PLTS. Pemilihan jenis inverter tergantung pada kebutuhan beban serta aplikasi. Kapasitas inverter ditentukan berdasarkan kapasitas daya yang dibutuhkan, untuk efesiensi kerja inverter yang maksimal diusahakan kapasitas inverter mendekati kapasitas daya yang dilayani, Namun untuk sistem PLTS, perbandingan kapasitas daya sistem PV (Pdc) terhadap inverter (Pac) biasanya berkisar antara 0.9-1,3.

4. Sistem baterai (jika dibutuhkan), berfungsi menyimpan energi surya 5. Sistem pengkabelan 6. DC Combiner, digunakan untuk menghubungkan/mengumpulkan arus dan tegangan dari rangkaian modul surya 7. Panel Distribusi, berfungsi untuk mendistribusikan beban-beban listrik dari pembangkit ke pelanggan.8. Sistem Proteksi, untuk melindungi peralatan dan personil apabila terjadi tegangan/arus berlebih.9. Proteksi penangkal petir, untuk melindungi sambaran petir terhadap sistem PLTS 10.Sistem pentanahan/ pembumian (grounding)

Berdasarkan topologi jaringan pembangkit, sistem PLTS dibedakan atas;

1. PLTS on grid – yaitu sistem PLTS yang tersambung/interkoneksi ke jaringan PLN.2. PLTS off grid – yaitu sistem PLTS yang bekerja sendiri atau tidak tersambung dengan jaringan PLN.3. PLTS hybrid – Yaitu PLTS yang tersambung/interkoneksi dengan sumber pembangkit lain untuk mensuplai beban yang sama. – Jenis sistem ini bisa on grid/off grid.

Berdasarkan lokasi pemasangan modul, sistem PLTS dibedakan atas ;

1. PLTS atap, dipasang di atas atap gedung/bangunan.2. PLTS ground mounting, dipasang di atas tanah.3. PLTS terapung, dipasang diatas permukaan air.

Jenis sistem PLTS berdasarkan topologi beban ;

1. PLTS Terpusat, yaitu sistem PLTS yang melayani sekelompok beban yang berbeda, seperti listrik desa/komunal.2. PLTS Tersebar, yaitu sistem PLTS yang melayani satu beban tertentu di satu titik lokasi, contohnya ; solar home system (SHS), LTSHE, PJUTS, Pompa air tenaga surya (Solar water pump).

PLTS atap adalah jenis PLTS on grid yang dipasang di atap gedung/bangunan dan tersambung dengan jaringan PLN eksisting. Tujuan / manfaat pemasangan PLTS atap adalah untuk mengurangi tagihan listrik bulanan PLN dengan memanfaatkan sumber energi surya yang ramah lingkungan. Sistem PLTS atap dapat meng-ekspor/menjual listrik ke PLN dengan skema “net-metering”.

Net metering adalah suatu skema layanan PLN untuk jual-beli listrik dari sistem PLTS yang terhubung ke jaringan PLN dimana, pelanggan PLN yang menggunakan PLTS dapat mengekspor kelebihan produksi PLTS dan/ataupun mengimpor listrik dari jaringan PLN. Pada skema ini, pelanggan PLN harus menggunakan alat pembaca meteran listrik 2 arah atau disebut kWh-meter EXIM (Export-Impor) dengan sistem pembayaran tagihan pasca-bayar. Transaksi jual-beli listrik pada skema net metering ini tidak dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk kredit kWh, dimana produksi listrik PLTS yang diekspor (dikirim) ke jaringan PLN dihitung sebagai kwh ekspor dan dapat digunakan (dikonsumsi) kembali oleh pelanggan/pengguna sebagai kwh impor. Jika kWh ekspor lebih besar dibanding kWh impor, maka selisih kWh tersebut akan di-kredit-kan dan dapat digunakan untuk mengurangi tagihan bulan berikutnya. Namun listrik yang dihasilkan PLTS akan lebih ekonomis apabila dikonsumsi langsung daripada diekspor ke PLN, karena harga listrik kwh ekspor hanya sebesar 65% dari kWh impor. Oleh sebab itu penggunaan PLTS membutuhkan perencanaan dan pola konsumsi listrik yang optimal agar lebih efisien dan ekonomis.

Hampir semua jenis atap dapat dipasang PLTS. Yang perlu diperhatikan adalah kekuatan atap dan struktur rangka atap harus dapat menahan beban modul surya yang mencapai 22-25 kg per modul.

a. Mencari informasi awal → melalui aplikasi e-SMART PV (1 hari) b. Menghubungi/konsultansi dengan calon kontraktor/pengembang PLTS bersertifikasi, misal : BLU P3tek KEBTKE (2-3 hari) c. Kesepakatan kerjasama / kontrak kerja dengan kontraktor yang dipilih (1 hari) d. Permohonan ijin dari pelanggan ke PLN, bisa dibantu oleh kontraktor (1 hari) e. PLN melakukan evaluasi dan verifikasi form permohonan (15 hari)

– Jika tidak disetujui;

1. Kembali ke poin d.

2. Lengkapi kekurangan syarat (15 hari)

– Jika disetujui, lanjut ke poin f

f. Mulai pembangunan dan pemasangan PLTS atap (1-4 minggu, tergantung kapasitas) g. Pengujian dan komisioning (3-5 hari) h. Pemasangan meter kWh ekspor-impor (15 hari) i. Selesai

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih modul surya yang berkualitas antara lain;

1. Spesifikasi teknis modul surya

– Temperatur operasi minimal pada rentang -10 s/d 50 derajat Celcius – Memiliki sistem proteksi sesuai standar – Memastikan laju degradasi tidak lebih dari 0.5%/tahun

2. Adanya standar jaminan kualitas dari pabrikan 3. Memilih merk/pabrikan/manufaktur dengan rekam jejak dan pengalaman yang bagus 4. Mengikuti standar teknis dan keamanan internasional dan nasional yang relevan, seperti ; IEC 61215, IEC 61646, EN/IEC 61730, IEC 60364-4-41, IEC 61701, IEC 61853, dan IEC 62804.5.

Contoh ; Modul A dengan kapasitas 300 W seharga Rp 2.700.00,- dibandingkan dengan modul B berkapasitas 330 W seharga Rp 2.900.000,-, sebaiknya pilih modul B

Sistem PLTS atap dapat beroperasi sampai 20-30 tahun sesuai umur modul surya yang digunakan. Selama masa tersebut, membutuhkan penggantian inverter sebanyak 1 kali.

Sel surya mengubah energi cahaya matahari menjadi energi apa?

Beranda Inovasi Pemanfaatan Energi Surya Skala Rumah Tangga

Energi telah menjadi kebutuhan vital masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupannya dan mendukung kegiatannya sehari-hari. Misal, untuk memasak makanannya, manusia membutuhkan energi panas atau untuk memenuhi kebutuhan air di perkotaan, masyarakat membutuhkan energi listrik untuk menyalakan dan menjalankan pompa air.

Energi listrik yang umumnya dipakai oleh masyarakat Indonesia berasal dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Kelemahan penggunaan bahan bakar fosil adalah pembakarannya menghasilkan gas rumah kaca sehingga menambah konsentrasi gas rumah kaca di bumi penyebab peningkatan suhu bumi dan pemanasan global.

Bumi sudah semakin panas, sehingga manusia sudah harus memikirkan untuk beralih dari bahan bakar yang tidak ramah lingkungan ke bahan bakar yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tenaga panas matahari bisa dijadikan pilihan. Sumber : Koleksi Knowledge Center Perubahan Iklim Matahari adalah sumber energi yang berjumlah besar dan bersifat terus-menerus (tidak habis), khususnya energi elektro magnetik yang dipancarkan oleh matahari. Penggunaan tenaga surya tidak membutuhkan pembakaran sehingga tidak menghasilkan gas buang berupa gas rumah kaca.

Pemanfaatan energi matahari dilakukan dengan mengubah sinar matahari menjadi energi panas atau listrik untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Pemanfaatan tenaga surya dilakukan dengan mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik. Dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic, yaitu tenaga matahari.

Bahan dasar untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi adalah bahan semi konduktor. Umumnya bahan yang digunakan adalah bahan silikon. berwarna hitam. Bahan dasar silikon ini dibuat menjadi lempengan dan dipasangi tiang agar bisa diarahkan langsung pada matahari.

  1. Silikon adalah bahan yang dapat merefleksikan matahari seperti kaca.
  2. Cara kerja lempengan silikon kaca atau yang bidas disebut sebagai solar panel adalah kaca-kaca silikon besar mengkonsentrasikan cahaya matahari ke satu garis atau titik.
  3. Onsentrasi cahaya matahari akan menghasilkan panas.
  4. Lalu, panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap panas.

Panasnya tekanan uap digunakan untuk menjalankan turbin yang kemudian menghasilkan listrik. Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Rumah Tangga, Sumber: Net News Pada awal penelitian pemanfaatan tenaga surya, solar panel biasanya digunakan untuk penggunaan energi dalam jumlah besar seperti industri.

Tetapi, semakin hari masyarakat semakin sadar bahwa mereka tidak dapat mengandalkan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini yang mendasari ide solar panel dibuat dalam ukuran kecil untuk penggunaan rumah tangga. Saat ini sudah banyak penyedia solar panel untuk penggunaan skala rumah tangga.

Untuk penggunaan jangka panjang, penggunaan solar panel ini terhitung sangat murah. Dengan menggunakan solar panel, msayarakat dapat menghemat energi listrik. Sumber :

http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_matahari/ Hasil wawancara dengan CV Diartona dalam Pekan Nasional Perubahan Iklim, 4 Agustus 2017.

Bagaimana energi listrik dihasilkan?

Harta Benda Prolog Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling esensial dalam kehidupan manusia. Terhitung setidaknya sejak akhir abad ke-19, manusia tak lagi bisa lepas dari penggunaan listrik. Di rumah, di jalan, di kantor, di mana pun kita berada, pemanfaatan listrik selalu bisa ditemukan.

  • Hal ini cukup menggambarkan betapa tingginya ketergantungan manusia terhadap listrik.
  • Maka tak heran jika The Atlantic, sebuah majalah tersohor di Amerika Serikat sana, menempatkan listrik dalam peringkat kedua sebagai The Greatest Breakthroughs dalam sejarah manusia, melampaui penemuan internet yang berada di peringkat 9.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mencatat konsumsi listrik di Indonesia mencapai 21% dari total konsumsi energi di tahun 2016. Dengan nilai tersebut, listrik menjadi sumber energi kedua yang paling dibutuhkan setelah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang total konsumsinya mencapai 40.1%.

  1. Fakta ini cukup memvalidasi betapa pentingnya ketersediaan listrik di Indonesia.
  2. Dengan demikian, sangat lah tidak rugi bagi kita untuk setidaknya mengetahui bagaimana listrik dapat dihasilkan.
  3. Apalagi ternyata mekanisme pembangkitan listrik sangat mudah dipahami.
  4. Bagaimana sih listrik dapat dihasilkan? Sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik cukup beragam.

Secara garis besar, sumber energi tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber energi dari bahan bakar fosil dan sumber energi terbarukan. Contoh dari bahan bakar fosil adalah batu bara, gas dan minyak bumi. Sedangkan contoh dari sumber energi terbarukan diantaranya adalah matahari, angin, biomassa, gelombang laut, dsb.

  1. Di Indonesia, mayoritas sumber energi yang digunakan untuk pembangkitan listrik adalah batu bara (61% dari total sumber energi untuk listrik berdasarkan BPPT).
  2. Dengan demikian, ruang lingkup artikel ini dipersempit ke pemanfaatan batu bara dalam pembangkitan listrik.
  3. Pembangkitan listrik merupakan suatu proses mengkonversi energi yang tersimpan dalam sumber energi (con: batu bara) menjadi energi listrik.

Jenis sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan batu bara dikenal secara umum dengan nama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Setidaknya terdapat tiga komponen yang paling esensial dalam PLTU, yaitu boiler, Turbin Uap dan Generator, seperti yang ditunjukan pada Gambar 1. Gambar 1. Komponen utama pada PLTU Komponen esensial yang pertama adalah boiler. Penggunaan boiler dalam pembangkitan listrik memiliki prinsip yang serupa dengan pemanfaatan ketel untuk memanaskan air. Baik boiler maupun ketel, keduanya menampung air yang siap untuk dipanaskan. Perbedaannya, sumber panas yang digunakan untuk ketel berasal dari LPG pada kompor gas, sedangkan pada boiler, sumber energinya adalah batu bara. Perbedaan kedua adalah proses pemanasan pada ketel bertujuan untuk mendidihkan air (temperatur 100 o C, tekanan 1 atmosfer), sedangkan proses pemanasan pada boiler bertujuan untuk mengubah air menjadi uap (temperatur > 100 o C). Setelah uap air dihasilkan pada boiler, uap tersebut kemudian dialirkan melalui sistem perpipaan menuju komponen yang kedua, yaitu turbin uap. Turbin merupakan suatu alat yang terdiri dari baling-baling (sudu) yang dapat berputar, seperti yang ditunjukan pada Gambar 2. Prinsip kerja turbin uap, seperti halnya boiler, juga dapat dianalogikan dengan prinsip kerja suatu alat yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat lebih mudah dibayangkan. Analogi kerja turbin uap adalah kincir air yang biasa ditemui di sungai. Aliran air yang melalui kincir air menabrak baling-baling pada kincir, sehingga kincir air dapat berputar. Sama halnya dengan turbin uap, uap air yang mengalir melalui turbin uap menyebabkan sudu turbin berputar. Turbin uap ini terkoneksi dengan komponen esensial yang ketiga yaitu generator. Gambar 2. Turbin uap yang diproduksi oleh General Electric Turbin uap dan generator terhubung secara langsung melalui suatu poros. Akibatnya, perputaran yang terjadi pada turbin menyebabkan perputaran pada salah satu bagian pada generator. Perputaran tersebut lah yang menyebabkan listrik dapat dihasilkan.

  • Lagi-lagi proses ini pun memiliki analogi dengan hal yang sederhana, yaitu lampu yang terpasang pada sepeda onthel.
  • Pembaca kelahiran 80an ke bawah, seharusnya familiar dengan sepeda ini.
  • Sepeda onthel biasanya memiliki lampu yang dipasang di depan setir.
  • Lampu tersebut dapat menyala apabila pengendara mengayuh sepeda.
You might be interested:  Sel Surya Merupakan Perangkat Yang Digunakan Untuk Mengubah Energi?

Semakin cepat kayuhan yang dilakukan, semakin terang nyala lampu tersebut. Nyala lampu dapat terjadi karena pada sepeda terpasang sebuah dinamo. Ketika roda berputar, dinamo ikut berputar sehingga dapat menghasilkan listrik. Listrik tersebut lah yang dimanfaatkan untuk menyalakan lampu.

Sepeda Onthel Sebagai Analogi Sistem Pembangkit Listrik Sepeda onthel berlampu yang telah dijelaskan di atas merupakan analogi yang cukup representatif untuk sebuah pembangkit listrik tenaga uap. Orang yang mengendarai sepeda dapat diibaratkan sebagai uap air. Uap air yang mengalir dan memutar sudu turbin dapat dibayangkan seperti orang yang mengayuh sepeda.

Pedal dan roda sebagai turbin uap, yang dengan kata lain sudu turbin uap yang berputar dapat dibayangkan seperti pedal dan roda yang berputar. Lalu, dinamo pada sepeda memiliki peran yang sama dengan generator pada PLTU. Lampu pada sepeda memiliki peran yang sama seperti rumah-rumah penduduk, kantor, restoran dan hal-hal lainnya yang mengkonsumsi listrik.

Epilog Mudah bukan untuk memahami bagaimana listrik dapat dihasilkan? Meskipun dalam implementasi di dunia nyata, sistem pembangkit listrik merupakan suatu sistem yang kompleks, tetapi prinsip dasarnya bukanlah sebuah rocket science. Proses-proses yang terlibat dalam sistem pembangkit listrik ternyata memiliki kemiripan dengan fenomena-fenomena yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Sumber Gambar:

Bagaimana cara mengubah energi matahari menjadi energi listrik brainly?

Bagaimana cara mengubah energi matahari menjadi energi listrik​

  • Jawaban:
  • dengan cara Fotovoltaik
  • Penjelasan:

Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Fotovoltaik mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik.

bagus, btw itu pelajajaran IPA bukan bahasa arab

  1. Jawaban:
  2. Dengan menggunakan panel Surya.
  3. Penjelasan:
  4. setelah sinar matahari di tangkap oleh sel foltovotaik, kemudian sinar tsb/panas matahari akan digunakan untuk memanaskan cairan yg selanjutnya menjadi uap.
  5. uap tersebut akan dipanaskan oleh generator yg kemudian diubah kedalam energi listrik.

: Bagaimana cara mengubah energi matahari menjadi energi listrik​

Bagaimana cara panel surya dapat menyediakan energi listrik saat malam hari?

Sumber: Dokumentasi Pribadi Percepatan transisi energi bersih terus diperjuangkan khususnya di negara Indonesia. Penggunaan panel surya sedang tren karena banyak dimanfaatkan oleh penggiat sumber energi terbarukan. Negara Indonesia yang berada tepat dibawah garis khatulistiwa alias setiap tahunnya selalu disinari matahari seakan mendukung penuh pemanfaatan panel surya ini.

Dengan memanfaatkan tenaga surya melalui sinar matahari, panel surya dapat menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa mengeluarkan sedikit pun emisi. Karena menggunakan tenaga surya sebagai satu-satunya sumber energi, salah satu kekurangan yang dimiliki panel surya adalah tidak dapat menghasilkan listrik pada malam hari atau dalam kondisi tidak terdapat cahaya matahari.

Secara konvensional, panel surya langsung melakukan konversi sinar matahari menjadi listrik pada waktu yang bersamaan. Ketika sudah menghasilkan listrik melebihi dari kapasitas beban yang dibutuhkan, sumber listrik tersebut kemudian dapat ditampung ke dalam baterai yang tersedia pada panel sel surya (khusus tipe off-grid ) agar kemudian dapat memberikan tenaga listrik pada malam hari atau ketika tidak dalam waktu harvesting.

Namun pada sebuah studi yang dikembangkan oleh peneliti menyebutkan bahwa panel surya dapat bekerja menghasilkan listrik pada malam hari. Dalam sebuah makalah pada jurnal ACS Photonics tahun 2020, Profesor Jeremy Munday menyatakan bahwa mengoperasikan panel surya dengan ‘cara terbalik’ dapat menghasilkan listrik di malam hari.

Hal ini dikarenakan pada malam hari, suhu bumi menjadi hangat dan suhu luar angkasa menjadi dingin. Artinya, jika sebuah panel surya diarahkan ke langit pada malam hari, panel surya akan memancarkan panas sebagai cahaya inframerah yang tak dapat dilihat oleh kasat mata.

  • Sel fotovoltaik pada panel surya akan mengakumulasi energi panas di siang hari, bahkan selama hari berawan.
  • Namun, agar dapat menghasilkan listrik pada malam hari, panel surya tidak menggunakan sel fotovoltaik melainkan sel thermal.
  • Sel termoradiatifnya akan memanas dan menunjuk ke langit malam atau objek yang jauh lebih dingin.

Benda yang panas dibandingkan dengan sekitarnya akan memancarkan panas sebagai sinar infra merah. Prototype yang diberi nama Anti-Solar Panel ini akan dikembangkan berupa mesin panas. Munday menyebutkan bahwa pada dasarnya prinsip kerja dari panel surya hanya membutuhkan dua benda dengan temperatur yang berbeda.

  • Dengan demikian, sangat memungkinkan agar panel surya dapat menghasilkan listrik dengan menangkap daya dan dapat menghasilkan sekitar seperempat dari listrik di malam hari yang dihasilkan panel surya pada siang hari.
  • Munday juga mengatakan, pada dasarnya panel surya atau panel anti-solar hanya merupakan sebuah mesin panas.

Panel surya memiliki energi panas yang datang dari Matahari menuju Bumi dan sel surya normal mengambil energi itu ketika ditransmisikan dari Matahari ke Bumi. Sehingga, pada dasarnya panel surya membutuhkan 2 benda dengan temperature yang berbeda dan beberapa cara untuk mengubah kekuatan itu.

Biasanya, panel surya terbuat dari material silikon karena dinilai memiliki daya menyerap cahaya yang baik dimanasebagian besar dalam spektrum yang terlihat. Perangkat semacam ini menggunakan sel termoradiatif untuk menghasilkan listrik atau sesuatu yang dapat menangkap panjang gelombang yang sangat panjang.

Oleh sebab itu, Munday tengah mencari paduan merkuri yang bagus untuk inovasi perangkat panel surya. Tak hanya Munday, para peneliti di Stanford menerbitkan sebuah makalah di jurnal Jouele pada bulan November yang menjelaskan bagaimana generator termoelektrik yang memancarkan panas ke langit dapat menghasilkan tenaga listrik.

“Tidak seperti generator termoelektrik tradisional, perangkat kami memasangkan sisi dingin modul termoelektrik pada permukaan yang mengarah ke langit dan memancarkan panas ke dingin ruang dan memiliki sisi hangatnya dipanaskan oleh udara sekitarnya, memungkinkan pembangkitan listrik di malam hari” ujar mereka.

Dengan hadirnya berbagai inovasi teknologi dalam sektor pembangkitan energi terbarukan, maka pemanfaatan PLTS akan semakin mendominasi dengan peningkatan efisiensinya. Jika kita mampu merealisasikan sistem yang dapat memberikan energi listrik secara bersih tanpa henti, kita dapat menghasilkan lebih banyak energi dari yang dibutuhkan.

Bagaimana cara mengubah energi matahari menjadi energi cahaya?

Jawaban. cara mengubah energi matahari menjadi energi cahaya ​ dengan cara menggunakan tenaga sel surya atausel fotovoltaik dengan efek fotolistrik.

Bagaimana cara kerja panel surya secara sederhana brainly?

Cara Kerja Panel Surya Secara Sederhana, Sehingga Menghasilkan Listrik Teknisi melakukan perawatan panel PLTS di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (6/8/2019). PT PLN menargetkan pengembangan lebih dari 1.000 megawatt PLTS atap yang terdiri dari inisiasi swasta dan PLN sendiri sesuai RUPTL dengan potensi tiga gigawatt untuk PLTS.

Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho) Liputan6.com, Jakarta Cara kerja perlu kamu kenali sebagai salah satu sumber energi alternatif. Panel surya ini menggunakan energi matahari agar bisa bekerja. Tenaga matahari merupakan energi yang tak terbatas yang dapat digunakan sebagai sumber, Sebagai salah satu energi terbarukan, tenaga surya dapat menggantikan bahan bakar konvensional.

Penggunaan panel surya sebagai pembangkit listrik tentunya dapat menghemat pengeluaran dan juga, Cara kerja panel surya secara sederhana adalah dengan menyerap cahaya matahari dan menampung energi yang dihasilkan ke dalam sebuah baterai. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan energi tersebut kapan pun diperlukan selama masih ada tampungan energi tersebut.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (6/9/2021) tentang cara kerja panel surya. Teknisi mengecek panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (6/8/2019). PLTS atap ini bertujuan menghemat pemakaian listrik konvensional sekaligus menjadi energi cadangan saat listrik padam.

(merdeka.com/Iqbal S. Nugroho) Sebelum mengenali cara kerja panel surya, kamu mesti memahami tentang sumber energi alternatif ini terlebih dahulu. Sumber energi dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Menurut KBBI, energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk energi listrik dan mekanika) atau daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan.

  • Energi dibagi menjadi dua, yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan.
  • Energi terbarukan juga biasa disebut dengan energi alternatif.
  • Energi alternatif adalah semua energi yang bertujuan menggantikan bahan bakar konvensional.
  • Sudah lama matahari digunakan sebagai sumber utama penghasil energi di bumi.

Umum dikenal dengan tenaga surya, macam energi ini digunakan manusia untuk menghasilkan listrik di samping tenaga-tenaga lainnya seperti air, angin, uap, juga nuklir. Berbeda dengan sumber alam seperti batu bara dan minyak yang diperkirakan dapat habis, tenaga matahari terbilang tidak bisa habis.

  1. Hanya saja perlu biaya yang mahal untuk bisa membangun reaktornya.
  2. Faktor cuaca juga menjadi salah satu hambatannya.
  3. Energi dari panel surya dapat dijadikan sebagai energi alternatif untuk mengatasi kenaikan harga listrik konvensional dan juga non subsidi.
  4. Energi utamanya berasal dari energi matahari yang tentunya bisa kamu dapatkan secara gratis.

Apalagi, secara letak geografis, Indonesia berada di garis khatulistiwa, sehingga sangat kaya akan sumber energi surya. Bahkan, Indonesia memiliki intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4.8 kWh/m2 per hari di seluruh wilayah Indonesia. Jika kamu memaksimalkan penggunaan energi surya sebagai sumber energi alternatif bagi listrik untuk instansi, perindustrian sampai dengan rumah tangga, kamu dapat menghemat tagihan listrik.

Petugas memeriksa panel surya (Solar Cell) di gedung ESDM, Jakarta, Rabu (2/3/2016). Manfaat pengunaan panel surya untuk industri dapat menghemat energi serta biaya ketika puncak beban listrik tinggi di siang hari. (Liputan6.com/Gempur M Surya) Sebelum mengenal cara kerja panel surya, kamu perlu mengetahui apa itu sel surya terlebih dahulu.

Pasalnya dalam mengenal cara kerja panel surya, sel surya memiliki peran yang sangat penting. Seperti Liputan6.com kutip dari Merdeka, sel surya adalah perangkat elektronik yang menangkap sinar matahari dan mengubahnya langsung ke listrik. Sel surya biasanya digabungkan untuk membuat unit yang lebih besar disebut modul surya, yang kemudian digabungkan lagi menjadi unit lebih besar yang disebut panel surya.

Jadi, panel surya adalah kumpulan sel surya yang ditata sedemikian rupa agar efektif dalam menyerap sinar matahari. Dikutip dari BUTTMKP, sel surya ini terdiri dari beberapa komponen photovoltaic atau komponen yang dapat mengubah cahaya (photo) menjadi listrik (voltaic). Umumnya sel surya terdiri dari lapisan silikon yang bersifat semikonduktor, metal, lapisan anti reflektif, dan strip konduktor metal.

Lapisan-lapisan inilah yang berjasa menghasilkan listrik agar bisa kamu nikmati di rumah. Banyaknya sel surya yang disusun untuk menjadi panel surya akan berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Semakin banyak sel surya yang digunakan, maka semakin banyak pula energi matahari yang dikonversi menjadi energi listrik.

  1. Jumlah sel surya untuk penggunaan industri tentu berbeda dari sel surya untuk rumah.
  2. Sel surya berbasis silikon adalah jenis yang paling sering yang dijumpai dalam penggunaan masal.
  3. Pekerja melakukan pengecekan panel surya di atas gedung di kawasan Jakarta, Senin (31/8/2020).
  4. Pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden terkait energi baru terbarukan dan konservasi energi agar target 23 persen bauran energi di Indonesia bisa tercapai pada 2045.

(Liputan6.com/Angga Yuniar) Sederhananya, panel surya merupakan alat yang terdiri dari sel surya yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya sering kali disebut sel fotovoltaik atau photovoltaic yang dapat diartikan sebagai “cahaya-listrik”.

  • Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.
  • Dari penjelasan sebelumnya tentang sel surya, dapat disimpulkan bahwa cara kerja panel surya berarti membahas proses yang terjadi di dalam sel surya.

Cara kerja panel surya sederhananya adalah ketika sel surya menyerap cahaya, maka terdapat pergerakan antara elektron di sisi positif dan negatif. Adanya pergerakan ini menciptakan arus listrik sehingga dapat digunakan sebagai energi alat-alat elektronik.

  1. Lebih detailnya, cara kerja panel surya ini dimulai dari energi matahari membawa foton yang bisa dipecah menjadi ion positif dan ion negatif.
  2. Ion negatif ini akan bergerak menuju lapisan negatif yang ada di sel surya, dan begitu pula sebaliknya dengan ion positif.
  3. Ion negatif akan bergerak menuju ion positif melewati beberapa lapisan.
You might be interested:  Bahan Bakar Yang Digunakan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Adalah?

Pergerakan inilah yang menciptakan arus listrik. Semakin banyak sel surya yang terpasang, semakin besar pula voltase maupun arus yang dihasilkan. Oleh karena itu pemasangan panel surya juga disusun berdasarkan kebutuhan listrik khususnya dalam rumah tangga.

Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan energi listrik?

Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik / energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A) dan tegangan listrik dengan satuan Volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan,

Jelaskan apa yang kamu ketahui bahwa matahari adalah sebagai sumber energy?

Energi matahari merupakan energi yang dihasilkan dari pancaran panas sinar matahari. Sebagai salah satu sumber energi yang paling besar di muka bumi, sinar panas matahari mampu menunjang keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup.

Apa yang kamu ketahui tentang energi surya?

Energi surya adalah energi yang berupa sinar dan panas dari matahari, Energi ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan serangkaian teknologi seperti pemanas surya, fotovoltaik surya, listrik panas surya, arsitektur surya, dan fotosintesis buatan,

Teknologi energi surya secara umum dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni teknologi pemanfaatan pasif dan teknologi pemanfaatan aktif. Pengelompokan ini tergantung pada proses penyerapan, pengubahan, dan penyaluran energi surya. Contoh pemanfaatan energi surya secara aktif adalah penggunaan panel fotovoltaik dan panel penyerap panas.

Contoh pemanfaatan energi surya secara pasif meliputi mengarahkan bangunan ke arah matahari, memilih bangunan dengan massa termal atau kemampuan dispersi cahaya yang baik, dan merancang ruangan dengan sirkulasi udara alami. Pada tahun 2011, Badan Energi Internasional menyatakan bahwa “perkembangan teknologi energi surya yang terjangkau, tidak habis, dan bersih akan memberikan keuntungan jangka panjang yang besar.

Perkembangan ini akan meningkatkan keamanan energi negara-negara melalui pemanfaatan sumber energi yang sudah ada, tidak habis, dan tidak tergantung pada impor, meningkatkan kesinambungan, mengurangi polusi, mengurangi biaya mitigasi perubahan iklim, dan menjaga harga bahan bakar fosil tetap rendah dari sebelumnya.

Keuntungan-keuntungan ini berlaku global. Oleh sebab itu, biaya insentif tambahan untuk pengembangan awal selayaknya dianggap sebagai investasi untuk pembelajaran; inventasi ini harus digunakan secara bijak dan perlu dibagi bersama.”

Bagaimana cara menggunakan energi surya sebagai pembangkit tenaga listrik brainly?

jelaskan cara kerja PLTS ​ Jawaban: Cara kerja pembangkit listrik tenaga surya adalah dengan mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Pembahasan: Sel surya atau panel surya bekerja merubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Sel surya ini beroperasi dengan memanfaatkan fenomena efek fotovoltaik. Penjelasan: maaf kalo salah Cara kerja pembangkit listrik tenaga surya adalah dengan mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Pembahasan: Sel surya atau panel surya bekerja merubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Sel surya ini beroperasi dengan memanfaatkan fenomena efek fotovoltaik Cara kerja pembangkit listrik tenaga surya adalah dengan mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik.

Bagaimana cara kerja PLTP secara singkat?

Beranda Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Kondisi bentang alam Indonesia yang dilewati oleh cincin api pasifik atau yang dikenal sebagai ring of fire, yaitu wilayah yang banyak terdapat gunung berapi merupakan potensi besar untuk pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Panas Bumi Sarulla di Tapanuli Utara Secara sederhana, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) adalah tenaga listrik yang dihasilkan dari gerak turbina yang digerakkan oleh panas bumi. Cara pemanfaatannya adalah dengan membuat sumur yang kedalamannya mencapai titik panas bumi, lalu panas tersebut dialirkan ke lokasi turbin untuk menggerakkan turbin.

  • Potensi tenaga panas bumi yang besar di Indonesia menjadikan pembangunan PLTP sebagai salah satu prioritas nasional bidang energi.
  • Salah satu wilayah yang dijadikan lokasi PLTP adalah Sarulla yang berada di kawasan Gunung Toba.
  • Wilayah ini memiliki potensi panas bumi yang cukup besar.
  • Menurut cataran sejarah, Gunung Toba dahulu merupakan gunung berapi aktif yang meletus sekitar 7000 tahun lalu.

Gunung Toba diprediksi masih merupakan gunung berapi tetapi panasnya tidak terakumulasi di dalam perut bumi tetapi mengalir keluar dalam bentuk air panas. Air panas inilah yang digunakan sebagai penggerak turbin untuk menghasilkan listrik. PLTP Sarulla merupakan salah satu pembangkit listrik terbesar di dunia.

PLTP ini dibagi menjadi tiga unit yang dikembangkan di dua lokasi, yaitu di Silangkitang dengan kapasitas 1X110 Mega Watt (MW); dan 2 uni di Namora -I-Langit (NIL) dengan kapaistas 2X110 MW. Jadi, kapasitas PLTP ini mencapai 2X110 MW yang menjadikannya salat satu PLTP terbesar di dunia. Aktivitas PLTP tidak menggunakan bahan fossil fuel atau batu bara dan sehingga tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu dapat dijadikan sumber tenaga alternatif untuk mengurangi emis gas rumah kaca nasional. Sehingga Pemerintah gencar mengeksplorasi wilayah-wilayah dengan potensi panas bumi yang besar dan membangun PLTP di wilayah tersebut. Tetapi, sekalipun demikian, sampai saat ini Pemerintah masih megembangkan penelitian untuk memastikan keamanan produksi energi dari PLTP dan terus mengkaji potensi kerugian bagi lingkungan khususnya pemanasan global untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk di depan pada saat Indonesia berali ke PLTP untuk menghasilkan energi.

Bagaimana cara kerja panel surya kelas 6?

Cara kerja panel surya yang memanfaatkan energi surya atau energi matahari. GridKids.id – Kids, apakah kamu tahu bagaimana cara kerja panel surya ? Di dalam artikel ini, GridKids akan membahas lengkap mengenai bagaimana cara kerja panel surya yang perlu diketahui.

  • Nah, mempelajari bagaimana cara kerja panel surya, mari kita ulas dulu definisi dari panel surya.
  • Apa yang dimaksud dengan panel surya? Apakah kamu sudah tahu sebelumnya? Definisi Panel Surya: Panel surya adalah suatu perangkat dari kumpulan sel surya yang berfungsi untuk menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Panel surya dapat dijadikan sebagai energi alternatif pembangkit listrik mandiri. Penggunaan dari keberadaan panel surya ini juga jauh lebih hemat energi dan menjanjikan untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Cahaya Matahari Menjadi Sumber Energi Utama Panel surya merupakan alat energi alternatif untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Pixabay Panel surya dapat dijadikan sebagai energi alternatif pembangkit listrik mandiri. Bagaimana Cara Kerja Panel Surya? Cara kerja panel surya sederhananya adalah dengan menyerap cahaya matahari dan menampung energi yang dihasilkan ke dalam sebuah baterai.

  • Energi yang sudah tertampung bisa digunakan kapan pun selama masih ada tampungan energi dalam baterai.
  • Dikutip dari Kompas.com melalui laman Live Science, panel surya bekerja dengan memungkinkan partikel cahaya untuk menjatuhkan elektron bebas dari atom.
  • Hal inilah yang menghasilkan aliran listrik, Kids.

Panel surya sebenarnya terdiri atas banyak unit yang lebih kecil yang disebut dengan sel fotovoltaik. Ini artinya panel surya mengubah sinar matahari menjadi listrik. Pemanfaatan energi surya di Indonesia: Baca Juga: Macam-Macam Sumber Energi Alternatif Bagi Kehidupan Manusia, Air Hingga Matahari Energi dari panel surya sering dijadikan sebagai energi alternatif untuk mengatasi kenaikan harga listrik konvensional.

  1. Energi utamanya berasal dari energi matahari yang bisa didapatkan secara gratis.
  2. Secara letak geografis, Indonesia berada di garis khatulistiwa, sehingga Indonesia sangat kaya akan sumber energi surya di seluruh wilayah Indonesia.
  3. Nah, itu dia pembahasan lengkap mengenai bagaimana cara kerja panel surya yang memanfaatkan energi surya atau energi matahari.

Yuk, segera manfaatkan energi surya dalam kehidupan sehari-hari! – Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Apa alat yang digunakan untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik?

TENAGA LISTRIK DARI SINAR MATAHARI Energi listrik merupakan energi yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Terutama alat – alat eletronik. Energi listrik merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (energi listrik PLN). Energi listrik sekarang ini sudah semakin menipis, untuk itu harus menggunakan energi listrik tersebut secara hemat dan efisien.

Di dunia, terutama di Indonesia pemerintah telah menyarankan agar masyarakat dapat menghemat listrik. Misalnya saja pada siang hari tidak perlu menyalakan lampu, mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi, mengurangi pemakaian listrik dari pukul 17:00 hingga 22:00. Sebagaimana yang telah diketahui kekurangan (atau peningkatan harga) dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi.

Krisis ini biasanya menunjuk kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya. Krisis ini memiliki akibat pada ekonomi, dengan banyak resesi disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Terutama, kenaikan biaya produksi listrik, yang menyebabkan naiknya biaya produksi.

  1. Bagi para konsumen, harga BBM untuk mobil dan kendaraan lainnya meningkat, menyebabkan pengurangan keyakinan dan pengeluaran konsumen.
  2. Sekarang ini, telah banyak para ahli menemukan berbagai alat pembangkit tenaga listrik.
  3. Yang bekerja dengan mengubah suatu energi menjadi energi listrik.
  4. Dengan keadaan geografis di Indonesia yang setiap tahun dapat sinar matahari, salah satu alat yang optimal di Indonesia adalah “Panel Surya”.

Panel surya bekerja mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Panel Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya, aki dan baterai yang mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya menghasilkan arus listrik searah atau DC. Untuk menggunakan berbagai alat rumah tangga yang berarus bolak-balik atau AC dibutuhkan converter (alat pengubah arus DC ke AC).

  • Jika panel surya dikembangkan di Indonesia yang memiliki keuntungan mendapat sinar matahari sepanjang tahun, dan di pelosok-pelosok yang sulit dijangkau oleh PLN sangatlah cocok.
  • Panel surya juga merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan.
  • Jika dapat dikembangkan ke rumah-rumah penduduk, dapat menghemat energi listrik terutama di Indonesia.

Misalnya, jika 1 unit sel surya untuk keperluan listrik di siang hari dan 1 unit lagi untuk menyimpan energi listrik pada malam harinya, tentu saja dapat menghemat energi listrik lumayan besar. Tetapi panel surya terkendala karena harga panel surya yang mahal.

  • Listrik dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai metode.
  • Efek fotovoltaik adalah metode yang paling populer digunakan untuk menghasilkan listrik.
  • Efek fotovoltaik adalah fenomena mengubah energi matahari menjadi arus listrik.
  • Para ilmuwan mengembangkan panel surya berdasarkan prinsip konversi energi cahaya menjadi energi listrik melaui Perlu kita ketahui, bahwa pengertian panel surya adalah suatu alat yang terdiri dari sel surya yang dapat digunakan untuk mengubah cahaya menjadi listrik.

Sel surya ini perlu dilindungi dari kelembaban dan kerusakan yang bisa saja terjadi. Hal ini dilakukan agar tidak merusak efisiensi panel surya secara signifikan dan agar tidak menurunkan masa pakainya. Biasanya panel surya ini memiliki umur sekitar 20 tahun.

Biasanya, dalam jangka waktu tersebut pemakaian panel surya tidak akan mengalami penurunan efisiensi yang signifikan. Sekarang ini, meskipun sudah menggunakan kemajuan teknologi yang maju, sebagian besar panel surya komersial hanya mampu mencapai efisiensi sekitar 15%. Panel surya komersial sangat jarang yang bisa melampaui efisiensi 20%.

Apakah kita perlu menggunakan panel surya? Mengapa? Jawabannya sangat sederhana. Panel surya tidak memancarkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya seperti dalam pembakaran bahan bakar fosil. Jadi pemakaian panel surya tidak memberikan kontribusi terhadap dampak perubahan iklim.

  • Dengan menggunakan panel surya, kita bisa mendapatkan energi bersih dari sumber energi yang paling berlimpah di planet bumi, yaitu matahari.
  • Lantas, mengapa masih sedikit orang yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik melalui panel surya ini? Karena masih banyak orang yang belum mengetahui keunggulan dan kelemahan panel surya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tahu? Maka dari itu, berikut ini akan diulas keunggulan dan kelemahan dari artikel pengertian panel surya, antara lain : : TENAGA LISTRIK DARI SINAR MATAHARI