Mengapa Perlu Adanya Pemeriksaan Pada Baterai?

Mengapa Perlu Adanya Pemeriksaan Pada Baterai
Melakukan pemeriksaan tegangan baterai juga sangat penting dilakukan untuk melihat kualitas dan kondisi tegangan baterai tersebut. Pemeriksaan dilakukan saat baterai dalam kondisi dingin (sekitar 20° Celsius). ‘Baterai dinyatakan dalam kondisi baik apabila tegangan nya berada diatas 12.4 volt,’ kata Ade.

Kenapa harus melakukan pemeriksaan baterai secara berkala?

Cara Pemeriksaan Baterai (Accu) Baterai atau accu pada kendaraan merupakan sumber listrik pada rangkaian kelistrikan di kendaraan. Saat mesin akan dihidupkan maka baterailah yang mensuplai arus ke motor stater, dan setelah mesin sudah hidup maka altenator akan mengisi kembali arus pada baterai.

  • Sehingga tanpa adanya baterai maka kendaraan khususnya mobil tidak akan dapat menyala karena untuk menghidupkan kendaraan ini menggunakan elektrik starter.
  • Penggunaan baterai secara terus-menerus akan mengakibatkan penurunan kemampuan baterai sehingga pada baterai perlu dilakukan pemeriksaan.
  • Pemeriksaan baterai berguna untuk mengetahui kondisi baterai apakah masih baik atau sudah buruk, adapaun pemeriksaan pada baterai dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan secara visual dan pemeriksaan baterai dengan alat ukur.
  • Pemeriksaan baterai secara visual
  • 1. Pemeriksaan kondisi dari kotak baterai

Pemeriksaan secara visual yang pertama adalah pemeriksaan kondisi dari kotak baterai. Kotak baterai merupakan bagian paling luar baterai dan dapat langsung dilihat kondisinya secara langsung. Kotak baterai yang masih normal bentuknya masih rata dan lurus, tidak menggelembung, tidak ada keretakan pada kotak baterai dan tidak terjadi kebocoran pada kotak baterai.

Sehingga bila ditemui baterai kondisi kotak baterai yang tidak normal misalnya ada yang retak atau bocor atau tidak rata atau menggelembung maka lakukan penggantian baterai.2. Pemeriksaan terminal baterai Pemeriksaan secara visual yang kedua adalah melakukan pemeriksaan terminal baterai terhadap kerusakan atau kotoran.

Baterai yang sering digunakan maka lama-kelamaan juga akan berdampak pada terminal baterai yaitu terminal baterai menjadi kotor. Terminal baterai dapat menjadi kotor karena debu yang menembel pada terminal atau karena terjadinya reaksi kimia yang memungkinkan pada terminal terjadi proses oksidasi.

  1. Jika terminal mengalami oksidasi (muncul bintik-bintik putih) dapat dibersihkan menggunakan air panas yang disiramkan ke terminal-terminal baterai tersebut kemudian lap sampai bersih.
  2. Selain itu periksa kondisi terminal dari kerusakan (ada bagian yang patah atau tidak), karena jika terminal rusak nanti akan membuat klem pada terminal tidak kencang.
  3. 3. Pemeriksaan jumlah elektrolit

Pemeriksaan secara visual yang ketiga adalah pemeriksaan jumlah elektrolit di dalam baterai (hanya berlaku untuk baterai basah). Tinggi elektrolit dalam baterai dapat diketahui dengan melihat tinggi permukaan elektrolit dengan batas atas atau batas bawah pada kotak baterai.

Jumlah elektrolit pada baterai harus sesuai isinya, jangan sampai berlebih dan jangan sampai kurang. Cara untuk mengetahui jumlah elektrolit itu tepat adalah tinggi permukaan elektrolit harus berada diantara tanda lower level dan upper level (batas bawah dan batas atas). Jika tinggi permukaan elektrolit berada di atas tanda upper maka jumlah elektrolit terlalu banyak sehingga harus dikurangi, namun bila tinggi elektrolit dibawah tanda lower maka jumlah elektrolit di dalam baterai kurang.

Jika kurang maka perlu ditambahan, penambahan ini menggunakan air suling.4. Pemeriksaan tutup baterai dan saluran ventilasi Pemeriksaan secara visual keempat adalah memeriksa tutup baterai dan saluran ventilasi pada tutup baterai. Pada tutup baterai terdapat lubang ventilasi yang berfungsi untuk mengeluarkan gas hasil reaksi kimia saat proses pengisian dan proses pengosongan.

  • Selain itu pengecekkan kekencangan pemasangan tutup baterai juga harus diperiksa, jangan sampai tutup baterai kendor yang nantinya dapat menyebabkan elektrolit tumpah.
  • Pemeriksaan baterai menggunakan alat ukur
  • 1. Pemeriksaan tegangan pada baterai
You might be interested:  Pernyataan Berikut Yang Tepat Terkait Tata Surya Adalah?

Pemeriksaan dengan menggunakan alat ukur yang pertama adalah pemeriksaan tegangan baterai. Tegangan baterai dapat diperiksa menggunakan alat volt meter atau bisa menggunakan multimeter/ multitestes pada skala volt. Pemeriksaan tegangan menggunakan multimeter dilakukan dengan cara :

  1. Set 0 multimeter, pastikan jarum pada posisi “0”.
  2. Putar selektor pada skala DC Volt, arahkan pada angka tegangan diatas dari tegangan baterai (diatas 12 V).
  3. Pasangkan probe merah ke terminal positif baterai dan probe hitam ke terminal negatif baterai.
  4. Baca ukuran baterai.

Tegangan baterai yang baik yaitu menunjukkan angka 12 volt atau diatasnya. Bila tegangan baterai kurang maka ada kemungkinan baterai butuh di charger atau baterai sudah rusak. Pemeriksaan dengan menggunakan alat ukur kedua yaitu pemeriksaan berat jenis baterai (pada baterai basah).

Pemeriksaan berat jenis dapat menggunakan hydrometer. Cairan elektrolit akan bereaksi secara kimia saat terjadinya pengosongan atau pengisian listrik. Nilai berat jenis elektrolit baterai diperiksa pada tiap-tiap selnya. Jika baterai baik (kondisi terisi) maka akan menunjukkan berat jenis sekitar 1,25 sampai 1,27.

: Cara Pemeriksaan Baterai (Accu)

Apa tujuan dari pemeriksaan baterai dengan cara visual?

Cara Pemeriksaan dan Perawatan Baterai (Accu) Kendaraan Pengertian baterai – Baterai (accu) atau sering kita sebut dengan aki pada kendaraan merupakan sumber listrik pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Baterai berguna misalnya saat mesin akan dihidupkan maka baterai akan mensuplai arus ke motor stater untuk proses starting, dan setelah mesin sudah hidup fungsi dari altenator akan mengisi kembali arus pada baterai.

  • Adapun pemeriksaaan dan perawatan baterai yang harus dilakukan antara lain:
  • PEMERIKSAAN VISUAL
  • Pemeriksaan visual pada baterai meliputi :

1. Pemeriksaan Terminal Baterai Pemeriksaan visual pada terminal baterai adalah untuk memeriksa apakah terminal baterai rusak atau kotor. Seiring berjalannya waktu, aki yang sering digunakan juga akan mempengaruhi terminal aki, yaitu terminal aki menjadi kotor.

Terminal aki dapat menjadi kotor karena debu yang menempel pada terminal atau karena reaksi kimia yang akan menyebabkan proses oksidasi pada terminal. Jika terminal baterai kotor, bersihkan terminalnya, karena terminal yang kotor meningkatkan tahanan terhadap aliran arus. Jika terminal teroksidasi (muncul bintik putih), dapat dibersihkan dengan air panas yang dituangkan ke terminal baterai, lalu bersihkan dengan kain atau dapat dengan mengosok dengan amplas halus dan sikat kawat.

Selain itu juga perlu dicek kondisi terminal apakah ada kerusakan (apakah ada bagian yang rusak patah), karena jika terminal rusak maka penjepit pada terminal akan lemah.2. Pemeriksaan Kondisi Fisik Baterai Pemeriksaan visual kondisi fisik baterai adalah memeriksa kondisi kotak baterai dari kemungkinan kerusakan.

You might be interested:  Energi Listrik Yang Dihasilkan Dari Batu Baterai Berasal Dari?

Otak baterai merupakan bagian terluar dari baterai dan dapat langsung mengecek kondisi secara langsung. Kotak baterai normal lurus dan tidak akan menggembung, tidak ada retakan di kotak baterai, dan tidak ada kebocoran di kotak baterai. Oleh karena itu, jika menemukan baterai dengan keadaan kotak baterai yang tidak normal, misalnya ada yang retak atau bocor, tidak rata atau bergelembung, silakan ganti baterai.

dengan yang baru 3. Pemeriksaan Volume Air Elektrolit Pemeriksaan visual volume air elektrolit adalah untuk memeriksa jumlah elektrolit dalam baterai (hanya berlaku untuk aki basah) dalam keadaan baik atau tidak. Level elektrolit pada baterai dapat ditentukan dengan melihat level elektrolit upper atau lower pada samping kotak baterai.

Jumlah elektrolit dalam baterai harus sesuai dengan isinya, tidak berlebihan dan kurang. Cara mengetahui jumlah elektrolit yang benar adalah volume elektrolit harus berada di antara tanda level lower dan upper. Jika kadar elektrolit lebih tinggi dari batas atas (upper) yang berarti jumlah elektrolit terlalu banyak sehingga oleh karena itu harus dikurangi, tetapi jika kadar elektrolit lebih rendah dari batas bawah (lower) yang berarti jumlah elektrolit dalam baterai tidak mencukupi.

Jika kurang dari jumlah ini, perlu ditambahkan, dan air suling digunakan untuk penambahan ini.4. Pemeriksaan Tutup Baterai dan Saluran Ventilasi Pemeriksaan visual pada tutup baterai adalah untuk memeriksa penutup baterai dan saluran ventilasi pada penutup baterai dalam keadaan sesuai dan tidak rusak.

  1. Selain itu, juga harus memeriksa kekencangan pemasangan penutup aki, jangan sampai penutup aki kendor dan menyebabkan elektrolit tumpah.
  2. PEMERIKSAAN DENGAN ALAT UKUR
  3. Dalam pengecekan dengan alat terdapat beberapa langkah untuk pemeriksaan dan perawawatan, antara lain adalah :
  4. 1. Pemeriksaan Tegangan Baterai
  5. Pemeriksaan dengan alat ukur pertama adalah pemeriksaan tegangan aki menggunakan voltmeter untuk mengecek tegangan aki, atau bisa juga menggunakan multimeter / multitester pada skala volt (V).
  6. Untuk cara menggunakan multimeter untuk mengecek tegangan baterai 12 volt adalah sebagai berikut:
  • Setel multimeter ke 0 dan pastikan jarum berada di posisi “0”.
  • Putar selektor ke skala DC Volt untuk menunjuk ke angka voltase yang lebih tinggi dari voltase baterai (di atas 12 V), dalam hal ini menggunakan skala 50.
  • Hubungkan probe merah ke terminal positif baterai dan probe hitam ke terminal negatif baterai.
  • Baca hasil pembacaan tegangan baterai.
You might be interested:  How Many Batteries Do I Need For My Solar System?

Tegangan baterai yang baik harus 12 volt atau lebih tinggi. Jika voltase baterai rendah, mungkin memerlukan pengisian daya atau baterai bisa rusak.2. Pemeriksaan Berat Jenis Elektrolit Baterai Pemeriksaan berat jenis elektrolit menggunakan alat ukur untuk memeriksa berat jenis baterai (pada baterai basah).

  • Pemeriiksaan berat jenis elektrolit menggunakan hidrometer.
  • Saat pemakaian atau pengisian, elektrolit akan mengalami reaksi kimia.
  • Periksa nilai densitas elektrolit baterai dari masing-masing sel baterai.
  • Jika baterai bagus (keadaan terisi), itu akan menunjukkan berat jenis sekitar 1,25 hingga 1,27 masing-masing sel.

Selain tulisan, pada hidrometer terdapat juga indikator warna. Berikut ini penjelasan dari warna tersebut:

  • Warna hijau menunjukan berat jenis bagus
  • Warna kuning menunjukan berat jenis kurang bagus
  • Warna merah menunjukan berat jenis sangat kurang.

Untuk berat jenis terhadap kapasitas baterai adalah sebagai berikut:

  • Berat jenis elektrolit 1,26 -1,28 Kapasitas baterai 100%
  • Berat jenis elektrolit 1,230 Kapasitas baterai75%
  • Berat jenis elektrolit 1,190 Kapasitas baterai 50%
  • Berat jenis elektrolit 1,145 Kapasitas baterai25 %
  • Berat jenis elektrolit 1,000 Kapasitas baterai 0 %

Kemudian lakukan charger atau setrom pada baterai selama beberapa jam dan lakuakn tes berat jenis kapasitas dan voltase / tegangannya, bial tidak ada perubahanya berarti sel sel baterai sudah mulai rusak dan segera dilakukan pengantian. Demikian pembahasan kali ini mengenai pemeriksaan dan perawatan pada baterai kendaraan.

Bagaimana cara kita mengetahui kondisi baterai kendaraan kita secara akurat?

2. Cara mengecek aki mobil dengan Power Probe – Selanjutnya untuk mencari cara cek aki mobil tekor, kalian juga bisa menggunakan alat lain. Salah satu alat yang bisa digunakan sebagai cara cek aki mobil tekor adalah Power Probe. Bagaimana kah alat ini bisa jadi alternatif lain cara cek aki mobil tekor? Berikut langkahnya

Buka penutup terminal positif aki. Sambungkan kabel penyidik positif Power Probe ke terminal positif pada aki. Kabel penyidik positif pada voltmeter biasanya berwarna merah. Sambungkan kabel penyidik negatif Power Probe ke terminal negatif aki. Tempelkan ujung alat pengukur ke terminal positif aki. Amati alat pengukur untuk hasil pengukuran voltase. Amati hasil pengukuran Power Probe. Apabila aki kalian berada dalam kondisi baik, voltasenya seharusnya berada di antara 12,4 dan 12,7 volt.