Menurut Tenaga Yang Diendapkannya Batuan Sedimen Glasial Diendapkan Oleh?

Menurut Tenaga Yang Diendapkannya Batuan Sedimen Glasial Diendapkan Oleh
Proses erosi selalu membawa material-material yang kemudian diendapkan. Material-material yang diendapkan tersebut membentuk batuan yang kemudian disebut sebagai batuan sedimen. Berdasarkan tenaga yang mengendapkannya, batuan sedimen dibagi menjadi 3 jenis yaitu: Batuan sedimen glasial; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga gletser atau es Batuan sedimen aeolin; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin Batuan sedimen aquatis; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga air Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Batuan sedimen glasial; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga gletser atau es Batuan sedimen aeolin; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin Batuan sedimen aquatis; batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga air

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Batuan sedimen yang diendapkan oleh tenaga air disebut batuan sedimen apa?

Batuan Sedimen ( Sediment ary Rocks) Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi. Klasifikasi batuan sedimen

Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi batuan sedimen dapat digolongkan atas 3 bagain :

Sedimen Aquatis, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga air. Contohnya : batu pasir, batu konglomerat, batu breksi

Konglomerat breksi

sumber : www.google.co.id Sedimen Aeolis atau Aeris, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin. Contohnya : tanah loss, sand dunes, tanah tuff, gurun pasir Sand dunes sumber : www.google.co.id Sedimen Glassial, yaitu sedimen yang diendapkan oleh gletser. Contohnya : moraine, drumlin

sumber : www.google.co.id Penggolongan batuan sedimen yang didasarkan pada cara pengendapannya, dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu :

Sedimen Klastis Sedimen klastik adalah adalah akumulasi partikel-partikel yang berasal dari pecahan batuan dan sisa-sisa kerangka organisme yang telah mati. Batu pasir sumber : www.google.co.id Sedimen Kimiawi Batuan sedimen kimiawi yaitu yang terangkut dalam bentuk larutan kemudian diendapkan secara kimia di tempat lain. Contoh : limestone, chalk, travertine, mergel, dolomite.

sumber : www.google.co.id Sedimen Organik/organogen Batuan sedimen organik /orgasen, yaitu batuan sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh organisme. Contoh batubara, endapan diatomae, batu karang. Batubara sumber : www.google.co.id

Manfaat batuan sedimen :

Konglomerat, sebagai bahan bangunan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon ( reservoir rocks ) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon ( source rock ). Breksi, sebagai hiasan misalnya diukir hingga halus membentuk vas bunga, meja kecil atau asbak, dan untuk bahan campuran bangunan. Kapur (Gamping), sebagai bahan campuran bangunan, industri karet & ban (dengan cara dilelehkan), kertas, baja, gelas, industri semen. Pasir, batu pasir mempunyai banyak kegunaan dalam industri konstruksi, dapat digunakan sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca. Serpih, sebagai bahan perabotan rumah (cobek, dll.) Gipsum, sebagai bahan perekat, penyaring, pupuk tanah, penambah kekerasan bahan bangunan, bahan kapur tulis. Batu bara, dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Sebutkan batuan sedimen sesuai dengan tempat dimana diendapkan?

Terdapat lima jenis batuan sedimen menurut tempat pengendapannya, yaitu batuan sedimen glasial, batuan sedimen fluvial, batuan sedimen limnis, batuan sedimen marine dan batuan sedimen teristris, Berikut penjelasannya. Batuan Sedimen Glasialadalahpengendapan pada batuan pada daerah-daerah yang terdapat es atau Gletser.

  • Batuan Sedimen Fluvialadalahpengendapan batuan didaerah sungai.
  • Batuan Sedimen Limnisadalahbatuan sedimen yang diendapkan di danau.
  • Batuan Sedimen Marineadalahbatuan sedimen yang diendapkan dilaut.
  • Batuan Sedimen Teristrisadalahbatuan sedimen yang diendapkan didarat.
  • Terdapat lima jenis batuan sedimen menurut tempat pengendapannya, yaitu batuan sedimen glasial, batuan sedimen fluvial, batuan sedimen limnis, batuan sedimen marine dan batuan sedimen teristris,
You might be interested:  How To Make A Solar Pool Cover Reel?

Berikut penjelasannya.

Batuan Sedimen Glasial adalah pengendapan pada batuan pada daerah-daerah yang terdapat es atau Gletser. Batuan Sedimen Fluvial adalah pengendapan batuan didaerah sungai. Batuan Sedimen Limnis adalah batuan sedimen yang diendapkan di danau. Batuan Sedimen Marine adalah batuan sedimen yang diendapkan dilaut. Batuan Sedimen Teristris adalah batuan sedimen yang diendapkan didarat.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan batuan sedimen glasial?

Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya berlangsung di daerah es atau salju. Misalnya batu morena.

Apa yang dimaksud dengan batuan sedimen kimiawi?

Batuan sedimen kimia – Batuan sedimen kimia terbentuk ketika konstituen mineral dalam larutan menjadi jenuh dan terpresipitasi secara anorganik, Batuan sedimen kimia yang umum meliputi batugamping oolitik dan batuan-batuan yang terdiri dari mineral evaporit, seperti halit (batuan garam), silvit, barit dan gypsum,

Sedimentasi yang mana proses pengendapan?

Definisi Sedimentasi – Squad, apakah kamu sudah tau definisi sedimentasi? Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi di tempat tertentu. Bahan yang terendap tersebut dapat disebabkan oleh banyak kondisi, misalnya material yang terbawa angin, terbawa aliran air, atau terbawa gletser.

Apa yang dimaksud dengan batuan sedimen dan sebutkan contohnya?

Jenis-jenis batuan sedimen berdasarkan proses pembentukannya terdiri dari 4jenis, diantaranyasebagai berikut. Batuan sedimen klastik, merupakan batuan sedimen yang bahannya berasal dari pecahan-pecahan batuan yang pernahada sebelumnya. Proses pembentukannya ini berdasarkan pada pengendapan yang terbentuk di lingkungan darat dan air.

  • Contoh batuan sedimen klastik adalah batu konglomerat dan batu breksi.
  • Batuan sedimen kimiawi, terbentuk karena pengendapan melalui proses kimia pada mineral-mineral tertentu, misalnya pada batu kapur yang larut oleh air kemudian mengendap dan membentuk stalaktit dan stalagmit di gua kapur.
  • Contoh batuan sedimen kimiawi adalah batu garam,

Batuan sedimen organik, merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan sisa-sisa tubuh makhluk hidup dan mineral-mineral yang dihasilkannya. Contoh batuan sedimen organik adalah batu karang, Batuan sedimen vulkanik, merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari hasil letusan gunung berapi.

Batuan sedimen klastik, merupakan batuan sedimen yang bahannya berasal dari pecahan-pecahan batuan yang pernah ada sebelumnya. Proses pembentukannya ini berdasarkan pada pengendapan yang terbentuk di lingkungan darat dan air. Contoh batuan sedimen klastik adalah batu konglomerat dan batu breksi. Batuan sedimen kimiawi, terbentuk karena pengendapan melalui proses kimia pada mineral-mineral tertentu, misalnya pada batu kapur yang larut oleh air kemudian mengendap dan membentuk stalaktit dan stalagmit di gua kapur. Contoh batuan sedimen kimiawi adalah batu garam, Batuan sedimen organik, merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan sisa-sisa tubuh makhluk hidup dan mineral-mineral yang dihasilkannya. Contoh batuan sedimen organik adalah batu karang, Batuan sedimen vulkanik, merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari hasil letusan gunung berapi. Contoh batuan sedimen vulkanik adalah batu pasir,

Bagaimana proses sedimentasi dapat terjadi?

3. Sedimentasi yaitu proses pengendapan flok partikel dan pemisahan kotoran/warna, sehingga air terolah akan jernih (supernatan) dan endapan yang terjadi dibuang atau digunakan ulang (concentrate). Hal ini dilakukan secara gravitasi.

Bagaimana proses pembentukan batuan sedimen kimiawi?

Macam Proses Pembentukan – Seperti yang sudah disinggung pada pembahasan diatas bahwa batuan sedimen kimiawi terbentuk karena proses pengendapan yang berasal dari pelapukan batuan yang disebabkan oleh unsur kimia tertentu yaitu air dan udara. Proses sedimentasi secara kimiawi ini terjadi pada saat pori-pori yang berisi fluida menembus pada pori-pori batuan.

  • Dissolution – Dissolution atau pelarutan adalah proses pelarutan mineral pada batuan sedimen yang kemudian membentuk porositas sekunder.
  • Cementation – Cementation atau sementasi merupakan proses pengendapan mineral yang merupakan semen dari batuan sedimen, semen tersebut nantinya akan diendapkan pada saat proses primer ataupun proses sekunder.
  • Authigenesis – Authigenesis adalah proses munculnya mineral baru yang tumbuh pada pori-pori batuan.
  • Recrystallization – Recrystallization adalah proses perubahan struktur kristal, akan tetapi komposisi mineralnya tetap sama. Adapun mineral yang biasanya terkristalisasi adalah kalsit.
  • Replacement – Replacement adalah proses melarutnya suatu mineral yang kemudian memiliki mineral lain yang terbentuk dan menggantikan mineral yang terlaut tadi.
  • Kompaksi – Kompaksi adalah proses mengkompakkan butiran-butiran batuan sedimen ke pori-pori batuan.
  • Bioturbation – Bioturbation atau bioturbasi adalah proses sedimentasi batuan sedimen menjadi batuan sedimen kimiawi yang disebabkan oleh makhluk hidup.
You might be interested:  What Size Charge Controller For 200W Solar Panel?

Artikel terkati : Pelapukan Mekanik Proses sedimentasi batuan menjadi batuan sedimen kimiawi ada yang disebut dengan diagenesis. Diagenesis adalah proses perubahan batuan sedimen menjadi batuan sedimen yang berbeda setelah melalui proses litifikasi pada suhu dan tekanan yang kurang dari yang dibutuhkan pada saat pembentukan batuan metamorf,

Adapun tahapan diagenesis adalah: 1. Eoldiagensis – Eoldiagenesis adalah tahap awal pengendapan sedimen, dimana akan terjadi pembebanan yang akan menyebabkan terjadinya kompaksi pada setiap lapisan sedimen. Pada tahap ini proses kompaksi sangat mendomasi.2. Mesodiagenesis = Earlydiagenesis merupakan proses pengankatan air dan mineral batuan.3.

Laterydiagenesis – Laterydiagenesis merupakan proses tahapan dari proses mesodiagenesis yang telah melewati hatap eoldiagenesis. Pada tahap ini kompaksi yang kuat akan berkolaborai dengan proses burial yang akan menyebabkan suhu dan tekanan menjadi naik sehingga memicu terjadinya dissolution, dissolution ini sangat mendominasi pada proses ini.

Sampai pada proses ini dapat dikategorikan sebagai proses earlydiagenesis. Jika telah terjadi proses pelarutan dan masih terjadi proses burial maka akan terjadi sementasi di sekitar butiran sedimen yang kemudian hal ini disebut sebagai proses laterydiagenesis. Apabila kompaksi terjadi secara terus menerus dan suhunya mencapai 150 derajat Celcius maka proses diagenesis akan berhenti dan akan digantikan oleh proses metamorfise.4.

Telodiagenesis – Merupakan tahap akhir setelah terjadi tahapan mesodiagenesis yaitu tahap pengangkatan. Pada tahap pengankatan ini keberadaan berbagai jenis air akan mempengaruhi susunan komposisi kimia suatu batuan sehingga kemungkinan terbesarnya akan terjadi proses authigenesis atau proses pengisian mineral baru.

Bagaimana proses pembentukan batuan sedimen klastik?

Proses Pembentukan Batuan – Proses terbentuknya batuan sedimen klastik di awali dengan pelapukan batuan sedimen itu sendiri maupun jenis- jenis batuan lain. Hasil pelapukan berupa fragmen yang terbawa oleh aliran air kemudian diendapkan di sungai, danau atau rawa.

  1. Pengendapan tersebut berlangsung secara mekanis yang terbagi menjadi 2 jenis menurut ukuran butiran batu.
  2. Batuan yang memiliki ukuran besar terjadi akibat proses pengendapan langsung setelah peristiwa erupsi gunung berapi.
  3. Pengendapan langsung ini terjadi di lingkungan sungai, danau atau laut yang berada di sekitar gunung berapi.

Batuan yang terbentuk akan dikategorikan dalam batuan detritus kasar. Sedangkan batuan yang berukuran kecil terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi di zona laut dangkal maupun laut dalam. Dalam proses pengendapan, batuan sedimen akan mengalami diagenesa.

  1. Kompaksi sedimen – Pada tahap diagenesa yang pertama ini, material sedimen akan dimampatkan satu dengan yang lain. Pemampatan tersebut terjadi akibat adanya tekanan berupa beban berat yang berasal dari atas material sedimen. Setelah dimampatkan, volume material sedimen akan menurun, sedangkan kerapatan antar butiran menjadi semakin tinggi.
  2. Sementasi – Dalam tahap kedua yang disebut dengan sementasi, material yang berada di antara rongga butir sedimen akan mengendap dan mengikat butiran sedimen yang lain.
  3. Rekristalisasi – Tahap ini merupakan proses pengkristalan ulang suatu mineral. Mineral tersebut diperoleh dari proses pelarutan material sedimen sebelum maupun sesudah diagenesa.
  4. Autigenesis – Pada tahap autigenesis akan dibentuk mineral yang merupakan partikel baru pada suatu sedimen. Mineral tersebut berupa silika, karbonat, gypsum, klorita dan lain sebagaimya.
  5. Metasomatisme – Tahap yang terakhir adalah metasomatisme, yakni bergantinya material sedimen tanpa disertai penurunan volume material asalnya.
You might be interested:  What Does A Solar Cell Do?

Apa perbedaan pokok antara batuan sedimen klastika dengan sedimen kimiawi jelaskan?

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat pelapukan batuan lain danpengendapan materi hasil aktivitas biogenik sertalarutan. Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: Batuan sedimen klastik, yaitu batuan yang terbentuk hasil dari pecahan batuan sebelumnya.

  1. Batuan sedimen kimiawi, yaitu batuan yang terbentuk hasil dari proses kimia.
  2. Batuan sedimen organik, yaitu batuanyang terbentuk hasil pengendapan bahan-bahan organik.
  3. Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat pelapukan batuan lain dan pengendapan materi hasil aktivitas biogenik serta larutan.

Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Batuan sedimen klastik, yaitu batuan yang terbentuk hasil dari pecahan batuan sebelumnya. Batuan sedimen kimiawi, yaitu batuan yang terbentuk hasil dari proses kimia. Batuan sedimen organik, yaitu batuan yang terbentuk hasil pengendapan bahan-bahan organik.

Manakah contoh batuan beku luar?

Batuan beku adalah batuan yang banyak ditemukan di kerak bumi. Batuan beku menutupi permukaan bumi hingga 90%. Pendinginan yang begitu cepat, menyebabkan batuan beku luar, rata- rata memiliki kristal- kristal kecil pada teksturnya, Contoh batuan beku luar diantaranya batuan andesit, batuan basalt, batuan obsidian, batu apung, batuan riolit, batuan tuff, batuan scoria.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B. – Batuan beku adalah batuan yang banyak ditemukan di kerak bumi. Batuan beku menutupi permukaan bumi hingga 90%. Pendinginan yang begitu cepat, menyebabkan batuan beku luar, rata- rata memiliki kristal- kristal kecil pada teksturnya, Contoh batuan beku luar diantaranya batuan andesit, batuan basalt, batuan obsidian, batu apung, batuan riolit, batuan tuff, batuan scoria.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

Batuan itu berasal dari apa?

Batuan berasal dari sebuah siklus yang menggambarkan proses pembentukan batuan yang berlangsung secara berulang, Mekanisme siklus batuan berawal dari magma, magma mengalami proses kristalisasi atau pendinginan menjadi batuan beku, kemudian mengalami proses pelapukan, erosi dan deposisi sehingga menjadi material sedimen, karena perbedaan suhu dan tekanan mengalami perubahan mineral dan bentuk menjadi batuan metamorf, batuan metamorf yang mencapai lapisan bumi yang suhunya tinggi mungkin berubah lagi menjadi magma lewat proses magmatisasi dan didorong masuk lagi ke dalam bumi.

  • Jadi, jawaban yang tepat adalah C.
  • Batuan berasal dari sebuah siklus yang menggambarkan proses pembentukan batuan yang berlangsung secara berulang,
  • Mekanisme siklus batuan berawal dari magma, magma mengalami proses kristalisasi atau pendinginan menjadi batuan beku, kemudian mengalami proses pelapukan, erosi dan deposisi sehingga menjadi material sedimen, karena perbedaan suhu dan tekanan mengalami perubahan mineral dan bentuk menjadi batuan metamorf, batuan metamorf yang mencapai lapisan bumi yang suhunya tinggi mungkin berubah lagi menjadi magma lewat proses magmatisasi dan didorong masuk lagi ke dalam bumi.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Bagaimana proses terbentuknya batuan tersebut?

1. Pembekuan Magma – Siklus batuan dimulai dari magma yaitu batuan cair dari bawah permukaan bumi. Berjalannya waktu dan adanya tekanan yang meningkat membuat magma membeku dan terjadi proses kristalisasi. Proses ini bisa terjadi di bawah permukaan bumi, atau di atas setelah terjadi letusan gunung berapi. Proses kristalisasi inilah yang menghasilkan batuan beku.