Sebuah Rangkaian Listrik Yang Menggunakan Baterai Sebagai Sumber Arus?

Sebuah Rangkaian Listrik Yang Menggunakan Baterai Sebagai Sumber Arus
Rangkaian Paralel – Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bertingkat/bercabang. Perhatikan gambar berikut: Sebuah Rangkaian Listrik Yang Menggunakan Baterai Sebagai Sumber Arus Nah, kelihatan nggak bedanya dengan rangkaian seri? Sekarang, bayangkan ada aliran listrik yang berjalan dari baterai, berjalan ke arah ke arah bawah menuju hambatan 1. Sesaat dia berada di persimpangan, si aliran listrik akan “memecah”. Ada yang masuk ke resistor 1, ada juga yang berjalan ke resistor 2.

Itu artinya, kuat arus di kedua hambatan itu akan berbeda. Ya, karena terdapat “percabangan”, kuat arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama. Alhasil, kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua hambatan. Oleh karena itu, kita dapat menuliskannya menjadi: I tot = I 1 + I 2 + I Di sisi lain, tegangan yang ada pada hambatan 1 dan hambatan 2 akan bernilai sama besar.

Maka, kita dapat menuliskannya menjadi: V tot = V 1 = V 2 = V Lalu, bagaimana cara kita menghitung hambatan listrik untuk rangkaian paralel? Kalau kamu perhatikan, konsep antara seri dan paralel tadi terbalik. Maka, cara mencari hambatannya adalah sebagai berikut: Nah, untuk mengecek kemampuan kita, coba kerjakan soal berikut deh. Ingat ya, kamu harus menghitung hambatan total di rangkaian paralelnya terlebih dahulu, setelah itu baru jumlahkan dengan hambatan yang ada di rangkaian seri.
Contoh Soal Menghitung Arus Listrik – Soal 1 Menghitung Arus Suatu taman kecil menggunakan sebuah lampu sebagai penerangan. Daya yang digunakan lampu tersebut sebesar 30 watt. Lampu tersebut menggunakan listrik AC PLN dengan tegangan 220 V. Berapakah arus yang mengalir pada instalasi tersebut.

  1. Jawaban :
  2. Diketahui : P = 30 W
  3. V = 220 V
  4. Ditanyakan : I = ?
  5. Penyelesaian :
  6. I = P / V
  7. = 30 / 220
  8. = 0,13 A
  9. Soal 2 Menghitung Arus

Rangkaian listrik sederhana menggunakan betarai dengan tegangan 12 Volt. Baterai tersebut akan menjadi sumber daya listrik bagi sebuah LED. Sebelum menuju lampu, sebuah resistor 3 ohm dipasang untuk menghambat arusnya. Berakah besar arus listrik yang mengalir menuju lampu?

  • Jawaban :
  • Diketahui : V = 12 V
  • R = 3 Ω
  • Ditanyakan : I = ?
  • Penyelesaian :
  • I = V / R
  • = 12 / 3
  • = 4 A

Apakah arus listrik dapat dihasilkan oleh baterai?

Arus Listrik dalam Rangkaian » » Arus Listrik dalam Rangkaian Secara umum, aliran arus listrik bersumber dari pembangkit listrik. Ternyata, selain dihasilkan oleh pembangkit listrik seperti generator, arus listrik juga dapat dihasilkan oleh baterai, aki (accu), dan buah-buahan terutama buah-buahan yang mengandung asam, misalnya jeruk.

Buah dapat berperan sebagai baterai karena adanya penggunaan lempeng seng dan lempeng besi yang berfungsi untuk menimbulkan beda potensial dalam buah. Lempeng seng berfungsi sebagai kutub negatif dan lempeng besi berfungsi sebagai kutub positif. Adanya beda potensial dalam buah inilah yang kemudian mendorong elektron-elektron untuk bergerak hingga memicu aliran listrik dalam rangkaian.

You might be interested:  Panel Surya Adalah Alat Yang Digunakan Untuk Memanfaatkan Energi?

Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Arus listrik dalam suatu rangkaian listrik hanya dapat mengalir jika rangkaian listrik tersebut berada dalam keadaan tertutup.

Rangkaian listrik terbuka merupakan suatu bentuk rangkaian listrik dimana arus tidak dapat mengalir dalam rangkaian karena ada bagian dalam rangkaian yang tidak terhubung atau dihubungkan dengan komponen pemutus arus seperti saklar. Rangkaian Terbuka tidak dapat mengalirkan arus karena jalannya arus diputus (dibuka).

Rangkaian tertutup adalah rangkaian yang dapat mengalirkan arus listrik sehingga lampu dapat menyala. Sambungan dari baterai, lampu dan kabel, atau sambungan dari semangka atau jeruk, lampu, dan kabel, ternyata sambungan tersebut terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.

No. Gambar Jenis Rangkaian Penjelasan/Alasan
1. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
2. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
3. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
4. Rangkaian terbuka Sambungan dari baterai, lampu dan kabel tidak terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian terbuka.
5. Rangkaian terbuka Sambungan dari baterai, lampu dan kabel tidak terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian terbuka.

Arus listrik mengalir karena pada ujung-ujung rangkaian ada perbedaan potensial listrik yang diberikan oleh baterai sebagai sumber tegangan. Ujung kawat penghantar yang memiliki banyak elektron (terhubung dengan kutub negatif baterai) dapat dikatakan memiliki potensial listrik yang rendah, sedangkan ujung kawat penghantar lainnya yang memiliki sedikit elektron (terhubung dengan kutub positif baterai) dapat dikatakan memiliki potensial listrik yang tinggi.

  1. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan arah aliran elektron adalah sebaliknya yaitu dari potensial rendah ke potensial tinggi atau dengan kata lain dari kutub negatif ke kutub positif.
  2. Pada rangkaian listrik tertutup, besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian dapat ditentukan dengan menghitung besar muatan listrik yang mengalir pada rangkaian setiap detiknya.

Hal ini dikarenakan besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian tertutup sebanding dengan besarnya muatan listrik yang mengalir pada setiap detik, atau secara matematis besar arus listrik ditulis sebagai berikut.

You might be interested:  Tenaga Kerja Yang Menempuh Pendidikan Formal Contohnya?
Keterangan: I = arus listrik (ampere) q = muatan listrik (coulomb) t = waktu (detik)

Pada rangkaian listrik tertutup, pembawa muatan listrik adalah elektron sehingga besarnya muatan ditentukan oleh jumlah elektron, yaitu;

q = N, e sehingga I = N, e
t

/td>

Keterangan: I = Arus listrik (ampere) N = jumlah muatan listrik e = muatan elektron (coulomb) t = waktu (detik)

Contoh Soal 1 Arus listrik sebesar 5 mA mengalir pada sel saraf selama 0,1 detik. Berapakah besar muatan dan jumlah elektron yang berpindah pada sel saraf tersebut? Diketahui: A = 5 mA = 0,005 A t = 0,1 s e = 1,6 x 10 -19 C Ditanyakan: besar muatan dan jumlah elektron yang berpindah pada sel saraf.

I = N, e = N = I, t = 5 x 10 -4 = 3, 125 x 10 15 elektron
t e 1,6 x 10 -19

Posted by Nanang_Ajim Updated at: 5:05 PM : Arus Listrik dalam Rangkaian

Apakah arus listrik dapat mengalir jika rangkaian listrik berada dalam keadaan tertutup?

Arus Listrik dalam Rangkaian » » Arus Listrik dalam Rangkaian Secara umum, aliran arus listrik bersumber dari pembangkit listrik. Ternyata, selain dihasilkan oleh pembangkit listrik seperti generator, arus listrik juga dapat dihasilkan oleh baterai, aki (accu), dan buah-buahan terutama buah-buahan yang mengandung asam, misalnya jeruk.

  • Buah dapat berperan sebagai baterai karena adanya penggunaan lempeng seng dan lempeng besi yang berfungsi untuk menimbulkan beda potensial dalam buah.
  • Lempeng seng berfungsi sebagai kutub negatif dan lempeng besi berfungsi sebagai kutub positif.
  • Adanya beda potensial dalam buah inilah yang kemudian mendorong elektron-elektron untuk bergerak hingga memicu aliran listrik dalam rangkaian.

Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Arus listrik dalam suatu rangkaian listrik hanya dapat mengalir jika rangkaian listrik tersebut berada dalam keadaan tertutup.

  • Rangkaian listrik terbuka merupakan suatu bentuk rangkaian listrik dimana arus tidak dapat mengalir dalam rangkaian karena ada bagian dalam rangkaian yang tidak terhubung atau dihubungkan dengan komponen pemutus arus seperti saklar.
  • Rangkaian Terbuka tidak dapat mengalirkan arus karena jalannya arus diputus (dibuka).

Rangkaian tertutup adalah rangkaian yang dapat mengalirkan arus listrik sehingga lampu dapat menyala. Sambungan dari baterai, lampu dan kabel, atau sambungan dari semangka atau jeruk, lampu, dan kabel, ternyata sambungan tersebut terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.

No. Gambar Jenis Rangkaian Penjelasan/Alasan
1. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
2. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
3. Rangkaian tertutup Sambungan dari baterai, lampu dan kabel terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup.
4. Rangkaian terbuka Sambungan dari baterai, lampu dan kabel tidak terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian terbuka.
5. Rangkaian terbuka Sambungan dari baterai, lampu dan kabel tidak terhubung satu sama lain sehingga rangkaian tersebut merupakan rangkaian terbuka.

Arus listrik mengalir karena pada ujung-ujung rangkaian ada perbedaan potensial listrik yang diberikan oleh baterai sebagai sumber tegangan. Ujung kawat penghantar yang memiliki banyak elektron (terhubung dengan kutub negatif baterai) dapat dikatakan memiliki potensial listrik yang rendah, sedangkan ujung kawat penghantar lainnya yang memiliki sedikit elektron (terhubung dengan kutub positif baterai) dapat dikatakan memiliki potensial listrik yang tinggi.

Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan arah aliran elektron adalah sebaliknya yaitu dari potensial rendah ke potensial tinggi atau dengan kata lain dari kutub negatif ke kutub positif. Pada rangkaian listrik tertutup, besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian dapat ditentukan dengan menghitung besar muatan listrik yang mengalir pada rangkaian setiap detiknya.

Hal ini dikarenakan besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian tertutup sebanding dengan besarnya muatan listrik yang mengalir pada setiap detik, atau secara matematis besar arus listrik ditulis sebagai berikut.

Keterangan: I = arus listrik (ampere) q = muatan listrik (coulomb) t = waktu (detik)

Pada rangkaian listrik tertutup, pembawa muatan listrik adalah elektron sehingga besarnya muatan ditentukan oleh jumlah elektron, yaitu;

q = N, e sehingga I = N, e
t

/td>

Keterangan: I = Arus listrik (ampere) N = jumlah muatan listrik e = muatan elektron (coulomb) t = waktu (detik)

Contoh Soal 1 Arus listrik sebesar 5 mA mengalir pada sel saraf selama 0,1 detik. Berapakah besar muatan dan jumlah elektron yang berpindah pada sel saraf tersebut? Diketahui: A = 5 mA = 0,005 A t = 0,1 s e = 1,6 x 10 -19 C Ditanyakan: besar muatan dan jumlah elektron yang berpindah pada sel saraf.

I = N, e = N = I, t = 5 x 10 -4 = 3, 125 x 10 15 elektron
t e 1,6 x 10 -19

Posted by Nanang_Ajim Updated at: 5:05 PM : Arus Listrik dalam Rangkaian

Apa itu sumber arus listrik?

Gaya Gerak Listrik – Semua sumber arus listrik memiliki kemampuan memberikan gaya pada elektron sehingga elektron dari sebuah atom materi dapat bergerak. Gaya dari sumber baterai yang demikian disebut sebagai gaya gerak listrik (ggl), Gaya gerak listrik sering juga disebut tegangan.